Laman

Sabtu, 20 Mei 2017

Gejala dan Penyebab Meningitis

Gejala dan penyebab Meningitis, Secara sederhana, meningitis merupakan peradangan pada membran yang menyelimuti sekeliling otak dan sumsum tulang belakang. Secara ilmu biologi, membran ini disebut dengan meningen. Peradangan yang disebabk an oleh infeksi dari virus, bakteri, mikroorganisme, atau dalam kasus yang sangat jarang terjadi disebabkan konsumsi obat-obatan tertentu.

Gejala dan Penyebab Meningitis


Menurut studi yang dirilis oleh The New England Journal of Medicine, gejala dan penyebab meningitis ada beberapa. Untuk gejala umumnya yang terjadi dialami oleh penderita meningitis adalah sakit kepala, demam tinggi, flu, kuduk kaku, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah-muntah, fotofobia atau meningkatnya kepekaan terhadap cahaya yang masuk, dan fotofobia alias kepekaan terhadap suara yang juga meningkat.

Namun, ada beberapa gejala dan penyebab meningitis yang dialami dari kasus yang ada sebanyak 696 kasus yang mereka lakukan penelitian, telah ditemukan tiga gejala yang sudah pasti akan muncul pada penderita meningitis, sesuatu yang sudah pasti terjadi, yang bisa dijadikan sebagai indikator pendeteksi dini. Di antaranya adalah demam tinggi secara tiba-tiba, kuduk yang terasa kaku, dan perubahan mental yang mendadak. Ketiganya itu terjadi pada 44 hingga 46 persen bagi penderita meningitis yang disebabkan dari bakteri. Namun, ada sekitar 95 persen pasien yang sudah pasti merasakan dua di antaranya.

Gejala leher yang kaku dialami hingga 70 persen untuk pasien dewasa, termasuk mendiang Olga Syahputra. Sakit kepala yang maha dahsyat yang menyerang secara tiba-tiba itu lalu menjalar mulai dari ubun-ubun hingga ke belakang tengkuk leher, sehingga membuat penderita penyakit itu menegakkan leher dan menekuknya di kuduk.

Pada anak-anak yang mengalami meningitis tidak ada gejala-gejala di atas yang sering kali luput. Biasanya mereka hanya memberikan ciri dengan lebih rewel dan mengeluh sakit kepala saja. Ciri lain juga mungkin muncul yaitu terdapat ruam merah pada kulit.

Meski tak serupa dengan selesma atau flu, meningitis juga dapat menular kepada siapa saja. Biasanya bermula dari ciuman, batuk atau bersin, tetapi tidak dapat disebarkan hanya dengan menghirup udara yang sama dengan penderita meningitis itu.

Dalam penelitian itu telah disebutkan bahwa risiko kematian meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat tinggi, bergantung pada usia si penderita dan penyebab. Sementara itu, meningitis yang disebabkan oleh virus lebih cenderung bisa sembuh dengan sendirinya dan jarang sekali berdampak fatal.

Pada bayi yang prematur dan anak baru lahirkan dengan usia hingga tiga bulan, 20 hingga 30 persen mungkin akan meninggal dunia  jika sudah terkena meningitis bakterial. Menurut catatan WHO, meningitis bahkan termasuk ke dalam catatan lima penyakit yang paling mematikan bagi anak-anak yang baru lahir di dunia. Risiko kematian ini turun sedikit untuk anak-anak yang berusia di atas tiga tahun hingga 16 tahun, hingga mencapai 2 persen, tapi kembali naik sampai 19 hingga 37 persen jika dialami oleh orang dewasa. Ada sekitar 80 persen kasus pada umur ini yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitides dan Streptococcus pneumonia.

Karena salah satu yang menjadi penyebabnya adalah virus, salah satu cara untuk dapat mencegah terkenanya penyakit meningitis adalah dengan melakukan vaksinasi. Sejak pada tahun 1980-an, anak-anak di seluruh dunia mulai diberikan imunisasi terhadap virus Haemophilus influenzae tipe b, satu dari sekian penyebab penyakit meningitis. Vaksin ini juga pasti akan diberikan pada calon jemaah haji yang akan ke tanah suci, mengingat meningitis dapat menular dengan cepat di tempat orang-orang tinggal bersama seperti asrama, atau barak.

Cara lain juga dapat dilakukan yaitu dengan  pemberian antibiotik, untuk kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri. Pemberian ini juga dapat dilakukan meski kondisi pasien belum dipastikan hasil laboratorium yang dilakukan. Sebab, meningitis bakterial bisa bereaksi cepat dan dapat berakibatkan fatal, sungguh sangat berbahaya.