Laman

Tampilkan postingan dengan label meningitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meningitis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2017

Deteksi Meningitis Pada Bayi

Deteksi meningitis, Walau sebagian mama telah mengetahui arti dari tangisan bayi, akan tetapi bagi Mama yang baru pertama kali memiliki anak seringkali masih merasa bingung saat si kecil selalu menangis, apakah ia sedang merasa kelaparan, mengantuk atau justru sedang merasa sakit. Oleh sebab itu, penting sekali bagi Mama untuk mengetahui arti tangisan bayi. Nah, bila si kecil sedang sakit biasanya ditandai dengan tingkahnya yang di luar kebiasaan. Namun, untuk dapat mencegah kejadian yang tidak diinginkan, sebaiknya Mama harus mengetahui bagaimana cara mendeteksi penyakit yang serius pada bayi  seperti Meningitis untuk segera dilakukan pertolongan.

Deteksi Meningitis Pada Bayi

Deteksi meningitis sejak dini sebab meningitis bukan saja dapat menyerang orang dewasa, akan tetapi pada bayi juga dapat terkena meningitis. meningitis adalah sebutan yang biasa digunakan untuk peradangan pada selaput pelindung saraf otak dan susum tulang belakang yang biasa dikenal dengan meninges. Peradangan tersebut terjadi karena disebabkan oleh infeksi pada cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis akan terus berkembang sebagai respon terhadap sejumlah penyebab, yang biasanya itu disebabkan oleh bakteri, virus dan mikroorganisme lainnya, tetapi meningitis juga dapat disebabkan juga oleh cidera pada fisik, kanker atau obat-obatan tertentu.

Sedangkan, mengenai tingkat keparahan pada penyakit dan pengobatan untuk meningitis itu berbeda-beda, tergantung dengan penyebabnya, jadi deteksi meningitis pada bayi. Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengetahui penyebab meningitis secara spesifik dari meningitis. meningitis yang disebabkan oleh bakteri biasanya itu akan berlangsung parah, meski penyakit ini dapat disembuhkan. Hanya saja, meski dapat disembuhkan meningitis bakteri kerap terlanjur dapat menyebabkan penderitanya itu akan mengalami komplikasi yang cukup serius, seperti kerusakan otak, hilangnya pendengaran atau ketidakmampuan dalam belajar.

Meningitis itu terbagi menjadi dua macam, yaitu meningitis bakterialis dan meningitis virus. Dari situs meningitis.org telah mencatat bahwa meningitis bakterialis itu disebabkan oleh beberapa bakteri seperti Meningcoccal, Pneumococcal, Haemophilus Influenzae B (HIB), Group B Streptococcal (GBS), e. Coli dan Listeria. Sedangkan, untuk meningitis virus itu disebabkan oleh virus yang dapat menyebar dengan melalui udara yang tidak higienis. Dokter Dwi juga telah mengatakan bahwa pada keadaan yang tertentu, misalnya pasien berada dalam daya tahan tubuh yang tidak bagus atau lemah kemudian terkena infeksi di bagian tubuh, seperti telinga, luka dan sinus, infeksi juga dapat menyebar luas hingga ke selaput otak.

Meningitis dapat terjadi ketika infeksi dapat menyebabkan jaringan yang menghubungkan otak dan tulang belakang atau meninges meradang dan membengkak. Gejala pada bayi dan anak-anak antara lain fontanel menonjol, demam, badan kaku, ruam, lemas, napas cepat dan menangis. Jika Anda memiliki dugaan bahwa bayi Anda itu menderita meningitis, segera bawa ke IGD. Jika Anda tidak yakin apakah ia menunjukkan gejala meningitis atau gejala lainnya, segeralah untuk pergi ke IGD.

Mengecek tanda-tanda meningitis pada bayi Anda seperti gejala yang Diawali dengan muntah, demam dan sakit kepala. pada bayi, cara untuk dapat mendeteksi tanda dan gejala meningitis itu agak berbeda sebab bayi tidak dapat mengekspresikan rasa sakit dan merasa tidak nyaman  dengan kata-kata. Gejala yang ditimbulkan itu kadang berkembang cepat antara 3 dan 5 hari sejak infeksi awal. Oleh sebab itu, Anda harus segera membawanya ke dokter.

Periksa dan rabalah kepala bayi Anda untuk mencari tonjolan dan titik lunak yang sedang menegang. Titik lunak yang sedang menonjol biasanya cenderung akan muncul di sisi kepala di sekitar fontanel, yang hal itu merupakan ruang yang terdapat di tengkorak ketika tempurung kepala bayi berkembang.

Lakukanlah pemeriksaan suhu tubuh bayi Anda dengan menggunakan thermometer oral atau rektal untuk memeriksa demam pada anak. Jika suhu bayi antara kisaran 36 dan 38 derajat celcius, kemungkinan ia demam. Untuk bayi dibawah usia 3 bulan, waspadai suhu diatas 38 derajat celcius. Sedangkan, untuk bayi yang usianya itu diatas 3 bulan, waspadai suhu diatas 39 derajat celcius dan jangan sampai bergantung spenuhnya pada suhu tubuh untuk mengetahui apakah Anda harus membawa bayi ke IGD. Bagi bayi yang meningitis dibawah usia 3 bulan biasanya itu tidak akan mengalami demam.

Apabila bayi sedang sakit, ia pasti akan menunjukkan rasa ketidak nyamanannya seperti menangis, mengerang atau bergerak gelisah. Ia juga akan menunjukkan reaksi-reaksi seperti pada saat akan digendong sebab otot dan persendiannya itu sakit dan nyeri. Ia mungkin merasa tenang dalam keadaan diam, tetapi juga akan menangis kencang bila diangkat.

Perhatikan tanda-tanda kaku pada tubuh bayi jika diduga menderita meningitis. periksa dan perhatikan tanda-tanda kaku pada tubuh bayi Anda, khususnya pada lehernya. Bayi mungkin saja tidak dapat untuk menundukkan dagu hingga ke dada dan ia mungkin akan begerak liar dan menyentak-nyentak.

Dan periksalah perubahan pada warna dan ruam kulit bayi. Perhatikan warna kulitnya, pusat atau bebercak atau mulai berwarna kebiru-biruan. Ada juga yang berwarna merah mudah, merah keungu-unguan atau cokelat. Jika tidak yakin dengan apakah bercak-bercak yang terjadi pada kulit bayi, Anda dapat memverifikasinya dengan cara menggunakan tes termos/gelas. Caranya itu dengan menekan lembut gelas minum pada area kulit tersebut. namun, jika kulit bayi yang agak gelap, ruam mungkin saja.

