Laman

Kamis, 10 Agustus 2017

Akibat Virus Meningitis Bayi Baru 18 Hari Meninggal

Akibat virus meningitis, Didapati ada seorang bayi masih berusia 18 hari berasal dari Des Moines, Iowa, Amerika Serikat (AS), telah meninggal dunia setelah tertular virus saat bayi tersebut berusia satu minggu. Orang tua dari bayi yang diberi nama Mariana Reese Sifrit mengunggah berita ini di Facebook pada beberapa waktu lalu. Sang ibu menuliskan, "Putri kami bernama Mariana Reese Sifrit telah mendapatkan sayap-sayap bidadarinya pada pukul 08.41 pagi ini, dalam pelukan ayah dan ibunya tepat berada di sampingnya. Dia sudah tidak lagi merasakan sakit dan sudah bersama Tuhan.

Akibat Virus Meningitis Bayi Baru 18 Hari Meninggal

Mariana Reese Sifrit dilahirkan pada tanggal 1 Juli 2017. Seminggu kemudian orang tuanya mengadakan pesta pernikahan. Lalu, beberapa jam setelah itu, mereka menyadari bahwa Mariana tidak mau makan dan tidak bangun dari tidurnya. Nicole Sifrit mengatakan bahwa Mariana telah berhenti bernapas dan semua organ tubuhnya sudah mulai tidak berfungsi lagi. Akibat virus meningitis Mariana meninggal.

Pengantin baru itu langsung segera membawa bayinya tersebut ke Blank Children's Hospital di Des Moines, Iowa. Di sana mereka mengetahui bahwa Mariana telah terpapar virus HSV-1 yang menyebabkan penyakit herpes. Kemungkinan besar bahwa virus tersebut telah dibawa oleh seseorang yang sudah terkena virus herpes (cold sore), lalu berlanjut berkembang berubah menjadi meningitis, hal itu yang menyebabkan nyawa Mariana hilang akibat virus meningitis.

Nicole Sifrit tidak dapat memastikan dari mana Mariana mendapatkan virus tersebut. Akan tetapi, WQAD, stasiun televisi yang berafiliasi ke ABC News bahwa berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa seorang ibu dapat menularkan virus kepada bayi pada saat persalinan. Di mana 5 persen diperoleh sejak masih dalam kandungan, 85 persen ditularkan pada saat persalinan dan 10 persennya setelah kelahiran karena kontak dengan seseorang yang mengidap infeksi aktif. 

Namun, dengan hal tersebut dugaan tertular dari ibu, atau ayah tidak terbukti. Kedua orang tua dari Mariana telah melakukan serangkaian uji virus, dan hasilnya negatif. Maka dengan hasil yang seperti itu, dokter mengatakan bahwa kemungkinan besar penyebab kepergian Mariana yakni karena tertular virus dari orang lain.

"Orang lain telah menyentuh Mariana, selain itu dia juga menyentuh mulutnya dengan tangannya," papar Nicole Sifrit.

Si pembawa virus tersebut tetap dapat menularkan virus sekalipun dia tidak mengalami luka terbuka. "Virus ini sangat mudah sekali menular, tetapi juga sangat jarang berkembang menjadi meningitis," ungkap dokter Tanya Altmann, yang merupakan dokter anak dari Calabasas Paediatrics di California.

Altmann juga menambahkan, "Pada saat dua bulan pertama setelah bayi lahir merupakan saat yang sangat rawan, karena virus mudah sekali menyebar dengan cepat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada bayi yang baru lahir," katanya.

Menurut dari penjelasan, Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perlu diketahui gejala awal penyakit akibat virus ini di antaranya yaitu mengantuk, mual, tidak nafsu makan, demam dan sakit kepala. Sementara pada bayi bayi lainnya yang masih berusia di bawah usia satu bulan, serta mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, pastinya lebih rentan terhadap penyakit ini. lanjut di baca>> umroh akhir tahunumroh akhir tahun 2018

Oleh sebab itu, CDC menekankan kepada para orang tua agar selalu berhati-hati pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Pasangan Sifrit mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang yang mengikuti perjuangan Mariana dan memberikan dukungan penuh. Selain itu juga, mereka memperingatkan kepada para orang tua agar berhati-hati akan siapa saja yang mereka izinkan berada di dekat bayi yang baru lahir, ketika sistem kekebalan bayi masih sangat rapuh sekali.

"Demi menjaga keselamatannya, biarkan bayi Anda tetap terisolasi," tegas Nicole Sifrit.

"Jangan Anda biarkan sembarang orang yang datang dan mendekati bayi Anda. Pastikan siapapun yang berkunjung harus selalu di awali dengan mencuci tangan, jangan biarkan mereka mencium bayi Anda. Dan pastikan mereka bertanya sebelum mengangkatnya. Jika situasi dan kondisi yang memungkinkan, tidak perlu membawa bayi keluar rumah karena itu sangat rentan."