Laman

Rabu, 27 September 2017

Bayi Laki-laki Lebih Rentan Terkena Bahaya Meningitis

Terkena bahaya meningitis, Meningitis bukan saja dapat menyerang pada orang dewasa saja, tapi pada bayi pun bisa terkena meningitis. Bahaya meningitis ternyata lebih rentan sekali menyerang pada bayi yang berjenis kelamin laki-laki. Selain itu, adapun beberapa faktor selama pada masa kehamilan, ikut serta mempengaruhi serangan meningitis pada bayi. Kondisi bayi yang masih rentan, karena daya tahan tubuh yang masih rendah. Pada kenyataannya itu membuat bakteri, virus dan jamur mudah sekali menyerang. Salah satunya itu adalah bahaya meningitis. 

Bayi Laki-laki Lebih Rentan Terkena Bahaya Meningitis

Meningitis adalah sebutan yang tepat untuk peradangan pada selaput pelindung saraf otak dan tulang belakang yang dikenal sebagai meninges. Peradangan tersebut biasanya disebabkan karena terjadinya infeksi dari cairan yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Sudah banyak beberapa kasus bayi yang terkena bahaya meningitis.

Meningitis juga dapat berkembang sebagai respon terhadap sejumlah penyebab, biasanya karena infeksi bakteri atau virus, tetapi meningitis juga dapat disebabkan oleh cedera fisik, kanker atau obat-obatan tertentu. Sedangkan, untuk tingkat keparahan terkena bahaya meningitis itu disebabkan oleh bakteri yang biasanya langsung parah, meski dapat disembuhkan. Hanya saja, kalaupun sembuh dari meningitis bakteri kerap terlanjur menyebabkan penderitanya itu mengalami komplikasi yang cukup serius, seperti kerusakan pada otak, hilangnya pendengaran (tuli) atau ketidakmampuan dalam belajar.

Seorang spesialis anak yakni dr. Darmady Darmawan SpA., memaparkan, bahwa jenis kelamin dapat mempengaruhi meningitis. dari jumlah yang telah ada di dunia, beberapa kasus pada bayi laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, dengan perbandingannya itu 1,7 banding 1.

Selain dapat dipengaruhi dari jenis kelamin, kondisi ibu selama masih dalam masa kehamilan juga dapat mempengaruhi kesehatan pada janin. Bagi ibu yang memiliki infeksi pada saluran kemih, kan lebih cenderung menularkan bakteri pada si kecil.

Dokter Darmady menjelaskan kembali, bahwa kepada para ibu hamil harus selalu rajin melakukan pemeriksaan kandungan ke obgyn karena faktor risiko pada ibu misalnya seperti keputihan atau ISK, si janin kurang gerak dalam Rahim. Selain itu juga, keuban pecah dini, itu memungkinkan kuman dapat masuk dengan mudah ke dalam janin.

Tidak hanya itu saja, jika terjadi ketuban pecah dini dibiarkan selama 24 jam, akan membuat bayi menjadi stress sehingga risiko dapat berisiko buang air besar di dalam Rahim. Di situlah, ketuban hijau akan terjadi dan sangat memungkinkan jani terkena kuman sebelum lahir.

“Oleh sebab itu, pada saat lahiran, lihatlah apakah bayi Anda menangis atau tidak, ada kejang-kejang tidak. Sebab bakteri dapat masuk kapan saja dan dapat mengganggu indera penglihatan.