Perhatikan selera makan pada bayi. Mungkin saja ia tidak tampak lapar seperti biasanya. Ia mungkin saja akan menolak jika Anda memberinya makan dan memuntahkan makanan yang ditelannya itu. Selain itu, bayi akan tampak lemas, tidak bertenaga, lelah, selalu tampak mengantuk meski sudah istirahat yang cukup. Biasanya ini terjadi karena infeksi menyebar di seluruh meninges. Amati juga pola napas yang tidak teratur dan rasakan apakah tubuhnya itu dingin atau tidak.

Beritahu segera kepada dokter atau ahli medis jika Anda mencurigai meningitis terjadi pada bayi. Dengan didapati gejala-gejala yang ada diatas tadi. Sebab, bila tidak segera mendapatkan pertolongan dari awal maka nyawa bayi Anda akan kehilangan nyawa dalam waktu cepat. Sebab meningitis merupakan penyakit yang sangat membahayakan keselamatan seseorang. Selain itu juga, memiliki risiko lebih tinggi tertular meningitis, tergantung pada keadaan yang tertentu.

Kamis, 23 November 2017

Komplikasi dan Dampak Buruk Penyakit Meningitis

Komplikasi dan dampak meningitis, Meningitis merupakan penyakit yang disebabkan oleh radang pada membrane pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu disebut dengan meningen. Penyebab radang itu karena adanya infeksi oleh virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya. Meskipun jarang sekali dapat disebabkan oleh obat tertentu. Penyakit meningitis adalah penyakit yang cukup membahayakan dan seringkali terdapat kasus yang terjadi juga dapat mengkibatkan kematian sebab peradangan yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang sehingga kondisi yang seperti ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Komplikasi dan Dampak Buruk Penyakit Meningitis

Gejala umum komplikasi dan dampak meningitis biasanya diawali dengan gejala-gejala yang terjadi seperti sakit kepala dan leher kaku disertai dengan demam, kebingungan atau adanya perubahan kesadaran, muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Sedangkan, gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mudah mengantuk biasanya dialami oleh anak-anak. Dan terdapat ruam merah dikulit dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis. Contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningkokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah pada kulit.

Banyak berbagai komplikasi dan dampak meningitis yang terjadi oleh pasien. Tindakan punksi lumbal juga dilakukan untuk dapat mendiagnosa ada atau tidaknya penyakit meningitis. dengan cara jarum dimasukkan kedalam kanalis spinalis untuk dapat mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. LCS akan diperiksa di laboratorium medis. Untuk penanganan pertama pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan terkadang obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan agar dapat mencegah terjadinya komplikasi yang disebabkan oleh radang yang berlebihan. Selain itu, penyakit meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dengan jangka panjang seperti epilepsi, defisit kognitif dan ketulian, terutama bila penderita tidak dirawat dengan cepat dan tepat.

Adapun beberapa jenis meningitis, misalnya yang masih berhubungan dengan meningkokus, Hemophilus Influenzae type B, Pneumokokus atau infeksi virus mumps dapat dicegah dengan cara melakukan imunisasi. Komplikasi dan Dampak Penyakit Meningitis:

1.Charlotte Cleverley-Bisman yang menderita meningitis meningkokus yang sangat parah ketika ia masih berusia anak-anak. Pada kasusnya itu, ruam petechial semakin memburuk menjadi gangren sehingga semua nggota tubuhnya itu harus diamputasi. Namun, pada akhirnya dia berhasil disembuhkan dan gambarnya dipasang pada saat kampanye vaksinasi meningitis yang digelar di Selandia Baru.

2. Adapun masalah lain yang yang dapat muncul pada tahap awal perjalanan penyakit. Hal inilah yang membutuhkan tata laksana khusus dan terkadang merupakan petunjuk penyakit yang berat atau prognosis yang lebih jelek. Infeksi yang terjadi dapat memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik, dimana terjadinya penurunan tekanan darah, denyut jantung sangat cepat, suhu tubuh abnormal yang tinggi atau rendah dan peningkatan laju napas. Tekanan darah yang sangat rendah juga dapat muncul pada tahap awal, khususnya namun tidak secara eksklusif pada meningitis meningkokus yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kurangnya suplai darah bagi orang lain.

3. Terjadinya jaringan otak yang membengkak, maka tekanan didalam tengkorak akan terus meningkat dan otak yang membengkak tersebut juga dapat mengalami herniasi melalui dasar tengkorak. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya kesadaran, hilangnya reflex pupil terhadap cahaya dan postur tubuh abnormal. Terjadinya seperti ini pada jaringan otak juga dapat menyumbat aliran normal LCS di otak atau hidrosefalus.

4. Koagulasi intravascular diseminata, yang merupakan sebuah aktivasi yang berlebihan dari pembekuan darah, juga dapat mengobstruksi aliran darah ke organ dan secara paradoks dan dapat meningkatkan risiko pendarahan.

5. Gangren pada anggota tubuh dapat terjadi pada pasien penyakit meningkokus. Infeksi meingkokus dan pneumokokus dapat menyebabkan pendarahan pada kelenjar adrenal, sehingga dapat menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali mematikan.

6. Radang meningen dapat menyebabkan terjadinya abnormalitas pada saraf kranial, kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang mensuplai kepala dan leher serta mengontrol dari berbagai fungsi diataranya adalah gerakan mata, otot wajah dan fungsi pendengaran.

7. Kejang bisa saja terjadi kapan saja, hal itu dikarenakan dari berbagai penyebab yakni pada anak, kejang terjadi biasanya itu pada tahap awal meningitis sekitar 30% kasus yang ada dan tidak selalu menunjukkan adanya penyakit yang mendasari. Kejang yang disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang pada otak. Kejang persial yang merupakan kejang yang melibatkan salah satu anggota baadan atau pada sebagian tubuh, kejang terjadi terus menerus. Sedangkan, kejang pada orang dewasa dan sulit untuk dikontrol dengan pemberian obat dapat menunjukkan luaran jangka panjang yang lebih buruk.

8. Gangguan terjadi pada penglihatan dan tuli dapat menetap tau permanen setelah episode meningitis. radang pada otak (ensefalitis) atau pembuluh darahnya (vaskulitis serebral) dan juga pembentukkan bekuan darah yang terjadi pada vena (terjadi penyumbatan vena serebral), dapat menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi atau gerakan dan fungsi dari berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang disuplai oleh bagian otak yang terkena.

