Laman

Selasa, 30 Mei 2017

Vaksin Untuk Bayi dan Anak Dijamin Oleh Kemenkes

Vaksin untuk bayi dan anak, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Mohamad Subuh, MPPM, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjamin vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman dilakukan karena merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya cukup diawasi dengan ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Untuk Bayi dan Anak Dijamin Oleh Kemenkes

Sementara, BPOM untuk setiap dua tahun akan dilakukan pengkajian oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ia menerangkan, imunisasi merupakan upaya aktif untuk menimbulkan antibodi atau kekebalan spesifik yang efektif dalam mencegah penularan penyakit tertentu dengan cara memberikan vaksin, khususnya vaksin untuk bayi dan anak. Setelah imunisasi Antibodi yang terbentuk akan bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus tersebut di masa yang akan datang.

Kemenkes menegaskan bahwa, pemerintah itu wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Bagi siapa saja yang melanggar peraturan tersebut harus dikenakan sanksi. Jadi wajib berikan vaksin untuk bayi dan anak.

“Kemenkes memberikan jaminan vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman, karena vaksin yang diperoleh merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya sudah diawasi ketat oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sedangkan BPOM itu sendiri sendiri setiap 2 tahun akan di-review oleh WHO,” jelasnya.

Ini merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan merupakan aset yang sangat penting untuk dapat mencapai salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu dengan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan upaya yang dilakukan oleh seluruh negara untuk berusaha menurunkan angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan angka Kematian Balita 25 per 1.000 KH. Dimana untuk target capaian yang sudah ditetapkan pada Tahun 2019 mendatang adalah 93% anak yang berusia 0-11 bulan di Indonesia sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Imunisasi yang juga merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling sukses dan hemat biaya. Imunisasi dapat mencegah antara 2 sampai 3 juta kematian untuk setiap tahun dan apabila cakupan imunisasi telah berhasil ditingkatkan maka jumlah kematian yang dapat dicegah akan bertambah lagi sekitar 1,5 juta kematian,” tutur dr. Subuh.

Dari berbagai macam penyakit yang ada, Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan pemberian Imunisasi (PD3I), yakni tuberkulosis, difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, polio, campak, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) semuanya itu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b, diare yang disebabkan infeksi rotavirus, serta PD3I lainnya seperti influenza dan meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus.

“Kami akan mengajak kepada seluruh masyarakat seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat RT/RW, ibu-ibu PKK, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, termasuk seluruh kaum cendikiawan untuk dapat ikut serta dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak bangsa dengan melalui pemberian imunisasi,” ujar dr Subuh.