Laman

Senin, 12 Februari 2018

Bahaya Suntik Meningitis Dapat Terjadi Kapan Saja

Bahaya Suntik Meningitis – Penyakit Meningitis adalah infeksi menular yang dapat menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Di mana penyakit ini kalau tidak diobati dengan baik maka akan berakibatkan fatal yakni kematian. Kalau pun penyakit meningitis ini diobati ada kemungkinan dapat sembuh tetapi bisa menyebabkan kecacatan seumur hidup. Kebanyakan kasus meningitis yang terjadi menyebar dalam darah ke cairan otak. Penyebaran tersebut terjadi dengan melalui udara. sebab, dari udaralah yang kemudian masuk ke dalam tenggorokan. Lalu, mengalir ke darah dan dapat mencapai ke otak hingga berakibatkan radang selaput otak yang dikarenakan oleh kerusakan pada kendali gerak dan pikiran.

Bahaya Suntik Meningitis Dapat Terjadi Kapan Saja

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit meningitis akibat meningkokus adalah dengan melalui vaksinasi meningitis meski bahaya suntik meningitis bisa saja terjadi. Belakangan ini telah diketahui bahwa vaksinasi ini tidak hanya dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit meningitis. akan tetapi juga pada sejumlah penyakit lainnya yang dapat menyerang seperti tetanus, hepatitis, tuberkulosis dan HIV/AIDS hingga ke malaria. Kepada wisatawan yang berpergian ke luar negeri dengan berbagai keperluan atau jamaah haji umrah yang akan melaksanakan ibadah di Tanah sucilah yang biasanya suntik meningitis ini diberikan. Terutama kepada wisatawan yang hendak berpergian ke negara lain terutama ke daerah endemik, antara lain Arab Saudi, Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin dan Selandia Baru.

Vaksin meningitis memiliki kandungan antigen, dimana atigen ini merupakan substansi yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk dapat membentuk antibody dalam melawan bakteri penyebab meningitis. Vaksin juga tidak berperan melindungi orang dari seluruh penyebab meningitis. maka dari itu, kemungkinan seseorang yang telah divaksin dapat terserang meningitis jenis tertentu yang tidak dapat ditangkal oleh vaksin. Meski begitu, risiko seseorang yang divaksin jelas lebih kecil kemungkinan terserang meningitis dibandingkan yang tidak. Namun, ada juga bahaya suntik meningitis yang dilakukan.

Setiap vaksin yang mengandung risiko alergi, meski hal itu jarang sekali terjadi. Orang yang mendapat vaksin meningitis bisa saja dapat mengalami alergi parah dalam waktu beberapa menit atau jam setelah dilakukan penyuntikan. Dimana alergi tersebut dapat ditandai dengan berbagai gejala seperti sulit bernapas, gatal-gatal, lemas, pusing dan detak jantung cepat. Jika kondisi ini benar terjadi, maka segeralah untuk periksa diri ke Rumah Sakit terdekat.

Sudah banyak yang mendapat vaksin meningitis dengan perkiraan 50% orang yang melakukannya itu mengalami efek samping nyeri ringan atau kemerahan pada lokasi dimana suntikan diberikan oleh dokter. Sementara itu, ada juga sebagian kecil orang lain yang mengalami demam. Kondisi yang seperti ini pada umumnya akan hilang dalam jangka waktu 1-2 hari. Efek samping yang lainnya adalah pingsan. Untuk menghindari hal itu, duduk atau berbaringlah setidaknya selama 15 menit setelah suntikan meningitis dapat membantu mengurangi risiko.

Adapula, orang yang justru sebaliknya, tidak mendapat vaksin meningitis. Artinya, ada kelompok orang yang memang perlu menunggu atau bahkan menghindari vaksin meningitis, sebab akan berdampak serius:

•Seseorang yang pernah menderita alergi parah hingga dapat mengancam nyawa setelah menadaptkan vaksin meningitis MCV4 (Meningococcal Conjugate Vaccine) atau MPSV4 (Meningococcal Polysaccharide Vaccine) atau vaksin lainnya.
•Seseorang yang sedang mengalami sakit sebaiknya untuk menunda suntikan vaksin meningitis hingga kondisinya sudah benar-benar sehat kembali.
•Seseorang yang mengidap atau pernah mengidap sindro Guillain-Barre, yang merupakan penyakit gangguan sistem saraf.
•Bagi ibu hamil dan sedang menyusui perlu adanya konsultasi kesehatan dirinya terlebih dahulu, sebelum menerima vaksin meningitis.