Rabu, 22 November 2017

Penyakit Leptospirosis Dapat Berdampak Meningitis

Penyakit Leptospirosis, Peristiwa tewasnya warga Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya, bernama Sukatono mendapat perhatian dari masyarakat umum. Penyebab kematiannya itu diduga akibat dari penyakit Leptospirosis, sehingga membuat pemerintah kota dengan melalui Dinas Kesehatan Kota Surabaya terjun langsung untuk meninjau lebih jelas kondisi lapangan yang sebenarnya. Sebab, peyakit ini juga sangat membahayakan sehingga dapat menghilangkan nyawa seseorang. Lalu sebenarnya apakah penyakit leptospirosis dan bagaimana cara untuk melakukan pencegahannya?

Penyakit Leptospirosis Dapat Berdampak Meningitis

Penyakit Leptospirosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri leptospira yang disebarkan dengan melalui urine atau hewan yang terinfeksi oleh bakteri ini. adapun beberapa jenis hewan yang dapat menjadi pembawa penyakit leptospirosis, yaitu anjing, tikus dan kelompok hewan ternak seperti babi dan sapi. Selain itu, penyakit Leptospirosis juga dapat meyerang manusia dengan melalui kontak langsung dengan air, seperti air banjir, sungai, kolam, danau atau air selokan dan tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira. 

Penyakit Leptospirosis juga dapat menimbulkan meningitis (radang selaput otak), gagal ginjal, gangguan pernafasan, gangguan liver hingga pada kematian. Seseorang yang terinfeksi bakteri leptosira menunjukkan beberapa gejala yang umumnya menyerupai flu, yaitu demam, nyeri otot dan pusing. Leptospirosis juga tidak memiliki gejala yang cukup signifikan sehingga sulit untuk dilakukan diagnosa. 

Gejala leptospirosis umumnya dapat berkembang dalam kurun waktu 1-2 minggu hingga satu bulan setelah penderitannya itu terpapar bakteri ini dan cenderung membaik minimal dalam lima hari hingga waktu maksimal satu minggu setelah gejala muncul. Adapun gejala lainnya yang mungkin saja muncul, yaitu:
1.Mual
2.Muntah
3.Meriang
4.Sakit kepala
5.Sakit perut
6.Nyeri otot
7.Diare
8.Demam tinggi
9.Ruam
10.Iritasi dan kemerahan di area mata
11.Batuk
12.Hilang nafsu makan
13.Kulit atau area putih pada mata yang menguning

Gejala leptospirosis yang lebih berat lagi dapat berujung kepada komplikasi yang lebih serius, berupa dengan pendarahan hingga gagal fungsi pada organ-organ tertentu. Dimana kondisi pada penderita penyakit ini secara umum akan terus membaik dari gejala awal yang muncul, namun selanjutnya akan menjadi sakit kembali dan berkembang baik menjadi kondisi yang lebih serius lagi. Kasus leptospirosis akan lebih memburuk dapat terjadi pada 1 dari 10 penderita pada 1-3 hari setelah gejala awal mereda. Jika tidak segera ditangani, penderita dipastikan akan mengalami kerusakan pada otak, gagal fungsi ginjal dan gangguan fungsi paru-paru. Kasus yang seperti ini cenderung dikenal dengan nama penyakit weil. Beberapa gejala yang mungkin saja dialami, yaitu:

1.Sakit di area dada
2.Pembengkakan pada pergelangan tangan atau kaki
3.Nafas yang pendek atau kehabisan nafas
4.Gejala yang menyerupai penyakit meningitis atau radang otak (ensefalitis), seperti kejang, muntah dan sakit kepala
5.Warna kulit menguning atau bagian putih pada mata yang menguning (penyait kuning)
6.Batuk darah

Penyakit leptospirosis sebenarnya tidak akan terjadi ika masyarakatnya itu dapat memelihara kebersihaningkungan dengan baik. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya yakni Febria Rachmanita menghimbau kepada warga masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya.

“Hal yang paling penting adalah selalu jaga kebersihan serta barang-barang yang sudah tidak terpakai segera dibuang agar tidak terjadi penumpukan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga dirinya turut menghimbau kepada masyarakat yang mengalami gejala yang serupa agar segera melakukan pemeriksaan lebih jauh. “Kalau terdapat gejala demam atau panas langsung segera ke Puskesmas untuk memeriksakan diri,” imbaunya. Selain itu juga, Ia menambahkan bahwa pentingnya menggunakan cairan desinfektan untuk membersihkan lantai yang terpapar oleh urine hewan sebelum digunakan untuk melakukan aktivitas.

Kasus ini sendiri merupakan kasus leptospirosis kedua yang ditangani oleh Dinkes Kota Surabaya setelah sebelumnya pada tahun 2012 terdapat kejadian yang serupa. Untung saja dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa lainnya. 

Sabtu, 18 November 2017

Mengenal Fakta-fakta Mengenai Penyakit Meningitis

Fakta-fakta Meningitis, penyakit meningitis adalah radang pada cairan dan selaput yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit meningitis ini biasa diakibatkan oleh tiga jenis agen infeksi. Dimana infeksi tersebut disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Secara definisninya, meningitis adalah peradangan yang disebut dengan meninges, yang dimaksud dengan meninges itu sendiri adalah nama kolektif untuk tiga membrane yang selaput otak dan sumsum tulang belakang yang merupakan sistem saraf pusat, yang disebut dengan durameter, arachnoid dan piameter. Fungsi utama dari meninges selain sebagai cairan serebrospinal adalah sebagai pelindung sistem saraf pusat.

Mengenal Fakta-fakta Mengenai Penyakit Meningitis

Kata dari “Meningitis” itu merupakan kata yang berasal dari kata Latin yakni “Meninga” dan kata Yunani yang berarti Menix “membrane” pada akhirannya “itis” berasal dari kata Yunani yang berarti “berkaitan dengan”. Kalau dalam bahasa Inggris medisnya itu, akhiran “itis” yang berarti “peradangan.” Mari mengenal fakta-fakta meningitis.

Pada umumnya meningitis disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, parasit dan organisme tertentu. Sistem kekebalan tubuh yang lemah atau Cacat anatomis dapat dikaitkan dengan meningitis bakteri yang berulang. Fakta-fakta meningitis untuk sebagian besar kasus penyebabnya itu adalah virus. Namun, beberapa penyebab non-infeksi meningitis juga ada. Para peneliti yang ada di University of Oxford dan Imperial College London, Inggris, menunjukkan bahwa bagaimana bakteri yang menyebabkan meningitis bakteri dengan meniru sel manusia untuk dapat menghindari sistem kekebalan tubuh bawaan tubuh.

