Laman

Tampilkan postingan dengan label vaksin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vaksin. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 November 2017

Efektivitas Vaksin Meningitis Perkiraan 70-80 Persen

Efektivitas vaksin meningitis, Salah satu cara yang efektif untuk mencegah seseorang dari terkena penyakit meningitis dan dapat mengurangi risiko hingga 80 persen adalah vaksin meningitis. Dokter Divisi Alergi Monologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam RSCM yakni Iris Rengganis dalam kampanye meningitis di Jakarta pada waktu yang lalu mengatakan, bahwa efektivitasnya itu sekitar 70-80 persen, namun hal itu tergantung pada sistem kekebalan masing-masing orang.

Efektivitas Vaksin Meningitis Perkiraan 70-80 Persen

Menurut dia, vaksininasi ini memang benar sangat dianjurkan sekali untuk orang-orang yang akan berpergian ke wilayah atau negara dengan endemik atau pernah memiliki kasus meningitis, sebab efektivitas vaksin meningitis 70-80 persen. “Sebelum tiba di negara tujuan yang akan kita kunjungi, paling lambat 10-14 hari sudah melakukan suntik meningitis agar antibody akan terbentuk dalam dua minggu setelah penyuntikan,” imbuhnya.

Hal yang senada pun dikemukakan oleh Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yakni Tjandra Yoga Aditama mengatakan, bahwa untuk dapat memastikan perlindungan yang optimal, dari pemerintah sendiri telah mengesahkan penggunaan vaksin konjungat quadrivalent agar dapa mencegah penularan dari empat segroup varian meningitis. karena efektivitas vaksin meningitis sangat membantu sekali.

Disebutkan Tjandra, keempat itu ialah A, C, Y dan W-135 dianjurkan untuk bagi pelancong dan calon mahasiswa yang akan melanjutkan studinya sebelum ke luar negeri, khususnya berkunjung ke negara-negara yang endemis.

Pemberian vaksin juga dapat dilakukan atas permintaan dari negara tujuan dan sementara itu vaksin meningitis juga dapat diperoleh di kantor kesehatan pelabuhan laut dan udara. Sebab meningitis merupakan penyakit yang yang sangat berbahaya dan bahkan dapat mematikan, penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri meningkokus yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.

Infeksi tersebut bisa kapan saja terjadi karena peradangan yag diakibatkan oleh virus dan bakteri pada selaput tersebut. penyakit ini juga dapat ditularkan dengan melalui kontak langsung dengan penderita atau paparan cairan tubuh penderita meningitis, saat bersin atau batuk.

Penyakit ini jjuga ditularkan dengan melalui kontak langsung dengan si penderita atau paparan cairan tubug penderita meningitis. sementara ini diketahui bahwa sejumlah negara yang menjadi endemis meningitis meningkokus adalah Amerika Serikat, Autralia, Gambia, Arab Saudi, Guinea-Bissau dan Kenya.

Sementara gejala-gejala yang di timbulkan oleh penyakit meningitis itu biasanya demam tinggi, leher terasa kaku, mudah mengantuk, takut cahaya dan suara keras, muntah-muntah, mual dan masih banyak gejala lainnya. Segeralah pergi ke Rumah Sakit jika menemukan gejala tersebut.

Adapun cara mencegahnya yakni dengan melakukan vaksinasi, meningkatkan kekebaan tubuh, hindari kontak langsung dengan penderita meningitis, sebelum dan sesudah makan cuci tangan, menutup dengan kain saat Anda atau orang lain sedang bersin, tidak makan atau minum berbarengan dengan si penderita dan lainnya. Ada dua kemungkinan bagi yang menderita meningitis yaitu sembuh total namun menyisahkan cacat dan kematian.

Senin, 25 September 2017

Anak Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis

Disuntik vaksin meningitis, Setiap individu pastinya memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit. Bahkan tidak jarang penyakit yang di derita itu adalah penyakit asing yang baru didengar atau mematikan. Hal itu yang sehingga membuat penderita maupun orang terdekatnya dibuat panik oleh penyakit tersebut. salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan adalah meningitis. dimana penyakit ini menyerang pada membran otak dan dapat melumpuhkan segala fungsi otak. Banyak beberapa kasus hingga menyababkan kematian bagi si penderita.

Anak Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis

Meningitis merupakan penyakit infeksi pada membran pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini meliputi sakit kepala, demam, muntah, nyeri tungkai serta tangan dan kaki menjadi dingin. Tidak jarang juga terjadi kerusakan ruam pada leher. Bila ada seseorang yang mengalami infeksi penyakit ini, pada saat itu juga dia membutuhkan perawatan medis secepatnya. Untuk mencegah pada sebelumnya disuntik vaksinasi meningitis.

Selama beberapa tahun terakhir ini, kasus meningitis terus saja terjadi dan mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan meningitis ialah penyakit yang terbilang menular. Tapi sangat disayangkan, masih banyak orang yang berpikir sebaliknya sehingga seseorang kurang berhati-hati terhadap penyebaran penyakit mematikan ini. Padahal mudah saja, hanya dengan disuntik vaksinasi meningitis dalam melakukan pencegahan.

Sebenarnya hingga saat ini vaksin sudah dapat mengatasi meningitis dan dapat diterima oleh siapa saja. Sebagai contohnya, pada saat umat Muslim hendak melakukan perjalanan haji atau umrah, pasti mereka wajib mendapatkan suntik vaksinasi meningitis. seperti yang telah diketahui, bahwa dalam pemberian vaksin ini berguna untuk mencegah terjadinya meningitis.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris mengungkapkan, bahwa dalam pemberian vaksinasi meningitis seharusnya sudah diterima oleh anak muda yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun yang terjadi adalah sepertiga siswa lulusan sekolah yang telah menerima vaksin. Hal itu disebabkan masih kurangnya kesadaran diri.

