Laman

Senin, 12 Maret 2018

Meningitis Mengancam Nyawa Siapa Saja

Meningitis Mengancam NyawaMeningitis merupakan slaah satu penyakit membahayakan dan penyakit ini disebabkan oleh proses peradangan pada selaput jaringan otak dan sumsum tulang belakang (meningen). Penyakit meningitis dapat diderita oleh siapa saja, tanpa memandang usia, baik itu bayi, balita, dewasa maupun orang tua. Kejadian penyakit meningitis yang biasa terjadi di negara berkembang 10 kali lebih tinggi dibandingkan negara maju dan merupakan penyakit yang sangat membahayakan sebab dapat menimbulkan kecacatan seperti kelumpuhan, ketulian, kejang-kejang, gangguan daya ingat, dan bahkan hingga kematian. Oleh karena itu, ketepatan dalam diagnosis dan penanganan merupakan kunci untuk dapat menyelamatkan penderita meningitis.

Meningitis Mengancam Nyawa Siapa Saja

Penyakit meningitis itu dapat disebabkan oleh bakteri spesifik atau non spesifik, virus, parasit atau jamur lainnya. Pada umumnya jika terjadi pada orang dewasa, gangguan imun merupakan faktor risiko penting terjadinya meningitis. Sumber infeksinya itu dapat berupa perluasan infeksi dari struktur di dalam kepala seperti sinusitis dan infeksi telinga dalam, trauma kepala, atau sumber infeksi dari organ lainnya yang menyebar melalui darah atau hematogen seperti infeksi pada paru dan diare. Berhati-hatilah bahwa meningitis mengancam nyawa siapa saja.

Beberapa laporan yang ada menyebutkan ada pula obat-obatan yang menyebabkan meningitis. Dengan pasien yang transplantasi organnya juga sering dijumpai meningitis di kemudian hari, meningitis mengancam nyawa seseorang. Meningitis juga dapat menular dengan melalui cairan ludah pasien meningitis ataupun terhirup oleh orang yang ada di sekitarnya. Bisa juga akibat berbagi perabotan sehari-hari seperti sendok, piring, handuk yang tidak bersih dengan pasien meningitis juga dapat menularkan penyakit bahaya ini.

Pada umumnya gejala meningitis dapat muncul dan berkembang dalam beberapa hari sampai seminggu, tergantung dari penyebabnya. Tiga gejala meningitis yang seringkali dijumpai adalah nyeri pada kepala, kaku kuduk dan demam. Ada sekitar 80-95 persen pasien meningitis yang mengeluhkan nyeri kepala hebat yang diserati dengan demam tinggi. Adapun gejala lainnya berupa sensitif terhadap cahaya, muntah-muntah,gelisah, sulit berkomunikasi dan bila penyakit ini sudah melibatkan bagian otak yang lebih luas dapat menimbulkan kejang.

Dari hasil pemeriksaan yang biasa ditemukan pada pasien dijumpai tanda perangsangan meningeal seperti kekakuan pada leher untuk ditekuk ke depan yang biasa disebut dengan kaku kuduk. Selain itu, nyeri sendi pada panggul dan lutut ditekuk. Selain dari gejala-gejala diatas tadi, pemeriksaan neurologis yang lebih dalam peril dilakukan untuk dapat mendeteksi sedini mungkin keterlibatan susunan saraf pusat.

pengobatan meningitis dapat dilakukan mulai sejak awal tanpa menunggu hasil dari punksi lumbal. Dari tanda dan gejala yang ada, dokter juga dapat menduga penyebab yang mungkin dari penyakit meningitis. pada saat dicurigai kea rah meningitis bakteri makan akan diberikan antibiotik. Bila diduga virus sebagai penyebabnya, maka perlu adanya pemberian antivirus. Begitu juga dengan tuberkulosis (TB) yang diduga sebagai penyebabnya, maka perlu adanya pemberian obat anti TB. 

Selain itu, perlu juga dengan cara pemberian obat-obatan khusus untuk mengurangi tekanan pada otak yang dapat meningkat. Jika ternyata penyebab tekanan yang terus meningkat ini berupa sumbatan di saluran cairan otak, dengan tindakan operasi sangat perlu dilakukan. Selain itu juga, oabt-obatan juga dapat mengurangi gejala seperti nyeri, panas/demam, nyeri kepala, kejang-kejang juga diperlukan.

Sedangkan, untuk tingkat kesembuhan atau prognosisnya itu pasien meningitis dangat tergantung pada usia, penyebab, status imun, waktu diagnosis dan memberi terapi khusus, serta komplikasi yang ada. Dengan adanya penanganan yang tepat, pada umumnya penyakit ini dapat diatasi, meski kematian dapat disebabkan oleh hebatnya respon imun pada pasien. Pasien meningitis TB juga dapat dikelompokkan menjadi stadium awal, pertengahan dan stadium lanjut tergantung dari gejala yang ada. Telah dikatakan bahwa pada stadium lanjut itu memiliki tingkat kematian hingga 87 persen. Pasien tuda dengan tingkat kesadarannya yang sangat rendah memiliki prognosis yang buruk.

Mudah saja untuk dapat mencegah daripada mengobati. Dengan membiasakan hidup sehat yang dapat Anda mulai dari hal-hal kecil seperti dengan membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah makan, tidak membiasakan berbagi makanan dan minuman serta perabot yang sama, mempertahankan imun tubuh dengan cara berolahraga, konsumsi makanan yang sehat penuh gizi dan istirahat yang cukup. Itu semua adalah cara yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya penularan meningitis. adapaun beberpa meningitis yang dapat dicegah dengan menggunakan vaksin tertentu, seperti pemeberian vaksin bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah haji maupun umrah atau bahkan saat pergi berlibur/berkunjung ke luar negeri dengan tujuan yang lain.