1.Viral Meningitis
Meskipun meningitis viral merupakan yang paling umum, akan tetapi jarang mengakibatkan infeksi serius, hal ini dapat disebabkan oleh adanya sejumlah virus yang berbeda, misalnya seperti virus nyamuk. Untuk jenis meningitis tidak memiliki pengobatan yang khusus. Sebagian besar dalam kasus penyakit itu sembuh sendiri dalam waktu seminggu tanpa adanya komplikasi.

2.Bakteri Meningitis
Meningitis bakteri pada umumnya itu infeksi serius. Dalam hal ini disebabkan oleh tiga jenis bakteri yakni Haemophillus Influenzae tipe b, Neisseria meningitidis dan bakteri Streptococcus Pneumoniae. Meningitis yang disebabkan oleh Neisseria Meningitis biasa dikenal sebagai meningitis meningokokus. Sedangkan untuk meningitis yang disebabkan oleh Streptococcus Pneumoniae biasa dikenal sebagai meningitis pneumokokus. Seseorang menjadi terserang infeksi ketika mereka sedang dalam berada kontak yang berdekatan dengan discharge dari hidung atau tenggorokan dari orang yang terkena infeksi.

Pada saat dua puluh tahun yang lalu Hib sebagai penyebab itama meningitis bakteri. Namun, saat ini sudah tidak lagi, karena sudah adanya vaksin baru yang secara rutin diberikan kepada anak-anak. Dokter juga perlu mengetahui apa jenis meningitis yang telah menginfeksi pasien. Dengan antibiotik tertentu biasanya dapat menghentikan beberapa jenis dari menginfeksi orang lain.

A.Meningitis bakteri pada bayi baru lahir dan bayi prematur

Suatu jenis streptokokus yang biasa disebut dengan kelompok B streptokokus biasanya itu mendiami vagina dan merupakan penyebab umum meningitis pada bayi yang lahir dengan prematur dan bayi yang baru lahir selama minggu pertama kehidupan. Escherichia coli sebagai penghuni saluran pencernaan, juga dapat menyebabkan meningitis antara bayi yang baru lahir. Meningitis yang terjadi selama epidemic itu dapat mempengaruhi bayi yang baru lahir. Yang paling umumnya itu adalah Listeria Monocytogenes.

B.Meningitis bakteri pada anak dibawah 5

Bagi anak-anak yang masih berusia dibawah lima tahun di negara-negara yang tidak menawarkan vaksin pada umumnya akan terinfeksi oleh Haemophilus Influenzae tipe B.

C.Meningitis bakteri pada anak-anak yang lebih tua

Pada umumnya anak-anak yang lebih tua itu memiliki meningitis disebabkan oleh Neisseria Meningitides (meningococcus) dan Streptococcus Pneumoniae dengan serotype 6, 9, 14, 18 dan 23.

D.Meningitis bakteri pada orang dewasa

Perkiraan ada sekitar 80% dari semua orang dewasa meningitis disebabkan oleh Neisseria Meningitides dan Stretococcus Pneumnoniae. Seseorang yang usianya itu lebih dari 50 tahun memiliki peningkatan risiko mengitis yang disebabkan oleh L. Monocytigenes. Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga dapat berisiko tinggi terkena infeksi staphylococcus dan pseudomonas.

Meningitis dan infeksi telinga dan proedur bakteri itu jarang, otitis media, mastoiditis atau infeksi ke daerah kepala atau leher dapat menyebabkan penyakit meningitis. oran-orang yang telah menerima implant koklea menjalankan risiko lebih tinggi lagi terkena meningitis pneumokokus. Bagi anak-anak yang terserang gangguan pendengaran itu berat lima kali itu lebih mungkin untuk kontrak meningitis.

Di negara-negara di mana meningitis TB itu adalah umum, ada insiden yang lebih tinggi dari meningitis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pada gangguan sistem kekebalan tubuh atau cacat anatomis dapat dikaitkan dengan meningitis bakteri berulang. Cacat anatomis dapat memungkinkan cara untuk menembus ke dalam sistem saraf dari lingkungan ekternal. 

Cacat anatomi ini yang paling umum dapat menyebabkan meningitis adalah patah tulang tengkorak, terutama ketika fraktur terjadi di dasar otak atau meluas terhadap sinus dan piramida petrosa. Sudah ada 59% kasus meningitis berulang yang disebabkan oleh kelainan anatomi, sedangkan untuk 36% itu adalah disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Jumat, 17 November 2017

Waspadai Meningitis Mengintai Perjalanan Anda

Meningitis mengintai, Kabar duka meninggalnya artis sekaligus komedian terkenal yakni Olga Syahputra pada beberapa tahun yang lalu meninggalkan sedih yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan dan menggemparkan dunia hiburan serta para netizen di Indonesia. Pada saat itulah masyarakat sudah tidak asing lagi mendengar penyakit yang diderita Olga, Meningitis. Selama ini penyakit meningitis menyerang dengan gejala yang tidak mengkhawatirkan, jadi sering sekali penderita hanya merasakan batuk dan flu biasa. Sehingga, ketika penyakit itu sudah parah penangannya pun terbilang telat.

Waspadai Meningitis Mengintai Perjalanan Anda

Meningitis merupakan penyakit yang cukup membahayakan, dimana penyakit ini ialah adanya peradangan dan infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri di meninges. Meninges ialah selaput pelindung otak yang dapat melindungi sistem saraf pusat dan sumsum tulang belakang pada tubuh manusia. Meningitis mengintai dimana saja, saat Anda sedang berbicara dengan teman, sering makan dan minum berbarengan, berkunjung ke luar negeri dan masih banyak lainnya.

Nah, yang satu ini kemungkinan besar penyebab meningitis mengintai seseorang, pergi ke luar negeri. Banyak tujuan ke luar negeri seperti studi, berkunjung ke keluarga, berwisata, bekerja, melaksanakan ibadah haji dan umrah. Pergi ke luar negeri merupakan hal yang sangat menyenangkan. Tapi perlu waspadai meningitis mengintai perjalanan Anda. Sebab, penyakit yang ada di luar negeri terkadang sangat membahayakan keselamatan seseorang. Penyakit bahaya yang ada di luar negeri contohnya saja seperti flu hongkong, flu babi, hingga penyakit meningitis. 

