Laman

Tampilkan postingan dengan label perbedaan meningitis bakteri dan virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perbedaan meningitis bakteri dan virus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Maret 2018

Bakteri dan Virus Meningitis Wajib di Waspadai

Bakteri dan Virus MeningitisMeningen adalah bagian dari selaput yang melindungi otak manusia. Selaput ini yang terdiri dari tiga lapisan yakni Durameter, Arachnoid dan Pia Mater. Jika pada lapisan ini mengalami terjadinya peradangan, maka peradangan tersebut disebut dengan Meningitis. Meski terkadang, peradangan ini juga dapat terjadi pada sumsum tulang belakang. Pada intinya meningitis ini cukup berbahaya apabila diatasi dengan baik dan benar. Sebab, jenis penyakit dan kelainan ini bisa saja terjadi akibat dari dari pembengkakan otak, cacat permanen, koma dan bahkan kematian.

Bakteri dan Virus Meningitis Wajib di Waspadai

Ada beberapa hal yang juga menjadi faktor penyebab meningitis, yang merupakan penyakit yang masih berhubungan dengan otak dan cukup berat seperti halnya penyakit stroke, antara lain bakteri dan virus meningitis yang menjadi penyebabnya. Selain itu, ada jamur, reaksi terhadap obat, cidera pada kepala dan lingkungan yang sudah tercemar racun seperti logam berat.

Dalam hal ini, penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri dan virus meningitis lebih cenderung serius dan perlu adanya perawatan intensif. Sementara itu, meningitis yang disebabkan oleh virus biasanya hanya cukup dirawat di rumah saja dengan penanganan yang sederhana. Meningitis dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia, baik itu pada bayi, balita, dewasa atau bahkan orang tua sekali pun. 

Meski begitu, interval usia rentan terkena penyakit bahaya ini adaah antara saat baru lahir hingga usia 2 tahun, di mana usia yang paling rentan terkena penyakit membahayakan ini adalah usia baru lahir hingga usia 2 tahun, di mana usia yang paling memiliki resiko terbesar adalah usia 3-8 bulan. Pada kasus dewasa biasanya itu disebabkan karena lemahnya sistem kekebalan tubuh pada seseorang.

Pada umumnya, secara alami otak itu dilindungi oleh sebuah penghalang yang disebut dengan meninges. Di mana penghalang tersebut merupakan bentuk dari sistem kekebalan tubuh yang terkuat dari aliran darah dan dari otak itu sendiri. Dalam hal ini, meninges berfungsi untuk dapat mencegah meningkatnya reaksi kebal tubuh terhadap serangan. Walau bagaimana pun, pada meningitis itu bisa menjadi masalah.

Ketika bakteri atau organisme lainnya memiliki peluang besar untuk masuk ke dalam otak dengan melalui sistem syaraf, biasanya itu pada sistem kekebalan tubuh atau antibody agak sulit untuk mendeteksi keberadaannya, sehingga mereka dapat menyebar luas. Pada saat, antibody mulai mendeteksi maka serta merta sistem ini akan segera melakukan perlawanan yang justru dapat menuju ke masalah yang baru. Sebab, ketika antibody berusaha untuk melawan infeksi, ada kasus di mana pembuluh darah terjadi kerusakan/bocor. Sehingga, cairan yang lainnya pun dan sel darah putih juga akan ikut masuk mengkontaminasi meninges dan otak.

Pada tahap inilah yang biasanya itu peradangan atau pembengkakan akan terjadi hingga menyebabkan terhambatnya aliran darah ke darah otak dan pada akhirnya meperarah infeksi yang ada. Hal itulah yang amat sangat penting bagi kita untuk dapat mengenal bagaimana cara mencegah penyakit meningitis sebelum infeksi itu terjadi. Berikut ini adalah penyebab meningitis akibat bakteri dan virus:

Faktor Penyebab Meningitis Akibat Bakteri
•Berikut di bawah ini adalah penjelasan mengenai bakteri:
1.Bakteri, jenis makhluk kecil atau mikroorganisme yang hidup berkelompok banyak da nada di seluruh tempat. Dan bahkan, ada juga yang berada di dalam tubuh makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan dan manusia.
2.Di dalam tubuh manusia, banyak bakteri yang terdapat di dalam usus manusia yang memiliki sel 10 kali lipat dibandingkan dengan jumlah total sel pada tubuh.
3.Bakteri juga terdapat pada mata, mulut, kulit, kaki dan bagian tubuh lainnya.
4.Kebanyakan koloni bekteri ini yang membawa manfaat, namun ada pula yang justru dapat menyebabkan penyakit.

