Laman

Selasa, 08 Agustus 2017

Vaksin Meningitis Dapat Cegah Penyakit Gonore

Vaksin meningitis, Gonore adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria Gonorrhoeae yang terjadi pada saluran kemih pria (uretra dan mulut Rahim pada wanita. Uretritis kerap disalahartikan sebagai sifilis, padahal dalam bahasa Indonesia penyakit ini disebut sebagai “raja singa” dengan gejala utama yang ditimbulkan adalah mengeluarkan nanah dari saluran aliran kencing (penis).

Vaksin Meningitis Dapat Cegah Penyakit Gonore

Penyakit menular seksual ini semakin meningkat di masyarakat luas, termasuk gonore. Penularannya juga sangat mudah, paling sering dengan melalui hubungan seksual (baik itu oral, anal, atau vagina seks) dengan pasien Gonore. Selain itu juga dapat ditularkan dengan melalui kontak degan cairan tubuh pasien Gonore dan penularan dari ibu yang terinfeksi Gonore ke bayinya. Resiko ini meningkat pada seseorang yang sering berganting pasangan seksual dan memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya. Sebuah penemuan bahwa vaksin meningitis dapat cegah penyakit tersebut.

Pada sebelumnya, ada ketakutan bahwa penyakit tersebut tidak dapat diobati karena resisten sekali terhadap antibiotik. Tapi, sebuah vaksin telah ditemukan terbukti dapat melindungi tubuh dari infeksi gonore yakni vaksin meningitis.

Sejauh ini WHO melihat bahwa untuk dapat menghentikan penyebaran gonore secara luas diperlukan untuk pengembangan vaksin. Untuk setiap tahunnya, ada sebanyak 78 juta orang yang mengidap penyakit menular seksual dan dapat menyebabkan infertilitas.

Saat ini, sebuah studi baru dilakukan pada 15.000 anak muda yang diberikan vaksin. Kemungkinan mereka telah terkena infeksi penyakit menular seksual bisa diturunkan hingga sepertiganya.

Pada awalnya, vaksin tesebut dikembangkan hanya untuk dapat menghentikan wabah meningitis B dan diberikan kepada 1 juta remaja di Selandia Baru antara tahun 2004 sampai 2006 lalu. Adapun seorang peneliti di Auckland University menganalisis data kesehatan seksual dari klinik yang memberikan vaksin. Peneliti itu menemukan, mereka yang divaksinasi, tingkat kemungkinan terkena gonore sudah menurun hingga 31%.

Hal itu disebabkan bakteri yang menyebabkan meningitis, Neisseria meningitidis ternyata merupakan kerabat dekat dari bakteri yang menyebabkan gonore, Neisseria gonorrhoeae. Salah satu peneliti yakni Dr Helen Petousis-Harris mengungkapkan, “Ini merupakan vaksin pertama yang menunjukkan bahwa adanya perlindungan terhadap gonore. Saat ini, mekanisme di balik respon kekebalan belum diketahui jelas. Namun, temuan yang kami peroleh dapat menginformasikan pengembangan vaksin di masa depan".

Selain itu, salah seorang rekan peneliti, Prof Steven Black dari Cincinnati Children’s Hospital di Amerika juga menyatakan, “Kemampuan potensial vaksin meningitis kelompok B dapat memberikan perlindungan moderat terhadap gonore akan memberikan manfaat besar pada kesehatan masyarakat,” paparnya.

Perlindungan dari vaksin meningitis kelompok B itu sebenarnya dapat  berlangsung selama 2 tahun lamanya. Namun sayangnya, vaksin yang dikenal sebagai MeNZB itu sudah tidak ada lagi. Tetapi banyak komponen dalam vaksin itu terdapat di vaksin 4CMenB. Dimana Vaksin 4CMenB diberikan di Inggris sebagai imunisasi rutin yang diberikan untuk anak-anak. lanjut baca >> umroh november ; umroh november 2018

Dengan ditemukannya hal seperti itu, WHO berharap untuk selanjutnya ada pengembangan vaksin baru. “Masih ada harapan tinggi bahwa tubuh bisa mendapatkan perlindungan silang dari vaksin. Walaupun mengembangkan vaksin untuk gonore tidak bisa secara langsung dilakukan, tapi sudah ada beberapa bukti yang muncul dari hasil penelitian dapat memungkinkan terjadinya pengembangan vaksin,” ungkap Dr Teodora Wi dari WHO.