Meningitis nama terakhir yang tadi di sebutkan sangat berbahaya bila tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Meningitis ialah radang selaput otak yang banyak mewabah di Benua Afrika. Agar memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai meningitis, Inilah beberapa gejala penyakit meningitis seperti demam tinggi, sakit kepala, muntah, kejang, sensitif tehadap cahaya terang dan suara yang keras, leher kaku dan nyeri.

Maka dari itu, sebelum pergi ke luar negeri sudah seharusnya suntik meningitis, agar dapat terhindar dari berbagai penyakit yang membahayakan terutama meningitis ini. Namun, jika di dapati gejala-gejala tersebut segeralah periksa ke dokter. Penyakit meningitis bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan kecacatan, tuli permanen atau bisa juga dapat menimbulkan hal lainnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat berpergian ke luar negeri yaitu melakukan vaksinasi meningitis, sebab dengan cara itu dapat mengurangi risiko tertularnya penyakit meningitis. jika memungkinkan Anda membawa peralatan makan sebaiknya bawalah dan gunakan untuk pribadi tidak bersama-sama. Sebab virus seperti meningitis ini mudah sekali menyebar dengan melalui air liur, bersin atau dahak. Jadi jika pergi ke daerah yang terkena wabah meningitis, wajib membawa peralatan makan dan minum sendiri akan lebih aman dibandingkan dengan menggunakan alat makan yang sudah dipakai banyak orang.

Selain itu, Anda juga perlu mencari berbagai informasi mengenai wabah meningitis di daerah yang akan Anda kunjungi. Misalnya saja Anda akan melaksanakan ibada haji atau umrah di tanah suci, Arab Saudi. daerah tersebut tentunya risiko penularan meningitis lebih tinggi dibandingkan Malaysia misalnya. Banyaknya warga Afrika yang berangkat haji atau umrah bisa saja membawa virus meningitis.

Menjaga kesehatan itu sangat penting dalam kehidupan. Memiliki tubuh yang sehat suatu hal yang sangat mahal. Bila tubuh Anda sehat, maka risiko tertular penyakit lebih kecil. Kondisi tubuh yang lemah pun dapat memudahkan kuman dan virus masuk ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, jagalah kesehatan dengan makan-makanan yang bergizi dan kaya vitamin disertai dengan olah raga dan istirahat yang cukup. Semoga saja dengan cara itu dapat mencegah Anda dari berbagai penyakit, terutama meningitis.

Kamis, 16 November 2017

Penyakit Meningitis Muncul Gejala Ini

Meningitis muncul gejala, Meningitis adalah sebuah penyakit peradangan pada selaput yang menyelubungi otak maupun di sumsum tulang belakang. Membran atau selaput yang disebut dengan meninges, sejatinya berfungsi untuk melindungi otak dan sumsum tulang dan tulang belakang dari virus dan bakteri. Pada saat meninges telah terkena infeksi, maka terjadi penyakit yang disebut dengan meningitis. Kasus meningitis lebih banyak disebabkan oleh infeksi virus dibanding bakteri. Lantas, gejala apa saja yang muncul jika terkena meningitis.

Penyakit Meningitis Muncul Gejala Ini

Penyakit meningitis muncul gejala ini seperti Flu, gejala meningitis seringkali seruapa dengan flu. Direktur Eksekutif University of Missouri Student Health Centertis, Susan Even, MD, mangatakan, flu dapat menjadi tanda-tanda awal meningitis. jika mengalami demam, sakit kepala yang disertai dengan mual dan muntah, tidak kunjung membaik setelah minum obat segera temui dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut lagi.

Leher kaku, ini juga menjadi salah satu gejala meningitis. leher kaku berbeda dengan dengan rasa pegal pada leher saat bangun tidur, jadi harus bisa membedakanya. Pada penyakit meningitis ini, leher kaku akan terasa lebih nyeri ketika akan melakukan peregangan. Rasa nyeri yang dirasakan dapat menjalar terus ke kepala dan punggung. Penyakit meningitis muncul gejala yang seperti itu, seperti serupa namun berbeda.

Mata sensitif terhadap cahaya, waspadai dengan penyakit meningitis sebab bila mata menjadi lebih sensitif saat melihat cahaya. Misalnya, Anda seringkali menyipitkan mata Anda saat melihat sedikit cahaya matahari maupun lampu. Kemungkinan besar terjadi peradangan pada saraf optik di belakang mata. Biasanya hal itu, pada mata seseorang  akan terasa nyeri dan disertai dengan sakit kepala. 

Kebingungan dan sulit konsentrasi, penyakit meningitis akan memberikan pengaruh pada kinerja otak ketika infeksi terjadi pada selaput otak. Akibatnya pun, Anda akan merasa kebingungan dan sulit untuk berusaha dalam berkonsentrasi dalam melakukan suatu hal. Misalnya saja, Anda menjadi merasa kebingungan untuk menjelaskan sesuatu yang mau Anda ungkapkan.

Bintik-bintik merah di kulit, pada gejala meningitis juga akan muncul bintik-bintik merah atau ruam di kulit. Gejala ini dapat terjadi ketika bakteri telah melepaskan racun. Sehingga, dapat membuat pembuluh darah di kulit akan terganggu dan dapat memunculkan ruam. Kalau menurut dari Susan, jika muncul ruam di kulit, itu artinya kerusakan organ dan saraf di otak mungkin sudah terjadi.

itulah gejala meningitis yang muncul pada diri seseorang. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami hal-hal tersebut, maka segeralah hubungi dokter. Bila perlu, langsung pergi ke rumah sakit agar lebih cepat di tangani oleh tim medis. Sebab meningitis merupakan penyakit yang cukup serius, terlambat sedikit dalam penanganan risiko terbesar adalah kematian. Oleh sebab itu jangan remehkan gejala meningitis yang terasa dan terlihat ringan namun membahayakan keselamatan pada seseorang.

Rabu, 15 November 2017

Teknologi Ini Cara Sembuhkan Meningitis

Cara sembuhkan meningitis, Siapapun yang terkena penyakit meningitis atau radang selaput otak, tentunya ingin sekali dapat segera disembuhkan, sebab penyakit ini cukup membahayakan penderitanya hingga mematikan. Dan mungkin orang terdekat kita ada yang mengalami penyakit tersebut, rasanya ingin terus berusaha mencari solusi terbaik untuk dapat membantu mempercepat kesembuhannya. Kini perkembangan teknologi sudah semakin canggih dan pesat. Ada sebuah teknologi yakni Teknologi Probiotik. Dimana teknologi probiotik ini merupakan salah satu teknologi yang hadir sebagai alternatif cara untuk mengobati penyakit meningitis dengan konsep alami, tanpa menggunakan bahan kimia sintetis atau berbagai zat berbahaya lain bagi tubuh.

