Laman

Kamis, 20 April 2017

Komplikasi Meningitis Yang Dapat Terjadi

Komplikasi Meningitis, menurut penelitian yang dilakukan, ada lebih dari 50 persen remaja yang bertahan dari serangan infeksi meningitis alami komplikasi setelahnya. Risiko komplikasi makin tinggi jika infeksi meningitis itu makin parah dan membayakan. Untuk Komplikasi seperti ini lebih sering terjadi pada kategori meningitis bakterialis dibandingkan kasus meningitis virus. Berikut dibawah ini adalah beberapa komplikasi meningitis yang kapan saja bisa terjadi: 


Komplikasi Meningitis Yang Dapat Terjadi



•Kehilangan pendengaran pada telinga, bisa secara parsial atau total. Ini ialah salah satu komplikasi meningitis yang paling umum terjadi dari meningitis. Pengidap meningitis biasanya disarankan agar lakukan tes pendengaran untuk mengecek terjadi masalah atau tidak pada pendengaran.

•Masalah pada daya ingat atau konsentrasi.
•Rasa lelah bisa muncul saat beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian setelah terjadinya infeksi.
•Kesulitan dalam belajar, bisa bersifat sementara atau permanen
•Masalah dengan keseimbangan dan koordinasi
•Masalah pada saat berbicara
•Penglihatan pada mata hilang, bisa terjadi hanya sebagian atau total
•Munculnya gangren. Gangren merupakan jaringan rusak yang akan mati. Jaringan tersebut dirusak langsung oleh racun yang dihasilkan dari bakteri yang masuk ke dalam aliran darah. Jika kerusakan jaringan sudah sangat parah, maka kemungkinan besar diperlukan prosedur amputasi.
•Epilepsi, merupakan penyakit pada gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman dan virus serta bakteri jahat
•Lumpuh otak atau cerebral palsy, istilah umum untuk kondisi yang memengaruhi gerakan dan koordinasi pada tubuh
•Munculnya Syok dan bahkan bisa menuju kepada kematian.

Efek Psikologis yang Ditimbulkan


Terutama yang dialami pada anak-anak, yang mengidap komplikasi meningitis bisa menjadi pengalaman yang traumatis. Banyak pola pikir dan juga perilaku yang bisa terjadi perubahan. Efek psikologis yang mungkin saja terjadi ialah:

•Buang air kecil tidak pada tempatnya (mengompol)
•Tidur terganggu sehingga tidak nyenyak
•Suasana hati labil
•Mimpi buruk dalam tidur
•Haus pada perhatian seseorang dan ingin selalu dekat dengan orang yang tersayang. Misalnya, anak-anak yang merasa cemas saat tidak ada disisi orang tuanya.
•Mengembangkan rasa takut pada dokter dan rumah sakit
•Merasa sudah tidak punya harapan dan selalu murung
•Mudah marah atau agresif
•Marah secara tiba-tiba tanpa alasan yang jelas

Jika di dalam keluarga kita mengalami komplikasi psikologis atau mencemaskan khususnya terjadi pada anak, soal perilaku anak Anda, konsultasikan langsung dengan dokter. Selama proses pemulihan, efek ini akan terus berkembang pada Anda atau anak Anda dengan seiring waktu.

Bagi beberapa orang, mungkin akan perlu untuk melakukan terapi tambahan guna mengatasinya. Untuk layanan kesehatan khusus pada mental atau perawatan dengan cara konseling atau terapi wicara, mungkin akan disarankan oleh dokter Anda atau mereka dengan memberi rujukan pada psikolog khusus anak-anak.

Komplikasi meningitis
juga bisa terjadi jika Anda dirawat secara intensif selama beberapa minggu. Setelah meninggalkan perawatan intensif, beberapa masalah yang biasanya selalu terjadi adalah memiliki suara dengan nada rendah, badan terasa lemah dan merasa depresi.