Laman

Tampilkan postingan dengan label Serupa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serupa. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 September 2017

Bahaya Rubella Hampir Serupa Dengan Meningitis

Bahaya Rubella, Pada penyakit Rubella seringkali terjadi pada wanita yang disertai dengan gejala yang ditimbulkan seperti demam tinggi, bercak kemerahan atau ruam pada kulit yang biasanya terdapat di bagian telinga belakang yang disertai dengan batuk dan pilek. Beberapa gejala yang ditimbulkan hampir serupa dengan gejala Meningitis.

Bahaya Rubella Hampir Serupa Dengan Meningitis

“jika wanita hamil yang sedang terserang rubella, dapat mengalami keguguran atau melahirkan bayi yang mempunyai kelainan pada jantung, mata, pendengaran dan pada sistem saraf pusat, itulah bahaya rubella,” terang Lely, yang merupakan salah seorang bidang di Kelurahan Pangandengan.

Maka dari itu, para orang tua pun di desak agar segera memberikan Imunisasi Measles dan Rubella (MR) pada anak-anaknya yang masih berusia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun demi dapat menghindari anak dari penyakit kelainan bawaan dan bahaya rubella yang juga dapat mematikan.

Penyakit Campak (measles) rubella merupakan menjadi penyakit yang cukup membahayakan, sehingga sangat dikhawatirkan sekali karena penyakit ini dapat mengakibatkan munculnya penyakit berbahaya lainnya, seperti meningitis, diare, paru-paru basah, kerusakan pada otak, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Kasus campak dan rubella terus meningkat di setiap tahunnya, dalam peningkatan tersebut disebabkan oleh pola hidup yang kotor dan banyaknya jumlah anak yang gemar makan-makanan cepat saji dan sembarang.

Menurut penjelasan Lely, bahwa penyakit campak dan rubella ini cukup sulit untuk dideteksi secara langsung. Cara untuk dapat mendeteksinya arus berdasarkan hasil analisis laboratorium dengan melalui tes darah, namun tes darah untuk dapat mendeteksi penyakit campak dan rubella membutuhkan biaya yang cukup mahal.

Di rumah sakit swasta saja untuk melakukan tes darah guna mendeteksi penyakit Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus  atau biasa dikenal dengan “TORCH” bisa mencapai biaya sebesar 500 ribu rupiah hingga 2,5 juta rupiah. Maka dari itu, Lely sekali lagi menegaskan bahwa vaksin untuk Measles Rubella adalah halal untuk dilakukan. artikel lainnya>> biaya haji > biaya haji 2018 > biaya haji 2019

“Vaksin Measles Rubella ini berasal dari PT Biofarma dan sudah teruji bebas dari sel babi, bahkan sudah ada fatwa MUI nomor 4 yang menyatakan bahwa demi kepentingan imunisasi diperbolehkan,” tutur Lely.

Harapan Lely, kesadaran masyarakat luas terhadap kesehatan pada tubuh agar terus meningkat setiap waktunya sehingga mulai membawa anaknya untuk diberikan imunisasi Measles Rubella agar dapat terlindung dari berbagai penyakit yang mematikan, salah satunya meningitis. 

Sabtu, 08 Juli 2017

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Meningitis dan tuberkulosis, Radang selaput otak atau yang banyak disebut dengan meningitis dan tuberkulosis keduanya itu sama-sama dapat ditularkan dengan melalui udara sehingga sulit untuk membedakan dua penyakit tersebut.  Contohnya seperti pada saat seseorang saling berbicara. Penyakit yang terbilang membahayakan juga mematikan bagi si penderita, namun selain itu juga, dapat menular kepada siapa saja yang berkomunikasi langsung. Lalu apa yang membedakan antara meningitis dan tuberkulosis?

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Adapun dari ahli vaksin dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, dia ialah Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD., KAI, FINASIM, menjelaskan bahwa gejala meningitis dan tuberkulosis mungkin ada kesamaan seperti demam tinggi dan batuk. Tapi yang membedakan antara kedua penyakit itu adalah sifat bawaan pada penderita meningitis.

"Antara meningitis dan tuberkulosis, Kalau ada penderita meningitis, memiliki sifat bawaan yang membawa penyakit. Penderita terlihat tidak sakit tapi dapat menularkan virus ke orang lain atau lawan bicara yang ada dihadapannya. Selain itu, bakteri yang terdapat pada penderita meningitis cenderung bercokol di area tenggorokan sebelum menyebar ke udara," terang Iris.

Di samping itu juga, Iris kembali menjelaskan bahwa, perbedaan diantara keduanya itu terletak pada sifat penyakit meningitis yang mematikan dalam 24 jam. Sedangkan penyakit tuberkulosis resisten pun masih ada harapan untuk dapat disembuhkan.

"Meningitis dapat menyebabkan komplikasi lainnya meliputi kerusakan otak permanen, gagal ginjal, amputasi tangan dan kaki, kehilangan pendengaran hingga kematian. Sementara tuberkulosis tidak kecuali resisten dan memiliki komplikasi penyakit lainnya akibat terlalu banyak minum obat," jelasnya.

Dr. dr. Iris Rengganis memaparkan bahwa, penyakit meningitis mampu menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit lainnya seperti adanya kerusakan otak secara permanen, sehingga tidak berhasil ginjal, amputasi tangan dan kaki, juga akan kehilangan pendengaran hingga kematian. Semetara itu, penyakit tuberculosis tidak kecuali resisten dan mempunyai kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang berlangsung disebabkan oleh terlampaui tidak sedikit mengkonsumsi obat.

Kalau dilihat dari jenisnya terdapat dua tipe penting penyakit meningitis yakni Meningitis Viral. Tipe seperti ini kebanyakan tidak menyebabkan timbulnya penyakit yang lebih serius. Dalam kondisi yang sedang kritis, penyakit meningitis viral ini mampu menyebabkan panas demam yang berkepanjangan yang disertai dengan kejang-kejang.
Tipe kedua yaitu Meningitis Bakteri. Penyakit meningitis bakteri ini dianggap penyakit yang tidak dapat dianggap hal yang yang sepele disebabkan karena adanya bakteri yang amat serius dan harus menjalankan perawatan yang benar-benar intensif dan pengobatan yang serius agar dapat mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan akan beresiko terhadap terjadinya kematian terhadap penderitanya.