Laman

Tampilkan postingan dengan label dan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 November 2017

Komplikasi dan Dampak Buruk Penyakit Meningitis

Komplikasi dan dampak meningitis, Meningitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh radang pada membrane pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu disebut dengan meningen. Penyebab radang itu karena adanya infeksi oleh virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya. Meskipun jarang sekali dapat disebabkan oleh obat tertentu. Penyakit meningitis adalah penyakit yang cukup membahayakan dan seringkali terdapat kasus yang terjadi juga dapat mengkibatkan kematian sebab peradangan yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang sehingga kondisi yang seperti ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Komplikasi dan Dampak Buruk Penyakit Meningitis

Gejala umum komplikasi dan dampak meningitis biasanya diawali dengan gejala-gejala yang terjadi seperti sakit kepala dan leher kaku disertai dengan demam, kebingungan atau adanya perubahan kesadaran, muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Sedangkan, gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mudah mengantuk biasanya dialami oleh anak-anak. Dan terdapat ruam merah dikulit dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis. Contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningkokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah pada kulit.

Banyak berbagai komplikasi dan dampak meningitis yang terjadi oleh pasien. Tindakan punksi lumbal juga dilakukan untuk dapat mendiagnosa ada atau tidaknya penyakit meningitis. dengan cara jarum dimasukkan kedalam kanalis spinalis untuk dapat mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. LCS akan diperiksa di laboratorium medis. Untuk penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan terkadang obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh radang yang berlebihan. Selain itu, penyakit meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dengan jangka panjang seperti epilepsi, defisit kognitif dan ketulian, terutama bila penderita tidak dirawat dengan cepat dan tepat.

Adapun beberapa jenis meningitis, misalnya yang masih berhubungan dengan meningkokus, Hemophilus Influenzae type B, Pneumokokus atau infeksi virus mumps dapat dicegah dengan cara melakukan imunisasi. Komplikasi dan Dampak Penyakit Meningitis:

1.Charlotte Cleverley-Bisman yang menderita meningitis meningkokus yang sangat parah ketika ia masih berusia anak-anak. Pada kasusnya itu, ruam petechial semakin memburuk menjadi gangren sehingga semua nggota tubuhnya itu harus diamputasi. Namun, pada akhirnya dia berhasil disembuhkan dan gambarnya dipasang pada saat kampanye vaksinasi meningitis yang digelar di Selandia Baru.

2. Adapun masalah lain yang yang dapat muncul pada tahap awal perjalanan penyakit. Hal inilah yang membutuhkan tata laksana khusus dan terkadang merupakan petunjuk penyakit yang berat atau prognosis yang lebih jelek. Infeksi yang terjadi dapat memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik, dimana terjadinya penurunan tekanan darah, denyut jantung sangat cepat, suhu tubuh abnormal yang tinggi atau rendah dan peningkatan laju napas. Tekanan darah yang sangat rendah juga dapat muncul pada tahap awal, khususnya namun tidak secara eksklusif pada meningitis meningkokus yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kurangnya suplai darah bagi orang lain.

3. Terjadinya jaringan otak yang membengkak, maka tekanan didalam tengkorak akan terus meningkat dan otak yang membengkak tersebut juga dapat mengalami herniasi melalui dasar tengkorak. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya kesadaran, hilangnya reflex pupil terhadap cahaya dan postur tubuh abnormal. Terjadinya seperti ini pada jaringan otak juga dapat menyumbat aliran normal LCS di otak atau hidrosefalus.

4. Koagulasi intravascular diseminata, yang merupakan sebuah aktivasi yang berlebihan dari pembekuan darah, juga dapat mengobstruksi aliran darah ke organ dan secara paradoks dan dapat meningkatkan risiko pendarahan.

5. Gangren pada anggota tubuh dapat terjadi pada pasien penyakit meningkokus. Infeksi meingkokus dan pneumokokus dapat menyebabkan pendarahan pada kelenjar adrenal, sehingga dapat menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali mematikan.

6. Radang meningen dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas pada saraf kranial, kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang mensuplai kepala dan leher serta mengontrol dari berbagai fungsi diataranya adalah gerakan mata, otot wajah dan fungsi pendengaran.

7. Kejang bisa saja terjadi kapan saja, hal itu dikarenakan dari berbagai penyebab yakni pada anak, kejang terjadi biasanya itu pada tahap awal meningitis sekitar 30% kasus yang ada dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit yang mendasari. Kejang yang disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang pada otak. Kejang persial yang merupakan kejang yang melibatkan salah satu anggota baadan atau pada sebagian tubuh, kejang terjadi terus menerus. Sedangkan, kejang pada orang dewasa dan sulit untuk dikontrol dengan pemberian obat dapat menunjukkan luaran jangka panjang yang lebih buruk.

8. Gangguan terjadi pada penglihatan dan tuli dapat menetap tau permanen setelah episode meningitis. radang pada otak (ensefalitis) atau pembuluh darahnya (vaskulitis serebral) dan juga pembentukkan bekuan darah yang terjadi pada vena (terjadi penyumbatan vena serebral), dapat menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi atau gerakan dan fungsi dari berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang disuplai oleh bagian otak yang terkena.

Senin, 13 November 2017

Meningitis dan Heatstroke Perlu Diantisipasi

Meningitis dan Heatstroke, Kesehatan merupakan kondisi tubuh dan jiwa itu dalam keadaan sehat. Kesehatan itu sendiri terdiri dari kata sehat yang berarti tubuh atau jiwa tidak dalam keadaan yang sakit atau mengalami gangguan apapun. Kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika kita selalu menjaga kesehatan setiap waktunya, hidup akan menjadi lebih baik dan pajang umur. Sayangnya, masih banyak manusia yang tidak dapat menjaga kesehatannya dengan baik dan optimal. Pola hidup yang tidak sehat akan membuat tubuh kita lebih rentan terkena peyakit. Kesehatan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki akal sehat dan berbagai macam aktifitas. Contohnya saja jamaah haji dan umrah yang akan melaksanakan rangkaian ibadah saat di Tanah suci.

