Laman

Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Oktober 2017

10 Cara Cegah Anak Dari Penyakit Meningitis

Cegah anak meningitis, Meningitis ialah penyakit radang pada membran pelindung yang menyelimuti otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa disebut dengan meningen. Radang tersebut terjadi disebabkan oleh infeksi karena virus, bakteri atau juga mikroorganisme lain dan meski jarang dapat disebabkan juga oleh obat-obatan tertentu. Penyakit meningitis dapat menyebabkan kematian pada seseorang, meskipun dikatakan sembuh total namun tetap akan nada efek dari penyakit tersebut yaitu kecacatan. sehingga kondisi seperti ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis. 

10 Cara Cegah Anak Dari Penyakit Meningitis

Gejala umum yang ditimbulkan dari penyakit meningitis adalah sakit kepala hebat dan kaku pada leher yang disertai dengan demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Sedangkan untuk anak-anak biasanya itu menunjukkan gejala nonspesifik, seperti mengantuk, rewel, dan menangis. Selain itu, terdapat ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis. Banyak cara cegah anak meningitis agar tidak tertular.

Bakteri dan virus sebagai penyebab timbulnya penyakit meningitis. Penyebarannya itu sangat cepat sekali, baik saat berada di asrama, kelas, rumah maupun di luar rumah. Anak-anak dapat mencegahnya dengan tidak pinjam meminjam barang pribadi atau tidak menyentuh bibir atau menggigit kuku, cara cegah anak meningitis. Penyakit meningitis menyebabkan radang otak dan sumsum tulang belakang. Kami akan berbagi tips cara mencegah buah hati Anda dari penyakit meningitis:

1.Vaksinasi
Ada berbagai macam jenis vaksin. Untuk anak-anak biasanya itu mendapatkan suntikan vaksin konjugasi meningkokus pada usia 11 atau 12 tahun. Sebab perlindungan memudar dengan seiring berjalannya waktu, remaja Anda membutuhkan booster pada usia 16 tahun. Tanyakan kepada dokter, apakah anak Anda membutuhkan perlindungan tambahan dari vaksin meningkokus B, yang didapatkan antara 16-18 tahun.

2.Mencuci Tangan
Kuman meningitis dapat menyebar dengan melalui udara dan barang yang telah disentuh orang yang telah terkena infeksi meningitis. kemudian kuman tersebut dapat menempel di tangan dan berakhir di hidung atau mulut. Jadi, sebelum atau sesudah memegang sesuatu segera cuci tangan yang bersih.

3.Jangan Berbagi
Berbagi kepada sesama itu yang selalu diajarkan oleh orangtua kita. Namun, untuk berbagi peralatan secara bersama seperti gelas, piring, garpu/sendok atau sikat gigi itu termasuk ide buruk. Cara seperti itu akan mudah terkena infeksi.

4.Bersih-bersih
Bakteri yang menyebabkan meningitis tidak akan tinggal lama di permukaan, sedangkan virus dapat bertahan untuk sementara waktu. Jadi rajinlah untuk bersih-bersih di rumah, Lap permukaan dengan menggunakan desinfektan untuk dapat membunuh kuman.

5.Bersin di lengan atau tisu
Setiap kali orang yang telah terinfeksi batuk atau bersin, pasti akan mengirimkan tetesan bakteri meningitis atau virus lainnya ke udara. Siapa saja yang berada di jalur kuman yang terbang ini dapat terinfeksi. Jadi, apabila Anda bersin atau batuk ke lengan baju, tisu atau kain kecil (selampe).

6.Tanyakan Antibiotik
Antibiotik dapat mencegah bakteri meningitis. Tanyakan pada dokter karena pemberian antibiotik harus sesuai dengan anjurannya. Obat tidak akan bisa bekerja untuk virus meningitis.

7.Makan-makanan Sehat
Konsumsilah makanan yang bergizi dan kaya vitamin yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda agar terhindar dari penyakit.

