Laman

Kamis, 18 Januari 2018

Epidemiologi Penyakit Meningitis di Indonesia

Epidemiologi Penyakit MeningitisInfeksi meningokokal banyak kita jumpai di seluruh dunia yang dijadikan sebagai infeksi endemik dan disebabkan oleh Neisseria Meningitis yang menyerang, terutama anak-anak yang sehat dengan insidens dan angka mortalitas yang cukup tinggi yakni sekitar 10 persen. Secara eksklusif kuman ini terdapat dalam tubuh manusia, dimana kuman ini memiliki bentuk yang bulat dan berpasangan seperti biji kopi dan diliputi oleh suatu membran yang terdiri dari lemak, protein dan lippolisakarida. Dengan melalui pengujian serologic, kuman ini dibagi menjadi beberapa grup (serogrup) yang seluruhnya berjumlah 13 dan 20 tipe (serotipe). Galur (strain) yang termasuk dalam serogrup B dan C merupakan penyebab utama terjadinya radang selaput otak atau biasa dikenal dengan penyakit meningitis.

Epidemiologi Penyakit Meningitis di Indonesia

Meningitis terjadi di negara-negara maju. Sedangkan, galur dari serogrup A dan sebagian kecil C banyak ditemukan di berbagai negara yang berkembang. Pada penentuan serotipe ini sangat penting sekali dipandang dari segi strategi pengembangan vaksin, akan tetapi tidak memadai untuk tujuan epidemiologi modern. Dengan mencoba untuk menggunakan cara pendekatan genetik, terutama dengan menggunakan cara multilocus enzyme electrophoresis ini, dapat diperoleh dari suatu gambaran atau bayangan yang lebih baik lagi mengenai epidemiologi penyakit meningitis dan ekspansi klonal penyakit yang disebabkan karena adanya Neisseria Meningitidis ini.

Meningitis yang terjadi di daerah Afrika sub-Sahara memiliki pola epidemiologi penyakit meningitis yang khusus dan disebut sebagai meningitis belt yang meliputi kurang lebih 10 negara diantaranya adalah Togo, Benin, Burkina Faso, Ghana, Chad, Nigeria, Sudan, Cameroon dan Republik Afrika Tengah. Di daerah tersebut, infeksi meningkokus yang disebabkan oleh serogrup A timbul secara berulang-ulang di setiap tahunnya sebagai suatu gelombang. Dimana derajat serangan penyakit yang terjadi dapat terus terjadi peningkatan pada akhir musim kering dan secara cepat juga akan menurun setelah musim hujan mulai. Ketika sudah puncak terjadinya epidemik, insidens penyakit dapat mencapai 1000/100.000 penduduk.

Sejak akhir tahun 1960, telah terjadinya epidemi yang lebih luas yang disebabkan karena galur-galur Neisseria meningitidis yang secara genetik mereka saling berasal dari Cina bagian utara dan terus menyebar ke selatan dan kemudian keseluruh dunia. hal itu disebabkan oleh dua jenis klon (clones) yang berasal dari serogrup A yakni subgroup I dan III. Klon Subgrup III akan menyebar ke bagian subkontinen India pada tahun 1987, klon ini mencapai ke daerah Timur Tengah, kemudian menyebar ke tempat-tempat yang lebih jauh lagi dan menimbulkan epidemi yang lebih luas di Jazirah Arab dan Afrika. Kemudian, pada tahun sekitar 1990, wabah ini bergerak ke bagian lebih selatan dari daerah yang tradisional, meningitis belt bisa sampai mencapai ke Afrika Selatan di tahun 1996. Di tahun itu terdapat lebih dari 150.000 kasus dan sedikitnya 16.0000 orang meninggal dunia.

Banyak di negara yang maju, galur serogrup B ini terus bertahan selama lebih dari 30 tahun lamanya. Kebanyakan pada galur ini termasuk dengan kompleks klonal yang telah dikenal sebagai ET-5 dan ET-37. Di bagian barat laut Eropa yakni Norwegia, Inggris dan Belanda, infeksi hiperendemik dengan derajat serangan 4 sampai 50/100.000 terus bertahan sudah sejak sekitar pertengahan tahun 1970, derajat serangan penyakit yang cukup tinggi dan persisten ini disebabkan oleh galur serogrup B yang termasuk didalamnya adalah ET-5. Galur ini terus beredar di antara para penduduk setempat dengan transmisibilitas rendah tetapi derajat virulensinya tinggi.

Pada galur grup B dengan memiliki karakteristik ET-5 yang telah ditemukan di Cina pada tahun 1974, serta pada tahun 1980 juga ditemukan di Jepang, Cuba, Thailand, Spanyol, Brazilia dan Cili. Sedangkan sekitar tahun 1990 galur ini terus menyebar luas ke Afrika Utara dan Australia. Di Amerika banyak berbagai kasus yang telah dilaporkan dijumpai pada imigran yang berasal dari Kuba, tetapi sangat jauh berbeda dengan bagian barat laut Eropa, di sini tidak terjadi wabah yang terlalu besar. 

Pada saat dilaporkan terjadinya wabah oleh ET-5 di seluruh dunia, galur yang juga termasuk dalam klonal kompleks dari serogrup B yang lain dari ET-24 dan ET-25 kemudian timbul di Eropa. Awal tahun 1980 ditemukan di Belanda, klon yang sangat dominan sekali saat menjelang akhir tahun 1990. Setelah itu terus menyebar ke seluruh Eropa. Galur yang juga termasuk ET-37 menjadi penyebab wabah di antara personil militer yang ada di Amerika. Salah satu varian dari ET-37 adalah ET-15 yang muncul pada akhir tahun 1980 di Amerika Utara. Sehingga menjadi penyebab terjadinya peningkatan angka pada serangan infeksi meningkokal di daerah tersebut. 

Sebagian daerah yang ada di Amerika, serogrup Y, muncul sejak tahun 1990 dan menjadi penyebab penting dari kasus-kasus endemis. Kurang lebih sekitar sepertinga berbagai kasus yang ada di daerah tertentu di Amerika yang disebabkan oleh serogrup Y ini, sepertiganya lagi disebabkan karena adanya serogrup C dan sisanya lagi oleh serogrup B. Pada studi epidemiologis dengan menggunakan metode molekuler yang telah menunjukan suatu gambaran yang kompleks mengenai kelompok klon meningokokal patogenik yang sehingga menyebabkan wabah yang menyebar ke seluruh dunia ini.