Laman

Tampilkan postingan dengan label Perlu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perlu. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 November 2017

Meningitis dan Heatstroke Perlu Diantisipasi

Meningitis dan Heatstroke, Kesehatan merupakan kondisi tubuh dan jiwa itu dalam keadaan sehat. Kesehatan itu sendiri terdiri dari kata sehat yang berarti tubuh atau jiwa tidak dalam keadaan yang sakit atau mengalami gangguan apapun. Kesehatan menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Jika kita selalu menjaga kesehatan setiap waktunya, hidup akan menjadi lebih baik dan pajang umur. Sayangnya, masih banyak manusia yang tidak dapat menjaga kesehatannya dengan baik dan optimal. Pola hidup yang tidak sehat akan membuat tubuh kita lebih rentan terkena peyakit. Kesehatan sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup, terutama manusia yang memiliki akal sehat dan berbagai macam aktifitas. Contohnya saja jamaah haji dan umrah yang akan melaksanakan rangkaian ibadah saat di Tanah suci.

Meningitis dan Heatstroke Perlu diantisipasi

Kesehatan adalah modal utama dalam perjalanan ibadah haji dan umrah, tanpa kondisi kesehatan yang memadai niscaya pencapaian ritual peribadatan akan menjadi tidak maksimal. Oleh karena itu, setiap jamaah calon haji dan umrah harus memiliki kemampuan fisik yang memadai. Sejurus dengan itu, maka kebijakkan penyelenggaraan kesehatan haji dengan manajemen risiko ialah upaya untuk dapat mengelola segenap permasalahan kesehatan dari masing-masing jamaah haji dan umrah, misalnya mengenai meningitis dan heatstroke. Dengan melalui tahapan upaya pemeriksaan dan pembinaan yang diselenggarakan sedini mungkin.

Pemerintah setiap tahunnya pastinya telah menyiapkan tim kesehatan yang andal, terutama pada saat musim haji tiba. Para jamaah perlu mengetahui dan mengantisipasi sejumlah potensi penyebaran penyakit pada pelaksanaan haji dan umrah untuk setiap tahunnya. Penyakit yang sangat dikhawatirkan dapat menyerang jamaah itu adalah meningitis dan Heatstroke.

Pada awal pelaksanaan musim haji 2017 lalu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Republik yakni Yusuf Singka, M.Sc. mengatakan, bahwa ada sejumlah penyakit yang perlu diantisipasi oleh para jamaah.

Penyakit tersebut antara lain, meningitis dan heatstroke serta merah-middle east espiratory syndrome (MERS),” jelasnya.

Oleh sebab itu, para jamaah yang haji dan umrah yang akan menjalankan ibadah di Tanah suci dalam menunaikan rukun Islam yang kelima diwajibkan untuk melakukan vaksin meningitis. adanya peraturan tersebut sudah berlaku sejak lama. Pemberian vaksin meningitis harus sudah dilakukan sebelum mendekati waktu keberangkatan.

Sementara itu, untuk dapat menghindari heatstroke, jamaah calon haji dan umrah diminta untuk lebih sering meminum air tawar atau air zam-zam. Pasalnya, cuaca disana tidak menentukan. Musim panas terasa panas sekali, sedangkan musim dingin terasa dingin sekali. pasalnya jika cuaca panas dan kering, jamaah calon haji atau umrah bisa terkena paparan sengatan matahari secara langsung. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan kemudahan dalam menjalankan ibadah selama di Tanah suci dan Selamat sampai di Tanah air.

Senin, 25 September 2017

Anak Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis

Disuntik vaksin meningitis, Setiap individu pastinya memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit. Bahkan tidak jarang penyakit yang di derita itu adalah penyakit asing yang baru didengar atau mematikan. Hal itu yang sehingga membuat penderita maupun orang terdekatnya dibuat panik oleh penyakit tersebut. salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan adalah meningitis. dimana penyakit ini menyerang pada membran otak dan dapat melumpuhkan segala fungsi otak. Banyak beberapa kasus hingga menyababkan kematian bagi si penderita.