8.Istirahat yang cukup
Bagi Anak yang kurang tidur akan membuat tubuhnya lebih sulit melawan kuman. Anak butuh 8 sampai 9 jam untuk tidur semalam agar tubuh bugar.

9.Hindari Tembakau dan Alkohol
Ajarkan anak-anak Anda untuk menjauh dari hal yang buruk ini. karena jika tidak, salah satu efeknya adalah dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh mereka. Berada di sekitar lingkungan yang terdapat asap rokok dapat meningkatkan kemungkinan anak Anda terkena meningitis dan menyebar ke orang lain. Penggunaan alkohol terutama minuman keras juga dapat membuat anak lebih mungkin terkena meningitis dan infeksi yang lainnya.

10.Jauhkan tangan dari wajah
Mata, hidung, dan mulut merupakan pintu masuk yang sangat mudah bagi bakteri dan virus yang dapat menyebabkan meningitis. beritahu kepada Anak Anda ntuk menjauhkan tangannya dari wajah. Selain itu, untuk tidak menggigit kuku, menggosokkan matanya atau memegang hidungnya.

Rabu, 04 Oktober 2017

Meningitis Pada Anak Pengaruhi Prestasi

Meningitis pengaruhi prestasi, Ada sebuah penelitian, bahwa anak yang terkena penyakit meningitis kemungkinan lebih besar tidak lulus sekolah dan tidak akan menghasilkan banyak uang saat tumbuh dewasa nanti. Pada saat penelitian yang sebelumnya menemukan bahwa penyakit meningitis dapat mempengaruhi kemampuan otak anak dalam waktu yang cukup lama. Sebab, meningitis yang menyebabkan terjadinya peradangan di sekitar otak akan mengakibatkan beberapa jaringan otak menjadi tidak berfungsi dengan baik. Bahkan dapat berakibatkan kecacatan hingga kematian.

Meningitis Pada Anak Pengaruhi Prestasi

Meski begitu, pada penemuan kali ini cukup menarik karena peneliti berhasil melakukan penelusuran keadaan pendidikan dan ekonomi pasien saat dewasa. Meningitis pengaruhi prestasi pada anak.

Ketua peneliti dari Copenhagen University Hospital, Denmark yakni Dr Casper Roed memaparkan, bahwa bagi anak-anak yang terjangkit penyakit meningitis memang masih dapat diselamatkan, meski meningitis pengaruhi prestasi anak. Ini merupakan sebuah berita yang menggembirakan. Namun, kami juga melihat bahwa adanya efek dalam jangka panjang.

Roed dan koleganya melakukan pengamatan dan penelusuran sebanyak 2.800 remaja Denmark yang didiagnosis terkena pneumococcal, meningcocall atau meningitis sudah sejak tahun 1977 hingga 2007. Mereka menggunakan data pendidikan nasional dan data ekonomi untuk dapat membandingkan partisipan dengan anak lain yang berjenis kelamin dan berusia sama namun tidak memiliki penyakit meningitis.

Peneliti menemukan bahwa setelah anak sudah berusia 35 tahun, antara 41 dan 48 persen orang yang mengalami penyakit meningitis pada saat kecil lulus dari sekolah. Dengan angka ini masih dikategorikan rendah jika dibandingkan dengan 52-53 persen yang tidak mengalami meningitis saat masih usia kecil.

Sementara itu, ada sekitar 84-91 persen orang yang pada masa kecilnya sudah terkena meningitis berkecukupan secara ekonomi saat dewasa nanti, dibandingkan dengan 94-95 persen orang yang saat kecilnya tidak mengalami meningitis. 

