Laman

Sabtu, 08 April 2017

Pentingnya Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Pentingnya vaksin meningitis untuk calon jamaah haji. Vaksin harus dilakukan oleh calon jamaah haji tidak hanya untuk melindungi mereka yang akan berkunjung tapi juga negara asal. Melainkan Vaksin meningitis juga merupakan pedoman resmi yang memang sudah dianjurkan bahkan diwajibkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi jika ingin mengajukan visa ibadah haji. Soalnya, untuk penularan infeksi meningitis sangat berisiko bagi pengunjung, apalagi ketika dalam kondisi yang penuh sesak pada pelaksanaan puncak haji, dalam pengurusan akomodasi, dan ketika dalam transportasi umum.


Pentingnya Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Seluruh umat Islam Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tentu akan mempersiapkan segala sesuatunya seperti perlengkapan haji yang diperlukan seperti pakaian, peralatan untuk ibadah, peralatan mandi dan lain sebagainya. Selain itu juga, Pentingnya vaksin meningitis untuk calon jamaah haji. setiap calon jamaah haji wajib untuk memperoleh vaksinasi meningitis sebelum berangkat haji. Apa itu meningitis dan bagaimana manfaat dari vaksinasi meningitis?

Meningitis yaitu radang selaput pelindung pada sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan yang tertentu. Ini merupakan penyakit serius karena letaknya dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan adanya kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan bisa menuju kematian. Kebanyakan kasus meningitis yang sudah terjadi dikarenakan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, yang mengalir dan menyebar dalam darah ke cairan otak. Oleh karena itu, Pentingnya vaksin meningitis untuk calon jamaah haji.

Penularan penyakit akibat bakteri yang dimaksud bisa melalui dari udara. Sedangkan bagi jamaah haji yang sudah pasti akan terpusat di kota Makkah sudah pasti akan berhadapan langsung atau tidak langsung dengan berbagai jamaah dari berbagai negara yang ada. Ini dikhawatirkan akan menjadi penularan yang sangat bahaya, karena jika ada seseorang jamaah yang tertular penyakit itu sebelumnya berada dan ikut serta dalam satu aktivitas bersama jamaah lainnya.

Selain dapat berguna untuk mencegah seseorang menjadi pembawa (carrier) vaksinasi, yang dimaksudkan juga dapat menghilangkan bakteri yang terdapat di dalam tubuh, asalkan imunitas dalam kondisi yang baik. Beberapa negara seperti di Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin dan Selandia Baru adalah endemis meningitis meningokokus. Selama melaksanakan ibadah haji, kemungkinan terjadi adanya kontak atau perpindahan bakteri lewat air liur atau udara dengan carrier meningitis.

Pemberian imunisasi pada umumnya dilakukan minimal 10 hari hingga dua minggu agar tubuh dapat membentuk antibodi. Sebelum melakukan perjalanan ke negara endemik, vaksinasi meningitis juga harus dilakukan. Walaupun Arab Saudi bukanlah Negara pusat wabah meningitis, namun pemerintah Arab Saudi sangat berhati-hati sekali dalam hal ini, karenanya, vaksin meningitis menjadi salah satu syarat ketika seseorang mengajukan visa ibadah haji.

Dengan melakukan vaksin bagi calon jamaah haji bukan saja hanya melindungi mereka yang akan berkunjung saja tapi juga melindungi negara asal tujuan kembalinya jamaah setelah berhaji. Bila tidak divaksin, mereka yang terjangkit bakteri bisa menjadi carrier dan membawa bakteri itu ke populasi yang lebih besar lagi. Umumnya gejala meningitis adalah merasakan nyeri di kepala, leher kaku, kulit kemerahan, penurunan kesadaran dan kejang-kejang. Umumnya beberapa orang yang tidak menyadarinya, mengira hanya terserang flu biasa saja. by promo paket umroh 2017