Meningitis dan Heatstroke Perlu diantisipasi

Kesehatan adalah modal utama dalam perjalanan ibadah haji dan umrah, tanpa kondisi kesehatan yang memadai niscaya pencapaian ritual peribadatan akan menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, setiap jamaah calon haji dan umrah harus memiliki kemampuan fisik yang memadai. Sejurus dengan itu, maka kebijakkan penyelenggaraan kesehatan haji dengan manajemen risiko ialah upaya untuk dapat mengelola segenap permasalahan kesehatan dari masing-masing jamaah haji dan umrah, misalnya mengenai meningitis dan heatstroke. Dengan melalui tahapan upaya pemeriksaan dan pembinaan yang diselenggarakan sedini mungkin.

Pemerintah setiap tahunnya pastinya telah menyiapkan tim kesehatan yang andal, terutama pada saat musim haji tiba. Para jamaah perlu mengetahui dan mengantisipasi sejumlah potensi penyebaran penyakit pada pelaksanaan haji dan umrah untuk setiap tahunnya. Penyakit yang sangat dikhawatirkan dapat menyerang jamaah itu adalah meningitis dan Heatstroke.

Pada awal pelaksanaan musim haji 2017 lalu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik yakni Yusuf Singka, M.Sc. mengatakan, bahwa ada sejumlah penyakit yang perlu diantisipasi oleh para jamaah.

Penyakit tersebut antara lain, meningitis dan heatstroke serta merah-middle east espiratory syndrome (MERS),” jelasnya.

Oleh sebab itu, para jamaah yang haji dan umrah yang akan menjalankan ibadah di Tanah suci dalam menunaikan rukun Islam yang kelima diwajibkan untuk melakukan vaksin meningitis. adanya peraturan tersebut sudah berlaku sejak lama. Pemberian vaksin meningitis harus sudah dilakukan sebelum mendekati waktu keberangkatan.

Sementara itu, untuk dapat menghindari heatstroke, jamaah calon haji dan umrah diminta untuk lebih sering meminum air tawar atau air zam-zam. Pasalnya, cuaca disana tidak menentukan. Musim panas terasa panas sekali, sedangkan musim dingin terasa dingin sekali. pasalnya jika cuaca panas dan kering, jamaah calon haji atau umrah bisa terkena paparan sengatan matahari secara langsung. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah selama di Tanah suci dan Selamat sampai di Tanah air.

Jumat, 03 November 2017

Perbedaan Dari Penyakit Meningitis dan Ensefalitis

Meningitis dan Ensefalitis, Penyakit radang pada otak menjadi salah satu penyakit yang sangat membahayakan dan bahkan dapat menghilangkan nyawa seseorang. Penyakit ini membuah resah masyarakat. Oleh sebab itu, banyak sekali orang tua yang melakukan imunisasi meningitis pada bayi mereka sebagai pencegah sejak dini. Penyakit meningitis dan ensefalitis memiliki perbedaan dan di bawah ini merupakan pemaparan lebih jelas. Semoga dapat menjadikan sebuah pencerahan bagi Anda untuk lebih mengetahui tentang kedua penyakit tersebut yang sering sekali dianggap sama padahal berbeda.

Perbedaan Dari Penyakit Meningitis dan Ensefalitis

Otak pada manusia itu merupakan organ yang sangat penting sekali dan vital bagi kelangsungan hidup manusia. Sebab otak ini berperan sebagai penggerak anggota tubuh yang ikut serta dalam mengendalikan segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Jika terjadi sedikit saja gangguan penyakit misalnya meningitis dan ensefalitis, maka kerja tubuh secara keseluruhannya akan terganggu.

Sebelum mengetahui perbedaan meningitis dan ensefalitis, kita ketahui dulu pengertiannya masing-masing. Penyakit meningitis adalah radang pada selaput pelindung yang menyelubungi seluruh saraf otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu disebut dengan meningen. Penyebab terjadinya radang tersebut karena adanya infeksi oleh bakteri, virus atau mikroorganisme lainnya, dan pada beberapa kasus yang ada disebabkan juga oleh obat-obatan tertentu, meskipun kasus yang seperti itu masih sangat sedikit.

Bagi penderita penyakit meningitis biasanya dapat mengalami keadaan yang cukup terparah yakni terjadinya kematian. Hal ini bisa saja terjadi dikarenakan adanya radang pada otak dan sumsum tulang belakang penderita, sehingga kondisi yang seperti ini bisanya akan diklasifikasikan oleh para ahli kedokteran sebagai kedaruratan medis.

Penyakit meningitis memiliki gejala yang akan ditimbulkan yakni kepala dan leher terasa kaku disertai dengan demam, kebingungan atau perubahan kesadaran diri, muntah-muntah, dan kepekaan terhadap cahaya atau suara keras. Sedangkan, gejala meningitis yang terjadi pada anak biasanya itu lekas marah, mengantuk, demam dan adanya ruam merah.

Ensefalitis adalah radang otak atau peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus. Namun, terkadang penyebab penyakit ensefalitis ini bisa datang dari infeksi bakteri seperti halnya yang terjadi pada penderita penyakit meningitis. selain itu, penyakit ensefalitis juga dapat disebabkan karena adanya komplikasi dari penyakit lain seperti rabies.

