Laman

Kamis, 31 Agustus 2017

Cacat Atau Meninggal Karena Penyakit Meningitis

Karena penyakit meningitis, Penyakit meningitis sangat mengahantui kita semua. Mungkin masih banyak yang belum mengenal meningitis. Penyakit emeningitis adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena adanya peradangan pada membran pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa disebut dengan meningen. Radang ini terjadi disebabkan oleh virus dan bakteri yang menyerang hingga infeksi. Selain itu, sudah banyak korban yang cacat bahkan meninggal karena penyakit bahaya ini.

Cacat Atau Meninggal Karena Penyakit Meningitis

Meningitis selalu menjadi topik pembicaraan masyarakat karena penyakit meningitis ini dapat membahayakan nyawa seseorang. Seperti halnya, pada jamaah haji atau umrah yang akan pergi ke Negara yang cukup endemik dengan penyakit ini. Oleh sebab itu, para jamaah sebelum berangkat dalam jangka waktu sebulan sebelum keberangkatan itu wajib melakukan suntik meningitis, agar terhindar dari penyakit tersebut.

Penyakit meningitis tengah menjadi momok untuk kalangan balita atau anak-anak. Penyakit yang terbilang kejam karena tidak ada harapan besar untuk sehat total bagi penderita meningitis. sudah hampir 50 persen penderita meningitis yang cacat dan meninggal karena penyakit meningitis. jika seseorang lolos dari kematian, pada balita akan mengalami berbagai gejala dari sisa penyakitnya seperti ltuli, lumpuh, epilepsy, lamban dan reterdasi mental.

Beberapa penelitian prospektif di beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia menunjukkan bahwa 10 persen dari penyebab meningitis pada balita adalah bakteri pneumokokus, menurut angka kesembuhannya itu sangat rendah dan dapat mengakibatkan penderita mengalai cacat permanen.

Staf Divisi Syaraf Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, yakni Dr Hardiono Pusponegoro, S.A(K) mengatakan bahwa, “Bakteri Meningitis hidup dan diam di tenggorokan orang yang sehat,” terangnya.

Bakteri Pneumokokus memang dapat hidup dan diam di tenggorokan 10 persen orang yang dalam keadaan sehat, baik pada bayi, balita dan individu dewasa. Apabila daya tahan tubuh seseorang rending, bakteri dalam tenggorokan tersebut dapat masuk dalam tubuh, darah dan otak sehingga dapat menyebabkan penyakit meningitis. hal ini sangat rentan sekali terjadi pada bayi dan anak-anak, karena mereka memiliki daya tahan tubuh yang belum kuat, lain halnya dengan orang dewasa.

Selain itu juga, terjadinya penularan bakteri pneumokokus sangat mudah sekali karena balita dan orang dewasa akan menyebarkannya dengan melalui udara, pertukaran dari pernapasan dan sekresi-sekresi tenggorokan, seperti pada sata batuk dan mencium.

Dari Sekretaris Satgas Imunisasi PP-IDAI dan Ahli Tumbuh Kembang Anak dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM yakni Dr Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, menjelaskan bahwa, “Bakteri Pneumokokus ialah pembunug balita terbesar,” tuturnya.

Gejala klinis meningitis yang paling umum dan khas sperti demam tinggi, muntah, kejang, hilang kesadaran dan berkurangnya respon terhadap rangsangan. Sedangkan pada bayi, gejalanya itu seperti demam, hiportemia (tubuh terasa dingin), letargi (turunnya kesadaran), sulit minum, munta, diare, kejang, sesak napas dan ubun-ubun besar menonjol.

Sementara pada anak-anak, gejala yang biasa ditimbulkan itu demam, sakit kepala, kejang, turun kedaran, dan kaku leher.

Dibawah ini adalah orang-orang yang berisiko tinggi terkena penyakit akibat bakteri pneumokokus adalah sebagai berikut ini:

1.Bayi atau anak yang masih berusia dibawah 2 tahun
2.Bayi yang lahir sebelum waktunya (prematur) dan berat lahir rendah
3.Bayi yang diberi ASI (Air Susu Ibu) yang hanya sebentar
4.Lingkungan tempat tinggal yang padat
5.Sering terpapar asap rokok
6.Day Care (tempat penitipan anak)
7.Sering mengalami infeksi virus pada saluran pernapasan
8.Sering mendapat antibiotik yang dosisnya itu tidak kuat atau berlebih
9.Sistem kekebalan tubuh rendah, seperti pada penderita HIV
10.Penderita memiliki penyakit kronis

Dr Soedjatmiko menyatakan bahwa perlu ada upaya yang keras untuk dapat melakukan pencegahan meningitis, karena jika sampai terjadi bakteri tersebut sampai ke selaput otak, maka tidak ada harapan lagi untuk sembuh total bagi si penderita.

Adapun uapaya dalam pencegahan yang dapat dilakukan, yaitu:

1.Nutrisi
Dengan pemberian nutrisi yang cukup terdapat pada ASI, makanan lengkap dan seimbang, vitamin A, Zinc dan lain sebagainya.

2.Perilaku hidup sehat
-Hindari mencium bayi dengan mulut
Karen hal ini dapat saja terjadi ketika mencium mulut, virus atau bakteri menyebar dengan cepat melalui udara dari pernapasan.
-Hindari infeksi virus berulang
-Hindari polusi (asap rokok, asap dapu dan asap bakaran sampah).

3.Vaksinasi dan Imunisasi
-Secara rutin imunisasi: BCG, DPT, Campak, Hib dan Influenza
-Serta terakhir yang tidak kala pentingnya vaksinasi pneumokokus: PCV 7 dan PCV 13


artikel lain : daftar haji > daftar haji 2018 > daftar haji 2019