Menurut penjelasan Roed, hal ini disebabkan oleh efek dari meningitis yang berdampak lama hingga anak-anak tumbuh dewasa. Meski seperti itu, faktor ekonomi keluarga juga dapat menjadi salah satu faktor risiko anak terkena penyakit meningitis.

baca juga : biaya umroh  /   biaya umroh 2018  /  biaya umroh 2019

Senin, 25 September 2017

Anak Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis

Disuntik vaksin meningitis, Setiap individu pastinya memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit. Bahkan tidak jarang penyakit yang di derita itu adalah penyakit asing yang baru didengar atau mematikan. Hal itu yang sehingga membuat penderita maupun orang terdekatnya dibuat panik oleh penyakit tersebut. salah satu jenis penyakit yang cukup mematikan adalah meningitis. dimana penyakit ini menyerang pada membran otak dan dapat melumpuhkan segala fungsi otak. Banyak beberapa kasus hingga menyababkan kematian bagi si penderita.

Anak Muda Perlu Disuntik Vaksin Meningitis

Meningitis merupakan penyakit infeksi pada membran pelindung yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini meliputi sakit kepala, demam, muntah, nyeri tungkai serta tangan dan kaki menjadi dingin. Tidak jarang juga terjadi kerusakan ruam pada leher. Bila ada seseorang yang mengalami infeksi penyakit ini, pada saat itu juga dia membutuhkan perawatan medis secepatnya. Untuk mencegah pada sebelumnya disuntik vaksinasi meningitis.

Selama beberapa tahun terakhir ini, kasus meningitis terus saja terjadi dan mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan meningitis ialah penyakit yang terbilang menular. Tapi sangat disayangkan, masih banyak orang yang berpikir sebaliknya sehingga seseorang kurang berhati-hati terhadap penyebaran penyakit mematikan ini. Padahal mudah saja, hanya dengan disuntik vaksinasi meningitis dalam melakukan pencegahan.

Sebenarnya hingga saat ini vaksin sudah dapat mengatasi meningitis dan dapat diterima oleh siapa saja. Sebagai contohnya, pada saat umat Muslim hendak melakukan perjalanan haji atau umrah, pasti mereka wajib mendapatkan suntik vaksinasi meningitis. seperti yang telah diketahui, bahwa dalam pemberian vaksin ini berguna untuk mencegah terjadinya meningitis.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris mengungkapkan, bahwa dalam pemberian vaksinasi meningitis seharusnya sudah diterima oleh anak muda yang hendak melanjutkan ke perguruan tinggi. Namun yang terjadi adalah sepertiga siswa lulusan sekolah yang telah menerima vaksin. Hal itu disebabkan masih kurangnya kesadaran diri.

Data yang ada menunjukkan, bahwa hanya ada 33 persen remaja usia antara 14-18 tahun yang berpikir vaksin meningitis dibituhkan di tiap sekolah dan universitas. Lalu, ada sebanyak 29 persen lainnya yang mempercayai anggapan yang slah yaitu meningitis tidak mengurang. Sedangkan, untuk yang 29 persen lainnya malah tidak mengetahui tentang penyakit meningitis.

Melalui penelitian yang telah dibiayai oleh Meningitis Research Fondation  and the Confedaration  of Organitation tersebut, peneliti ingin memperingatkan para anak mudah agar segera menerima vaksinasi meningitis agar dapat menyelamatkan nyawa mereka. Untuk idealnya dalam pemberian  vaksin adalah dua minggu sebelum perkuliahan dimulai. info layanan resmi >> travel haji  >>  travel haji 2018  >>  travel haji 2019

Hal ini juga dilakukan agar bisa menjadi sebuah perhatian bagi anak-anak muda Indonesia yang hendak melanjutkan pendidikan ke luar negeri untuk menerima waksinasi meningitis. sebab, dalam penyebaran virus atau bakteri penyakit tersebut dpat terjadi dimana saja.

Jumat, 22 September 2017

Meningitis Pada Anak Dalam Kandungan

Meningitis pada anak, Meningitis ialah sebuah kondisi pembengkakan pada selaput otak akibat infeksi . dimana pembengkakan selaput otak karena infeksi ini, disebabkan oleh bakteri, jamur, virus atau patogen-patogen lainnya. meningitis pada anak, cukup berbahaya sebab mortalitasnya cukup tinggi hingga mencapai 60% bila sebelumnya si anak tidak pernah mendapatkan vaksin.