Penyebab ensefalitis yang lainnya adalah penyakit parasit dan protozoa seperti malaria, toksoplasmosis atau primary amoebic meningoencephalitis. Secara umumnya penyebab penyakit parasit dan protozoa akan sangat mudah sekali menyerang pada seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang baik. Kerusakan otak yang tejadi pada peyakit ensefalitis ini terjadi karena otak terdorong oleh tengkorak dan dapat menimbulkan kematian.

Jadi pada penyakit meningitis kesadaran pasien itu relatif masih baik dan demam naik turun. Sedangkan pada penyakit ensefalitis kesadarannya menurun serta demam menjadi turun.

Pada pasien yang menderita meningitis maka lokasi terinfeksi terdapat di selaput otak dan biasanya banyak disebabkan oleh bakteri. Sedangkan penderita penyakit ensefalitis maka lokasi terinfeksi terdapat di jaringan otak dan penyakit ini banyak disebabkan oleh virus.

Itulah pemaparan diatas yang membahas perbedaan antara antara penyakit meningitis dan ensefalitis yang kami dapat kami sampaikan, semoga saja kita semua selalu diberi oleh Allah SWT kesehatan yang sempurna dan dihindarkan dari penyakit yang membahayakan hinggan mematikan.

Kamis, 02 November 2017

Perbedaan Sakit Kepala Akibat Stroke dan Meningitis

Stroke dan meningitis, Seperti halnya dengan penyakit stroke, penyakit meningitis atau radang yang telah mengenai lapisan selaput pelindung pada jaringan otak dan sumsum tulang belakang juga memiliki gejala yang sangat khas yakni sakit kepala hebat. Namun, meski memiliki kesamaan gejala, sakit kepala akibat stroke dan meningitis sebenarnya memiliki perbedaan yang mudah untuk dikenali. Salah seorang dokter spesialis saraf dari Bethasida Hospitals yakni Puspasari memaparkan, karena merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, merasakan sakit kepala akibat meningitis umumnya itu diawali dengan keluhan fisik seperti demam tinggi dan kaku kuduk atau kaku yang dirasakan pada tengkukan leher.

Perbedaan Sakit Kepala Akibat Stroke dan Meningitis

“Disebabkan karena telah terjadinya peradangan, sakit kepala meningitis yang disarakan biasanya itu diawali dengan gejala yang umum tidak enak badan, seperti flu dan batuk, kemudian mulai demam tinggi. Demam tinggi ini biasanya itu disertai dengan sakit kepala hebat. Ada perbedaan antara sakit kepala akibat stoke dan meningitis,” terangnya.

Sementara itu pada stroke, lanjut dia, sakit kepala hebat biasanya akan muncul secara tiba-tiba saja. namun kebalikannya, sakit kepala yang disebabkan oleh stroke justru tidak disertai dengan demam. Melainkan, setelah serangan biasanya akan disertai oleh gejala yang lainnya, seperti mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki, kesulitan dalam berbicara dan memahami pembicaraan, memiliki masalah penglihatan pada satu atau kedua mata, kesulitan untuk berjalan, gangguan saat menelan, hingga pada kehilangan keseimbangan atau koordinasi secara tiba-tiba, itulah perbedaan sakit kepala stroke dan meningitis,” imbuhnya.

Namun, sakit kepala yang merupakan gejala kedua penyakit ini juga ternyata memiliki kesamaan, yakni sama-sama berskala tinggi. “Rasa sakitnya itu mulai dari skala 0 hingga 10. Di skala 1 hingga 6, meski merasa terganggu, tapi penderitanya itu masih tetap bisa untuk melakukan segala aktivitas kesehariannya. Biasanya ini disebabkan oleh migran, vertigo dan kelelahan,” katanya.

Sementara itu, sakit kepala yang merupakan dari gejala stroke dan meningitis, skala rasa sakitnya itu mulai dari 7-10. Bagi penderita yang mengalami dalam kondisi yang seperti ini tidak akan bisa bergerak dan melakukan aktivitas apapun.

Bila mengalami gejala yang seperti itu, Puspa mengingatkan untuk segera meminta pertolongan kepada dokter saraf. Jika gejala meningitis yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang cukup serius, seperti kerusakan pada otak, gangguan memori, gangguan pada pendengaran, hingga kematian. Sementara pada stroke, penyakit ini juga akan dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Rabu, 01 November 2017

KFC dan Gigi itu Gejala Meningitis

KFC Gejala Meningitis, Waspadai akan gejala awal penyakit radang selaput otak atau biasa dikenal dengan sebuatan meningitis. Penyakit ini sangat membahayakan sekali. hanya ada dua kemungkinan besar yakni dapat sehat kembali tapi dengan cacat seumur hidup dan meninggal dunia. Gejala khas yang dapat ditandai dengan kaku pada leher, demam tinggi dan sakit kepala hebat. Seorang dokter yang bernama dr Mariana Nur Laila, SpS memaparkan, bahwa meningitis adalah penyakit saraf yang terjadi pda selaput otak. Dimana penyebabnya itu banyak, ada yang karena virus, bakteri maupun sebab dari penyakit penyerta lainnya.

KFC dan Gigi itu Gejala Meningitis

Menurut dia, virus memiliki cara untuk dapat masuk dengan melalui darah sehingga menyebabkan meningitis. Kuman yang terbanyak penyebab meningitis bakterialis yaitu meningkokus, pneumokokus dan haemophilus influenza. Selain itu KFC gejala meningitis juga sangat mematikn. Dapat juga disebabkan karena adanya kuman tuberkulosis (TB). Bakteri masuk ke struktur intranial dengan melalui hematogen (darah), infeksi nasofaring (hidung tenggorokan) dan struktur intracranial seperti sinusitis dan infeksi telinga tengah.

“Yang kemudian dapat dari organ kepala. Misalnya saja, dari sakit gigi yang telah terinfeksi dag tidak diterapi dengan baik, juga dapat sampai ke radang pada selaput otak, selainnya yaknia KFC gejala meningitis,” jelasnya.

