Laman

Jumat, 13 Oktober 2017

Masa Inkubasi Penyakit Meningitis

Masa inkubasi meningitis, meningitis merupakan radang pada selaput otak dan bagian dari sistem saraf pusat. Pada umumnya disebabkan oleh virus dan bakteri. Untuk mengetahui penyebabnya itu sangat penting sekali apakah dari virus atau bakteri. Karena tingkat keparahan penyakit dan pengobatannya akan berbeda tergantung dari penyebabnya. Penyebab penyakit meningitis juga akibat dari infeksi. Sebagai aturan, patologi mempengaruhi pada otak manusia, atau lebih tepatnya yaitu cangkang. Dimana cangkang yang terletak di antara bagian tengah dari sistem saraf dan tulang tengkorak. Kebanyakan kasus yang terjadi, pada jaringan lunak dipengaruhi karena berbatasan langsung dengan otak. Kurang keras dan meradang membrane arachnoid. 

Masa Inkubasi Penyakit Meningitis

Menurut data yang didapat bahwa sudah ada sekitar 1,2 juta kasus meningitis bakteri terjadi setiap tahunnya di dunia, dengan angka kematian yang mencapai 135.000 jiwa. Wabah meningitis terbesar dalam sejarah dunia dicatat oleh WHO terjadi pada tahun 1996-1997 yang menyebabkan lebih dari 250.000 kasus dan 25.000 kematian. Epidemik yang paling parah itu menimpa Afrika bagian Sahara dan sekitarnya selama satu abad. Angkanya yang mencapai 100 hingga 800 kasus pada 100 ribu orang. Dengan masa inkubasi meningitis yang berbeda-beda.

Meningitis datang dengan beberapa bentuk. Ada banyak macam klasifikasi penyakit. Semuanya tergantung dari penyakitnya. Kalau untuk meningitis ini mikroba, neyrovirusnyh, jamur, infeksi dan trauma. Pada setiap beberapa masa inkubasi meningitis, tergantung pada kecepatan dalam perkembangan meningitis yang dibagi ke dalam jenis berikut:

1.Lightning, dapat berkembang sangat pesat dalam beberapa hari pertama setelah onset penyakit dan sering menyebabkan kematian pada si penderita.
2.Pulau, Dapat ditandai dengan pesatnya perkembangan penyakit dalam waktu sejak 2 hingga 3 hari.
3.Kronis, dapat berkembang dengan perlahan-perlahan, secara praktis tidak mungkin langsung diketahu kapan gejala pertama dari penyakit.

Meningitis memiliki durasi yang berbeda mulai dari 2 hari sampai 10 hari atau lebih, itu tergantung pada jenis agen yang dapat menyebabkan penyakit. Jika faktor penyakit yang enterovirus, masa pengembangan akan berlangsung dari 3 sampai 8 hari. Pada masa inkubasi ini disebabkan oleh virus gongok, hal itu akan berlangsung selama 3 minggu, akan tetapi lebih sering daripada 10-18 hari. Penyakit ini dimulai dengan meningitis aseptic akut setelah selama 8-12 hari setelah terkena infeksi. Kalau dalam pengembangan patologi gejala penyakit yang mirip sekali dengan flu. Demikian pula, adapun masa inkubasi pada anak-anak, yakni jika anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, akan berkembang lebih cepat.

Pada umumnya meningitis yang terjadi dengan gejala sehingga karakteristik yang sulit itu yang membingungkan dengan penyakit lainnya. setelah usai masa inkubasi yang singkat, dengan gejala yang muncul seperti sakit kepala, otot pada tegang, cepat merasa lelah, mengantuk, lemas, kram tangan dan tubuh, starabimus (hal ini terjadi karena peradangan saraf oculomotor).

Bila muncul tanda-tanda tersebut tidak akan dilakukan pengobatan yang tepat, sebab penyakit ini sudah mulai berkembang dan dapat menyebabkan koma, kelumpuhan, termasuk otot penafasan, sehingga terjadi kematian karena tidak tepat waktu untuk mengobati meningitis. akhir diagnosis penyakit dan pengobatannya tertunda maka konsekuensinya itu ireversibel bagi tubuh manusia dan kecacatan. Namun, jika diagnosis dan pengobatan yang tepat, pasien akan kembali pulih dalam waktu 14 hari, tapi terkadang dalam pengobatan akan diperpanjang selama 5 minggu, tergantung pada banyaknya faktor, termasuk keadaan sistem kekebalan tubuh manusia dan jenis meningitis.

Meningitis menyebar dengan cara yang yang sama seperti banyaknya virus yang ada. Meningitis dapat ditularkan dengan melalui tetesan udara, konsumsi makanan yang tidak sehat, darah, dan sebagainya. Sehingga, tindakan untuk mencegah penyakit meningitis adalah menjaga kebersihan. Hal itu harus benar-benar dilakukan, seperti mencuci buah dan sayuran, tidak berenang di air yang sudah tercemar, mencuci tangan sebelum atau sesudah makan dan masih banyak lainnya.

Untuk pencegahan meningitis utama juga mencangkup pengerasan tubuh. Dalam periode epidemi penyakit yang dapat menular harus menghindari berbagai tempat dengan jumlah besar orang yang berkumpul, dimana Anda dapat menangkap meningitis dengan melalui gigitan serangga (nyamuk), selebihnya banyak berbagai cara virus meningitis dapat menyerang. Mencegah hal itu terjadi lakukan vaksinasi. Apabila selesai kontak langsung dengan si penderita harus diberikan immunoglobulin dan antibiotik.