Dalam kasus meningitisnya, ada beberapa bakteri yang ikut berperan, antara lain:
1.Bakteri Neisseria Meningitidis
2.Bakteri Streptococcus Pneumoniae
3.Bakteri Escherichia Colo
4.Bakteri Listeria
5.Bakteri Haemophilus Influenzae

Sedangkan, virus yang juga ikut berperan dalam hal ini adalah:
1.Virus Enteroviruses
2.Virus Herpes Simplex
3.Virus Cacar Air
4.Virus Campak
5.Virus Influenzae

Demikianlah, penjelasan tentang 10 faktor penyebab meningitis yang ditimbulkan oleh bakteri dan virus. Selain itu, meningitis juga dapat disebabkan oleh infeksi jamur. Pada umumnya pasien yang terkena HIV Aids atau kanker memiliki resiko yang sangat tinggi akan terkenanya meningitis sebab pada sat itulah sistem kekebalan tubuh amat sangat terganggu.

Selain pada jamur, parasit atau amuba jenis Negleria Fowleri juga terkadang dapat menyebabkan meningitis. Amuba ini yang biasanya hidup di sungai air tawar yang bersuhu hangat seperti danau. Jika ia masuk ke dalam tubuh malalui hidung, maka amuba ini dapat menyebabkan terjadinya penyakit meningitis.

Ada pula gejala yang timbul itu berbeda yang dialami oleh pasien anak-anak dan dewasa. Ciri-ciri meningitis pada orang dewasa pada umumnya memiliki beberapa tanda yang perlu untuk diwaspadai. Seperti tangan dan kaki terasa dingin, mudah mengantuk, merasa gelisah dan masih banyak lainnya. sementara itu, gejala meningitis pada balita yang ditandai dengan demam, nafas cepat, gelisah dan hal lainnya, gejala ini hampir serupa dengan gejala yang terjadi pada orang dewasa.

Pencegahan yang tetap lebih baik dari pada mengobati, namun jika sudah terkena penyakit ini maka perlu adanya pengobatan dan perawatan yang tepat. Bisa juga jika pasien ingin melakukan perawatan herbal yang tentunya dengan bimbingan dan petunjuk dari dokter. Dan selalu menjaga pola makan, olahraga dan menerapkan gaya hidup sehat. 

Senin, 04 Desember 2017

Bakteri Meningitis Terkandung di Pompa ASI Kotor

Bakteri MeningitisKebersihan merupakan suatu hal yang memang harus selalu dijaga pada saat akan memompa ASI dan mencuci alat pompa ASI. Pompa ASI menjadi alat perang utama untuk mama perah yang harus beraktivitas di luar rumah. Sebagai seorang ibu masih bisa untuk memberikan ASI kepada anaknya meskipun tidak dapat menyusi secara langsung dan bayi tetap mendapatkan nutrisi yang terbaik. Dalam aktivitas memompa ASI juga menjadi suatu yang selalu dilakukan oleh para ibu yang bekerja saat berada di kantor, demi untuk memenuhi akan kebutuhan gizi pada bayi di rumah. Namun, hal yang seringkali terbaikan oleh para mama perah saat akan memompa adalah melakukan pembersihan pada pompa ASI secara maksimal.

Bakteri Meningitis Terkandung di Pompa ASI Kotor

Hal yang paling utama dan harus selalu terjaga saat memompa dan mencuci itu adalah Kebersihan. Pasalnya, dengan begitu kesehatan pada bayi juga akan menjadi taruhannya. Tidak membersihkan pompa ASI dengan baik dan bersih, risikonya pun akan sangat besar, penyakit berbahaya dapat mengintai si kecil, seperti bakteri meningitis. Salah satunya itu adalah infeksi yang disebabkan oleh cronobacter. Dimana bakteri tersebut dapat menyebabkan  radang selaput otak dan usu pada bayi Anda. Hal itu telah diungkapkan oleh tim dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat (AS).

Seorang petugas meningitis dari CDC yakni Anna Bowen mengatakan, bahwa keterkaitan yang sangat erat sekali antara kebersihan alat pompa ASI dengan kesahatan bayi. Terutama pada bayi yang terlahir dalam keadaan yang prematur, itu sangat berisiko akan terkenanya bakteri meningitis yang menyerang.

Oleh karena itu, sangat penting sekali dalam memastikan kebersihan pada alat pompa. Dibawah ini merupakan tahap-tahap yang tidak boleh dilewatkan begitu saja pada saat membersihkan pompa ASI, yakni:

1.Sebelum menyentuh peralatan makan bayi lakukanlah cuci tangan yang bersih dan menggunakan tissue yang disinfektan.

2.Terlebih dahulu lepaskan bagian-bagian pada alat pompa ASI, kemudian cuci bersih dengan menggunakan air yang mengalir. Jangan sampai meletakkan alat pompa ASI di dalam wastafel.

3.Cuci seluruh alat pompa dengan menggunakan campuran sabun dan air yang telah dipanaskan di dalam baskom.

4.Bilaslah alat pompa ASI di baskom yang berbeda.

5.Lalu keringkanlah alat pompa ASI, baskom dan peralatan yang lainnya dengan meletakkannya di tempat yang bersih. Jangan digosokkan pada handuk karena akan menyebabkan penyebaran bakteri.

6.Simpanlah alat pompa ASI di tempat yang bersih dan terlindungi setelah memang benar-benar kering.