Adanya penyebab tersebut karena ada hubungan langsung dengan rongga-rongga yang ada di dalam kepala. selain itu, dapat dikarenakan terjadi robekan di kepala, misalnya kecelakaan. Sehingga kepala mengalami robek, dari jaringan yang terbuka tersebut bisa ada kuman yang masuk dapat menjadi peradangan pada meningen atau selaput otak.

Jadi, meningitis itu berasal dari kata meningen yang memiliki arti selaput otak dan itis yang artinya peradangan. Jadi, untuk sederhananya adalah peradangan pada selaput otak. Sedangkan, mengenai soal gejala itu ada tiga, yang disingkat menjadi KFC, yakni Kaku kuduk-febril (panas), cefalgia (sakit kepala). Pada tiga gejala tersebut, dapat kepalah menjadi tambah sakit. Lalu, jika sudah parah gejalanya dapat menyebabkan kejang-kejang dan muntah-muntah. Tapi, pada nantinya gejala yang ditimbulkan ini ada lagi derajatnya, tergantung dengan jenis yang disebabkannya.

Namun, yang lebih khasnya adalah didahului dengan tiga gejala khas tersebut. Kemudian, untuk masalah diagnosa untuk yang paling sederhannya adalah lumbal pungsi. Yaitu pengambilan cairan tersebut.

Dalam pengambilan cairan dalam jumlah yang kecil saja. dengan sekitar 6 sampai 10 cc, masih setara dengan 2 sendok the. Jadi, beberapa pasien sudah takut duluan karena takut mengalami kelumpuhan/kecacatan, padahal tidak. Jika merasa khawatir, bisa juga untuk memaksimalkan MRI atau CT scan.

Senin, 23 Oktober 2017

Kasus Meningitis dan Flu Burung Pertama di Indonesia

Meningitis dan flu burung, ternyata pasien dengan kasus meningitis dan flu burung yang pertama kalinya terjadi di Indonesia bahkan kasud kedua di dunia berada di Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 yakni dr Yudhi Prayudha menjelaskan, bahwa MK yang berusia 65 tahun, telah dinyatakan positif terjangkit virus H5N1. Karena diduga kuat bahwa Virus H5N1 ini menjadi penyebab penyakit radang selaput otak atau biasa dikenal dengan meningitis yang diderita MK.

Kasus Meningitis dan Flu Burung Pertama di Indonesia

Menurutnya, kasus MK ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia, meningitis dan flu burung. Kasus yang serupa juga pernah terjadi sebelumnya di Thailand. Dapat dikatakan ini ialah kasus kedua yang ada di Asia atau bahkan di dunia,” imbuhnya. 

Namun, dr Yudhi belum memastikan secara uji klinis, apakah penyakit meningitis yang diderita oleh MK disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza/AI)atau bukan. Akan tetapi, diduga kuat mengarah ke sana juka dilihat dari kondisi MK yang tidak sadarkan diri sebab meningitis dan MK dinyatakan positif telah terjangkit H5N1. kemungkinan meningitis dan flu burung menyerangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) menghimbau kepada masyarakat agar jangan resah. “Kasus yang seperi ini sangat jarang terjadi. Oleh sebab itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang terpenting adalah masyarakat harus memperhatikan cara-cara menjaga kebersihan dan penanganan unggas dengan baik dan benar. Agat tidak terjadi kasus meningitis dan flu burung.

Pada saat itu di Jawa Barat telah tercatat 24 orang dan 19 orang diantaranya itu langsung meninggal dunia. dengan jumlah itu tersebar di 10 Kabupaten.Kota. sedangkan untuk di Kabupaten Bandung sendiri, MK merupakan kasus positif keempat.

Berdasarkan dari laporan “PR’ pada saat itu, kasus pasien positif yang terjangkit flu burung di Jawa Barat tersebut yaitu di Kabupaten Bekasi tiga orang dan ketigannya meninggal dunia. ada sebanyak lima orang di Kota Bekasi, empat diantaranya itu meninggal dunia. satu orang meninggal di Kabupaten Bogor. Dua pasien di Kota Depok Meninggal Dunia. tiga dari empat pasien yang terjangkit virus H5N1 di kota Bandung meninggal dunia. Di Kabupaten Sumedang satu pasien, di Kabupaten Indramayu dua dari tiga meninggal dunia. Di Kabupaten Garut dua dari tiga pasien meninggal dan di Kabupaten Tasikmalaya satu pasien meninggal dunia.

Faktor Kesamaan Penderita
Menurut dari Kadinkes terdapat tiga faktor kesamaan di antara penderita flu burung di Jawa Barat. Untuk yang pertama secara sosial ekonomi para penderita dari kalangan menengah dan menengah ke bawah. Sedangkan yang kedua, tidak terjadi di dekat peternakan ayam berskala besar dan yang ketiga, unggas yang positif selalu jenis ayam buka ras (buras).

Berbeda dengan pernyataan dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, hasil penelitian dari Dinas Peternakan terhadap unggas Kampung Babakan Cinta Pasirhalang, justru hasilnya negatif. Dalam pengambilan sampel telah dilakukan secara langsung dari lingkungan rumah tinggal MK.pemeriksaan tersebut dilakukan di Laboratorium, bukan berupa rapid test yang dilakukan di lapangan, sehingga hasilnya itu lebih akurat lagi.

Teratasi
Dalam melihat perkembangannya itu, pegamatan “PR” di beberapa media yang ada, bahwa virus V5N1 saat ini sudah teratasi. Meski sudah banyak memakan korban, namuan dari satuan penanggulangan flu burung akhirnya dapat mengatasi wabah virus ini.

