Laman

Selasa, 29 Agustus 2017

Radang Selaput Otak Bisa Menyerang Tanpa Disadari

Radang selaput otak, Peradangan yang terjadi pada penderita meningitis dapat dimulai secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara bertahap. Inilah mungkin yang membuat penderita itu tidak menyadari bahwa penyakit ini telah menyerang tubuhnya. Artinya meningitis dapat melanda siapa saja tanpa memandang kelompok usia. Petugas medis bagian Mycotic Diseases Branch yakni Benjamin Park, MD di Centers for Disease Control (CDC) memaparkan, terjadi perkembangan infeksi pada setiap orang itu sangat berbeda.

Radang Selaput Otak Bisa Menyerang Tanpa Disadari

Jika hal itu disebabkan oleh virus dan bakteri, meningitis yang merupakan radang selaput otak yang juga dapat berkembang biak dalam hitungan jam saja. Sedangkan jika disebabkan oleh jamur, “Itu merayap pada tubuh Anda,” jelas Park. Tergantung pada jenis bakteri, virus dan jamur yang menyerang, serta kondisi kekebalan tubuh pada seseorang tersebut.

Meningitis atau radang selaput otak yang terjadi pada orang dewasa ditandai dengan demam tinggi, leher kaku, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan berbagai gejala lainnya yang juga dapat terjadi. Pengobatan dengan menggunakan antibiotik biasanya efektif dalam melawan infeksi.

Mungkin gejala lainnya adalah perasaan sedih, tidak nyaman berada ditempat yang terang, mudah mengantuk, merasa bingung dan terjadinya perubahan mental lainnya. Atau jika Anda menemkan ruam kemerahan atau keunguan pada kulit yang tidak berubah warna saat ditekan, bisa jadi itu merupakan tanda dari keracunan darah.

Sedangkan hal lainnya, tanda-tanda yang terjadi pada bayi adalah selalu menangis merintih, terdapat titik yang menonjol dan tegang di beberapa pada bagian tubuhnya, bayi membuat gerakan yang cukup kaku atau menghentak-hentak, iritabilitas, pernapasannya cepat, lesu, ngantuk, kulit berjerawat, pucat serta menggigil atau dingin pada kaki dan tangannya.

Pada beberapa kasus yang terjadi, seringkali dokter dalah melakukan diagnosa pada gangguan ini sebagai gangguan stroke. Dikarenankan dari beberapa pasien yang datang dalam kondisi kesulitan saat bicara dan kesulitan dalam menyeimbangkan tubuh atau berjalan.

Diagnosa yang dilakukan biasanya itu dengan melakukan pemeriksaan dan tes laboratorium yang dinamakan Lumbal Pungsi atau Spinal Tap. Selama menjalankan prosedur, pada daerah belakang disuntikkan dengan menggunakan obat bius dan jarum menyelinap diantara dua tulang di tulang belakang untuk mendapatkan sampel kecil dari cairan tulang belakang.

Dari analisis Lab akan membatu dalam menentukan jenis tertentu meningitis yang Anda miliki, apakah virus, bakteri atau jamur. Selain itu juga, dapat diambil dari sampel, urine darah dan cairan dari hidung atau telinga.

Cairan yang biasanya itu jernih, sehingga jika muncul berawan dan mengandung sel darah putih, kemungkinan besar Anda itu terkena meningitis. karena pada penyakit ini dapat berkembang biak dengan cepat, dengan kondisi yang sudah seperti itu, lakukan pengobatan dengan segera, bahkan sebelum hasil tes diketahui atau dikeluarkan.