Data yang ada menunjukkan, bahwa hanya ada 33 persen remaja usia antara 14-18 tahun yang berpikir vaksin meningitis dibituhkan di tiap sekolah dan universitas. Lalu, ada sebanyak 29 persen lainnya yang mempercayai anggapan yang slah yaitu meningitis tidak mengurang. Sedangkan, untuk yang 29 persen lainnya malah tidak mengetahui tentang penyakit meningitis.

Melalui penelitian yang telah dibiayai oleh Meningitis Research Fondation  and the Confedaration  of Organitation tersebut, peneliti ingin memperingatkan para anak mudah agar segera menerima vaksinasi meningitis agar dapat menyelamatkan nyawa mereka. Untuk idealnya dalam pemberian  vaksin adalah dua minggu sebelum perkuliahan dimulai. info layanan resmi >> travel haji  >>  travel haji 2018  >>  travel haji 2019

Hal ini juga dilakukan agar bisa menjadi sebuah perhatian bagi anak-anak muda Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk menerima waksinasi meningitis. sebab, dalam penyebaran virus atau bakteri penyakit tersebut dpat terjadi dimana saja.

Selasa, 19 September 2017

Vaksin Meningitis Memberi Perlindungan Gonore

Vaksin meningitis memberi perlindungan, Para ilmuwan belum dapat mengembangkan vaksin untuk melawan penyakit gonore atau kencing nanah yang dapat menular dengan melalui hubungan seksual, meski sudah melakukan penelitian dari 100 tahun. Namun mereka mungkin secara kebetulan telah menemukan sesuatu yang dapat memberikan petunjuk untuk memajukan pengembangan vaksin yang semacam itu. Ada beberapa dekade yang lalu, di akhir tahun 1990-an.

Vaksin Meningitis Memberi Perlindungan Gonore

Dimana di tahun tersebut telah terjadi epidemik salah satu jenis penyakit meningitis B di Selandia Baru. Sebuah vaksin, MeNZB, kemudian dikembangkan untuk dapat melindungi masyarakat muda yang sangat memiliki risiko tertinggi untuk mendapatkan meningitis tipe ini. Namun, vaksin ini tidak dapat memberikan perlindungan untuk tipe meningitis B lainnya. vaksin meningitis memberi perlindungan sebagian untuk penyait gonore.

Pada tahun antara 2004 dan 2006, MeNZB diberikan kepada siapa saja yang telah berusia di bawah 20 tahun. Bayi dan anak-anak prasekolah di imunisasi secara rutin sampai tahun 2008. Pada seseorang beserta dengan risiko medis tinggi yang dimilikinya akan terus mendapatkan vaksin hingga tahun 2011. Setelah epidemik telah usai, program vaksinasi pun dihentikan. Vaksin meningitis memberi perlindungan gonore.

Namun, dari para ilmuwan meneliti dan melihat bahwa vaksin meningitis juga tampaknya dapat menawarkan beberapa perlindungan terhadap gonore. Sebuah studi yang telah diterbitkan di Lancet pada beberapa bulan yang lalu menunjukan bahwa sepertiga orang yang menerima MeNZB tidak terkena gonore, dibandingkan dengan kelompok control yang tidak melakukan vaksinasi. Penulis juga telah mencatat bahwa bakteri yang menyebabkan kedua penyakit tersebut berbagi antara 80-90 persen urutan genetik primer mereka.

Ada seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Anak Cincinnati yakni Dr. Steven Black mencatat, “Ini ialah pertama kalinya terbukti bahwa Anda dapat memperoleh vaksin yang dapat melindungi diri dari gonore. Dan bila hasil ini di konfirmasi di tempat lain, itu artinya sangat masuk akal. Untuk maju dengan terus mengembangkan vaksin yang lebih tepat sasarannya,” komentarnya.

Dari Organisasi Kesehatan Dunia yakni WHO melaporkan bahwa gonore menjadi lebih sulit dan terkadang tidak mungkin lagi untuk dapat diobati. Badan ini juga memperingati bahwa gonore bisa jadi tidak dapat untuk disembuhkan dalam waktu yang lama. Hingga saat ini, tidak ada antibiotik baru yang dikembangkan untuk dapat mengobati penyait ini.

“Bakteri yang terdapat pada gonore sangat cerdas sekali. Setiap kali kita menggunakan antibiotik golongan baru untuk dapat mengobati infeksi, bakteri berkembang untuk dapat melawannya,” menurut dari Dr. Teodoro Wi, yang merupakan salah seorang media yang terlibat dalam reproduksi manusia di WHO.

The U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa gonore merupakan penyakit kedua yang paling banyak dilaporkan di Amerika Serikat. Semua kasus yang ada dan diketahui harus dilaporkan ke CDC, namun pejabat yang berada disana memperkirakan bahwa mereka diberitahu kurang dari setengah 800.000 kasus baru untuk setiap tahunnya. lanjut baca >> umroh desember ..  umroh desember 2018

Untuk wanita mungkin tidak memiliki gejala apapun, tapi gonore yang tidak diobati akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Karena hal itu dapat menyebabkan radang panggul, kehamilan ektopik yang dapat mengancam jiwa dan wanita hamil dapat menyebarkan penyakit ini kepada bayi mereka sendiri. Selain itu, gonore juga dapat menyababkan ketidaksuburan bagi pria dan wanita dan penderita dapat memiliki kemungkinan besar terkena HIV.

Studi tentang epidemik Selandia Baru bisa mengubah pendekatan untuk dapat mengembangkan vaksin dalam melawan gonore. 

