Laman

Selasa, 20 Juni 2017

Waspadai Hewan Peliharaan Dirumah Agar Terhindar dari Meningitis

Waspadai hewan peliharaan, Waktu masih dalam usia tiga minggu, bahwa Sparkle Anderson didiagnosa oleh dokter mengidap meningitis dan berisiko meninggal dunia. Penyakit yang diderita oleh  bocah malang itu disebabkan oleh kucing peliharaan yang berada di rumah sang ibu, seringkali menyatroni si bocah dan menjilati botol susunya si bocah tersebut.

Waspadai Hewan Peliharaan Dirumah Agar Terhindar dari Meningitis

Ann Dodd yang berusia 21 tahun menceritakan. Ketika melihat kondisi si buah hati, hatinya sungguh miris sekali dan itu sungguh menakutkan. Bagaimana bisa, anak yang masih berusia tiga minggu didiagnosa penyakit yang cukup membahayakan juga mematikan itu? Oleh sebab itu, waspadai hewan peliharaan yang ada dirumah.

Di hari kejadian setelah diketauhi penyakitnya, Ann melihat Anderson tidak berhenti menangis. Setelah mencoba melakukan berbagai macam cara, bocah itu tidak kunjung menghentikan suara tangisannya. Bahkan, tangisannya semakin pecah dan memberontak. Waspadai hewan peliharaan.

"Setelah beberapa jam kemudian, saya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Naluri saya sebagai ibu kandungnya mengatakan pasti ada yang tidak beres dalam dirinya," terang Ann.

Setiba di rumah sakit Musgrove Park, berada di Taunton, Anderson langsung ditangani oleh tim medis yang ada disana, dan menjalani serangkaian tes. "Hati saya semakin hancur, ketika harus melihat anak itu terhubung dengan banyak selang. Ketika mereka menyatakan bahwa anak saya meningitis, hati saya merasa sakit," jelas Ann menambahkan.

Selama ini dalam merawat anaknya itu Ann tidak pernah menemukan ruam di tubuh anaknya. Maka dari itu, dia sempat tidak percaya ketika mengetahui hasil yang dibacakan langsung oleh dokter.

Setelah diumumkan bahwa ada bentuk lain dari ciri-ciri seorang anak yang terkena meningitis, dan hanya ada 39 kasus yang terjadi seperti ini, barulah Ann percaya itu. "Saya sangat terkejut sekali, terlebih ketika ditambah anak saya dapat mati bila tidak segera diselamatkan," tutur Ann.

Untuk dapat menyelematkan Anderson, tim medis melakukan beberapa serangkaian pemeriksaan tambahan. Guna, mencari tahu apa penyebabnya yang dideritanya. Sampai pada akhirnya, tim doktercpun menemukan sumber meningitis yang dialami oleh Anderson, yakni bersumber dari kucing peliharaan yang ada di rumah.

"Anak tersebut tertular virus berbahaya yang disebut dengan nama pasteurella multocida," jelas Ann.

bakteri ini biasa bersarang di hewan peliharaan yang ada dirumah seperti anjing dan kucing. Bakteri yang ditransfer ke dalam tubuh manusia dengan melalui gigitan, goresan, dan air liur. Hanya saja, jarang yang menyebabkan penyakit hingga meningitis.

Juru bicara dari Meningitis Research Foundation menerangkan, bahwa meningitis dapat disebabkan oleh organisme seperti virus, bakteri atau jamur yang dapat menginfeksi cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Oleh karena itu, kasus meningitis yang diakibatkan oleh infeksi yang diwariskan dari kucing dinilai langka.

Ann mejelaskan, bahwa sudah sejak kejadian itu, dirinya digelayuti oleh rasa bersalah yang teramat dalam. Dan sejak saat itu juga, Ann lebih berhati-hati lagi untuk mendekatkan Anderson dengan hewan peliharaan yang ada dirumah.

Setelah dua bulan lamanya di rumah sakit, akhirnya Anderson dinyatakan sembuh dan diizinkan untuk pulang. Sekarang, Anderson telah tumbuh menjadi anak yang menggemaskan dan juga sehat