Laman

Tampilkan postingan dengan label penderita meningitis yang sembuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penderita meningitis yang sembuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Februari 2018

Kebutaan Akibat Meningitis Berdampak Buruk

Kebutaan Akibat MeningitisButa merupakan suatu kondisi yang sangat menakutkan bagi banyak orang. Namun, hal itu tidak dapat kita hindarkan. Di dunia, banyak sekali orang yang mengahadapi prospek perubahan negatif dalam kemampuan penglihatan mereka. Mungkin Anda yang membaca ini merupakan orang yang sangat beruntung masih dapat diberikan penglihatan yang baik. Buta adalah keadaan yang tidak dapat melihat apa pun, bahkan cahaya. Mata buta itu dapat diakibatkan dari beberapa faktor yakni faktor genetik alias diturunkan dari orang tua kepada anak, kecelakaan atau penyakit. Di negara-negara dunia ketiga seperti di Indonesia ini, penyebab utama dari mata buta adalah infeksi, glaukoma, katarak dan ketidakmampuan untuk membeli kacamata. Selain itu juga, pasien yang menderita penyakit diabetes juga dapat menjadi tuna netra. Ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan mata menjadi buta. 

Kebutaan Akibat Meningitis Berdampak Buruk

Katarak
Katarak ialah penyakit dimana lensa mata itu menjadi keruh hingga dapat membuat penglihatan tidak dapat melihat dengan jelas. Katarak pada umumnya disebabkan oleh proses penuaan, namun terkadang juga ada anak-anak yang terlahir dalam keadaan katarak. Selain itu juga, katarak juga kemungkinan dapat terjadi akibat dari pasca cidera mata, peradangan dan beberapa penyakit mata lainnya. Selain katarak, kebutaan akibat meningitis juga dapat terjadi.

Hingga saat ini, belum ditemukan cara ampuh yang terbukti dapat membantu cegah katarak terjadi. Namun, dengan mengurangi kebiasaan merokok dan paparan terhadap sinar ultraviolet diduga mampu menunda perkembangan katarak. Penyakit katarak yang belum terlalu parah dapat diatasi dengan cara minum obat atau menggunakan kacamata. Jika ternyata keterbatasan penglihatan sudah semakin parah hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, barulah tindakan yang dapat diambil adalah dengan cara operasi katarak. Kebutaan akibat meningitis dapat terjadi oleh siapa saja, tidak hanya katarak.

Glaukoma
Penyakit yang masih ada hubungannya dengan peningkatan tekanan yang terjadi di dalam bola mata dapat mengakibatkan saraf optik mata akan menjadi lebih buruk seiring dengan berjalannya waktu, disebut dengan Glaukoma. Dimana pada Glaukoma ini lebih cenderung diturunkan dalam keluarga dan mungkin saja baru akan muncul pada saat seseorang sudah bertambah tua. Penyakit ini dapat menyebabkan mata buta dengan memiliki gejala seperti mata merah, melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu, nyeri pada mata. Mata terlihat kabur terutama pada area tepi penglihatan, mual atau muntah serta penglihatan yang menyempit ketika melihat jarak jauh. Namun, bagi kebanyakan orang  penyakit ini tidak dapat menunjukkan tanda-tanda apa pun. Untuk melakukan pencegahan penyakit ini pun tidak diketahui. Namun, ada metode pengobatan atau bedah medis efektif yang dapat dilakukan, seperti operasi laser, tets mata, dan operasi mikro.

Diabetes
Penyakit diabetes mellitus ini dapat membuat mata menjadi buta, jika Anda termasuk dalam salah satu orang yang mengalami komplikasi retinopati diabetic. Tahukah Anda bahwa gula darah itu dapat merusak pembuluh darah pada lapisan belakang mata, area yang paling sensitif terhadap rangsang cahaya. Akibat yang dapat terjadi ialah retina tidak dapat menerima asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk dapat mempertahankan penglihatan. Retinopati diabetic ringan atau sedang tidak memerlukan pengobatan yang sesegera mungkin. Melainkan, terkadang dokter juga dapat memberikan saran untuk dilakukan pengobatan dengan penggunaan laser atau dengan vitrektomi, yakni pengangkatan gumpalan darah atau jaringan perut yang berada di badan bola mata.

