Laman

Kamis, 11 Januari 2018

Askep Meningitis yang terjadi Pada Anak

Askep MeningitisMeningitis merupakan penyakit yang tergolong penyakit yang serius dan dapat mengakibatkan kecatatan hingga kematian. Meningitis adalah inflamasi yang terjadi pada meningen otak dan medulla spinalis, dimana gangguan ini biasanya merupakan komplikasi bakteri seperti sinusitis, otitis media, pneumonia, endorkaditis atau osteomyelitis. Penderita penyakit tersebut yang dapat bertahan hidup akan menderita kerusakan pada otak sehingga terjadi kelumpuhan, tuli, epilepsi dan reterdai mental. Penyakit meningitis dan pneumonia telah membunuh jutaan balita yang ada di seluruh dunia. Menurut data WHO menunjukkan bahwa dari sekitar 1,8 juta kematian anak balita di seluruh dunia pada setiap tahun, labih dari 700.000 kematian anak terjadi ni negara yang berada dalam kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.

Askep Meningitis yang terjadi Pada Anak

Dalam askep meningitis didapati bahwa ada tiga macam bakteri penyebab meningitis yakni Stretococcus, pneumonia, Haemophilus influenzae tipe b dan Niesseria meningitides. Dari ketiga bakteri penyebab meningitis itu, Streptococcus pneumonia (pneumokokus) ialah salah satu bakteri yang paling sering sekali memyerang bayi di bawah usia 2 tahun. Dengan masa inkubasi kuman tersebutsangat pendek yakni sekitar 24 jam. Bakteri pneumokokus ialah salah satu penyebab meningitis yang paling parah dibanding yang lainnya.

Penelitian yang diungkapan oleh konsulat penyakit menular dari  Leicester Royal Roya Infirmary dalam askep meningitis, Inggris, Dr Martin Wiselka, hasilnya menunjukkan bahwa 20-30 persen  pasien dengan penyakit meningitis meninggal dunia hanya dalam waktu 48 jam. Angka kematian yang terbanyak itu terjadi pada bayi dan orang lanjut usia (lansia). Sedangkan, pada pasien yang terlanjur koma saat dibawa ke rumah sakit, sulit juga untuk dapat bertahan hidup. Anak lebih sering terkena infeksi virus dibanding orang dewasa sebab tubuh pada anak itu belum dapat memproduksi antibody yang dapat melawan bakteri tersebut. Dan anak daya tahan tubuhnya masih lemah.

Sedangkan, pasien yang berhasil sembuh meski biasanya itu mengalami kerusakan otak permanen yang berdampak pada kehilangan pendengaran, kelumpuhan atau keterbelakangan mental, ada sebanyak 50 persen. Komplikasi penyakit tersebut akan timbul secara perlahan dan semakin parah setelah beberapa bulan.

Penyebab-penyebab dari meningitis dapat meliputi:
1. Bakteri Piogenik, yang disebabkan oleh bakteri pembentuk pus, terutama pneumokokus, meningkokus dan hasil influenza.
2. Virus yang disebabkan karena adanya agen-agen virus yang sangat bervariasi.
3. Organisme jamur.

Meningitis dapat disebabkan juga oleh berbagai macam organisme seperti Bakteri yang meliputi Haemofilus influenza tipe B, streptococcus pneumonia, nisseria meningitides, ß-hemolytic streptococcus, staphylococcus aureus dan eschericia coli. Faktor predidposisi di mana jenis kelamin laki-laki lebih sering dari pada wanita. Faktor meternal yang berakibatkan rupture membran fetal, infeksi maternal pada minggu terakhir kehamilan. Faktor imunlogi yang diakibatkan oleh defisiensi mekanisme imun, defisiensi imunoglobuin, dan anak yang mendapatkan obat imunosupresi. Dan anak dengan kelainan sistem saraf pusat, pembedahan atau injury yang berhubungan dengan sistem persyarafan. Pasien umumnya yang mengidap meningitis akan mengalami faktor predisposisi seperti infeksi, fraktur tulang tengkorak, operasi otak atau sum-sum tulang belakang.

Dampak yang ditimbulkan dari perkembangan meningitis adalah sakit kepala dan demam yang merupakan gejala awal yag paling sering muncul, perubahan pada tingkat kesadaran dapat terjadi seperti hilang responsive dan koma, hilang kesadaran, kaku leher, fotofobia terhadap cahaya, peka terhadap suara keras, mudah mengantuk, kejang-kejang, muntah/mual, ruam pada kulit, dan masih banyak lainnya.

Otak yang dilapisi dengan tiga lapisan yaitu durameter, arachnoid dan piameter. Cairan otak yang dihasilkan di dalam pleksus choroid ventrikel bergerak atau akan terus mengalir dengan melalui sub arachnoid di dalam sistem vertikuler serta seluruh otak dan sumsum tulang belakang, direabsorbsi dengan melalui villi arachnoid yang memiliki struktur seperti jari-jari di dalam lapisan subarachnoid. Virus dan bakteri yang dapat menyebabkan meningitis, memasuki cairan otak dengan melalui aliran darah di dalam pembuluh darah otot. Secret telinga atau sekret hidung (cairan hidung) yang disebabkan oleh fraktur tulang tengkorak dapat mengakibatkan meningitis sebab dari hubungan langsung antara cairan otak dengan lingkungan luar, mikroorganisme yang masuk dapat berjalan ke cairan otak dan ventrikel.

Meningitis bakteri dapat dimulai sebagai infeksi jalan nafas pada bagian atas, otitis media, mastoiditis, anemia sel sabit dan hemoglobinopatis lain, prosedur bedah saraf baru, trauma kepala dan pengaruh dari imunologis. Nasofaring posterior yang dilalui dengan Saluran Vena, telinga bagian tengah dan saluran mastoid yang menuju otak dan dekat sekali dengan saluran vena-vena meningen. Semuanya itu sebagai penghubung yang dapat menyokong perkembangan bakteri.

Organisme yang masuk kedalam tubuh dan terus mengalir ke aliran darah sehingga dapat menyebabkan  adanya reaksi radang di dalam meningen serta di bawah korteks, yang dapat menyebabkan trombus dan penurunan aliran darah darah serebral. Pada jaringan serebral ini nantinya akan mengalami gangguan metabolisme yang diakibatkan dari vaskulitis, eskudat meningen, dan hipoperfusi. Eskudat purulen dapat terus menyebar hingga ke dasar otak dan medula spinalis. Radang juga dapat menyebar ke dinding membran ventrikel serebral. Penyakit meningitis yang diakibatkan oleh bakteri dapat dihubungkan dengan adanya perubahan secara fisiologis intracranial yang terdiri dari peningkatan daerah pertahanan otak, permeabilitis pada darah, peningkatan TIK dan edema serebral.