Laman

Jumat, 21 April 2017

Calon Penerima Vaksin tidak memiliki Kontraindiksi

Calon penerima vaksin, Vaksinasi atau imunisasi dilakukan guna melindungi diri dari penyakit tertentu yang dapat membahayakan keselamatan. Vaksin akan membentuk suatu kekebalan untuk melawan sebuah penyakit atau beberapa penyakit dalam sekaligus (vaksin kombinasi). Hampir semua masyarakat dapat menerima seluruh jenis vaksin yang tersedia dengan secara aman. Namun, ada juga diantara kita  yang tidak dapat menerima vaksin. Kontraindikasi dalam pemberian vaksin diantaranya adalah:

Calon Penerima Vaksin tidak memiliki Kontraindiksi

1. Seseorang yang mempunyai reaksi anafilaksis (reaksi alergi berat) terhadap vaksin yang sama pada sebelumnya
2. Seseorang yang mempunyai reaksi anafilaksis terhadap komponen yang terdapat pada vaksin, misalnya streptomycin, neomycin, atau polymyxin B (yang mungkin ditemukan di beberapa vaksin). Selain itu juga, 2live attenuated influenza vaccine (LAIV) tidak boleh diberikan pada mereka yang memang mempunyai alergi terhadap telur atau sedang mendapatkan terapi antivirus.
3. Vaksin hidup juga tidak boleh diberikan pada pasien imunodefisiensi (daya tahan tubuh yang rendah) dan pada wanita hamil.

Benarkah Jika Flu dan Batuk Tidak Boleh Vaksin Dulu?
Apakah calon penerima vaksin yang sedang terkena demam dan terkena infeksi saluran pernafasan atas boleh menerima vaksinasi?

Pertanyaan tersebut diatas sering kali muncul dan menjadi perhatian orang banyak khususnya bagi calon penerima vaksin yang akan menjalani vaksinasi. Secara umum, seseorang dengan mengidap penyakit ringan seperti infeksi saluran nafas akut atau infeksi pada telinga tetap dapat menerima vaksin. Tidak ada peningkatan risiko tinggi atau efek samping yang terjadi setelah imunisasi dan tidak akan mempengaruhi efektivitas vaksin yang diberikan.

Pemberian secara rutin vaksin tidak perlu ditunda-tunda, kecuali untuk vaksin berikut dibawah ini:

•Live attenuated influenza vaccine (LAIV)

LAIV adalah vaksin flu dalam bentuk nasal spray. Efektivitas vaksin ini akan berkurang jika diberikan pada mereka yang mengalami pilek dan hidung tersumbat, karena mengurangi penyerapan vaksin pada lapisan mukosa hidung.

•Vaksin rotavirus dan vaksin kolera

Pemberian vaksin rotavirus sebaiknya ditunda dulu pada mereka yang sedang terkena gastroenteritis (diare). Berikan vaksin setelah diare sudah sembuh.

Secara umum, Pada hakikatnya vaksin itu sangat aman dan tidak berbahaya, jauh diprediksi oleh orang banyak selama ini, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa, dengan catatan asalkan calon penerima vaksin tidak memiliki kontraindikasi, seperti keterangan diatas.

Banyak penyakit infeksi yang dapat mengundang banyak penyebab sehingga muncul pula masalah yang serius hingga berujung kematian dan karena vaksinlah penyakit-penyakit tersebut sudah jarang sekali ditemukan. Contohnya itu seperti tetanus, difteri, meningitis dan polio. Maka dari itu, bagi calon penerima vaksin jangan pernah takut untuk melakukan dan mencoba menerima vaksinasi!