Rabu, 13 September 2017

Antisipasi Dengan Vaksin Tak Tentu Hindarkan Meningitis

Antisipasi dengan vaksin, Meningitis ialah penyakit yang cukup membahayakan karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada selaput otak. Kasus yang terjadi pada anak-anak, menurut peneliti telah mencapai 50 persen dengan sebagian yang selamat alami kecacatan. Meskipun telah melakukan antisipasi dengan melakukan vaksin, namun pada kenyataannya masih ada saja anak yang terjangkit meningitis alias radang selaput otak.

Antisipasi Dengan Vaksin Tak Tentu Hindarkan Meningitis

Spesialis anak yakni dr Paulus Al Hamzah SpA menerangkan, bahwa kebanyakan anak dengan diagnosis meningitis masih saja berdatangan dalam kondisi yang parah. Meski sudah antisipasi dengan vaksin. Seperti gejala yang dialaminya panas tinggi dan kejang-kejang. Namun, kemungkinan besar infeksi ini sudah menyebar pada bagian otak dan mengakibatkan kematian.

Menurutnya, penyebab dari meningitis yaitu dari sebuah virus. Namun, biasanya virus tersebut bermula menyerang pada organ tubuh lain seperti telinga dan gigi. “Letaknya itu juga kan berdekatan, ditambah dengan daya tahan tubuh anak-anak yang belum sempurna. Jadi kalau terjadi infeksi telinga dan gigi pada anak harus segera ditangani dokter, dikhawatirkan infeksi naik menjadi meningitis, meski telah lakukan antisipasi dengan vaksin untuk hindarkan meningitis,” lanjutnya.

Bahkan, dari 10 anak yang terkena meningitis, biasanya itu separuh darinya meninggal. Separuhnya lagi bertahan dan sembuh. “Meski kondisinya sembuh, namun ada gejala sisanya,” jelasnya. Maksud dari gejala sisa tersebut, dapat berupa kelumpuhan, otak pada anak yang akhirnya tidak dapat berfungsi dan bekerja secara maksimal.

Seringkali, Infeksi yang terjadi pada radang selaput otak itu menyebar dengan cepat ke seluruh otak hingga menyelimutinya. Meski anak selamat dari penyakit mematikan itu, biasanya pasien anak akan terus menjalani rawat inap yang cukup lama. Karena obat-obatan yang diberikan pada pasien juga harus intensif. Pemberiannya juga dengan cara injeksi.  dapatkan info tentang biaya umroh  /   biaya umroh 2018  /  biaya umroh 2019

Biasanya, orang tua terkadang berasumsi hanya panas biasa saja. Namun, bila panasnya itu sudah melebihi tiga hari. Paulus juga menegaskan kepada para orang tua ketika sang anak mengalami hal itu harus dibawa segera ke dokter anak. “Untuk mengantisipasi kalau itu meningitis,” paparnya. Selain itu juga, anak biasanya dalam kondisi kejang.

Sabtu, 19 Agustus 2017

Sebelum Pergi Haji Wajib Vaksin Meningitis

Wajib vaksin meningitis, Para jemaah calon haji sebelum berangkat ke tanah suci wajib melakukan vaksinasi meningitis guna mencegah terpaparnya virus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Namun, petugas kesehatan yang dari Bojonegoro luput untuk memvaksinasi sejumlah calon haji yang ada. Sehingga hal tersebut mengakibatkan penundaan keberangkatan sejumlah calon haji yang seharusnya masuk pada Kloter 15 di Embarkasi Sukolilo. Ada salah seorang jemaah calon haji yang bernama Chosia'ah yang merupakan jemaah asal Desa Jumput Sukosewu, Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebelum Pergi Haji Wajib Vaksin Meningitis

"Setelah melakukan kroscek kesehatan di sini, ibu saya langsung dirujuk ke poliklinik embarkasi. Jelasnya, tidak munculnya data mengenai vaksinasi meningitis sejenisnya karena  calon haji wajib vaksin meningitis," kata Ahmad Saiful, yang merupakan putra Chosia'ah yang ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Selasa, 1 Agustus 2017.

Saiful menyebut bahwa ibunya baru bisa berangkat ke Tanah Suci karena wajib vaksin meningitis pada dua pekan lagi. Hal itu justru menimbulkan persoalan baru. "Saya sudah datang jauh-jauh dari Jawa Tengah, terus dengan kejadian seperti ini siapa yang akan bertanggung jawab?" tuturnya.

Sedangkan sementara itu, Dari Wakil Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya yakni Zainul Mukorobin yang ditemui pada saat berada di Klinik Asrama Haji Surabaya menegaskan bahwa vaksin meningitis wajib bagi seluruh calon haji yang akan ke tanah suci. Selain untuk mencegah jemaah akan tertular penyakit yang berbahaya, vaksin juga dapat mencegah jemaah membawa pulang penyakit menular.

"Di negara yang terkenal dengan padang pasirnya itu pernah menjadi Negara yang terserang wabah meningitis pada tahun 1987 dan 2000. Oleh sebab itu, untuk dapat mencegahnya dari penyakit tersebut, negara bagian manapun yang akan mengirimkan warga negaranya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu agar terlebih dulu melakukan vaksinasi, yang paling utama meningitis," jelas Zainul.

Jadi, bagi calon haji sebelum berangkat ke tanah suci dan terdeteksi belum melakukan vaksin meningitis, dari pihaknya akan mengeluarkan surat tidak layak untuk terbang. Sudah tercatat lima calon haji yang hendak berangkat ternyata belum melakukan vaksinasi. Untuk itu, keberangkatan mereka akan ditunda hingga dua pekan ke depan.
baca juga : travel haji  >>  travel haji 2018  >>  travel haji 2019
"Dipastikan bagi calon haji agar segera untuk langsung dirujuk ke RSU Haji untuk melakukan vaksinasi dan harus menunggu selama 14 hari hingga sistem antibodi kebal. Setelah itu, kami berikan surat keterangan layak terbang," tutup Zainul.