Teknologi Ini Cara Sembuhkan Meningitis

Teknologi probiotik sudah hadir sejak beberapa puluh tahun yang lalu pada generasi nenek moyang dan berkembang hingga saat ini di kalangan orang-orang yang selalu memahami akan kesehatan tubuh dari sisi lain yang berbeda. Cara sembuhkan meningitis membutuhkan probiotik terbaik. Dengan mengaplikasikan terapan pada produk, produk probiotik terbaik dapat membantu mengatasi penyebab penyakit meningitis adalah masih berbasis pada hukum alam, yang diciptakan oleh Allah SWT untuk seluruh makhluk hidupnya. Dimana mereka diharuskan agar saling berdampingan dan saling memberi manfaat agar mampu tercapai keseimbangan kehidupan. Begitu juga dengan kehidupan mikroorganisme terkecil yang mendiami tubuh manusia.

Manusia dan mereka itu sudah seharusnya saling menjaga diantaranya agar tubuh mereka pun menjadi sehat. Namun sayangnya, pada kenyataan yang sebenarnya, manusia lebih mengabaikan untuk hidup saling berdampingan dan saling memberi manfaat bersama ekosistem mikroba yang ada. Akibatnya terjadilah kerusakan dan dampaknya dirasakan oleh tubuh manusia itu sendiri. Cara sembuhkan meningitis dengan cara membunuh virus atau bakteri patogen sebagai penyebab penyakit meningitis di dalam tubuh selamanya tidak akan menjadi sebuah solusi ideal untuk kesembuhan dan kesehatan tubuh secara umum, mengapa begitu? Sebab pada saat keseimbangan siklus akan mengalami gangguan, tidak hanya bakteri patogen saja yang mati, sebagian dari bakteri probiotik yang merupakan bakteri yang menguntungkan atau bahkan semuanya bisa saja langsung mati seketika.

Ketika jumlah bakteri probiotik sudah tidak lagi ideal, maka proses produksi enzim, dapat mengoptimalkan oksigen di otak, pembersihan saluran pembuluh darah dan yang lainnya itu berguna untuk mengembalikan sistem kekebalan tubuh yang tidak akan pernah terjadi, sebab kondisi sel-sel tubuh akan bertambah buruk. Akbibatnya yang terjadi kematian pun mengancam.

Itulah mengapa cara sembuhkan meningitis membutuhkan asupan nutrisi minuman probiotik terbaik yang di dapat dari luar tubuh dan teknologi mikroba ini tidak akan merekomendasikan kekerasan untuk saling membunuh, sebab bila dilakukan hal itu maka keduanya justru akan musnah, tubuh inang dan ekosistem mikroba akan mati.

Perlu kita pahami bahwa untuk mengatasi meningitis dengan teknologi probiotik terbaik ini tidak bersifat instant (langsung sembuh), melainkan dengan cara mengikuti proses metabolisme dan sistem kekebalan tubuh itu sendiri. Cepat atau lambatnya itu terbilang relatif dan tergantung dari hasil reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh. Pada saat probiotik yang masuk ke dalam tubuh juga di dukung oleh nutrisi atau zat-zat lainnya yang dianggap kompatibel oleh ekosistem siklus mikroba, maka dalam proses itu bisa saja akan lebih cepat. Sedangkan, jika selama mengkonsumsi probiotik terbaik, makanan yang dapat masuk adalah nutrisi atau zat-zat yang tidak kompatibel maka proses jadi lebih lama lagi, sebab keseimbangan siklus terganggu oleh zat-zat yang tidak kompatibel tersebut.

Meningitis ialah salah satu infeksi pada selaput pelindung yang menyelubungi otak serta saraf tulang belakang. Nah, ketika meradang, selaput pelindung tersebut terjadi pembengkakkan lantaran infeksi yang berlangsung. Dampaknya yakni pada system saraf serta otak dapat rusak pada sebagian masalah. Lantas, bagaimana untuk dapat sembuhkan meningitis? Selain dengan cara mengkonsumsi minuman probiotik terbaik dari luar tubuh dapat membantu merangsang terciptanya kembali keseimbangan siklus mikroba.

Ketua Orang-orang Ilmuwan Teknologi Indonesia (MITI) yang juga sebagai founder sekalian CEO dari CTECH Lab  EdWar Technology, yakni Profesor Warsito P. Taruno menyampaikan, bahwa obat maupun teknologi sifatnya ituhanya sesaat. Obat yang paling efiseien yaitu daya imunitas yang datang dari pada badan sendiri. Namun, bila ada permasalahan dalam system imunitas badan sendiri obat apapun itu tidak akan dapat menahannya. Ada teknologi lain yang dapat mengobati meningitis yaitu Teknologi Imunoterapi.

Teknologi Imunoterapi untuk mekanisme kerjanya itu, dengan mengambil serum dari plasma darah yang memiliki kandungan antibody, kemudian serum itu diperbanyak dengan cara laboratorium serta disuntikkan kembali ke badan. Dengan demikian sebenarnya badan sendiri yang dapat melawan penyakit itu dengan antibody sendiri. Teknologi ini, cukup berkembang di Jepang serta dapat diimplementasikan didalam negeri.

Selasa, 14 November 2017

Orang-Orang Yang Rentan Terkena Meningitis

Rentan Terkena meningitis, Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada membrane yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa disebut dengan menigen. Lebih umumnya kita menyebutnya terkadang radang otak. Radang otak dapat mengancam nyawa seseorang yang menderitanya, terutama jika hal ini dialami oleh bayi dan anak-anak, orang dewasa pun tidak terlepas dari ancaman penyakit yang mematikan itu. Sudah banyak kasus yang dialami pada seseorang yang pada akhirnya tidak terselamatkan dan ada juga penderitanya yang sembuh total namun meninggalkan kecacatan. Lalu, siapa saja orang-orang yang rentan sekali terkena radang otak dan apa saja gejalanya?

Orang-Orang Yang Rentan Terkena Meningitis

Dalam ilmu kedokteran Radang otak biasa dikenal dengan meningitis. Dimana meningitis ialah terjadinya peradangan pada selaput-selaput otak yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Meningitis ini dapat disebabkan oleh berbagai macam mikroorganisme, antara lain virus, bakteri, jamur atau parasit yang terus menyebar dalam darah ke cairan otak. Kanker, luka fisik atau obat-obatan tertentu merupakan penyakit yang dapat memicu peradangan dari jaringan-jaringan tubuh tanpa infeksi. Manusia rentan terkena meningitis bila tidak memiliki daya tahan tubuh yang kuat pada seseorang.

