Laman

Sabtu, 11 November 2017

Troli Supemarket Pembawa Meningitis

Troli pembawa meningitis, Anda tahu troli belanja? Para orang tua tentunya terbiasa mendudukan anaknya dalam troli yang ada di Supermarket. Selain dapat membuat anak merasa senang sebab seakan-akan mereka sedang berkendaraan, orang tua juga tidak perlu lagi merasa repot untuk memegangnya dan menggendong setiap saat, terutama saat sedang berbelanja di Supemarket. Namun, kini orang tua harus berhati-hati dengan kebiasaan tersebut, sebab bahaya mengintai anak-anak, ancaman virus di tempat umum. Kasus mengerikan yang terjadi di Australia dimana ada seorang anak yang terkena diare parah setelah terjangkit virus akibat setelah anaknya itu di duduki di atas troli belanja, Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Troli Supemarket Pembawa Meningitis

Ketika itu, tepatnya pada tanggal 13 September lalu, Vivienne sedang berbelanja di sebuah supermarket yang ada di Helensvale, Queensland, Australia. Pada saat itu dia sedang mengajak bayinya yang bernama Logan, kemudian didudukan di troli belanja. Namun, 24 jam kemudian, Logan mulai terkena diare, muntah-muntah dan suhu tubuhnya sangat tinggi. Diare itu bahkan semakin parah sebab Logan sudah mulai mengeluarkan darah. Saat itu dia belum mengetahui troli pembawa meningitis itu bakal menyerang anaknya, bahkan bukan meningitis saja. “Pada hari Rabu pagi, saya membangunkan Logan dari tempat tidurnya dan masih mengalami diare yang sangat parah,” kata Vivienne.

Kemudian, Vivienne sebagai orang tua terus berusaha melakukan cara agar putrinya itu dapat sembuh kembali, dengan memberikan putranya susu. Namun, logan justru memuntahkan susu tersebut. kejadian ini terus berlanjut sepanjang hari. Hingga pada hari Kamis pagi, Logan pun keadaannya semakin lemas dan sakitnya itu semakin parah. Kalau saja ketika itu ia mengetahui troli pemabawa meningitis, salmonella, adenovirus dan rotavirus dapat membahayakan keselamatan anaknya, Ia akan mencegahnya.

Vivienna sangat menyadari betul bahwa putranya itu sedang mengalami sakit yang berkepanjangan dan cukup serius. Sehingga, pada akhirnyaa Vivienna pun membawa Logan ke dokter di Gold Coast University Hospital. Saat diperiksa detak jantungnya sekitar 200-220 per menit, sedangkan normalnya itu hanya 80-140n per menit. Kemudian, tim medis di rumah sakit  dengan sigap langsung melakukan serangkaian tes kesehatan, mulai dari tes urine, pengobatan untuk pernapasannya itu, hingga ultra sound. Lalu, hasilnya? Dokter yang menanganinya itu mendiagnosis bahwa Logan ini telah terkena salmonella, adenovirus, rotavirus dan meningitis.

Salmonella adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal atau lebih dikenal sebagai salmonellosis. Rotavirus adalah jenis virus yang menginfeksi usus yang disebabkan oleh kontak dari orang ke orang serta bersentuhan dengan permukaan yang telah terkontaminasi rotavirus. Sedangkan, Adenovirus adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan, kantung kemih, mata, dan sistem saraf lainnya. Meningitis adalah infeksi pada selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang.

Lanjut Vivienna, Logan merupakan anak yang telah terlahir dalam keadaan premature yang menghabiskan selama 10 hari di rumah sakit dan 8 hari nya di ruang ICU. “Kami takut sekali akan kehilangan Logan. Karena sepertinya dokter sudah tidak bisa lagi menyembuhkan Logan, sebab mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Logan. Sebelumnya, saya tidak pernak melihat anak kecil dengan sakit parah yang dirasakan. Padahal saya sudah memiliki sebanyak 5 anak. Selama sakitya itu, Logan sudah kehilangan berat badannya sebanyak 10 persen dalam waktu 3 hari (800 gram) dan dia suda terlihat semakin membengkak sebab sel tubuhnya sudah tidak dapat menerima air. Sangat menakutkan sekali,” ungkap Vivianne.

Kisah yang menakutkan itu berakhir dengan 10 prick test dan memar yang ada di tangannya bekas serangkaian tes yang tentunya sangat menyakitkan dirinya. Kini, Logan pun sudah keluar dari rumah sakit. Namun, meski sudah keluar masih memerlukan beberapa waktu untuk memulihkan kembali kesehatannya.

Logan mungkin setidaknya itu masih membutuhkan beberapa minggu lagi untuk masa pemulihan. Sebab Logan diserang oleh salmonella dan rotavirus, sehingga pencernaan Logan mengeluarkan segalanya dan bahkan pada saat buang air besar pun mengeluarkan darah,” terang Vivianne.

Meski yang dialami Logan ini cukup serius. Namun, Vivianne juga tidak dapat menyalahkan pihak supermarket. Vivianne hanya saja ingin mengingatkan kepada seluruh orang tua agar terus meningkatkan kewaspadaanya dalam kebersihan troli supermarket. 

“Maksud saya hanya mengingatkan saja kepada para orang tua agar tidak menggunakan troli supermarket, sebelum mengelapkan atau menggunakan selimut sebagai alas duduk anak kita di troli,” tegas Vivianne.

Menurut Vivianne saat itu, dokter sempat bertanya apakah Logan pernah sakit, pernah diajak berpergian ke suatu tempat dan apakah ada yang di konsumsinya saat berada di tempat tersebut. Logan saat itu tidak mengkonsumsi apapun , ia hanya saja diberikan susu formula. Dan satu-satunya tempat yang mereka kunjungi dalam seminggu terakhir ini adalah hanya supermarket tersebut.