Senin, 14 Agustus 2017

Vaksin Meningitis Halal Tanpa Kandungan Enzim Babi

Vaksin meningitis halal, Calon Haji (Calhaj) diimbau tidak perlu lagi merasa khawatir untuk ikut serta dalam melakukan vaksin meningitis. Pasalnya, saat ini vaksin yang telah tersedia sudah halal dan tidak lagi mengandung enzim babi. Hal itu sudah ditegaskan oleh Anggota Dewan Syariah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yakni, Aminuddin Yakub.

Vaksin Meningitis Halal Tanpa Kandungan Enzim Babi

Karena pada sebelumnya dia pernah menjelaskan dalam fatwa MUI yang lama memang pernah menyebutkan agar calhaj disarankan untuk mencari obat atau vaksin yang lebih baik dan yang disyariatkan oleh agama Islam, karena vaksin yang lalu mengandung enzim babi.jadi, sekarang vaksin meningitis halal.

“Pada saat inni fatwa MUI yang baru, telah tersedia obat (vaksin) yang terbarukan. Dimana vaksin tersebut sudah terbebaskan dari enzim babi, jadi vaksin meningitis halal. Dulu, memang benar bahwa telah ditemukan dalam proses produksinya itu mengandung enzim babi. Kita pada saat itu anggap tidak mungkin untuk melakukan penundaan keberangkatan (haji), disebabkan vaksin. Karena Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik penyebaran virus meningitis,” paparnya.

Setelah hal itu, lanjut Aminuddin yang pada akhirnya pihaknya telah menemukan obat di Italia yang dalam proses pembuatannya tidak lagi mengandung enzim babi.

“Mereka para produsen vaksin dengan menggunakan bulu angsa, tidak lagi dari enzim babi. Jadi saat ini vaksin sudah benar-benar halal,” tegasnya kembali.

Sementara itu, dari Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Medan yakni dr Jefry Hasurungan Sitorus juga turut menambahkan, bahwa vaksin yang sekarang memang sudah mendapatkan ijin dari MUI. Oleh sebab itu, kepada calhaj tidak perlu risau lagi.

“Melakukan Vaksin meningitis ini wajib. Karena Arab Saudi merupakan tempat yang endemis meningitis. Sementara itu, kalau untuk vaksin influenza tidak wajib, itu tergantung daya tahan. baca juga >> umroh plus turki  | umroh plus turki 2018  | umroh plus turki 2019

Dia juga mengurai bahwa, calhaj harus selalu menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci. Sebab, pada musim haji tahun ini disana suhu ekstrim, di siang hari bisa panas terik sekali, sementara ada malam hari bisa ekstrem dingin.

“Jadi usahakan kepada jamaah haji agar selalu banyak minum air putih selama di sana. Baiknya untuk setiap harinya minum sebanyak delapan gelas per hari, lebih dari yang dianjurkan itu lebih baik,” pendapatnya.

Selasa, 08 Agustus 2017

Suntik Vaksin MR Penting, Jangan Sepelekan

Suntik vaksin MR penting, Pada awal Agustus hingga akhir September 2017 nanti, pemerintah daerah (pemda) di kawasan Malang Raya memberikan target untuk anak usia 9 bulan hingga menjelang 15 tahun mendapatkan suntikan vaksin Measles Rubella (MR). Ini sejalan dengan komitmen pemerintah pusat guna mencapai eliminasi dan pengendalian rubella pada 2020 mendatang.

Suntik Vaksin MR Penting, Jangan Sepelekan

Untuk dapat mewujudkan itu, pemerintah pusat baru saja meluncurkan program Pencanangan Kampanye dan Introduksi Nasional Measles Rubella. Suntik vaksin MR penting, yang akan dilakukan dalam dua fase. Fase pertama yang digelar pada bulan Agustus-September 2017 di seluruh Jawa dan fase kedua pada bulan Agustus- September 2018 di seluruh Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku.

Program ini diwajibkan oleh pemerintah, lantaran imunisasi campak secara rutin ternyata masih belum cukup juga untuk mencapai target eliminasi campak di Indonesia. Sementara, untuk akselerasi pengendalian rubella, perlu dilakukan adanya kampanye imunisasi tambahan, sebelum adanya introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin. Karena suntik vaksin penting, jangan sampai sepelekan hal itu.

Perlu diketahui bahwa sasaran vaksin MR adalah untuk anak usia 9 bulan hingga kurang dari 15 bulan. Mereka diharapkan akan membentuk imunitas kelompok, sehingga dengan begitu dapat mengurangi transmisi virus saat menginjak usia yang lebih dewasa.

Lalu, apa bahaya yang ditimbulkan dari virus Measles dan Rubella, sehingga dampaknya itu harus dicegah sejak usia dini?

Measles atau biasa dikeal dengan Campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan dengan melalui batuk dan bersin. Dimana penyakit ini ditandai dengan gejala demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit yang disertai dengan batuk, pilek maupun konjungtivitis. Penyakit tersebut menjadi sangat berbahaya saat disertai dengan komplikasi pneumonia (paru-paru basah), meningitis, diare, kerusakan pada otak, dan dapat menyebabkan kematian.

