Laman

Kamis, 20 April 2017

Vaksin Meningitis Minimal 2 Minggu Sebelum Berangkat Haji

Vaksin Meningitis, Salah satu vaksinasi yang wajib dilakukan calon jemaah haji maupun umroh, guna mencegah meningitis. Vaksinasi ini sebaiknya dapat dilakukan minimal 2 minggu sebelum akan berangkat haji agar antibodinya itu sudah terbentuk dengan baik.jangan sepelehkan vaksin meningitis ini karena penyakit ini juga terbilang mematikan.

Vaksin Meningitis Minimal 2 Minggu Sebelum Berangkat Haji

"Vaksin meningitis minimal 2 minggu sebelum berangkat haji karena antibodi telah terbentuk setelah 2 minggu sehabis disuntik. Jadi jangan sampai saat sudah berada disana tapi antibodi belum juga terbentuk," jelas Dr dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM.

Dr Iris juga menuturkan waktu pada pemberian vaksinasi meningitis ini dapat disuntikkan di area deltoid SK (lengan kanan atas) dengan dosis tunggal sebesar 0,5 ml. Hal ini dilakukan karena penyakit tersebut dapat menular kepada siapa saja akibat kontak langsung atau melalui 'carrier'. Oleh karena itu dihimbau agar bagi CJH yang akan melaksanakan ibadah haji tau umroh lakukan Vaksin meningitis minimal 2 minggu sbelum berangkat haji.

 ini dapat diberikan berbarengan saat akan pemberian vaksin influenza, biasanya vaksin meningitis di lengan kanan atas dan vaksin influenza di lengan kiri. Vaksin meningitis ini bisa memberikan kekebalan tubuh hingga 3 tahun sedangkan vaksin influenza hanya jangka waktu 1 tahun," tuturnya.

Vaksin meningitis ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci, hal tersebut juga termasuk dalam persyaratan pergi haji atau umroh. Bagi calon jemaah haji untuk dapat mencegah bakteri meningitis yang masih menjadi endemis di beberapa negara yang ada di dunia. Umumnya dikenal dengan dengan sebutan African Meningitis Belt yang berasal dari daerah sub-sahara Afrika.

Meningitis meningokokus ialah merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan selaput otak dan selaput sumsum tulang belakang yang sudah akut, kondisi in terjadi disebabkan oleh bakteri gram negatif yang sudah berkembang pada suhu panas atau dingin dengan kelembaban rendah.

Gejala atau tanda yang biasa muncul adalah demam tinggi dan dadakan, mual, muntah, adanya ruam pada kulit, nyeri dikepala (pusing), fisik semakin lemah bahkan hingga kesadaran diri yang semakin menurun atau koma.

Pemberian vaksin meningitis ini pada setiap tahunnya merupakan hal yang menjadi syarat wajib dari pemerintah Arab Saudi bagi seluruh calon jamaah haji. Untuk Negara Indonesia dalam pemberian vaksin meningitis merupakan suatu kewajiban dalam masuk tahap terakhir dari proses pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ibadah haji pada tahun 2017 ini.

"Calon jemaah yang sudah melakukan vaksin meningitis ini akan diberikan kartu kuning dan kekebalannya juga dapat hingga 3 tahun lamanya, jadi jika tahun depan ingin melaksanakan ibadah umroh tidak perlu lagi melakukan vaksin meningitis lagi," tutur Dr Iris yang juga pengurus besar Peralmuni (Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia).