Laman

Sabtu, 24 Februari 2018

Meningitis dan Encephalitis Dengan Pemeriksaan Khusus

MENINGITIS dan ENCEPHALITISEncephaltis adalah peradangan atau inflamasi pada otak. Meskipun dalam proses inflamasi ini paling sering disebabkan oleh masuknya infeksi akibat virus, namun dapat juga disebabkan karena adanya bakteri, jamur atau parasit yang menyerang otak. Selain itu, dari paparan bahan kimia atau reaksi autoimun juga dapat sebagai penyebab encephalitis. Di mana proses penyebaran virus bisa melalui dari tetesan air saluran pernafasan penderita, kontak langsung dengan pasien dan gigitan serangga. Tanda dan gejala encephalitis dapat menyerupai flu, pusing, mual-mual, demam, sensitive terhadap cahaya, lemah, leher kaku dan hilang ingatan juga dapat terjadi pada encephalitis. Siapa pun pasti pernah mengalami gejala tersebut. Dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Meningitis dan Encephalitis Dengan Pemeriksaan Khusus

Sedangkan, meningitis adalah peradangan yang terjadi pada membrane atau selaput yang menyelimuti otak dan spinal cord. Meningitis dapat terjadi akibat dari beberapa jenis bakteri dan virus. Bisa juga terjadi akibat dari penyakit lainnya yang dapat memicu pembengkakan selaput otak. Tanda dan gejala umum dari meningitis adalah demam, leher kaku, dan sakit kepala. untuk tanda ini juga datang dan pergi tiba-tiba seperti mual, vertigo, mudah mengantuk, cepat lelah serta nafsu makan menurun. Beberapa type meningitis ialah mematikan, bila tidak segera diobati dari awal pencegahan. Siapa pun yang pernah mengalami gejala-gejala tersebut untuk segeralah periksa ke dokter. Lalu, bagaimana meningitis dan encephalitis didiagnosis?

Bagi yang merasakan beberapa gejala meningitis dan encephalitis disarankan untuk segera menghubungi dokter. Dokter akan mendiagnosis kedua penyakit itu setelah mengetahui jelas sejarah menyeluruh dalam mengajukan pertanyaan-pertanyaan pasien dan pemeriksaan. Dengan pemeriksaan yang meliputi tindakan khusus untuk dapat mendetaksi tanda-tanda peradangan dari membran yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang (meninges). Tanda dan gejala pun dapat mencakup leher kaku, sakit kepala dan demam. Berdasarkan dari sejarah dan pemeriksaan, dokter memberikan saran agar melakukan tes khusus untuk bantuan lebih lanjut dalam menentukan diagnosis.

Tes yang dilakukan pada saat evaluasi individu yang diduga menderita meningitis dan encephalitis termasuk evaluasi darah untuk berbagai tanda infeksi dan kemungkinan adanya bakteri, scanning otak seperti CT Scan atau MRI scan serta analisis cairan serebrospinal. Metode yang paling umum untuk dapat memperoleh sampel cairan dalam kanal tulang belakang yakni sebuah tusukan lumbal. Tusukan tersebut merupakan penyisipan jarum masuk pada bagian lumbar dari bagian bawah belakang. Jarum lewat di antara bagian-bagian yang ada pada tulang belakang hingga mencapai ke cairan tulang belakang otak. Sejumlah kecil cairan yang ada kemudian dikumpulkan dan dikirim ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Evaluasi dari cairan spinal kebiasaan yang terjadi itu diperlukan untuk diagnosis pasti dan untuk membantu membuat keputusan pengobatan secara optimal. Pilihan yang tepat dengan menggunakan antibiotik.

Diagnosis yang dilakukan dikonfirmasi oleh cairan spinal yang abnormal dan dalam kasus infeksi yang seperti ini dengan mengidentifikasi organisme penyebab infeksi. Pada pasien dengan kasus meningitis. Selain itu juga, cairan dapat digunakan untuk melakukan identifikasi beberapa penyebab virus meningitis PCR atau polymerase chain reaction atau digunakan untuk mengidentifikasi organisme bakteri yang menyebabkan meningitis tersebut.

Dalam perawatan encephalitis dan meningitis dengan penggunaan obat antibiotik dan antivirus perlu adanya pertimbangan segera ketika diagnosis encephalitis atau meningitis ditemukan. Dalam beberapa situasi yang terjadi, antikonvulsan dapat digunakan untuk mencegah atau mengobati kejang-kejang (efek samping yang mungkin peradangan otak). Terkadang kortikosteroid yang diberikan untuk mengurangi pembengkakan otak dan peradangan. Obat penenang juga terkadang diperlukan untuk dapat mengurangi demam atau mengobati rasa sakit pada kepala. Sedangkan, untuk kebutuhan di rumah sakit biasanya tergantung pada jenis meningitis pasien yang memiliki tingkat keparahan gejala.