Penyakit meningitis yang disebabkan oleh bakteri itu akan lebih membahayakan dibandingkan virus, sehingga rentan terkena meningitis. Dimana bakteri yang membahyakan ini adalah pneumokokus yang dapat mengakibatkan kematian khususnya jika penderitanya itu anak-anak. Bakteri Pneumokokus memang dapat hidup dan diam di tenggorokan 10 persen pada orang sehat, baik bayi, balita dan individu dewasa.

Inilah yang merupakan orang-orang yang rentan sekali terkena penyakit meningitis, yaitu:

1.USIA
Kebanyakan para penderita meningitis itu disebabkan oleh virus dan bakteri yang terjadi pada anak-anak yang usianya itu masih dibawah 5 tahun. Tapi, Sudah sejak pertengahan tahun 1980-an, setelah sudah diadakannnya vaksin untuk anak-anak, pasien meningitis sudah bergeser dari usia 15 bulan sampai 25 tahun. Menurut data, ada sekitar 50 persen anak yang terkena penyakit meningitis meninggal. Kalaupun si penderita meningitis lolos dari maut, balita pastinya akan mengalami gejala-gejala dari sisa penyakitnya tersebut, seperti tuli, lumpuh, epilepsi, lamban dan reterdasi mental.

2.PADAT PENDUDUK
Seseorang yang tinggal di perumahan yang padat penduduk, personil di pangkalan militer, siswa yang ditnggal di sebuah asrama, atau tempat penitipan anak (day care) dapat meningkatkan risiko terbesar yakni meningitis. hal ini dikarenakan dalam proses penyebaran akan menjadi lebih cepat bila sekelompok orang berkumpul.

3.IBU HAMIL
Pada wanita yang sedang masa kehamilan, ada peningkatan kontaksi listeriosis, yakni adanya infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga bakteri tersebut dapat menyebabkan meningitis. Bila ibu yang sedang hamil memiliki listeriosis, bayi yang belum lahir pun akan berisiko tinggi terkena hal yang sama oleh ibu.

4.BEKERJA DI LINGKUNGAN HEWAN
Seseorang yang memiliki pekerjaan yang selalu berhubungan dengan hewan, seperti halnya peternak. Memiliki risiko tinggi tertular listeria, yang dapat mengakibatkan terkenanya penyakit meningitis.

5.SISTEM KEKEBALAN TUBUH LEMAH
-Bayi yang masih premature dan berat lahirnya pun rendah.
-Bayi yang diberikan Air Susu Ibu (ASI) sebentar maupun sedikit.
-Orang yang sering sekali terpapar oleh asap rokok
-Orang yang sering sekali mengalami infeksi virus pada saluran pernafasan 
-Penderita penyakit kronis seperti halnya dengan kanker dan diabetes, penederita HIV
-Pengguna obat immunosuppresan juga akan lebih rentan terhadap meningitis.

Ada sekitar 25 persen orang yang terpapar meningitis memiliki gejala yang terus berkembang selama 24 jam. Selebihnya, akan menjadi 1 - 7 hari. Terkadang, bila seseorang mengkonsumsi antibiotik untuk infeksi yang lain, maka gejala akan terus berkembang lebih lama lagi.

Berikut dibawah ini merupakan gejala meningitis yang terjadi pada individu dewasa yaitu:

Gejala Umum
•Sakit Kepala
•Muntah-muntah
•Demam dan menggigil
•Leher kaku
•Takut lampu yang terang (photophobia)
•Kebingungan
•Kejang-kejang
•Infeksi pada saluran pernapasan atas

Gejala Lain:
•Pebengkakkan dan rasa sakit pada satu atau lebih sendi
•Ruam yang sering kali terlihat seperti memar

Senin, 13 November 2017

Meningitis dan Heatstroke Perlu Diantisipasi

Meningitis dan Heatstroke, Kesehatan merupakan kondisi tubuh dan jiwa itu dalam keadaan sehat. Kesehatan itu sendiri terdiri dari kata sehat yang berarti tubuh atau jiwa tidak dalam keadaan yang sakit atau mengalami gangguan apapun. Kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika kita selalu menjaga kesehatan setiap waktunya, hidup akan menjadi lebih baik dan pajang umur. Sayangnya, masih banyak manusia yang tidak dapat menjaga kesehatannya dengan baik dan optimal. Pola hidup yang tidak sehat akan membuat tubuh kita lebih rentan terkena peyakit. Kesehatan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki akal sehat dan berbagai macam aktifitas. Contohnya saja jamaah haji dan umrah yang akan melaksanakan rangkaian ibadah saat di Tanah suci.

Meningitis dan Heatstroke Perlu diantisipasi

Kesehatan adalah modal utama dalam perjalanan ibadah haji dan umrah, tanpa kondisi kesehatan yang memadai niscaya pencapaian ritual peribadatan akan menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, setiap jamaah calon haji dan umrah harus memiliki kemampuan fisik yang memadai. Sejurus dengan itu, maka kebijakkan penyelenggaraan kesehatan haji dengan manajemen risiko ialah upaya untuk dapat mengelola segenap permasalahan kesehatan dari masing-masing jamaah haji dan umrah, misalnya mengenai meningitis dan heatstroke. Dengan melalui tahapan upaya pemeriksaan dan pembinaan yang diselenggarakan sedini mungkin.

Pemerintah setiap tahunnya pastinya telah menyiapkan tim kesehatan yang andal, terutama pada saat musim haji tiba. Para jamaah perlu mengetahui dan mengantisipasi sejumlah potensi penyebaran penyakit pada pelaksanaan haji dan umrah untuk setiap tahunnya. Penyakit yang sangat dikhawatirkan dapat menyerang jamaah itu adalah meningitis dan Heatstroke.

Pada awal pelaksanaan musim haji 2017 lalu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik yakni Yusuf Singka, M.Sc. mengatakan, bahwa ada sejumlah penyakit yang perlu diantisipasi oleh para jamaah.

“Penyakit tersebut antara lain, meningitis dan heatstroke serta merah-middle east espiratory syndrome (MERS),” jelasnya.

Oleh sebab itu, para jamaah yang haji dan umrah yang akan menjalankan ibadah di Tanah suci dalam menunaikan rukun Islam yang kelima diwajibkan untuk melakukan vaksin meningitis. adanya peraturan tersebut sudah berlaku sejak lama. Pemberian vaksin meningitis harus sudah dilakukan sebelum mendekati waktu keberangkatan.