Masyarakat diedukasi agar dapat melakukan berbagai pencegahan termasuk hidup sehat dan cara memasak unggas dengan benar dan lain sebagainya. Hingga kini virus masih dapat terkendalikan dan tidak luas peyebarannya.

Kamis, 19 Oktober 2017

Hubungan Antara Tipes dan Meningitis

Tipes dan Meningitis, Tipes dan meningitis adalah nama dua penyakit tapi memiliki kesamaan, sama-sama dapat menyerang otak. Salah satunya penyebabnya itu karena infeksi bakteri. Makanan yang terkonsumsi juga tidak luput dari bakteri. Dan bahkan, makanan juga dapat menjadi penyebab hingga timbulnya penyakit ini. banyak kasus yang terjadi pada anak-anak yang berusia lima tahun lebih banyak yang menderita penyakit tersebut.


Hubungan Antara Tipes dan Meningitis

Penyakit tipes ialah penyakit yang masih berhubungan dengan gejala demam dalam jangka panjang, bisa berkisar selama tujuh hari dan bahkan sampai satu bulan lebih. Sebenarnya penyakit ini timbul dikarenakan ada suatu bakteri yaitu Salmonella Typhi, dimana virus ini dapat masuk ke dalam tubuh dengan mudah melalui berbagai media seperti makanan, minuman, pakaian, udara, peralatan makan dan lain sebagainya. Sehingga adanya hubungan antara tipes dan meningitis.

Kemudian bakteri yang masuk tersebut dengan melalui makanan biasanya terjadi di tahap awal akan menyerang sistem pencernaan dan di tahap selanjutnya dapat beranjak pada organ ataupun pembuluh darah. Penyakit tipes yang seperti inilah yang dapat membahayakan. Membuat pederitanya sangat menderita karena gejala dan efek yang ditimbulkan sangat mengganggu. Gejala tipes seringkali mirip dengan penyakit lainnya, hubungan antara tipes dan meningitis yang gejalanya sama-sama mengalami flu/pilek.

Berikut dibawah ini adalah efek yang ditimbulkan dari penyakit tipes:

1.Mengarah pada meningitis
Tadi kita sudah sedikit membahas hubungan antara tipes dan meningitis. dimana penyakit tipes dapat mengganggu cairan dan selaput otak yang dapat menyerang susmsum tulang belakang sehingga sistem koordinasi syaraf pusat akan terganggu, oleh sebab itu si penderita penyakit tipes terkadang emosi dan pikirannya tidak stabil. Jika seperti itu terus lama kelamaan akan mengarah pada penyakit meningitis yaitu salah satu penyakit dengan permasalahan syaraf.

2.Menimbulkan Infeksi dan Peradangan
Dalam waktu jangka panjang jika tipes dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan infeksi serta peradangan pada otot-otot vital seperti jantung, otak dan bagian lainnya sehingga jika tidak ditangani dengan segera keadaan si penderita akan semakin memburuk.

3.Terjadi Anemia
Salah satu efek yang akan ditimbulkan dari penyakit tipes adalah terjadinya kurang darah, hal ini terjadi karena adanya pendarahan Gatrointestial dengan gejala mual, muntah-muntah, pusing dan sakit perut yang parah. Untuk gejala yang umumnya itu adalah menghitamnya kotoran (Tinja). Dengan kondisi yang terus menerus seperti itu akan membuat penderita mengalami kekurangan zat besi untuk pasokan sarah merah.

4.Rusaknya Usus
Efek yang berbahaya dari penyakit tipes ini adalah rusaknya usus yang ditandai dengan usus yang berlubang, gejalanya sering mual-mual, sakit perut yang berkepanjangan dan sering munta-muntah. Pada umumnya gejala akan muncul pada minggu ke-3 jika penyakit tidak juga diobati.

Selasa, 03 Oktober 2017

Dampak dan Bahaya Meningitis

Dampak dan bahaya meningitis, Penyakit meningitis pada saat itu dihebohkan oleh salah seorang artis komedian yang bernama, Olga Syahputra, yang meninggal karena terserang penyakit ini. Sehingga, menjadi perbincangan oleh masyarakat luas. Selain itu ada nama Ashanti yang merupakan istri dari seorang musisi ternama Anang Hermansyah yang pernah mengidap penyakit ini, tapi dapat disembuhkan. Dari pemberitaan itulah masyarakat semakin tahu dan ingin mengenal lebih jauh penyakit meningitis. Apa saja dampak dan bahaya dari penyakit meningitis? sehingga, ada nyawa yang tertolong dan tidak.

Dampak dan Bahaya Meningitis

Sebelum mengetahui dampak dan bahaya meningitis. kita harus mengetahui, apa itu meningitis? Meningitis merupakan peradangan yang terjadi pada lapisan selaput pelindung jaringan otak dan sumsum tulang belakang, yang disebabkan karena adanya bakteri atau virus yang menyerang. Pada penyakit ini dapat dikategorikan sebagai penyakit yang cukup serius yang harus segera mendapatkan penanganan sejak dini, sebab apabila penderita penyakit ini sudah masuk pada tahap stadium lanjut, otomatis meningitis pun akan sulit untuk disembuhkan.

Meningitis yang tidak ditangani dengan segera akan menyebabkan berbagai komplikasi serius yang menyerang, seperti terjadinya kerusakan pada otak, gangguan pada pendengaran dan memori serta berujung kematian. Dan sepertinya masih banyak masyarakat kita yang kurang memahami lebih dalam lagi apa dampak dan bahaya meningitis juga bagaimana cara menangani serta agar dapat terhindar dari penyakit mematikan ini.

Dengan ini kita akan merangkum hal yang terkait dengan meningitis, siapa saja yang kemungkinan dapat terserang penyakit ini, apa gejala penyait ini, bagaimana penyakit ini menjangkit, bakteri apa saja yang dapat menyebabkan meningitis dan lain sebagainya.

