Laman

Jumat, 26 Mei 2017

Meningitis Dapat Melumpukan dan Tuli

Meningitis dapat melumpuhkan dan tuli, Vaksinasi meningitis wajb dilakukan bagi calon jemaah haji yang akan melaksanakan ibadah umrah dan haji ke tanah suci. Kementerian Kesehatan menyebut bahwa melakukan vaksinasi memang wajib untuk dilakukan karena penyakit ini sangat berbahaya juga mematikan.

Meningitis Dapat Melumpuhkan dan Tuli


Dari pihak Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, yakni dr Muchtaruddin Mansyur, MS, SpKO, menjelaskan bahwa benar meningitis dapat melumpuhkan dan tuli, selain itu, meningitis adalah termasuk penyakit yang sangat sulit untuk dapat disembuhkan. Jika dapat disembuhkan pun, kasus yang sudah banyak terjadi bagi pasien yang sudah dikatakan sembuh biasanya tidak total.

"Artinya bisa seperti itu disebabkan oleh adanya penyerangan pada selaput otak. Sehingga meningitis dapat melumpuhkan dan tuli. Meningitis itu juga merupakan radang selaput otak. Sehingga kalau dinyatakan sembuh pun syaraf-syaraf sudah terganggu, dengan begitu pasien dapat mengalami entah lumpuh, entah tuli ataupun entah bisu. Kalau pasien tidak sembuh juga dalam masa pengobatan maupun tidak dapat mengakibatkan meninggal dunia," terang Muchtar.

dalam Situs WebMD juga menyebut bahwa meningitis sejatinya tergolong penyakit yang jarang sekali ditemui. Penyebabnya itu sendiri beraneka ragam, ada yang disebabkan karena adanya virus, bakteri, parasit dan jamur. Meningitis yang bersumber akibat adanya jamur yang tergolong langka karena biasanya jamur itu hanya hidup di permukaan kulit saja dan tidak sampai utnuk dapat masuk ke dalam aliran darah.

Sementara untuk meningitis yang diakibatkan oleh virus biasanya memiliki gejala yang mirip sekali dengan flu dan tidak berakibat fatal. Dengan adanya penanganan dari dokter selama pengobatan berlangsung, meningitis yang diakibatkan oleh virus dapat disembuhkan dengan total dalam waktu 2 minggu. Namun ada juga sebagian kecil kasus virus enterovirus dan herpes, virus yang masuk ke dalam tubuh melalui aliran darah dan menetap di meniges atau selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang.

perlu diketahui, bahwa meningitis yang sangat berbahaya adalah yang disebabkan oleh bakteri. Adapula beberapa jenis bakteri yang rentan menyebabkan meningitis adalah Neisseria meningitidis, Streptococcus pneumoniae dan Listeria monocytogenes. Jika bakteri tersebut sudah menetap di mengines dan dapat menyebabkan peradangan, risiko gangguan pada syaraf pun akan terus meningkat pesat. Yang terakhir adalah meningitis yang di akibatkan oleh parasit. Seperti yang sudah diketahui bahwa parasit atau amuba itu bila sudah masuk ke dalam tubuh akan menjalar ke otak hingga sangat mematikan. Salah satu contohnya itu adalah Naegleria fowleri, yang merupakan amoeba pemakan otak yang biasanya hidup di perairan air tawar.

Sebelumnya sudah pernah diberitakan oleh dr Sheila Agustini, SpS dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dirinya menyebutkan beberapa faktor risiko meningitis ada empat. Pertama pada usia yang masih terlalu muda atau tua (bayi dan lansia), infeksi yang terjadi pada telinga, hidung, tenggorokan dan juga paru-paru, memiliki daya tahan tubuh yang rendah dan paparan asap rokok.

Ia bahkan pernah menyebut hampir 50 persen pasien meningitis akan meninggal dunia, terutama yang lebih diserang itu dari kelompok bayi dan lansia. Apalagi apabila didiagnosis dengan derajat sedang atau besar. Sangat membahayakan sekali meningitis itu.