Trakoma 
Infeksi bakteri Chlamydia Trachomatis menular yang dapat mempengaruhi kemampuan penglihat disebut dengan Traukoma. Inifeksi ini dapat menyebar dengan melalui cairan dari mata dan hidung atau menggunakan barang yang dipakai oleh penderita yang terinfeksi seperti handuk, sapu tangan atau pakaian. Lalat juga dapat menyebarkan cairan yang mengandung infeksi ini kepada orang lain. Trakoma memiliki gejala seperti iritasi ringan pada mata, keluarnya nanah atau kotoran mata lainnya, penglihatan kabur, sakit pada mata, mata peka terhadap cahaya dan mata tersa gatal.

Meningitis
Meningitis merupakan sebuah penyakit akibat dari peradangan pada selaput yang menyelimuti otak maupun di sumsum tulang belakang. Membran atau selaput yang disebut dengan meninges umumnya berfungsi untuk memberikan perlindungan pada otak dan sumsum tulang belakang dari bakteri dan virus. Ada juga dampak atau efek meningitis pada tiap orangnya itu berbeda-beda. Semua itu tergantung dengan jenis virus, bakteri dan jamur penyebab dari meningitis.

Berikut dibawah ini adalah beberapa dampak meningitis yang terjadi pada orang dewasa dan anak-anak, seperti:
  • Cidera Mata

Baik itu septicaemia (keracunan darah) dan meningitis dapat menyebabkan Acquired Brain Injury (ABI) atau cidera otak yang diakuisisi, yakni cidera pada otak yang terjadi setelah lahir. Kerusakan otak yang sudah parah pada meningitis sebenarnya tidak umum dan biasanya itu telah diketahui saar beberapa hari kemudian. Komplikasi yang terjadi pada kerusakan otak ini adalah epilepsi dan cerebral palsy. Dan otak juga memerlukan lebih dari 20 tahun untuk dapat berkembang. Jadi, dapat dibayangkan jika pada seorang anak atau orang dewasa terkena ABI, dibutuhkn waktu lama hingga bertahun-tahun untuk dapat kembali pulih otaknya.

  • Masalah Prilaku

Kesulitan dalam belajar dan bermasalah pada prilaku seringkali terjadi setelah meningitis, terutama pada anak yang masih bayi dan usia anak-anak. Seringkali adanya perubahan agresi dan kepribadian yang dikaitkan dengan ABI. Ada juga berbagai masalah yang lebih halus seperti iritabilitas, kesulitan dalam berkonsentrasi, kecanggungan, amarah dan gangguan tidur. Terkadang sulit bagi keluarga dalam memastikan apakah masalah ini disebabkan oleh penyakit meningitis.  Hal inilah yang kemudian mengapa keluarga itu sulit memberikan dukungan dan bantuan yang tepat.

  • Gangguan pendengaran

Gangguan pendengaran merupakan dampak yang paling umum dirasakan oleh penderita meningitis. kesulitan dapat berkisar dari gangguan pendengaran ringan hingga tuli yang mendalam di satu atau kedua telinga. Kerusakan yang terjadi pada telinga bagian dalam juga dapat mengakibatkan maalah keseimbangan dan tinnitus (keadaan telinga yang berdenging). Jadi, penting sekali bagi penderita meningitis untuk dapat melakukan tes pendengaran selama proses pemulihan. Seluruh hasil tes pun dapat berbeda-beda, oleh sebab itu dapat melakukan tes ini beberapa kali.
  • Gangguan penglihatan

Penyakit meningitis juga dapat merusak saraf yang bertanggung jawab untuk penglihatan (saraf optic). Hal ini dapat mengakibatkan hilangnya sebagian penglihatan atau kebutaan pada satu atau kedua mata. Banyak orang yang mengalami kesulitan pengihatan akibat dari saraf optiknya itu terjadi pembengkakan, dan bahkan seringkali hal ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Anda dapat melakukan tes penglihatan untuk perawatan yang lebih lanjut.

  • Perubahan emosi

Pengalaman traumatis ini juga dapat menimbulkan terjadinya dampak emosional yang besar pada penderita dan keluarga, dan bahkan pada saat pemulihan fisik berlangsung. Kesulitan emosinal juga memiliki variasi tergantung pada usia. Misalnya saja pada anak-anak, sering mengalami mimpi buruk, ngedumel, mengompol atau mudah marah. Jika terjadi pada remaja, mereka dapat depresi dan sulit untuk mengekspreikan emosi mereka. Sedangkan, pada anak-anak dan orang dewasa, mungkin akan mengalami kecemasan dan depresi, kurangnya harga diri dan kepercayaan diri dan masalah prilaku seperti agresi dan perubahan pada suasana hati.