Rubella merupakan sebuah penyakit akut dan ringan yang kerap menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Selain itu, penyakit ini juga seringkali terjadi pada kaum wanita dan dapat menyebabkan ruam, demam ringan, serta radang pada persendian. Jika ada seorang wanita hamil terserang rubella, ia dapat mengalami keguguran, atau bayi lahir dengan kelainan sejak kandungan, dan dikenal dengan istilah medis Congenital Rubella Syndrome (CRS). Adapun beberapa bentuk kelainan pada CRS yakni kelainan jantung, kelainan pada mata, kelainan pada pendengaran,. kelainan pada sistem saraf pusat, dan lainnya. lihat juga >> umroh desember ..  umroh desember 2018

Memutus rantai penularan campak dan rubella ini, WHO position paper on rubella vaccines tahun 2011 merekomendasikan, agar seluruh negara yang belum mengintroduksi vaksin rubella dan telah menggunakan 2 dosis vaksin campak dalam program imunisasi rutin, disarankan untuk memasukkan vaksin rubella dalam program imunisasi rutin. Sejalan dengan itu, pada tahun 2016 lalu, Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) telah mengeluarkan rekomendasi untuk mengintegrasikan vaksin rubella ke dalam program imunisasi nasional. Tujuan yang dimaksud, untuk menurunkan angka kejadian rubella dan CRS di Indonesia.

Vaksin MR itu sendiri merupakan vaksin hidup yang dilemahkan dan dikemas dalam bentuk serbuk kering dengan pelarut. Dalam pemberian imunisasi MR ini, dapat melindungi anak dari kecacatan, dan kematian akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, kebutaan, ketulian dan penyakit jantung bawaan.

Vaksin Meningitis Dapat Cegah Penyakit Gonore

Vaksin meningitis, Gonore adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria Gonorrhoeae yang terjadi pada saluran kemih pria (uretra dan mulut Rahim pada wanita. Uretritis kerap disalahartikan sebagai sifilis, padahal dalam bahasa Indonesia penyakit ini disebut sebagai “raja singa” dengan gejala utama yang ditimbulkan adalah mengeluarkan nanah dari saluran aliran kencing (penis).

Vaksin Meningitis Dapat Cegah Penyakit Gonore

Penyakit menular seksual ini semakin meningkat di masyarakat luas, termasuk gonore. Penularannya juga sangat mudah, paling sering dengan melalui hubungan seksual (baik itu oral, anal, atau vagina seks) dengan pasien Gonore. Selain itu juga dapat ditularkan dengan melalui kontak degan cairan tubuh pasien Gonore dan penularan dari ibu yang terinfeksi Gonore ke bayinya. Resiko ini meningkat pada seseorang yang sering berganting pasangan seksual dan memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya. Sebuah penemuan bahwa vaksin meningitis dapat cegah penyakit tersebut.

Pada sebelumnya, ada ketakutan bahwa penyakit tersebut tidak dapat diobati karena resisten sekali terhadap antibiotik. Tapi, sebuah vaksin telah ditemukan terbukti dapat melindungi tubuh dari infeksi gonore yakni vaksin meningitis.

Sejauh ini WHO melihat bahwa untuk dapat menghentikan penyebaran gonore secara luas diperlukan untuk pengembangan vaksin. Untuk setiap tahunnya, ada sebanyak 78 juta orang yang mengidap penyakit menular seksual dan dapat menyebabkan infertilitas.

Saat ini, sebuah studi baru dilakukan pada 15.000 anak muda yang diberikan vaksin. Kemungkinan mereka telah terkena infeksi penyakit menular seksual bisa diturunkan hingga sepertiganya.

Pada awalnya, vaksin tesebut dikembangkan hanya untuk dapat menghentikan wabah meningitis B dan diberikan kepada 1 juta remaja di Selandia Baru antara tahun 2004 sampai 2006 lalu. Adapun seorang peneliti di Auckland University menganalisis data kesehatan seksual dari klinik yang memberikan vaksin. Peneliti itu menemukan, mereka yang divaksinasi, tingkat kemungkinan terkena gonore sudah menurun hingga 31%.

Hal itu disebabkan bakteri yang menyebabkan meningitis, Neisseria meningitidis ternyata merupakan kerabat dekat dari bakteri yang menyebabkan gonore, Neisseria gonorrhoeae. Salah satu peneliti yakni Dr Helen Petousis-Harris mengungkapkan, “Ini merupakan vaksin pertama yang menunjukkan bahwa adanya perlindungan terhadap gonore. Saat ini, mekanisme di balik respon kekebalan belum diketahui jelas. Namun, temuan yang kami peroleh dapat menginformasikan pengembangan vaksin di masa depan".

Selain itu, salah seorang rekan peneliti, Prof Steven Black dari Cincinnati Children’s Hospital di Amerika juga menyatakan, “Kemampuan potensial vaksin meningitis kelompok B dapat memberikan perlindungan moderat terhadap gonore akan memberikan manfaat besar pada kesehatan masyarakat,” paparnya.

Perlindungan dari vaksin meningitis kelompok B itu sebenarnya dapat  berlangsung selama 2 tahun lamanya. Namun sayangnya, vaksin yang dikenal sebagai MeNZB itu sudah tidak ada lagi. Tetapi banyak komponen dalam vaksin itu terdapat di vaksin 4CMenB. Dimana Vaksin 4CMenB diberikan di Inggris sebagai imunisasi rutin yang diberikan untuk anak-anak. lanjut baca >> umroh november ; umroh november 2018

Dengan ditemukannya hal seperti itu, WHO berharap untuk selanjutnya ada pengembangan vaksin baru. “Masih ada harapan tinggi bahwa tubuh bisa mendapatkan perlindungan silang dari vaksin. Walaupun mengembangkan vaksin untuk gonore tidak bisa secara langsung dilakukan, tapi sudah ada beberapa bukti yang muncul dari hasil penelitian dapat memungkinkan terjadinya pengembangan vaksin,” ungkap Dr Teodora Wi dari WHO.