Meningitis dapat menyerang siapa saja, baik itu laki-laki maupun perempuan, baik itu bayi, anak kecil, remaja, dewasa sekaligus itu orang tua, berikut dibawah ini adalah usia yang berisiko terkena meningitis:

1.Bayi atau Balita dan anak-anak, adalah usia yang sangat rentan sekali terkena, karena sudah ada 50% dari semua kasus meningitis terjadi pada sekelompok kategori usia ini. Sebab pada usia ini belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat.

2.Remaja, mereka yang antara usia 15-19 tahun ini juga dinilai rentan dapat membawa bakteri meningitis.

3.Dewasa dan Orang Tua, juga ternyata memiliki risiko terkena meningitis. meningitis dapat menyerang setiap saat, terlepas dari kesehatan, ras, jenis kelamin dan usia. Orang tua yang berumur diatas 55 tahun juga memiliki risiko terkena meningitis karena seiring waktu dengan bertambah usia yang semakin tua memiliki sistem kekebalan tubuh yang juga semakin melemah.

Lalu, pada umumnya orang yang menderita penyakit meningitis ini pasti akan merasakan beberapa gejala, dimana gejala tersebut yang dialaminya adalah demam, tangan, kaki terasa dingin, tidak nafsu makan, muntah/mual, nyeri otot, mengantuk, nafas terasa lebih cepat, terlihat pucat, badan dan leher terasa kaku serta tengang, ruam yang tidak memudar dan kejang-kejang.

Sedangkan, gejala meningitis yang dialami oleh bayi adalah bayi tampak lemah dan lesu, tidak aktif sperti biasanya, tubuh bayi gemetar, sering muntah, tidak nafsu minum susu atau makan, kejang pada tengkuk leher, rewel, gelisah, menangis terus, dan terdapat benjolan di bagian kepalanya.

Meningitis ini juga dapat menularkan pada siapa saja yang berhubungan langsung oleh penderitanya. Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan dengan melalui batuk, bersin, ciuman, makan dengan sendok yang sama atau peralatan lainnya dalam penggunaan barang secara bersamaan, sama halnya dengan merokok dengan batang yang sama. Oleh sebab itu, jika Anda mengetahui ada rekan, sahabat, saudara dan tetangga yang menderita meningitis model seperti ini maka kamu haruslah berhati-hati. Biasakan mencuci tangan secara bersih sebelum dan sesudah makan, setelah ke toilet umum, setelah memagang hewan peliharaan, atau memegang sesuatu yang lainnya.

Tidaklah mudah untuk dapat mendiagnosa penyakit seperti ini, mendiagnosa pasien yang mengalami meningitis harus dengan melalui pemeriksaan yang tepat dan pastinya akurat. Agar dapat segera mengetahui apa penyebab dan vagaimana cara penanganannya, sabab beda penyebab akan beda juga cara pengobatan yang akan dijalankan.

Pada tahap awal pemeriksaan akan dilakukan pemeriksaan puncture, dimana pemeriksaan cairan pada selaput otak. Hal itu dilakukan guna memastikan orang tersebut menderita meningitis atau tidak. Jarum akan dimasukkan ke dalam kanal tulang belakang untuk dapat mengambil sampel cairan serebrospinal (CSF) yaitu cairan yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. Kemudian, cairan tersebut akan dilihat di laboratorium medis untuk dapat diteliti lebih dalam.


Untuk pengobatan umum yang dapat diberikan meningitis adalah pengaplikasian scara cepat dengan menggunakan antibiotik dan obat, terkadang antivirus. Dalam beberapa situasi yang ada, obat kortikosteroid dari peradangan yang terjadi secara aktif. Ini dikarenakan meningitis dapat menyebabkan konsekuensi serius dalam jangka panjang seperti defisit tuli, epilepsi, hidrosefalus dan kognitif, terutama jika pasien tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Dalam pemberian antibiotik secara infus merupakan sebuah langkah yang biasa dilakukan dan dipakai untuk dapat mengurangi atau menghindari risiko komplikasi yang akan terjadi nantinya. Antibiotik yang diberikan langsung kepada penderita meningitis tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan dari hasil pemeriksaan yang lebih intenisif.

Adapun beberapa antibiotik yang seringkali diresepkan oleh seorang dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus Pneumoniae dan Neisseria Meningitidis antara lain yaitu antibiotik Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Untuk meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria Monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem) juga Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

Banyak beberapa bentuk meningitis, seperti yang masih terkait dengan meningkokus, haemophulus influenza tibe B, Pneumococci atau infeksi virus gondok dapat dicegah dengan cara imunisasi. Dalam pemeberian vaksin meningitis biasanya itu diberikan pada orang yang berisiko tinggi seperti remaja, wisatawan yang ingin ke daerah endemik, personil militer dan jamaah haji maupun umrah.

Biasakan melakukan cuci tangan dengan bersih sebelum dan setelah melakukan sesuatu maupun memegang suatu benda. Budayakan gaya hidup sehat sejak dini dan tidak merokok mengkonsumsi minuman keras (alkohol) dan obat-obatan terlarang (narkoba), serta biasakan untuk melakukan olahraga.

Inilah jenis meningitis yang harus kita ketahui bersama. Jenis meningitis terbagi menjadi dua yakni jenis viral meningitis, dimana penderita meningitis dengan jenis ini seringnya dia mengalami sakit kepala,merasa kelelahan dan kehilangan memori. Meski pada jenis meningitis ini jarang sekali mengancam jiwa, namun kebanyakan orang harus mendapatkan pemulihan secara total.