Sementara itu, untuk dapat menghindari heatstroke, jamaah calon haji dan umrah diminta untuk lebih sering meminum air tawar atau air zam-zam. Pasalnya, cuaca disana tidak menentukan. Musim panas terasa panas sekali, sedangkan musim dingin terasa dingin sekali. pasalnya jika cuaca panas dan kering, jamaah calon haji atau umrah bisa terkena paparan sengatan matahari secara langsung. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah selama di Tanah suci dan Selamat sampai di Tanah air.

Sabtu, 11 November 2017

Troli Supemarket Pembawa Meningitis

Troli pembawa meningitis, Anda tahu troli belanja? Para orang tua tentunya terbiasa mendudukan anaknya dalam troli yang ada di Supermarket. Selain dapat membuat anak merasa senang sebab seakan-akan mereka sedang berkendaraan, orang tua juga tidak perlu lagi merasa repot untuk memegangnya dan menggendong setiap saat, terutama saat sedang berbelanja di Supemarket. Namun, kini orang tua harus berhati-hati dengan kebiasaan tersebut, sebab bahaya mengintai anak-anak, ancaman virus di tempat umum. Kasus mengerikan yang terjadi di Australia dimana ada seorang anak yang terkena diare parah setelah terjangkit virus akibat setelah anaknya itu di duduki di atas troli belanja, Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Troli Supemarket Pembawa Meningitis

Ketika itu, tepatnya pada tanggal 13 September lalu, Vivienne sedang berbelanja di sebuah supermarket yang ada di Helensvale, Queensland, Australia. Pada saat itu dia sedang mengajak bayinya yang bernama Logan, kemudian didudukan di troli belanja. Namun, 24 jam kemudian, Logan mulai terkena diare, muntah-muntah dan suhu tubuhnya sangat tinggi. Diare itu bahkan semakin parah sebab Logan sudah mulai mengeluarkan darah. Saat itu dia belum mengetahui troli pembawa meningitis itu bakal menyerang anaknya, bahkan bukan meningitis saja. “Pada hari Rabu pagi, saya membangunkan Logan dari tempat tidurnya dan masih mengalami diare yang sangat parah,” kata Vivienne.

Kemudian, Vivienne sebagai orang tua terus berusaha melakukan cara agar putrinya itu dapat sembuh kembali, dengan memberikan putranya susu. Namun, logan justru memuntahkan susu tersebut. kejadian ini terus berlanjut sepanjang hari. Hingga pada hari Kamis pagi, Logan pun keadaannya semakin lemas dan sakitnya itu semakin parah. Kalau saja ketika itu ia mengetahui troli pemabawa meningitis, salmonella, adenovirus dan rotavirus dapat membahayakan keselamatan anaknya, Ia akan mencegahnya.

Vivienna sangat menyadari betul bahwa putranya itu sedang mengalami sakit yang berkepanjangan dan cukup serius. Sehingga, pada akhirnyaa Vivienna pun membawa Logan ke dokter di Gold Coast University Hospital. Saat diperiksa detak jantungnya sekitar 200-220 per menit, sedangkan normalnya itu hanya 80-140n per menit. Kemudian, tim medis di rumah sakit  dengan sigap langsung melakukan serangkaian tes kesehatan, mulai dari tes urine, pengobatan untuk pernapasannya itu, hingga ultra sound. Lalu, hasilnya? Dokter yang menanganinya itu mendiagnosis bahwa Logan ini telah terkena salmonella, adenovirus, rotavirus dan meningitis.

Salmonella adalah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi gastrointestinal atau lebih dikenal sebagai salmonellosis. Rotavirus adalah jenis virus yang menginfeksi usus yang disebabkan oleh kontak dari orang ke orang serta bersentuhan dengan permukaan yang telah terkontaminasi rotavirus. Sedangkan, Adenovirus adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pencernaan, kantung kemih, mata, dan sistem saraf lainnya. Meningitis adalah infeksi pada selaput pelindung yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang.

Lanjut Vivienna, Logan merupakan anak yang telah terlahir dalam keadaan premature yang menghabiskan selama 10 hari di rumah sakit dan 8 hari nya di ruang ICU. “Kami takut sekali akan kehilangan Logan. Karena sepertinya dokter sudah tidak bisa lagi menyembuhkan Logan, sebab mereka tidak tahu apa yang terjadi pada Logan. Sebelumnya, saya tidak pernak melihat anak kecil dengan sakit parah yang dirasakan. Padahal saya sudah memiliki sebanyak 5 anak. Selama sakitya itu, Logan sudah kehilangan berat badannya sebanyak 10 persen dalam waktu 3 hari (800 gram) dan dia suda terlihat semakin membengkak sebab sel tubuhnya sudah tidak dapat menerima air. Sangat menakutkan sekali,” ungkap Vivianne.

Kisah yang menakutkan itu berakhir dengan 10 prick test dan memar yang ada di tangannya bekas serangkaian tes yang tentunya sangat menyakitkan dirinya. Kini, Logan pun sudah keluar dari rumah sakit. Namun, meski sudah keluar masih memerlukan beberapa waktu untuk memulihkan kembali kesehatannya.

“Logan mungkin setidaknya itu masih membutuhkan beberapa minggu lagi untuk masa pemulihan. Sebab Logan diserang oleh salmonella dan rotavirus, sehingga pencernaan Logan mengeluarkan segalanya dan bahkan pada saat buang air besar pun mengeluarkan darah,” terang Vivianne.

Meski yang dialami Logan ini cukup serius. Namun, Vivianne juga tidak dapat menyalahkan pihak supermarket. Vivianne hanya saja ingin mengingatkan kepada seluruh orang tua agar terus meningkatkan kewaspadaanya dalam kebersihan troli supermarket. 

“Maksud saya hanya mengingatkan saja kepada para orang tua agar tidak menggunakan troli supermarket, sebelum mengelapkan atau menggunakan selimut sebagai alas duduk anak kita di troli,” tegas Vivianne.

Menurut Vivianne saat itu, dokter sempat bertanya apakah Logan pernah sakit, pernah diajak berpergian ke suatu tempat dan apakah ada yang di konsumsinya saat berada di tempat tersebut. Logan saat itu tidak mengkonsumsi apapun , ia hanya saja diberikan susu formula. Dan satu-satunya tempat yang mereka kunjungi dalam seminggu terakhir ini adalah hanya supermarket tersebut.