Kamis, 22 Juni 2017

Vaksin Yang Aman dan Efektif Hindari Meningitis dan Lainnya

Vaksin yang aman dan efektif, vaksin merupakan bahan antigenic yang dapat digunakan untuk dapat menghasilkn kekebalan aktif terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami ataupun liar. Vaksin juga dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan, sehingga tidak menimbulkan penyakit. Selain itu, vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurninnya.

Vaksin Yang Aman dan Efektif Hindari Meningitis dan Lainnya

Dengan menggunakan Vaksin yang aman dan efektif, tedapat 10 Penyakit Berbahaya Ini Dapat Anda Cegah. Salah satu cara dalam meningkatkan imunitas tubuh serta terhindar dari penyakit yang mematikan dan ganas adalah dengan pemberian vaksin. Tidak perlu khawatir dan galau lagi tentang keamanan vaksin karena terbukti secara ilmiah.

Berikut dibawah ini merupakan lima fakta yang perlu Anda ketahui tentang vaksin yang aman dan efektif seperti yang telah disampaikan dokter Sekretaris Utama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yakni, Piprim Yanuarso :

1. Vaksin aman dan efektif
Kepada Orangtua tidak perlu ragu lagi dalam mengantarkan sang buah hati untuk mendapatkan vaksin. "Tidak perlu ragu dan khawatir lagi tentang keamanan dan efektivitas vaksin karena sudah melalui uji klinik. Ini akan lebih aman dari obat," jelasnya.

2. Vaksin mencegah penyakit mematikan
Dengan pemberian vaksin pada anak dapat mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan imunisasi. Misalnya polio, batuk rejan, tetanus, campak, pneumonia, dan meningitis.

3. Vaksin bikin tubuh kebal
"Vaksin juga menyediakan kekebalan yang lebih bagus dari kekebalan yang alami sesudah terinfeksi," tutur Piprim.

Lanjutnya,  Piprim mengungkapkan bahwa ketika ada seseorang yang terinfeksi campak atau cacar air misalnya, tubuhnya memang akan kebal. "Namun, kalau misalkan kenanya polio bagaimana? Walaupun akan menjadi kebal tapi harus lumpuh dulu. Masa terjadi lumpuh dulu baru kebal. Karena dapat kehilangan fungsi sangat penting," paparnya.

4. Vaksin kombinasi itu aman
Sudah terbukti bahwa penggunaan vaksin kombinasi itu aman. Bahkan pemberian vaksin kombinasi dapat mengurangi anak yang drop out atau tidak memperoleh vaksinasi lanjutan.

5. Bahaya setop vaksinasi
Bahaya pasti akan datang bila banyak orangtua antivaksin pada anaknya. Berbagai macam jenis penyakit ganas dan berbahaya bisa kembali mewabah apabila banyak anak tidak mendapatkan vaksin. 
"Bila terdapat 40 persen orang galau untuk memvaksin anaknya, maka penyakit tersebut akan datang kembali bangkit lagi dari kubur," terang Piprim.

Senin, 05 Juni 2017

PT Bio Farma Siapkan Vaksin Meningitis Untuk Calon Jamaah Haji 2017

PT Bio Farma siapkan vaksin, Tidak terasa keberangkatan haji tahun 2017 ini akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, Untuk dapat memenuhi kebutuhan haji dan umrah pada tahun ini, dari PT Bio Farma (Persero) telah menyiapkan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin meningitis.  Direktur Produksi PT Bio Farma (Persero) yakni, Juliaman, upaya yang dilakukan itu merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi melalui skema kerja sama dengan mitra Bio Farma di luar negeri. Sehingga, kedatangan vaksin meningitis tersebut akan dilakukan secara bertahap.

PT Bio Farma Siapkan Vaksin Meningitis Untuk Calon Jamaah Haji 2017

"Pada Mei lalu sudah datang secara bertahap vaksinnya untuk dapat memenuhi kebutuhan calon jamaah haji di tahun ini, PT Bio Farma siapkan vaksin meningitis untuk calon haji 2017 ini," ungkap Juliaman.

Menurut keterangan Juliaman, bahwa PT Bio Farma siapkan vaksin meningitis dan untuk penyerapan vaksin tersebut khusus untuk calon jamaah haji, saat sudah mulai berjalan. Karena, untuk dapat melakukan imunisasi meningitis bagi calon jamaah haji harus sudah dilakukan minimal satu bulan sebelum tanggal keberangkatan ke tanah suci.

"Dengan sudah adanya persediaan vaksin sebanyak 1,2 juta dosis vaksin meningitis ini sangat mencukupi, karena sudah benar-benar dianggarkan sesuai dengan kebutuhan pemerintah," terangnya.

Dikatakan oleh Juliaman, bahwa kuota vaksin meningitis Bio Farma untuk tahun ini jumlahnya lebih besar dibandingkan pada tahun lalu. Hal itu, dikarenakan seiring dengan adanya peningkatan kebutuhan bagi jamaah haji dan umrah yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, apalagi dengan kuota haji yang sudah kembali normal da nada juga penambahan.

Vaksin meningitis, menurutnya, merupakan salah satu vaksin wajib bagi para calon jamaah haji dan umrah untuk dilakukan. Vaksin tersebut diberikan kepada calon jamaah haji guna mencegah penyakit radang selaput otak atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit meningitis. Juliman menjamin bahwa, vaksin meningitis yang diperoleh dari Bio Farma sudah terjamin kehalalannya. "Untuk saat ini produksinya masih dikerjasamakan dengan mitra," katanya.

