Laman

Sabtu, 08 April 2017

Seberapa Efektifnya Vaksin Meningitis

Seberapa Efektifnya Vaksin Meningitis. Penyakit Meningokokus adalah sebuah penyakit yang disebabkan dari infeksi bakteri Neisseria meningitidis. Salah satu jenis penyakitnya itu bernama meningitis, merupakan peradangan pada selaput otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini dapat ditularkan melalui dari bersin, batuk, dan ciuman dari orang yang sudah terinfeksi.  Mulai usia 16 – 23 tahun adalah usia yang sangat berisiko seseorang dapat terserang penyakit meningokokus tersebut. Kabar baiknya, ada vaksin yang dapat diberikan yang dapat meminimalkan risiko terpapar penyakit ini.


Seberapa Efektifnya Vaksin Meningitis

Vaksin meningitis itu ada kandungan antigen, yaitu substansi yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk dapat membentuk antibodi guna melawan bakteri penyebab meningitis. Seberapa efektifnya vaksin meningitis. Vaksin meningokokus pertama, MPSV4 (Meningococcal polysaccharide vaccine), sudah diciptakan sejak tahun 1978, kemudian MCV4 (Meningococcal conjugate vaccine) pada tahun 2005. MPSV4 juga disebut vaksin meningokokus polisakarida, sedangkan MCV4 disebut vaksin meningokokus konjugasi. Keduanya itu dapat melindungi dari empat jenis penyakit meningokokus yang disebabkan oleh serogroup A, C, W, dan Y. Sebenarnya, pada saat ini sudah diketahui setidaknya ada 13 serogrup Neisseria meningitidis.

A.Kapan dan siapa saja yang perlu divaksin meningitis?

Vaksin MCV4 disarankan dapat diberikan untuk anak yang berusia 11 – 12 tahun, lalu yang akan ditambahkan (booster) pada sekitar usia 16 – 18 tahun.  Remaja yang divaksin untuk pertama kalinya pada usia 13 – 15 tahun juga perlu mendapat tambahan (booster) di sekitar usia 16 – 18 tahun. Sementara yang divaksin untuk pertama kali pada usia 16 tahun ke atas tidak lagi memerlukan adanya booster. Booster sangat diperlukan karena sebuah vaksin dapat diperkirakan hanya bisa melindungi remaja setidaknya selama 5 tahun. dengan begitu akan mengetahui seberapa efektifnya vaksin meningitis.

Vaksin MCV4 juga sangat disarankan untuk beberapa kelompok sebagai berikut:

1.Umat muslim yang akan berangkat ke tanah suci untuk ibadah haji atau umroh.
2.Pengidap gangguan limpa atau yang sudah menjalani pengangkatan limpa.
3.Orang yang telah mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh.
4.Orang yang baru terpapar meningitis.
5.Ahli mikrobiologi yang dapat memeriksa bakteri meningokokus pada setiap hari.
6.Orang yang akan melakukan perjalanan jauh atau tinggal di negara endemik.
7.Orang yang bertempat tinggal di asrama.

Vaksin konjugasi meningokokus ini juga sanagt disarankan untuk diberikan pada anak yang berusia 2 bulan hingga 10 tahun yang memiliki risiko tinggi, terutama yang menempati dalam kondisi-kondisi di atas tersebut, yaitu penderita yang mengalami gangguan limpa atau yang telah menjalani pengangkatan limpa, mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh, dan yang sedang melakukan perjalanan atau tinggal di negara endemik.

Sedangkan, Vaksin meningokokus polisakarida (MPSV4) dianjurkan untuk:


a).Usia yang lebih dari 65 tahun dan akan melakukan perjalanan jauh atau tinggal di negara endemik.
b).Usia yang lebih dari 65 tahun dan berada dalam populasi dengan peningkatan risiko infeksi meningokokus serogrup A, C, W atau Y.

B.Apakah sudah divaksin sudah pasti akan terhindar dari meningitis?

Vaksin itu tidak berperan untuk melindungi orang dari seluruh penyebab meningitis. Oleh karena itu, mungkin saja bagi seseorang yang sudah melakukan vaksin juga masih dapat terserang meningitis yang jenis tertentu yang tidak bisa dihindari dengan vaksin. Meski demikian, risiko orang yang sudah divaksin jelas lebih kecil untuk terserang meningitis dibanding yang tidak melakukannya sama sekali. Selain dengan vaksin meningokokus, vaksin Hib juga efektif untuk menangani penyebab lain yang masih berhubungan dengan meningitis.

C.Apakah vaksin meningitis itu mengandung efek samping?

Seperti juga pada setiap vaksin yang mengandung risiko alergi, walaupun sangat jarang terjadi. Orang yang mendapatkan melakukan vaksin meningitis bisa mengalami reaksi alergi parah dalam waktu yang hanya beberapa menit atau jam setelah mendapat suntikan itu.  Alerginya juga dapat ditandai dengan gejala-gejala seprti ini; sulit bernapas, lemas, nyeri, pucat, gatal-gatal, pusing,  pingsan dan detak jantung cepat. Jika kondisi tersebut terjadi, segera untuk di periksakan ke rumah sakit.

Sekitar ada 50% orang yang mendapat vaksin ini mengalami efek samping nyeri ringan atau kemerahan pada sekitar lokasi di mana suntikan diberikan. Sementara itu untuk sebagian kecil orang lain mengalami demam. Kondisi seperti itu umumnya akan hilang dalam 1-2 hari.  Sedangkan efek samping lainnya adalah pingsan. Duduk atau berbaring setidaknya selama 15 menit setelah suntikan meningitis dilakukan dan dapat membantu mengurangi risiko.

D.Apakah ada orang yang sebaiknya tidak perlu melakukan vaksin meningitis?


ADA. Kelompok orang berikut perlu untuk menunggu atau bahkan menghindari melakukan  vaksin meningitis karena dapat berdampak yang serius, yakni:

1).Orang yang pernah menderita alergi yang parah hingga sangat mengancam nyawa setelah mendapat vaksin meningitis MCV4 atau MPSV4, atau vaksin-vaksin yang lainnya.
2).Orang yang dalam kondisi sakit sebaiknya lakukan penundaan suntikan vaksin meningitis hingga kondisinya sudah benar-benar sehat.
3).Mengidap atau pernah menderita sindrom Guillain-Barre yaitu penyakit gangguan sistem saraf.
4).Sedangkan untuk ibu hamil dan juga menyusui perlu mengonsultasikan kesehatannya terlebih dahulu sebelum menerima vaksin meningitis

Vaksin meningitis untuk saat ini memang belum masuk ke dalam daftar vaksin wajib untuk anak di Indonesia. Namun, mengingat bahwa betapa penting dan berbahayanya penyakit yang mungkin diderita, maka sebaiknya dalam pemberian vaksin meningitis pada anak dapat diprioritaskan dan diberikan tepat waktu. by paket umroh akhir ramadhan