Laman

Selasa, 20 Februari 2018

Penyakit Meningitis Akut Dapat Risiko Kematian

Meningitis Akutmeningitis yang merupakan infeksi selaput otak yang disertai dengan radang pada membrane pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa disebut meningen. Jika hal itu sudah masuk stadium terminal dan tidak dapat ditangani, maka risiko terbesar pun harus diterimanya yang dapat mengintai dalam kurun waktu 3 pekan yakni kematian. Penyakit ini sudah banyak memakan korban. Meskipun terdengar menyeramkan, pada hakikatnya penyakit mematikan ini dapat disembuhkan apabila segera ditangani dengan cepat dan tepat. Meningitis dibagi menjadi dua golongan berdasarkan dari perubahan yang terjadi pada cairan otak yakni meningitis serosa dan meningitis purulenta. Meningitis Serosa merupakan terjadinya peradangan pada selaput otak araknoid dan piameter yang disertai dengan cairan otak yang jernih. Sedangkan, meningitis purulenta adalah radang yang bersifat akut yang menimbulkan edukasi berupa pus, yang disebabkan oleh kuman non spesifik dan non virus. Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) yakni Mursyid Bustami mengakatakan, bahwa ada tiga macam peradangan yang dapat terjadi pada bagian otak. 

Penyakit Meningitis Akut Dapat Risiko Kematian

Pertama adalah meningitis atau radang yang hanya terjadi pada selaput otak. Namun, pada umumnya bahwa peradangan juga dapat menjalar tidak hanya ke selaput saja akan tetapi je otak juga, baik itu pada bagian fokal maupun keseluruhannya. Kondisi yang kedua ini disebut dengan encephalitis. Sedangkan yang ketiga, jika peradangan terjadi pada keduanya tersebut , baik terjadi pada selaput maupun otak, maka dalam kondisi yang seperti itu disebut dengan meningo-encephalitis. Hal itu juga dapat dikatakan sebagai penyakit meningitis akut.

Lanjut dia, bahwa gejala radang pada otak ada berbagai macam. Gejala yang paling jelas yakni sakit kepala. Namun, masih banyak gejala lainnya. Meningitis akut maupun awal alami meningitis selain sakit kepala yang jelas, juga dapat demam akibat radang. Kalau sudah radang dapat mengenai otak, sehingga fungsi otak pun dapat terganggu. Bisa jadi pasien yang mengalami hal itu tidak sadarkan diri. selain itu, gangguan dalam berbicara juga kemungkinan dapat terjadi. Kelemahan yang serupa dengan stroke huga bisa saja terjadi jika mengenai bagian yang mengurusi gerak tubuh.

Peradangan yang terjadi tersebut biasanya dapat terjadi pada saat daya tahan tubuh seseorang yang sedang tidak stabil atau menurun. Penyebabnya beraneka ragam. Antara lain bakteri, virus jamur dan parasit. Bahkan, bisa juga merupakan komplikasi dari penyakit lainnya seperti TBC, jamur dan parasit yang seperti toksoplasma. Agar memperoleh hasil diagnosa yang tepat, pasien yang diduga menderita penyakit meningitis wajib menjalani beberapa proses, diantaranya yakni uji laboratorium cairan otak.

Cairan otak ini dapat diambil dengan melalui sumsum tulang belakang. Karena hanya dengan cara yang seperti inilah, dokter mampu melakukan diagnosa yang lebih akurat lagi sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat. Penanganan pada pasien dapat disesuaikan dengan hasil diagnosa yang berdasarkan dengan kategori dan gejala yang muncul. Biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik yang sesuai. Perbedaanya hanya saja, pada pasien meningitis akut yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang harus segera mungkin mendapatkan penaganganan medis. Hal itu dilakukan sebeb virus dan bakteri dapat menjalar dengan cepat. Maksimal dalam waktu dua pekan.

Sementara itu, pasien penderita penyakit meningitis akut atau kronis akan menjalani waktu pengobatan yang lebih lama. Contoh pasien meningitis yang akibat komplikasi TBC harus menjalani pengobatan selama 9 hingga 12 bulan. Selain itu juga, ada beberapa kasus kondisi pasien yang membutuhkan tindakan operasi. Sebagai contoh, jika pasien meningitis yang mengalami penyumbatan cairan di otak, dokter pasti akan melakukan tindakan operasi pengaliran cairan tersebut. Dalam tindakan operasi tersebut juga akan dilakukan dalam kondisi kuman penyebab penyakit telah membentuk kapsul di dalam otak.

Penyakit meningitis termasuk dalam kategori penyakit yang menular. Dalam proses penularannya itu dapat terjadi dengan melalui berbagai cara dan media seperti melalui darah, kontak langsung dengan penderita infeksi, gigi, telinga, sekitar wajah, udara dan tenggorokan.

Meski demikian, tidak perlu khawatir yang berlebihan. Pada hakikatnya, otak itu dilindungi oleh pertahanan yang sangat kuat sehingga peluang bagian otak yang terinfeksi tidak semudah bagian tubuh yang lainnya. yang terpenting adalah penanganannya dini dan pengobatannya tepat, meningitis dapat disembuhkan dan kondisi tubuh pun dapat kembali baik seperti biasanya.