Laman

Senin, 29 Mei 2017

Kenali Vaksin Terbaru di 2017 ini

Kenali vaksin terbaru di 2017 ini, Para ibu si buah hati, sudahkah buah hati Anda yang tercinta diimunisasi? Kalau belum, maka sudah waktunya untuk melakukan imunisasi dan menambah pengetahuan tentangnya. Perlu diketahui oleh para ibu, ada tiga vaksin baru di tahun 2017 ini. Ketiga vaksin itu masuk dalam Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dengan demikian, totalnya itu ada delapan vaksin yang dapat dan perlu diberikan pada anak.

Kenali Vaksin Terbaru di 2017 ini

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI yakni H.M Subuh menerangkan, bahwa tiga vaksin terbaru ini adalah demonstrated project yang akan dilakukan sebanyak empat provinsi di 2017. Keempatnya diantaranya berada di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh sebab itu, kenali vaksin terbaru di 2017 ini. Adapun tiga vaksin terbaru yang hadir antara lain, sebagai berikut:


1. Rubella

Vaksin Rubella itu dapat berwujud vaksin tunggal atau pun dapat dikombinasikan dengan vaksin virus lainnya. Kombinasi yang biasa ditemukan itu adalah Rubella dengan vaksin pencegah campak (MR); Rubella, vaksin pencegah campak, dan gondok (MMR); dan Rubella, vaksin pencegah campak, gondok, dan varicella (MMRV).  Untuk RCV ini biasa diberikan pada anak dengan usia 12 sampai 15 bulan. Sedangkan MR atau MMR biasanya mengikuti jadwal setelah imunisasi campak. dengan kita wajib kenali vaksin terbaru di 2017 ini sehingga dapat mencegah sejak dini.

Rencananya, vaksin ini akan menggantikan imunisasi campak di tahun 2017. "Anak yang terkena Rubella akan memiliki kelainan kesehatan mulai dari buta, tuli, hingga kelainan jantung. Dibandingkan harus membiayai anak dengan kondisi seperti ini dalam seumur hidup, lebih baik melakukan pencegahan dengan melakukan imunisasi. Vaksin ini bisa membantu," kata Nila F. Moeloek yang merupakan Menteri Kesehatan (menkes).

2. Pneumococcus

Streptococcus pneumoniae atau pneumococcus adalah bakteri penyebab dari pneumonia (radang paru), infeksi pada telinga, sinus, meningitis, dan juga infeksi pada saluran darah. Melihat bahayanya yang di timbulkan dari dampak bakteri ini, rasanya sangat wajar jika kemudian WHO merekomendasikan untuk pemberian vaksin pencegahnya. Pada tahun ini ada vaksin baru yang perlu diberikan oleh anak-anak untuk dapat mencegah risiko terjangkitnya virus pneumococcus.

3. Human Papillomavirus (HPV)

Inilah merupakan vaksin yang sempat menjadi kontroversi pada bulan November 2016 lalu karena dipercayai dapat menyebabkan menopause sejak dini. Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Depkes RI yakni dr.Elizabeth Jane Soepardi. Menurutnya, hingga 14 tahun keberadaan vaksin HPV di dunia, tidak memiliki bukti ilmiah yang memberikan pernyataan bahwa vaksin ini dapat menyebabkan mati haidh di usia muda (menopause).

"Vaksin ini terbilang mahal oleh karena itu vaksin massalnya harus dapat memiliki persetujuan DPR lebih dulu. Lalu, dari mana kami dapat persetujuan itu? Dengan sudah adanya bukti ilmiah bahwa vaksin ini sangat efektif untuk menangkal kanker serviks," jelas Jane. Vaksin itu sendiri diberikan pada anak yang usia kelas lima dan enam SD. Tujuannya untuk mencegah kanker leher rahim (serviks) sebelum anak-anak ini aktif secara seksual.

Dengan demikian, dari ketiga vaksin di atas tersebut akan melengkapi lima vaksin sebelumnya dalam Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Sedangkan, untuk lima vaksin yang sebelumnya antara lain yaitu:

1. BCG Polio 1

BCG Polio 1 ini berguna untuk mencegah penularan Tuberculosis (TBC) dan polio, biasanya vaksin ini diberikan ketika bayi berusia sebulan.

2. Bulan DPT-HB-Hib 1 Polio 2

Pemberian vaksin itu berguna untuk mencegah polio, difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis dan juga pneumonia. Vaksin ini diiberikan saat bayi berusia dua bulan.

3. DPT-HB-Hib 2 Polio 3

Serupa dengan pencegahan di nomor yang sebelumnya yakni vaksin ini diberikan untuk mencegah polio, batuk rejan, difteri, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia. Hanya saja vaksin ini diberikan oleh bayi yang berusia tiga bulan.

4. DPT-HB-Hib 3 Polio 4

Masih serupa dengan pencegahan di nomor sebelumnya yakni diberikan untuk dapat mencegah polio, difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia. Hanya diberikan pada bayi yang berusia empat bulan.

5. Campak

Untuk dapat mencegah terkenanya campak. Diberikan ketika buah hati sudah berusia sembilan bulan.

Para ibu, kini sudah semakin tahu seputar tentang vaksin yang perlu diberikan oleh si buah hati bukan? Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat. Pastikan juga agar selalu memberikan perawatan dan melakukan imunisasi terhadap buah hati agar ia senantiasa dalam keadaan sehat dan jauh dari berbagai risiko penyakit yang berbahaya hingga yang menyebabkan kematian