Laman

Kamis, 23 November 2017

Komplikasi dan Dampak Buruk Penyakit Meningitis

Komplikasi dan dampak meningitis, Meningitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh radang pada membrane pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu disebut dengan meningen. Penyebab radang itu karena adanya infeksi oleh virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya. Meskipun jarang sekali dapat disebabkan oleh obat tertentu. Penyakit meningitis adalah penyakit yang cukup membahayakan dan seringkali terdapat kasus yang terjadi juga dapat mengkibatkan kematian sebab peradangan yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang sehingga kondisi yang seperti ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Komplikasi dan Dampak Buruk Penyakit Meningitis

Gejala umum komplikasi dan dampak meningitis biasanya diawali dengan gejala-gejala yang terjadi seperti sakit kepala dan leher kaku disertai dengan demam, kebingungan atau adanya perubahan kesadaran, muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Sedangkan, gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mudah mengantuk biasanya dialami oleh anak-anak. Dan terdapat ruam merah dikulit dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis. Contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningkokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah pada kulit.

Banyak berbagai komplikasi dan dampak meningitis yang terjadi oleh pasien. Tindakan punksi lumbal juga dilakukan untuk dapat mendiagnosa ada atau tidaknya penyakit meningitis. dengan cara jarum dimasukkan kedalam kanalis spinalis untuk dapat mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. LCS akan diperiksa di laboratorium medis. Untuk penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan terkadang obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh radang yang berlebihan. Selain itu, penyakit meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dengan jangka panjang seperti epilepsi, defisit kognitif dan ketulian, terutama bila penderita tidak dirawat dengan cepat dan tepat.

Adapun beberapa jenis meningitis, misalnya yang masih berhubungan dengan meningkokus, Hemophilus Influenzae type B, Pneumokokus atau infeksi virus mumps dapat dicegah dengan cara melakukan imunisasi. Komplikasi dan Dampak Penyakit Meningitis:

1.Charlotte Cleverley-Bisman yang menderita meningitis meningkokus yang sangat parah ketika ia masih berusia anak-anak. Pada kasusnya itu, ruam petechial semakin memburuk menjadi gangren sehingga semua nggota tubuhnya itu harus diamputasi. Namun, pada akhirnya dia berhasil disembuhkan dan gambarnya dipasang pada saat kampanye vaksinasi meningitis yang digelar di Selandia Baru.

2. Adapun masalah lain yang yang dapat muncul pada tahap awal perjalanan penyakit. Hal inilah yang membutuhkan tata laksana khusus dan terkadang merupakan petunjuk penyakit yang berat atau prognosis yang lebih jelek. Infeksi yang terjadi dapat memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik, dimana terjadinya penurunan tekanan darah, denyut jantung sangat cepat, suhu tubuh abnormal yang tinggi atau rendah dan peningkatan laju napas. Tekanan darah yang sangat rendah juga dapat muncul pada tahap awal, khususnya namun tidak secara eksklusif pada meningitis meningkokus yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kurangnya suplai darah bagi orang lain.

3. Terjadinya jaringan otak yang membengkak, maka tekanan didalam tengkorak akan terus meningkat dan otak yang membengkak tersebut juga dapat mengalami herniasi melalui dasar tengkorak. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya kesadaran, hilangnya reflex pupil terhadap cahaya dan postur tubuh abnormal. Terjadinya seperti ini pada jaringan otak juga dapat menyumbat aliran normal LCS di otak atau hidrosefalus.

4. Koagulasi intravascular diseminata, yang merupakan sebuah aktivasi yang berlebihan dari pembekuan darah, juga dapat mengobstruksi aliran darah ke organ dan secara paradoks dan dapat meningkatkan risiko pendarahan.

5. Gangren pada anggota tubuh dapat terjadi pada pasien penyakit meningkokus. Infeksi meingkokus dan pneumokokus dapat menyebabkan pendarahan pada kelenjar adrenal, sehingga dapat menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali mematikan.

6. Radang meningen dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas pada saraf kranial, kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang mensuplai kepala dan leher serta mengontrol dari berbagai fungsi diataranya adalah gerakan mata, otot wajah dan fungsi pendengaran.

7. Kejang bisa saja terjadi kapan saja, hal itu dikarenakan dari berbagai penyebab yakni pada anak, kejang terjadi biasanya itu pada tahap awal meningitis sekitar 30% kasus yang ada dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit yang mendasari. Kejang yang disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang pada otak. Kejang persial yang merupakan kejang yang melibatkan salah satu anggota baadan atau pada sebagian tubuh, kejang terjadi terus menerus. Sedangkan, kejang pada orang dewasa dan sulit untuk dikontrol dengan pemberian obat dapat menunjukkan luaran jangka panjang yang lebih buruk.

8. Gangguan terjadi pada penglihatan dan tuli dapat menetap tau permanen setelah episode meningitis. radang pada otak (ensefalitis) atau pembuluh darahnya (vaskulitis serebral) dan juga pembentukkan bekuan darah yang terjadi pada vena (terjadi penyumbatan vena serebral), dapat menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi atau gerakan dan fungsi dari berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang disuplai oleh bagian otak yang terkena.