Laman

Jumat, 05 Januari 2018

Penularan Bakteri Meningitis Ini Penyebabnya

Penularan Bakteri Meningitis – Penyakit meningitis atau dapat dikatakan radang selaput otak yang merupakan gangguan kesehatan yang terjadi diakibatkan oleh infeksi pada lapisan otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Dimana gejala meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak dapat membahayakan dan akan sembuh tanpa pengobatan serta perawatan yang spesifik. Namun, apabila gejala meningitis yang disebabkan oleh bakteri justru sebaliknya, akan mengakibatkan kerusakan pada otak, hilangnya pendengaran, kurangnya merespon sesuatu, kemampuan belajar berkurang, kecacatan dan bahkan dapat menuju kematian.

Penularan Bakteri Meningitis Ini Penyebabnya

Adapun penyebab lainnya yang jarang sekali terjadi adalah meningitis yang disebabkan oleh jamur. Meski ini jarang sekali terjadi, disebabkan karena meningitis jenis ini pada umumnya diderita oleh orang yang mengalami kerusakan immun atau daya tahan tubuh seperti yang dialami oleh penderita. Sedangkan penularannya itu tidak dari orang ke orang melainkan ditransmisikan ke tubuh karena menghirup tanah yang telah terkontaminasi kotoran burung. Lain halnya dengan penularan bakteri meningitis.

Pertanyaan yang seringkali muncul itu terkait dengan penyakit ini adalah apakah meningitis itu dapat menular? Meningitis termasuk dalam penyakit yang dapat menular diantara individu. Penularan bakteri meningitis jauh lebih mudah dan bahaya dibandingkan dengan virus dan jamur.

Banyak gejala meningitis yang dapat ditimbulkan yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan dengan melalui batuk, bersin, ciuman, berbagi makan dengan alat yang sama, pemakaian sikat gigi secara bersamaan dan merokok dengan bergantian dalam satu batang. Oleh sebab itu, alangkah baiknya Anda mengetahui kondisi orang-orang disekeliling yang menderita meningitis, agar dapat berhati-hati dan menjaga jarak. 

Dan pastikan Anda selalu dalam kondisi tangan yang bersih, baik sebelum dan sesudah makan atau memegang sesuatu dimana pun berada. Dan agar memiliki data tahan tubuh yang kuat untuk dapat melindungi diri dari bakteri penyebab meningitis, sebaiknya Anda selalu menjaga stamina dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan olahraga yang teratur.

Sementara itu, adapun bakteri yang mengakibatkan gejala meningitis. pertama adalah Streptococcus pneumonia (Pneumococcus), merupakan salah satu penyebab meningitis yang paling banyak terjadi pada bayi dan anak-anak. Bakteri pneumococcus juga dapat menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

Kedua, Neisseria meningitidis (meningcoccus) yang terjadi akibat adanya pada saluran nafas pada bagian atas yang kemudian bakteri itu masuk ke dalam peredaran darah damn mencapai ke otak, sehingga menjadi salah satu penyebab meningitis. infeksi dari bakteri ini dapat menyebabkan kematian dalam waktu 24-48 jam.

Sedangkan, yang ketiga itu adalah Haemophilus influenzae (haemophilus) jenis bakteri yang menyebabkan infeksi pernafasan pada bagian atas, teling di bagian dalam dan sinusitis. Infeksi jenis bakteri yang seperti ini masih dapat diatasi dengan pemberian vaksin (Hib Vaccine).

Dan yang terakhir, Listeria monocytogenes (listeria) adalah bakteri yang dapat ditemukan dimana saja, bahkan di dalam makanan yang telah terkontaminasi. Bakteri listeria ini berasal dari hewan peliharaan dan makanan yang mungkin saja terkontaminasi oleh bakteri jenis ini seperti keju, hot dog dan daging sandwich.

Bakteri lain yang juga dapat menyebabkan meningitis itu adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis, dimana kedua itu bakteri itu merupakan salah satu bakteri penyebab TBC. Gejala meningitis juga dapat diderita oleh siapa dan dimana saja. Apabila dikelompokkan dengan berdasarkan usia maka yang sangat berisiko terkena bakteri penyebab meningitis adalah bagi anak yang berusia 15-24 tahun dengan gaya hidup seperti merokok, clubbing dan traveling.

Sedangkan, meningitis yang terjadi pada lanjut usia (lansia) yang berusia diatas 55 tahun dengan daya tahan tubuh yang sudah mulai menurun, menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan virus meningkokus lebih mudah menyerang.