Kedua, jenis meningitis bakteri. Pada penderita mengitis jenis ini memiliki gejala adanya bercak pada tubuh dan kondisi tubuh seperti  flu. Jenis ini dapat mengancam jiwa seseorang yang menderitannya dan membutuhkan perhatian media secara intensif. Banyak penderita penyakit jenis meningitis bakteri ini tidak dapat bertahan hidup dalam hitungan jam. Dimana seringkali menyerang bayi dan anak-anak kecil.

Beberapa bakteri yang menyebabkan meningitis yaitu bakteri Stertococcus pneumoniae (pneumococcus), bakteri Neisseria meningitides (meningococcus), bakteri Haemophilus influenzae (haemophilus), bakteri Listeria momocytogenes (listeria) dan jenis bakteri lainnya seperti baktri Staphylococcus aureus dan bakteri Mycobacterium tuberculosis (bakteri penyebab penyakit TBC).  jangan lewatkan >> promo umroh  /   promo umroh 2018  /  promo umroh 2019

Meningitis dapat menyerang dengan cepat, menyerang siapa saja dan kapan saja. Namun, penyakit ini bukan tidak dapat diobati dan dihindari, karena penyakit meningitis ini masih dapat ditangani dengan vaksin. Kebanyakan orang dapat memulihkan dirinya dengan baik dan beberapa orang lainnya akan menderita seumur hidup karena efek dari komplikasi meningitis yang terjadi. Penerapan hidup sehat dan penanganan sejak dini menjadi suatu hal yang sangat penting sekali.

Kamis, 20 Juli 2017

Ketentuan Vaksinasi Guna Cegah Meningitis dan Lainnya

Ketentuan Vaksinasi, Arab Saudi mengumumkan mengenai ketentuan vaksinasi yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah haji. Adanya peraturan ini sudah tertuang dalam persyaratan kesehatan ketika akan mengajukan visa haji ke Kedutaan Besar Saudi Arabia dari masing-masing negara yang akan berkunjung ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji pada musim haji tahun ini.

Ketentuan Vaksinasi Guna Cegah Meningitis dan Lainnya

Hal tersebut dilakukan karena vaksinasi sangat penting hingga adanya ketentuan vaksinasi untuk jaaah haji guna menjaga kesehatan jamaah haji agar terhindar dari virus dan bakteri yang dapat membahayakan diri. seorang pejabat Kementerian Kesehatan Saudi menjelaskan, syarat yang harus dipenuhi untuk tahun ini fokus pada sejumlah penyakit. Seperti Zika, demam berdarah (DBD), Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS), kolera, demam kuning, polio, influenza musiman dan yang terakhir meningitis.

Ketentuan Vaksinasi untuk jamaah haji dalam penerimaan Vaksin meningitis diwajibkan untuk seluruh jamaah baik local maupun asing. Sementara untuk vaksin flu tidak begitu diwajibkan meski tetap disarankan merujuk kondisi iklim yang extrem dan kesehatan jamaah.

Dari Pemerintah Saudi memberikan saran kepada jamaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi, seperti penderita diabetes, hipertensi, dan masalah kesehatan yang lainnya agar melakukan vaksinasi flu. Ini dilakukan akan lebih menenangkan dan menghindarkan dari masalah saat dalam menjalankan ibadah.

Selain itu juga, sudah sesuai dengan International Health Regulations sejak tahun 2005, para pelancong yang tiba dari berbagai negara dengan risiko penularan demam kuning harus menyertakan sertifikat vaksin penyakit ini. Sedagkan sertifikat demam kuning valid hanya untuk 10 hari sejak hari divaksin.

Kapal, pesawat, bus dan alat transportasi lainnya dari berbagai negara dengan risiko demam kuning juga harus menyertakan sertifikat keamanan kesehatan. Sertifikat tersebut memastikan kebersihan moda transportasi dari kemungkinan dapat sebagai pembawa wabah.

Kendaraan-kendaraan tersebut juga harus dibersihkan sesuai dengan metode dari World Health Organization (WHO). Untuk dapat melakukan vaksin polio, hanya diwajibkan beberapa negara saja. Termasuk Negara asal Afganistan, Pakistan, dan Nigeria.

Jamaah dari asal negara-negara tersebut harus menyertakan bukti telah divaksin polio dalam 12 bulan terakhir atau paling lambat empat pekan sebelum keberangkatan haji. Mereka wajib menyertakannya saat dalam mengajukan visa.

Selain itu, vaksin polio juga diwajibkan untuk jamaah dari negara yang sebenarnya tidak memiliki wabah namun tetap rawan tertular. Seperti pada negara Kamerun, Republika Afrika engah, Guinea, Chad, Laos, Mynmar, Madagaskar, Niger, Ukraina, Kongo, Ethiopia, Irak, Liberia, Kenya, Sierra Leone, Sudan Selatan, Somalia, Suriah juga Yaman.

Pada pekan lalu, seorang pakar kolera WHO, yang bernama Dominique Legros menambahkan perlunya dilakukan vaksin kolera bagi jamaah Yaman. Karena pada saat ini Negara itu sedang dilanda wabah kolera yang cukup mengkhawatirkan sekali. Tingkat kematian yang  sudah mencapai sembilan orang per hari. baca juga >> promo umroh  /   promo umroh 2018  /  promo umroh 2019

Semua persyaratan vaksin ini telah diinformasikan pada berbagai negara penyelenggara haji seluruh dunia. Adanya ketentuan tersebut telah dibuat oleh Kementerian Kesehatan Saudi dan disebarkan oleh Kementerian Luar Negeri.

Sabtu, 08 Juli 2017

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Meningitis dan tuberkulosis, Radang selaput otak atau yang banyak disebut dengan meningitis dan tuberkulosis keduanya itu sama-sama dapat ditularkan dengan melalui udara sehingga sulit untuk membedakan dua penyakit tersebut.  Contohnya seperti pada saat seseorang saling berbicara. Penyakit yang terbilang membahayakan juga mematikan bagi si penderita, namun selain itu juga, dapat menular kepada siapa saja yang berkomunikasi langsung. Lalu apa yang membedakan antara meningitis dan tuberkulosis?