Namun,tuturnya, rencana untuk ke depannya nanti, Bio Farma akan memproduksi vaksin meningitis sendiri. Tentunya, setelah sudah adanya transfer teknologi dari mitra tersebut. "Kalau kedepannya nanti terwujud untuk bisa memproduksi vaksin meningitis sendiri, tentu saja harganya pasti akan lebih murah dari harga yang diperoleh sebelumnya," jelas Juliman.



baca selengkapnya:
biaya haji > biaya haji 2018 > biaya haji 2019

Selasa, 30 Mei 2017

Vaksin Untuk Bayi dan Anak Dijamin Oleh Kemenkes

Vaksin untuk bayi dan anak, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Mohamad Subuh, MPPM, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjamin vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman dilakukan karena merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya cukup diawasi dengan ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Untuk Bayi dan Anak Dijamin Oleh Kemenkes

Sementara, BPOM untuk setiap dua tahun akan dilakukan pengkajian oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ia menerangkan, imunisasi merupakan upaya aktif untuk menimbulkan antibodi atau kekebalan spesifik yang efektif dalam mencegah penularan penyakit tertentu dengan cara memberikan vaksin, khususnya vaksin untuk bayi dan anak. Setelah imunisasi Antibodi yang terbentuk akan bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus tersebut di masa yang akan datang.

Kemenkes menegaskan bahwa, pemerintah itu wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Bagi siapa saja yang melanggar peraturan tersebut harus dikenakan sanksi. Jadi wajib berikan vaksin untuk bayi dan anak.

“Kemenkes memberikan jaminan vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman, karena vaksin yang diperoleh merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya sudah diawasi ketat oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sedangkan BPOM itu sendiri sendiri setiap 2 tahun akan di-review oleh WHO,” jelasnya.

Ini merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan merupakan aset yang sangat penting untuk dapat mencapai salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu dengan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan upaya yang dilakukan oleh seluruh negara untuk berusaha menurunkan angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan angka Kematian Balita 25 per 1.000 KH. Dimana untuk target capaian yang sudah ditetapkan pada Tahun 2019 mendatang adalah 93% anak yang berusia 0-11 bulan di Indonesia sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Imunisasi yang juga merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling sukses dan hemat biaya. Imunisasi dapat mencegah antara 2 sampai 3 juta kematian untuk setiap tahun dan apabila cakupan imunisasi telah berhasil ditingkatkan maka jumlah kematian yang dapat dicegah akan bertambah lagi sekitar 1,5 juta kematian,” tutur dr. Subuh.

Dari berbagai macam penyakit yang ada, Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan pemberian Imunisasi (PD3I), yakni tuberkulosis, difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, polio, campak, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) semuanya itu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b, diare yang disebabkan infeksi rotavirus, serta PD3I lainnya seperti influenza dan meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus.

“Kami akan mengajak kepada seluruh masyarakat seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat RT/RW, ibu-ibu PKK, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, termasuk seluruh kaum cendikiawan untuk dapat ikut serta dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak bangsa dengan melalui pemberian imunisasi,” ujar dr Subuh.


baca selengkapnya :
umroh plus turki  | umroh plus turki 2018  | umroh plus turki 2019

Senin, 29 Mei 2017

Kenali Vaksin Terbaru di 2017 ini

Kenali vaksin terbaru di 2017 ini, Para ibu si buah hati, sudahkah buah hati Anda yang tercinta diimunisasi? Kalau belum, maka sudah waktunya untuk melakukan imunisasi dan menambah pengetahuan tentangnya. Perlu diketahui oleh para ibu, ada tiga vaksin baru di tahun 2017 ini. Ketiga vaksin itu masuk dalam Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dengan demikian, totalnya itu ada delapan vaksin yang dapat dan perlu diberikan pada anak.

Kenali Vaksin Terbaru di 2017 ini

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI yakni H.M Subuh menerangkan, bahwa tiga vaksin terbaru ini adalah demonstrated project yang akan dilakukan sebanyak empat provinsi di 2017. Keempatnya diantaranya berada di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh sebab itu, kenali vaksin terbaru di 2017 ini. Adapun tiga vaksin terbaru yang hadir antara lain, sebagai berikut:


1. Rubella

Vaksin Rubella itu dapat berwujud vaksin tunggal atau pun dapat dikombinasikan dengan vaksin virus lainnya. Kombinasi yang biasa ditemukan itu adalah Rubella dengan vaksin pencegah campak (MR); Rubella, vaksin pencegah campak, dan gondok (MMR); dan Rubella, vaksin pencegah campak, gondok, dan varicella (MMRV).  Untuk RCV ini biasa diberikan pada anak dengan usia 12 sampai 15 bulan. Sedangkan MR atau MMR biasanya mengikuti jadwal setelah imunisasi campak. dengan kita wajib kenali vaksin terbaru di 2017 ini sehingga dapat mencegah sejak dini.

Rencananya, vaksin ini akan menggantikan imunisasi campak di tahun 2017. "Anak yang terkena Rubella akan memiliki kelainan kesehatan mulai dari buta, tuli, hingga kelainan jantung. Dibandingkan harus membiayai anak dengan kondisi seperti ini dalam seumur hidup, lebih baik melakukan pencegahan dengan melakukan imunisasi. Vaksin ini bisa membantu," kata Nila F. Moeloek yang merupakan Menteri Kesehatan (menkes).

2. Pneumococcus

Streptococcus pneumoniae atau pneumococcus adalah bakteri penyebab dari pneumonia (radang paru), infeksi pada telinga, sinus, meningitis, dan juga infeksi pada saluran darah. Melihat bahayanya yang di timbulkan dari dampak bakteri ini, rasanya sangat wajar jika kemudian WHO merekomendasikan untuk pemberian vaksin pencegahnya. Pada tahun ini ada vaksin baru yang perlu diberikan oleh anak-anak untuk dapat mencegah risiko terjangkitnya virus pneumococcus.