Meningitis Pada Anak Dalam Kandungan

Menurut dr Darmadi Darmawan, SpA dari Rumah Sakit Evasari, orang tua harus selalu mewaspadai berbagai gejala dan faktor risikonya sehingga bila ada kasus meningitis pada anak yang ditemukan, dalam penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.

Untuk gejala awal meningitis pada anak memiliki tanda-tanda umum yang biasa terjadi yakni demam tinggi, lelah, nafsu makan berkurang, hingga mengalami kejang. Sebagian besar kasus yang pernah terjadi bermula karena infeksi di tempa lain yang menyebar dan pada anak dan biasanya itu berawal dari infeksi pada saluran pernapasan.

Biasanya bakteri itu buat infeksi dulu di tempat masuknya yang kita sebut dengan point of entry. Terus dia mengalir ke aliran darah baru ke otak. Beberapa hari atau sampai beberapa minggu itu tergantung dari kumannya. Mengapa ada anak yang terkena infeksi dapat sembuh dan mengapa ada juga yang kemudian terus berkembang menjadi meningitis yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama dilihat dari sisi anak sendiri yaitu kekebalan tubuhnya, kedua dilihat dari lingkungan dan yang ketiga dari keganasan pathogen yang menyerang.

Pada anak yang imunnya itu masih terganggu karena kurangnya nutrisi, memiliki penyakit lain atau lahir premature maka tubuhnya berkesempatan lebih kecil untuk dapat kuat melawan infeksi. Sedangkan, pada faktor lingkungan, anak yanga tinggal di lingkungan padat atau ditambahi sanitasi yang cukup buruk maka resiko terjadinya infeksi juga akan terus meningkat. Untuk faktor yang ketiga tergantung pada keganasan kumannya itu sendiri.

Ketika ada seorang ibu hamil yang sedang mengandung kemudian terkena infeksi, ada risiko pada anak yang dikandungnya itu bisa ikut terkena. Ini merupakan salah satu kondisi yang perlu diwaspadai yakni meningitis atau infeksi pada selaput otak anak karena memiliki moralitas yang cukup tinggi. Anak di dalam kandungan dapat terkena meningitis secara langsung oleh virus, bakteri dan jamur atau bisa saja terkena paparan cairan vagina saat persalinan.

Anak bila sudah terkena meningitis dari dalam Rahim. Kalau semisalnya si Bunda ada keputihan yang bau, infeksi pada saluran pencernaan, air ketubannya itu berwarna hijau atau pucat lama sebelum persalinan itu bisa ke bayi. info update >> daftar haji > daftar haji 2018 > daftar haji 2019

Ketuban yaitu tembok perlindungan, kalau sudah jebol kuman-kuman akan segera masuk dengan cepat. Bila bayi yang dilahirkan premature sistem imunnya belum terlalu permanen, sehingga bisa berujung kecatatan atau yang terburuknya meninggal dunia. oleh sebab itu, orang tua harus selalu waspada dan rutin dalam melakukan pengecekan kandungan dengan USG, dengan beigtu juga dapar memberi petunjuk dini bila ada masalah pada anak.

Selasa, 12 September 2017

Hadapi Kejang Demam Anak Dengan Tenang

Hadapi kejang demam, Penting bagi kita untuk tetap tenang dalam menghadapi kejang demam pada anak. Meski kejang merupakan satu gejala dari meningitis. Kejang demam ialah salah satu kondisi yang sangat ditakuti orang tua. Dalam situasi seperti ini seringkali dihubung-hubungkan dengan epilepsi dan risiko keterbelakangan mental sebagai efek dari kejam demam tersebut. Kejang demam yang diduga karena kenaikan drastis pada temperatur tubuh yang umumnya disebabkan oleh infeksi dan merupakan sebuah respons khusus dari otak terhadap demam yang biasanya terjadi di hari pertama demam.