Anak Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis

Meningitis merupakan penyakit infeksi pada membran pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini meliputi sakit kepala, demam, muntah, nyeri tungkai serta tangan dan kaki menjadi dingin. Tidak jarang juga terjadi kerusakan ruam pada leher. Bila ada seseorang yang mengalami infeksi penyakit ini, pada saat itu juga dia membutuhkan perawatan medis secepatnya. Untuk mencegah pada sebelumnya disuntik vaksinasi meningitis.

Selama beberapa tahun terakhir ini, kasus meningitis terus saja terjadi dan mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan meningitis ialah penyakit yang terbilang menular. Tapi sangat disayangkan, masih banyak orang yang berpikir sebaliknya sehingga seseorang kurang berhati-hati terhadap penyebaran penyakit mematikan ini. Padahal mudah saja, hanya dengan disuntik vaksinasi meningitis dalam melakukan pencegahan.

Sebenarnya hingga saat ini vaksin sudah dapat mengatasi meningitis dan dapat diterima oleh siapa saja. Sebagai contohnya, pada saat umat Muslim hendak melakukan perjalanan haji atau umrah, pasti mereka wajib mendapatkan suntik vaksinasi meningitis. seperti yang telah diketahui, bahwa dalam pemberian vaksin ini berguna untuk mencegah terjadinya meningitis.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris mengungkapkan, bahwa dalam pemberian vaksinasi meningitis seharusnya sudah diterima oleh anak muda yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun yang terjadi adalah sepertiga siswa lulusan sekolah yang telah menerima vaksin. Hal itu disebabkan masih kurangnya kesadaran diri.

Data yang ada menunjukkan, bahwa hanya ada 33 persen remaja usia antara 14-18 tahun yang berpikir vaksin meningitis dibituhkan di tiap sekolah dan universitas. Lalu, ada sebanyak 29 persen lainnya yang mempercayai anggapan yang slah yaitu meningitis tidak mengurang. Sedangkan, untuk yang 29 persen lainnya malah tidak mengetahui tentang penyakit meningitis.

Melalui penelitian yang telah dibiayai oleh Meningitis Research Fondation  and the Confedaration  of Organitation tersebut, peneliti ingin memperingatkan para anak mudah agar segera menerima vaksinasi meningitis agar dapat menyelamatkan nyawa mereka. Untuk idealnya dalam pemberian  vaksin adalah dua minggu sebelum perkuliahan dimulai. info layanan resmi >> travel haji  >>  travel haji 2018  >>  travel haji 2019

Hal ini juga dilakukan agar bisa menjadi sebuah perhatian bagi anak-anak muda Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk menerima waksinasi meningitis. sebab, dalam penyebaran virus atau bakteri penyakit tersebut dpat terjadi dimana saja.

Rabu, 06 September 2017

Seputar meningitis Yang Perlu Diketahui

Seputar meningitis, Meningitis merupakan penyakit yang sangat cukup membahayakan, karena dapat menghilangkan nyawa seseorang. Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelimuti otak serta sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu disebut dengan Meningen.

Seputar meningitis Yang Perlu Diketahui

Vaksin Meningitis
seputar meningitis bahwa wajib melakukan vaksin meningitis yang diberikan kepada setiap calon jamaah haji dan umrah yang hendak melaksanakan ibadah haji dan umrah, hal ini merupakan langkah antisipasi agar terhindar dari resiko tertular Meningitis Meningkokus (Radang Otak) antar jamaah.

Tujuan dari Suntik Vaksin Meningitis
Dalam seputar meningitis bahwa melakukan suntik vaksin meningitis ini dilakukan guna untuk melindungi jamaah dari penularan virus dan bakteri penyebab meningitis dan vaksinasi ini juga dapat berlaku selama 2 tahun lamanya. Apabila sudah melewati waktu yang telah di tentukan dan ingin kembali melakukan ibadah haji dan umrah maka kita wajib melakukan vaksin meningitis kembali.