3. Human Papillomavirus (HPV)

Inilah merupakan vaksin yang sempat menjadi kontroversi pada bulan November 2016 lalu karena dipercayai dapat menyebabkan menopause sejak dini. Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Depkes RI yakni dr.Elizabeth Jane Soepardi. Menurutnya, hingga 14 tahun keberadaan vaksin HPV di dunia, tidak memiliki bukti ilmiah yang memberikan pernyataan bahwa vaksin ini dapat menyebabkan mati haidh di usia muda (menopause).

"Vaksin ini terbilang mahal oleh karena itu vaksin massalnya harus dapat memiliki persetujuan DPR lebih dulu. Lalu, dari mana kami dapat persetujuan itu? Dengan sudah adanya bukti ilmiah bahwa vaksin ini sangat efektif untuk menangkal kanker serviks," jelas Jane. Vaksin itu sendiri diberikan pada anak yang usia kelas lima dan enam SD. Tujuannya untuk mencegah kanker leher rahim (serviks) sebelum anak-anak ini aktif secara seksual.

Dengan demikian, dari ketiga vaksin di atas tersebut akan melengkapi lima vaksin sebelumnya dalam Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Sedangkan, untuk lima vaksin yang sebelumnya antara lain yaitu:

1. BCG Polio 1

BCG Polio 1 ini berguna untuk mencegah penularan Tuberculosis (TBC) dan polio, biasanya vaksin ini diberikan ketika bayi berusia sebulan.

2. Bulan DPT-HB-Hib 1 Polio 2

Pemberian vaksin itu berguna untuk mencegah polio, difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis dan juga pneumonia. Vaksin ini diiberikan saat bayi berusia dua bulan.

3. DPT-HB-Hib 2 Polio 3

Serupa dengan pencegahan di nomor yang sebelumnya yakni vaksin ini diberikan untuk mencegah polio, batuk rejan, difteri, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia. Hanya saja vaksin ini diberikan oleh bayi yang berusia tiga bulan.

4. DPT-HB-Hib 3 Polio 4

Masih serupa dengan pencegahan di nomor sebelumnya yakni diberikan untuk dapat mencegah polio, difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia. Hanya diberikan pada bayi yang berusia empat bulan.

5. Campak

Untuk dapat mencegah terkenanya campak. Diberikan ketika buah hati sudah berusia sembilan bulan.

Para ibu, kini sudah semakin tahu seputar tentang vaksin yang perlu diberikan oleh si buah hati bukan? Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat. Pastikan juga agar selalu memberikan perawatan dan melakukan imunisasi terhadap buah hati agar ia senantiasa dalam keadaan sehat dan jauh dari berbagai risiko penyakit yang berbahaya hingga yang menyebabkan kematian. 


baca juga:
umroh akhir tahun |  umroh akhir tahun 2018

Jumat, 19 Mei 2017

Berikan Vaksin Sejak Dini Guna Cegah Meningitis

Berikan vaksin sejak dini, Terdapat di dalam situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebutkan, bahwa meningitis yang disebabkan oleh bakteri sangat berbahaya sekali. Kondisi ini dapat meyebabkan kerusakan otak dan kematian. Kendati berakbibatkan sangat fatal, meningitis dapat dicegah dengan melakukan pemberian vaksinasi. Berikan vaksin sedini mungkin, meningitis atau infeksi yang meradang pada selaput dan cairan yang mengililingi otak adalah penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit yang juga cepat menular ini bisa diderita oleh anak-anak sampai orang dewasa.

Berikan Vaksin Sejak Dini Guna Cegah Meningitis

pencegahan terhadap meningitis dengan berikan vaksin sejak dini merupakan hal yang sangat penting. Karena penyebab dari meningitis adalah bakteri dan virus. Namun, meningitis bakteri jauh lebih berbahaya. Anda bisa terinfeksi bakterinya sewaktu seseorang yang terinfeksi (carier) bersin atau batuk.

Tidak hanya itu, cara lain yang dilakukan untuk penyebaran bakteri  itu bisa juga  melalui dari ciuman, menggunakan alat makan secara bergantian, sikat gigi bersamaan, atau rokok yang secara dihisap bergantian. Risiko tinggi tertular juga makin tinggi jika dekat dengan orang yang terkena infeksi, seperti berada dalam satu rumah atau kerja di tempat yang sama. Lakukan pencegahan dengan berikan vaksin sejak dini guna terhindar dari meningitis.

Walau demikian, penyakit ini masih dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi. Bahkan kini sudah ada vaksin yang dapat memberikan perlindungan juga sekaligus terhadap empat atau lima jenis bakteri yang menjadi penyebab meningitis meningokokus.

Menurut dokter penyakit dalam yakni Dr. Iris Rengganis dari FKUI memberikan penjelasan, bahwa vaksin akan diberikan harus sesuai dengan usia dan jenis kuman. Biasanya jenis kuman akan spesifik pada satu tingkat umur saja.

Perusahaan farmasi juga ters melakukan pengembangan vaksin sesui dengan kemampuan kuman yang bermutasi.”pada tahun 1995 hanya ada segrup kuman A dan C yang dapat menyebabkan meningitis. Namun sudah sejak tahun 2004 mulai ada mutasi kuman,” terang Theresia Adhitirta, Vaccine Buiness Manager PT Novartis Indonesia.

Untuk pemberian vaksin tidak hanya disarankan untuk bayi dan balita saja, tapi juga bagi mereka yang akan bepergian ke negara-negara di mana sering terjadi serangan meningitis, seperti Afrika, Amerika, dan Australia. Terutama para jemaah haji juga diharuskan  divaksin meningitis meningokokus paling lambat 2 minggu sebelum tiba di Tanah Suci.


dapatkan info:

daftar travel umroh
daftar travel haji