Hadapi Kejang Demam Anak Dengan Tenang

Pada umumnya yang sering terjadi pada anak yang kejang demam hingga mengalami kondisi hilang kesadaran disertai dengan berkeringat, tangan dan kaki kejang, demam tinggi, terkadang keluar busa dari mulutnya atau muntah-muntah, keadaan mata terkadang terbalik, setelah reda dia akan terlihat mengantuk dan tertidur. Namun, meski begitu hadapi kejang demam dengan tenang.

Berbagai macam gejala kejang demam pada anak yang beragam, mulai dari yang ringan-ringan saja, seperti menatap dengan melotot, hingga yang berat, seperti tubuh yang bergetar parah atau otot-otot berubah menjadi keras dan kaku. Orang tua harus hadapi kejang demam dengan tenang, jangan panik. Berdasarkan dari durasinya, kejang demam masuk dalam kategori sebagai berikut, dibawah ini:

1.Kejang demam sederhana: pada umumnya yang terjadi, dengan durasi kejang yang beberapa detik hingga kurang dari 15 menit. Kejang yang terjadi pada seluruh bagian tubuh ini tidak akan terulang kembali dalam periode 24 jam.

2.Kejang demaam kompleks: biasanya terjadi lebih dari 15 menit pada salah satu bagian tubuh dan dapat terulang dalam 24 jam.

Secara umumnya sebagian besar kejang demam dialami oleh bayi yang berusia 6 bulan hingga anak yang berumur 5 tahun. Kejang demaam sangat jarang yang dimulai pada anak yang berusia dibawah 6 bulan ataupun setelah umur 3 tahun.

Penyebab timbulnya kejang demam yang sebenarnya belum diketahui dengan jelas. Tapi dari sebagian kasus besar yang terjadi, kejang demam yang berhubungan erat dengan demam tinggi akibat dari infeksi virus flu, infeksi telinga, cacar air atau tonsillitis yang dikenal sebagai radang amandel.

selain itu juga, kejang demam yang terjadi pada anak juga relatif sering terjadi pasca imunisasi. Meski demikian yang terjadi, bukan disebabkan oleh vaksinnya yang menjadi penyebab kejang demam, melainkan karena demam yang dialami oleh anak tersebut. Faktor genetik juga dapat meningkatkan kecenderungan terjadinya kejang demam. Satu dari empat anak yang mengalami hal itu kompleks memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi yang seperti ini. 

Setelah sudah pernah terjadi sekali, kejang demam ini bisa saja akan terulang kembali, terutama jika terdapat anggota keluarga dekat yang memiliki riwayat demam, kejang demam terjadi pertama kali sebelum anak berusia 1 tahun, anak Anda mengalami kejang padahal suhu tubuhnya saat demam tidak tinggi dan periode antara anak mulai demam dengan waktu kejang demam.

Umumnya pada awal masa demam pada anak, sehingga dapat memberikan obat penurun panas padanya, seperti paracetamol, sanmol atau ibuprofen, hanya bermanfaat membuat anak lebih nyaman dengan suhu tubuh yang tidak terlalu tinggi, tapi juga tidak mencegah akan timbulnya kejang demam itu sendiri.

Hindari anak saat kejang demam dengan pemberian aspirin karena dapat berisiko memicu tejadinya Reye’s syndrome pada sebagian anak dan dapat berujung kematian. Obat lorazepam, diazepam dan clonazepam dapat diresepkan oleh dokter anak Anda jika anak sedang mengalami kejang demam kompleks atau kejang yang berulang.

Bila kejang demam pada anak terjadi untuk kedua kalinya saat Anda belum berada di rumah sakit atau ke dokter:

1.Jangan tahan gerakan kejang pada anak. Namun, letakkan anak di permukaan yang aman seperti pada karpet di lantai.

