Laman

Rabu, 24 Januari 2018

Vaksin Meningitis Umrah Terbaru 2018

Vaksin Meningitis Umrah – Berangkat ke Tanah suci untuk melaksanakan dan menunaikan rukun Islam yang kelima merupakan suatu kewajiban bagi yang mampu. Dlam menjalankan seluruh rangkaian perjalanan ibadah, tentulah sangat melelahkan sehingga membutuhkan fisik yang kuat. Hal terpenting sebelum jamaah berangkat ibadah haji maupun umrah ialah suntik vaksin meningitis dengan tujuan agar tidak mudah tertular meningitis meningkokus atau radang otak antar jamaah. Sehingga ibadah yang mereka laksanakan dapat berjalan dengan lancar dan khusyu, begitu pun sebaliknya saat kembali ke tanah air. Suntik vaksin Meningitis ini selain berguna untuk mencegah tertularnya penyakit Meningitis Meningokukus, juga dapat digunakan untuk mencegah terjadinya penularan berbagai macam penyakit yang lain misalnynya seperti Japanese, E,Tetanus, Tuberkulosis, Hepatitis, HIV/AIDS, ncephalitis hingga Malaria. Sehingga dalam melakukan vaksinasi ini tidak hanya penting bagi jamaah haji dan umrah yang hendak berangkat ibadah umroh ataupun haji ke Baitullah, akan tetapi menjadi sesuatu yang bagi mereka yang hendak bepergian seperti wisata, kunjungan, tugas dan lain sebagainya.

Vaksin Meningitis Umrah Terbaru 2018

Ketua umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji, Baluki Ahmad mengatakan, bahwa urgensi vaksin menigitis umrah maupun haji sebelum melaksanakan ibadah. Dan bahkan, pihak dari Kerajaan Saudi itu sendiri mewajibkan untuk melakukan vaksin ini bagi setiap negara yang hendak mengirimkan jamaah dan agar menjadikannya sebagai syarat utama di dalam rentetan persiapan haji dan umrah. Dan untuk meningkatkan kekebalan tubuh saat ibadah selama di Tanah suci. vaksinasi mungkin melekat sekali pada bayi dan balita. Namun, imunisasi atau memasukkan kuman yang dilemahkan ke dalam tubuh agar penerimnanya membangun kekebalan tubuh juga yang diperlukan oleh mereka yang sudah dewasa. Vaksinasi yang disyaratkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut adalah vaksin meningitis

Mengapa vaksinasi ini harus dilakukan saat ibadah haji maupun umrah? Mengingat bahwa Arab Saudi merupakan salah satu negara atau tempat endemik bagi penyebaran virus yang disebabkan oleh penyakit meningitis. Peringatan dari WHO bahwa Arab Saudi memang sudah diberikan pernyataan sebagai negara endemik virus meningitis. virus meningitis ini sangat membahayakan bagi penderita dan dapat menular dan bahkan menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Rumah sakit yang menyediakan vaksin meningitis umrah dan haji, tidak semuanya memberikan Yellow Book (International Certificate of Voccination or Prophylaxis). Untuk saat ini hanya Balai Kesehatan Pemerintah saja yang terletak di sekitar Bandara dan pelabuhan saja yang diberikan wewenang. Dan hanya selama 2 hingga 3 tahun masa berlaku Yellow Book. 

Bagi yang hendak melaksanakan vaksin meningitis dapat datang ke Kantor Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di wilayah masing-masing terutama bagi calon jamaah haji dan umrah. Calon jamaah yang telah melakukan vaksin meningitis akan mendapatkan Yellow Book sebagai bukti bahwa jamaah tersebut telah melalui proses vaksinasi. 

Dimana pada data jamaah yang tertera di dalam buku Yellow Book adalah; nama; alamat; jenis kelamin, jenis vaksin, foto, no.batch, no, kode buku (running number); tanggal penyuntikan; nama dokter yang melaksanakan penyuntikan juga harus ada barkode. Biaya vaksin meningitis yang harus dikeluarkan di setiap tempatnya itu, dengan kisaran kurang lebih dari Rp. 300.000 hingga Rp. 400.000. selain itu, adapun persyaratan vaksin meningitis yang juga harus disiapkan: Fotokopi paspor; fotokopi KTP; pas photo ukuran 4 x 6 sebanyak 1 lembar; membayar biaya vaksinasi yang telah ditentukan. Untuk sebagai catatan jika rumah sakit tempat vaksinasi meningitis tidak mengeluarkan Yellow Book, biasanya itu diberikan keterangan bahwa jamaah yang bersangkutan telah melaksanakan suntik vaksinasi.