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Adapun dari ahli vaksin dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, dia ialah Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD., KAI, FINASIM, menjelaskan bahwa gejala meningitis dan tuberkulosis mungkin ada kesamaan seperti demam tinggi dan batuk. Tapi yang membedakan antara kedua penyakit itu adalah sifat bawaan pada penderita meningitis.

"Antara meningitis dan tuberkulosis, Kalau ada penderita meningitis, memiliki sifat bawaan yang membawa penyakit. Penderita terlihat tidak sakit tapi dapat menularkan virus ke orang lain atau lawan bicara yang ada dihadapannya. Selain itu, bakteri yang terdapat pada penderita meningitis cenderung bercokol di area tenggorokan sebelum menyebar ke udara," terang Iris.

Di samping itu juga, Iris kembali menjelaskan bahwa, perbedaan diantara keduanya itu terletak pada sifat penyakit meningitis yang mematikan dalam 24 jam. Sedangkan penyakit tuberkulosis resisten pun masih ada harapan untuk dapat disembuhkan.

"Meningitis dapat menyebabkan komplikasi lainnya meliputi kerusakan otak permanen, gagal ginjal, amputasi tangan dan kaki, kehilangan pendengaran hingga kematian. Sementara tuberkulosis tidak kecuali resisten dan memiliki komplikasi penyakit lainnya akibat terlalu banyak minum obat," jelasnya.

Dr. dr. Iris Rengganis memaparkan bahwa, penyakit meningitis mampu menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit lainnya seperti adanya kerusakan otak secara permanen, sehingga tidak berhasil ginjal, amputasi tangan dan kaki, juga akan kehilangan pendengaran hingga kematian. Semetara itu, penyakit tuberculosis tidak kecuali resisten dan mempunyai kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang berlangsung disebabkan oleh terlampaui tidak sedikit mengkonsumsi obat.

Kalau dilihat dari jenisnya terdapat dua tipe penting penyakit meningitis yakni Meningitis Viral. Tipe seperti ini kebanyakan tidak menyebabkan timbulnya penyakit yang lebih serius. Dalam kondisi yang sedang kritis, penyakit meningitis viral ini mampu menyebabkan panas demam yang berkepanjangan yang disertai dengan kejang-kejang.
Tipe kedua yaitu Meningitis Bakteri. Penyakit meningitis bakteri ini dianggap penyakit yang tidak dapat dianggap hal yang yang sepele disebabkan karena adanya bakteri yang amat serius dan harus menjalankan perawatan yang benar-benar intensif dan pengobatan yang serius agar dapat mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan akan beresiko terhadap terjadinya kematian terhadap penderitanya.

Kamis, 22 Juni 2017

Vaksin Yang Aman dan Efektif Hindari Meningitis dan Lainnya

Vaksin yang aman dan efektif, vaksin merupakan bahan antigenic yang dapat digunakan untuk dapat menghasilkn kekebalan aktif terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami ataupun liar. Vaksin juga dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan, sehingga tidak menimbulkan penyakit. Selain itu, vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurninnya.

Vaksin Yang Aman dan Efektif Hindari Meningitis dan Lainnya

Dengan menggunakan Vaksin yang aman dan efektif, tedapat 10 Penyakit Berbahaya Ini Dapat Anda Cegah. Salah satu cara dalam meningkatkan imunitas tubuh serta terhindar dari penyakit yang mematikan dan ganas adalah dengan pemberian vaksin. Tidak perlu khawatir dan galau lagi tentang keamanan vaksin karena terbukti secara ilmiah.

Berikut dibawah ini merupakan lima fakta yang perlu Anda ketahui tentang vaksin yang aman dan efektif seperti yang telah disampaikan dokter Sekretaris Utama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yakni, Piprim Yanuarso :

1. Vaksin aman dan efektif
Kepada Orangtua tidak perlu ragu lagi dalam mengantarkan sang buah hati untuk mendapatkan vaksin. "Tidak perlu ragu dan khawatir lagi tentang keamanan dan efektivitas vaksin karena sudah melalui uji klinik. Ini akan lebih aman dari obat," jelasnya.

2. Vaksin mencegah penyakit mematikan
Dengan pemberian vaksin pada anak dapat mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan melakukan imunisasi. Misalnya polio, batuk rejan, tetanus, campak, pneumonia, dan meningitis.

3. Vaksin bikin tubuh kebal
"Vaksin juga menyediakan kekebalan yang lebih bagus dari kekebalan yang alami sesudah terinfeksi," tutur Piprim.

Lanjutnya,  Piprim mengungkapkan bahwa ketika ada seseorang yang terinfeksi campak atau cacar air misalnya, tubuhnya memang akan kebal. "Namun, kalau misalkan kenanya polio bagaimana? Walaupun akan menjadi kebal tapi harus lumpuh dulu. Masa terjadi lumpuh dulu baru kebal. Karena dapat kehilangan fungsi sangat penting," paparnya.

4. Vaksin kombinasi itu aman
Sudah terbukti bahwa penggunaan vaksin kombinasi itu aman. Bahkan pemberian vaksin kombinasi dapat mengurangi anak yang drop out atau tidak memperoleh vaksinasi lanjutan.

5. Bahaya setop vaksinasi
Bahaya pasti akan datang bila banyak orangtua antivaksin pada anaknya. Berbagai macam jenis penyakit ganas dan berbahaya bisa kembali mewabah apabila banyak anak tidak mendapatkan vaksin
"Bila terdapat 40 persen orang galau untuk memvaksin anaknya, maka penyakit tersebut akan datang kembali bangkit lagi dari kubur," terang Piprim.