Jumat, 19 Januari 2018

Komplikasi Meningitis Pada Anak atau Radang Selaput Otak

Komplikasi Meningitis Pada AnakInfeksi yang dapat menyebabkan radang selaput yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang (meninges) disebut dengan meningitis. Menurut penelitian yang dilakukan para ahli, bahwa ada lebih dari 50 persen remaja yang telah bertahan dari infeksi meningitis alami dan komplikasi setelahnya. Sebab radang pada otak dan sumsum tulang belakang dapat disebabkkan karena adanya virus, bakteri atau mikroorganisme lain yang menyerang dan walaupun jarang sekali terjadi disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian sebab radang yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang. Sehingga, dalam kondisi ini dapat diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Komplikasi Meningitis atau Radang Selaput Otak

Untuk gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher terasa kaku dan disertai dengan demam, kebingungan atau perubadahan kesadaran, muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Gejala meningitis yang terjadi pada anak-anak biasanya itu hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mudah mengantuk. Selain itu, didapat juga ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis. Contohnya meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningkokus yang dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah. Ada beberapa kompilkasi meningitis pada anak yang bisa terjadi kapan saja.

Komplikasi terjadi lebih umum setelah bakteri meningitis dan sangat jarang terjadi ditemukan setelah virus meningitis. komplikasi meningitis pada anak mungkin saja dapat terjadi secara sementara maupun permanen. Mereka juga bisa dalam jangka waktu pendek atau panjang. Risiko komplikasi akan makin tinggi jika infeksi meningitis semakin parah. Dan komplikasi ini lebih sering terjadi pada kasus meningitis bakterialis dari pada kasus meningitis virus. 

Komplikasi meningitis secara umum dapat meliputi dibawah ini:
1.Di sekitar seperempat dari orang-orang yang mengalami penyakit meningococcal mungkin saja dapat mengembangkan infeksi septicaemia atau aliran darah dan menegmbangan beberapa komplikasi
2.Kehilangan pendengaran, bisa secara persial atau total. Hal inilah yang sangat ditakuti. Pasien meningitis biasanya diberikan saran oleh dokter untuk melakukan tes pendengaran untuk diperiksa apakah terjadi masalah.
3.Masalah terjadi juga pada daya ingat atau konsentrasi penderita meningitis.
4.Kesulitan dalam belajar, terkadang bisa bersifat sementara atau bahkan permanen.
5.Ada yang dapat pendek atau panjang istilah masalah dengan melakukan koordinasi dan keseimbangan.
6.Masalah dalam berbicara dan hilang penglihatan, bisa saja terjadi hanya sebagian atau total.
7.Munculnya gangrene jika ada septicaemia karena meningitis. gangrene merupakan jaringan yang telah rusak dan baru akan mati. Dimana pada jaringan ini dirusak oleh racun yang dihasilkan bakteri yang masuk ke dalam darah. Jika jaringan yang rusak sangat parah sekali, maka kemungkinan besar anggota badan diperlukan amputasi karena untuk gangrene.
8.Bermasalah pada depresi, kebingungan, kecemasan,kelelahan dapat diditeksi sebagai alat komplikasi dari meningitis tersebut.

Sedangkan komplikasi meningitis yang terjadi pada anak-anak adalah:

1.Ketika anak yang baru lahir, kemungkinan besar ada risiko kerusakan pada otak. Hal ini yang dapat menyebabkan serangkaian gejala yang dapat mempengaruhi gerakan dan koordinasi.
2.Meningitis pada umumnya itu dapat mempengaruhi anak-anak yang disana, kemungkinan besar kesulitan belajar yang sifatnya sementara maupun permanen.
3.Banyak anak-anak yang terkena meningitis dapat mengembangkan epilepsi yang mengarah ke serangan yang berulang.

Kemudian adapun efek dari meningitis setelah anak-anak bertarung dengan pemyakit tersebut yakni anak menjadi semakin lengket karena tidak ingin ditinggalkan sendiri, mengembangkan gangguan tidur, Bed-wetting, mudah marah, Moody, mengalami mimpi buruk, merasa rendah dan rasa takut dokter serta rumah sakit.

