Laman

Senin, 28 Agustus 2017

Bocah 2 tahun Harus Diamputasi Karena Meningitis

Diamputasi karena meningitis, Banyak beberapa penyakit yang memiliki risiko kematian yang besar. Sebut saja masalah jantung atau yang berhubungan dengan otak. Tidak hanya itu saja, ternyata penyakit meningitis juga masuk di dalam kategori tersebut. Begitu juga yang dialami oleh anak yang berusia 2 tahun dari Hereford. Sudah diprediksi usianya tidak akan lama lagi. Namun dengan begitu anak laki-laki ini membuktikan kepada kedua orangtuanya bahwa dirinya mampu untuk sehat kembali hingga sedia kala. Namun, ada yang wajib dibayar untuk tetap menyelamatkan hidup Finley Amos. Dimana dirinya harus kehilangan kedua kaki dan tangannya untuk tetap bisa sehat dan melawan meningitis yang ada di dalam tubuhnya tersebut.

Penurunan Hidung Dapat Membantu Cegah Meningitis

Anak itu harus diamputasi karena meningitis. Setelah melakukan amputasi, Finley pun dapat kembali pulang ke rumah. Senyum bahagia pun yang terpancar menjadi kado terindah yang dirasakan kedua orangtua Finley. Seperti yang telah diceritakan Matt Amos, sang ayah. Saat Finley bangun dari perjalanan panjang operasi pengangkatan tangan dan kakinya, bocah tersebut langsung memberikan senyumnya kepada ayahnya itu. Memberikan tanda bahwa dia baik-baik saja dan siap untuk kembali menjalani kehidupannya.

’’Senyuman yang diberikan Finley sangat berarti bagi saya. Semangat Finley setelah diamputasi karena meningitis yang ditunjukkan akhirnya dapat menguatkan kami sebagai orangtuanya, untuk terus membesarkan dia. Saya sangat bangga sekali pada dirinya,’’ ungkapnya.

Pada sebelumnya, Matt Amos bersama istrinya, Sarah Bonner, membawa anak mereka ke spesialis anak dengan diagnosis sementara adalah tonsilitis. Setelah pemeriksaan lebih lanjutnya lagi, ternyata Finley mengidp penyakit meningitis. Tidak hanya itu saja, Finley juga ternyata terjangkit septikemia atau adanya bakteri jahat yang terdapat di dalam darah pada tubuhnya.

Kemudian, harapan Matt dan Sarah pun akhirnya pupus. Mereka sepertinya hanya dapat menjaga Finley selama 2 tahun. Tetapi, dokter yang menangani Finley memberikan tawaran dengan lakukan operasi sebagai bentuk penyelamatan nyawa Finley. Operasi yang dilakukan itu adalah pengangkatan kedua tangan dan kaki Finley. Dengan menggunakan alasan yang logis, Matt pun menyetujui hal itu. Akhirnya Finley pun diamputasi.

Setelah operasi dilakukan, Matt yang berada di samping Finley pun dikagetkan dengan bangunnya bocah laki-lakinya itu. Sambil tersenyum sambil menatap wajah Matt dengan penuh harapan dan semangat hidup kembali.

’’Setelah kejadian hal itu, saya tidak berhenti menangis selama seminggu penuh,’’terangnya. Adapun hal yang membuat Matt semakin sedih, lanjutnya, ialah ketika Finley tetap semangat meski kedua tangan dan kakinya telah hilang.

’’Saya melihat dengan jelas bagaimana ekspresi Finley saat dirinya mengetahui bahwa keadaannya kini sudah tidak lagi memiliki kaki dan tangan. Finley tetap tersenyum dan tidak terlihat ekspresi kesedihan di sana. Itu yang membuat saya semakin bangga padanya,’’ sambung Matt. baca juga >> umroh november ; umroh november 2018

Perlu Anda ketahui bahwa, Finley telah menghabiskan waktunya itu kurang lebih 13 hari di Stoke University Hospital. Selain itu juga, Finley telah mendapatkan perawatan kesehatan dari Rumah Sakit Anak Birmingham Mr Amos.