Vaksinasi meningitis
Untuk secara umum diisyaratkan bagi siapa saja yang hendak berpergian ke luar negeri, terutama ke tempat Negara-negara yang memiliki riwayat epidemik meningitis, diantaranya ialah Negara Arab Saudi. Pemerintahan Kerajaan Arab Saudi sampai saat ini mewajibkan bagi calon jamaah haji dan umrah agar melakukan vaksin meningitis sebagai syarat pokok dalam pemberian visa untuk dapat melakukan ibadah haji dan umrah. Karena menurut dari World Heath Organization (WHO) Arab Saudi termasuk salah satu tempat yang endemik bagi penyebaran virus penyakit meningitis. virus meningitis ini juga sangat membahayakan karena dapat menyebabkan kematian dan kecacatan.

Penyebab Meningitis
Penyebab dari meningitis itu terjadi akibat infeksi oleh virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya. Dalam kasus yang tertentu juga dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Dalam penanganan penyakit ini tidak mudah dan cepat, selain dapat menyebabkan kematian, apabila sembuh juga dapat mengalami kecacatan seumur hidup.

Virus ini akan terus menyebar ke seluruh otak dan sumsum tulang belakang. Pada sebelumnya, virus ini akan masuk ke dalam tubuh kita melalui udara. Dari udara kemudian menuju tenggorokan lalu masuk ke aliran darah dan menuju ke otak.

Gejala Meningitis
Gejala yang ditimbulkan pada penyakit ini diantaranya adalah leher kaku yang disertai dengan demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah muntah dan gangguan kepekaan terhadap cahaya atau biasa dikenal dengan fotobia atau juga kepekaan terhadapan suara keras yang disebut dengan fonobia.sedangkan, meningitis yang dialami oleh anak-anak menunjukkan beberapa gejala nonspesifik seperti lekas marah, mengantuk dan menangis. Terdapat ruam merah yang juga muncul dapat menunjukkan gejala dari meningitis, hal ini disebabkan oleh bakteri meningkokus.

Bagi yang ingin mengetahui ada atau tidaknya meningitis dalam tubuh wajib melakukan diagnosa. Kondisi seperti ini, tindakan dalam punksi lumbal harus dilakukan dengan cara memasukkan jarum ke dalam Kanalis Spinalis untuk dapat mengambil sampel Likuor Serebrospinalis (LCS) yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang. LCS kemudian dibawa dan diperiksaa di Laboratorium medis.

Penanganan Pada Meningitis Akut
Dalam penanganan yang pertama menghadapi meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat dalam pemberian antibiotik dan terkadang obat antivirus. Kortikosteroid juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat radang yang berlebihan.

Meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dalam jangka panjang seperti ketulian, epilepsy, hidrosefalus dan defisit kognitif, terutama bila tidak dalam tindakan perawatan dengan cepat dan tepat. Adapun beberapa jenis meningitis, misalnya seperti yang berhubungaan dengan Meningkokus, Haemophilus Influenzae Type B, Pneumokokus atau infeksi Virus Mumps, itu semua dapat di cegah dengan Imunisasi atau Vaksin Meningitis.  artikel lain nya >> paket haji  <<  paket haji 2018  <<  paket haji 2019

Syarat Mendapatkan Buku Kuning Meningitis
Bagi calon jamaah haji yang menginginkan agar mendapatkan vaksin ini, bisa datang langsung ke Kantor Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di wilayahnya masing-masing. Adapun persyaratan yang wajib dilengkapi untuk mendapatkan vaksin meningitis beserta buku kuningnya:

1.Mengisi formulir permohonan
2.Fotocopy Passport
3.Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
4.Melampirkan pas foto ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar
5.Membayar biaya vaksinasi
6.Tidak sedang hamil (khusus wanita)