Senin, 27 November 2017

Pengidap Meningitis Alami Koma Hingga Saat ini

Pengidap Meningitis - Koma merupakan situasi kondisi darurat medis ketika seseorang mengalami keadaan yang tidak sadar dalam jangka waktu tertentu. Dalam kondisi ketidaksadaran ini disebabkan oleh menurunnya aktivitas di dalam otak yang dipicu oleh beberapa konsi yang seperti ini, cidera otak parah, keracunan atau radang selaput otak (meningitis). Selain pasien tidak sadarkan diri, orang yang mengalami koma pada umumnya tidak akan bisa merespons apapun, baik suara atau rasa sakit. Refleks dasar tubuh seperti batuk dan menelan pada pasien yang koma pun akan sangat berkurang. Sebagian besar dari merka yang koma mampu bernapas spontan, namun beberapa diantaranya itu membutuhkan alat bantu pernapasan. Sedangkan, untuk tingkat kesadaran penderita koma itu tergantung dari seberapa bagian otak yang masih berfungsi dan keadaan yang seperti ini biasanya akan berubah seiring berjalannya waktu. Pada saat di penderita telah berangsur membaik, sadar, pasti akan mulai merasakan sakitnya dan mulai menyadari keadaan di sekitar, pada akhirnya mampu berkomunikasi dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Sehingga peluang untuk sembuh pun akan sangat tergantung dari penyebab koma itu sendiri. Namun, bagi mereka yang mengalami koma selama hitungan bulan hingga tahun umumnya memiliki peluang yang sangat kecil untuk dapat bertahan hidup.

Pengidap Meningitis Alami Koma Hingga Saat ini

Driver angkutan Online di Sukabumi yang telah tergabung dalam Paguyuban Gass (Gabungan Aliansi Sadulur Sukabumi), kumpulkan donasi untuk bocah usia enam tahun yang bernama Salma, ia telah divonis oleh dokter bahwa dirinya itu pengidap meningitis (Radang Selaput Otak), hingga saat ini ia tak sadarkan diri (koma) sudah selama tujuh hari. 

“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama dan permasalahan sosial yang terjadi, seperti kasus yang kini sedang di alami oleh Salma, yang kini masih terbaring dan tidak sadarkan diri di rumah sakit karena pengidap meningitis,” Kata Katua Paguyuban Gass, Ade Lukman.

Ade menuturkan, bahwa visi dan misi driver GoJek khususnya di Sukabumi ini salah satunya adalah peduli terhadap apa yang sedang terjadi dilingkungan masyarakat, serta memberikan sesuatu dengan semampunya memberikan bantuan social secara sukarela. “Kita itu inginnya rutin bergerak untuk dapat membantu masyarakat yang sedang mengalami masalah ekonomi dan menyisihkan sebagai rezeki kita untuk dapat membantu bagi yang membutuhkan,” ungkapnya.

Keberadaan Salma itu sendiri berawal dari postingan tim facebook dan kami memiliki inisiatif driver GoJek untuk mengumpukan donasi atau uang untuk membantu Salma. Bahkan, lanjut Ade, tidak hanya driver GoJek saja, melainkan dari penumpang dan pelanggan pun ikut serta merespon dan menyumbangkan hartanya untu Salama.

“Alhamdulillah sekali, uang donasi yang sudah terkumpul saat ini, baik dari driver maupun sebagian pelanggan kami sejumlah kurang lebih dua juta rupiah. Namun, jangan dilihat dari nilai berapa besar jumlah uangnya, akan tetapi bentuk sosial, kepedulian serta solidaritas agar dapat mengurangi beban keluarga Salma,” jelasnya.

Ade juga sangat mengaharapkan, agar Salma secepatnya sembuh dan dapat kembali ceria seperti sedia kala serta dapat melakukan aktifitas seperti biasa dan layaknya anak-anak ain seusianya, dan apa yang telah diberikan untuk Salma dapat bermanfaat bagi keluarganya. “Melihat kondisi Salma hingga saat ini belum sadarkan diri, kami mengajak seluruh teman-teman driver dan masyarakat luas ikut mendo’akan untuk kesembuhan Salma. Agar cepat diberikan kesehatan dan diangkat penyakitnya,” tuturnya.

Informasi yang telah didapat bahwa Salma ini merupakan anak yatim, warga Kampung Kebon Kawung Rt 02/04, Desa Naggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa barat. Salma di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, lantaran diduga telat untuk berobat ketika sudah dalam keadaan sakit panas, sehingga akibatnya itu menjalar ke otaknya dan akhirnya dokter pun memvonis Salma mengidap penyakit meningitis.