Laman

Tampilkan postingan dengan label Babi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Babi. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Agustus 2017

Vaksin Meningitis Halal Tanpa Kandungan Enzim Babi

Vaksin meningitis halal, Calon Haji (Calhaj) diimbau tidak perlu lagi merasa khawatir untuk ikut serta dalam melakukan vaksin meningitis. Pasalnya, saat ini vaksin yang telah tersedia sudah halal dan tidak lagi mengandung enzim babi. Hal itu sudah ditegaskan oleh Anggota Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yakni, Aminuddin Yakub.

Vaksin Meningitis Halal Tanpa Kandungan Enzim Babi

Karena pada sebelumnya dia pernah menjelaskan dalam fatwa MUI yang lama memang pernah menyebutkan agar calhaj disarankan untuk mencari obat atau vaksin yang lebih baik dan yang disyariatkan oleh agama Islam, karena vaksin yang lalu mengandung enzim babi.jadi, sekarang vaksin meningitis halal.

“Pada saat inni fatwa MUI yang baru, telah tersedia obat (vaksin) yang terbarukan. Dimana vaksin tersebut sudah terbebaskan dari enzim babi, jadi vaksin meningitis halal. Dulu, memang benar bahwa telah ditemukan dalam proses produksinya itu mengandung enzim babi. Kita pada saat itu anggap tidak mungkin untuk melakukan penundaan keberangkatan (haji), disebabkan vaksin. Karena Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik penyebaran virus meningitis,” paparnya.

Setelah hal itu, lanjut Aminuddin yang pada akhirnya pihaknya telah menemukan obat di Italia yang dalam proses pembuatannya tidak lagi mengandung enzim babi.

“Mereka para produsen vaksin dengan menggunakan bulu angsa, tidak lagi dari enzim babi. Jadi saat ini vaksin sudah benar-benar halal,” tegasnya kembali.

Sementara itu, dari Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Medan yakni dr Jefry Hasurungan Sitorus juga turut menambahkan, bahwa vaksin yang sekarang memang sudah mendapatkan ijin dari MUI. Oleh sebab itu, kepada calhaj tidak perlu risau lagi.

“Melakukan Vaksin meningitis ini wajib. Karena Arab Saudi merupakan tempat yang endemis meningitis. Sementara itu, kalau untuk vaksin influenza tidak wajib, itu tergantung daya tahan. baca juga >> umroh plus turki  | umroh plus turki 2018  | umroh plus turki 2019

Dia juga mengurai bahwa, calhaj harus selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Sebab, pada musim haji tahun ini disana suhu ekstrim, di siang hari bisa panas terik sekali, sementara ada malam hari bisa ekstrem dingin.

“Jadi usahakan kepada jamaah haji agar selalu banyak minum air putih selama di sana. Baiknya untuk setiap harinya minum sebanyak delapan gelas per hari, lebih dari yang dianjurkan itu lebih baik,” pendapatnya.

Rabu, 24 Mei 2017

Selain Diharamkan Babi Mengandung Meningitis

Babi mengandung meningitis, Setelah meningitis dipopulerkan oleh kematian artis Indonesia yakni Olga Syahputra, kabar meningitis di Indonesia tidak pernah meluap ke permukaan lagi. Setidaknya sampai perakhiran bulan Mei 2017 ini, ketika anjuran untuk lebih hati-hati pada penyakit infeksi tersebut kembali diramaikan kembali. Pemerintah Kabupaten Buleleng Bali melalui Dinas Kesehatan (dinkes) telah menemukan 13 kasus yang diduga Meningitis streptococcus suis (MSS) alias meningitis babi yang menjangkiti para warga disana.

Selain Diharamkan Babi Mengandung Meningitis

Meningitis babi itu sendiri merupakan jenis meningitis yang ditularkan oleh babi kepada manusia, dengan melalui mikroorganisme yang hidup di dalam dagingnya. Proses penularan ini baru dapat terjadi jika daging babi tersebut tidak dimasak hingga matang. Babi yang merupakan bintang haram bagi umat Islam baik dipegang maupun dikonsumsi. selain itu, babi mengandung meningitis.

Wakil Bupati Buleleng I Nyoman yakni Sujira menerangkan, bahwa kini pemerintah daerah Bali langsung bertindak cepat dalam mencegah penyebaran penyakit ini secara lebih luas lagi. Setelah mengetahui bahwa babi mengandung meningitis. Pihaknya tersebut langsung menginstruksikan dinas yang terkait untuk dapat melakukan sosialisasi pencegahan MSS kepada seluruh warga lokal. Kita ambil sikap ini karena sebelumnya wabah meningitis sudah pernah menyerang Bali. Jangan sampai berkelanjutan yang lebih panjang lagi, dengan memakan korban yang lebih banyak.

“Kami bersama tim akan segera bergerak cepat karena kasus meningitis babi sebelumnya pernah terjadi di wilayah Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan,” jelas Sutjidra.

Untuk secara keseluruhan, perlu diketahui bahwa meningitis merupakan salah satu penyakit yang berbahaya dengan risiko kematiannya yang cukup tinggi. Bahkan sudah banyak juga yang sembuh namun belum tentu tidak terdampak efek yang lainnya. Pasalnya meningitis memiliki potensi cacat seperti tuli, epilepsi, gangguan kecerdasan dan gangguan lainnya yang akan menimpa pasien yang dinyatakan sembuh.

Bagi anak-anak, paling tidak hal tersebut terjadi pada sekitar 15 persen pasien yang dinyatakan sembuh. Sementara ada 14 persen yang kemungkinan orang dewasa mengalami tuli, dan 10 persen lainnya mengalami gangguan kognitif.

Data meningitis di seluruh Indonesia sebenarnya belum ada yang tepat baru hanya dengan perkiraan saja karena kasus meningitis terjadi tidak waktu yang sama dan sekali kejadian saja. Selain di Bali kasus meningitis di Nigeria juga terjadi bahkan banyak menelan korban hingga ribuan. Meningitis sering kai disangka penyakit atau infeksi lain. Sebab penyakit ini memiliki ciri umum seperti demam, batuk dan flu biasa.

Oleh karena itu, sejak tahun 2002, merupakan suatu kewajiban bagi mereka yang akan menunaikan ibadah haji ataupun umrah agar terlebih dahulu melakukan vaksinasi meningitis. Hal tersebut telah diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk dapat meminimalisasi terjangkitnya penyakit meningitis di antara para calon haji ataupun umrah. Vaksinasi biasanya dilakukan satu bulan sebelum jadwal penerbangan. Lakukanlah pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi meningitis sejak dini, agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan dapat diobati dalam waktu dekat, sehingga tidak berdekatan dengan jadwal keberangkatan.


artikel lain:
umroh november ; umroh november 2018