2.Untuk dapat menghindari tersendak, segera keluarkan jika ada sesuatu di dalam mulutnya saat ia dalam keadaan kejang. Jangan taru obat bentuk apapun pada mulutnya saat anak masih dalam kondisi kejang.

3.Untuk dapat mencegah agar ia tidak menelan muntahnya sendiri (bila terjadi), letakkan ia dengan posisi menyamping, bukan terlentang, dengan salah satu lengan berada di bawah kepala yang huga di tengokkan pada salah satu sisi.

4.Hitunglah durasi kejang demam. Lalu paggil ambulans atau larikan anak ke instalasi gawat darurat (IGD) bila kejang terjadi lebih dari 10 menit.

5.Tetaplah selalu berada dalam dekatnya anak untuk memberikan ketenangan.

6.Pindahkan benda tajam yang ada di sekitar anak saat kejang demam.

7.Longgarkan pakaiannya agar terdapat ruang bebas gerak.

Saat Anda ingin melakukan diagnosis pada anak dari kejang demam, dokter biasanya itu akan melakukan beberapa pemeriksaan sebagai berikut: tes urin, tes darah atau pemeriksaan cairan tulang belakang untu dapat mengetahui apakah terjadi infeksi pada sistem saraf pusat seperti Meningitis.

Dokter bisa saja untuk menyarankan electroencephalogram (EEG) jika pada anak mengalami kejang hanya terjadi pada salah satu sisi tubuh, maka kemungkinan besar dokter akan memberikan rekomendasi pemeriksaan MRI untuk memeriksa otak anak. Bila kejang yang dialami oleh anak dan diiringi dengan infeksi yang cukup serius, apalagi sumber infeksi yang menyerang belum terdeteksi, maka si anak akan diminta untuk beristirahat sementara di rumah sakit untuk melakukan observasi lebih lanjut.

Kejang demam kompleks kerap dihubungkan dengan adanya peningkatan pada risiko epilepsi, juga hubungan dengan kematian yang tidak terjejelaskan pada anak. Tapi, hal ini tidak terbukti. Karena faktanya, sbagian besar yang kejang demam pada anak itu tidak sampai mengalami pengingkatan risiko kematian di masa anak-anak ataupun dewasa.

Dalam kejang demam ini tidak memiliki dampak jangka panjang, menurut sebagian besar kasus yang telah terjadi. Kejang demam sederhana tidak akan menyebabkan kerusakan pada otak, kesulitan dalam belajar ataupun gangguan mental. Selain itu juga, kejang demam juga tidak menjadi indikasi penyakit epilepsi, yakni kecenderungan yang terus berulang akibat sinyal elektrik abnormal dalam otak. jangan ketinggalan info promo umroh  /   promo umroh 2018  /  promo umroh 2019

Segara periksakan anak Anda ke dokter jika dia sedang mengalami kejang demam. Meski hanya beberapa detik saja kejang demamnya. Kejang juga dapat menjadi sebuah tanda dari penyakit yang lebih serius lagi, seperti meningitis. oleh sebab itu, segeralah bawa anak ke rumah sakit.

Jumat, 28 Juli 2017

Pilek Pada Anak Dapat Berujung Fatal

Pilek Pada Anak, Pilek seringkali menyerang pada anak-anak hingga menimbulkan beberapa penyakit, salah satunya dapat menimbulkan meningitis. Karena sistem imunnya yang masih rendah sekali. Ada beberapa kasus yang terjadi bahkan dapat memicu infeksi pada tenggorokan yang berakibat fatal. Terjadinya infeksi Saluran Pernapasan Atas atau ISPA seringkali diderita oleh anak-anak. Penyakit tersebut sangat mudah sekali menyerang mereka, disebabkan oleh virus dan bakterinya mudah menyebar dengan melalui udara.

Pilek Pada Anak Dapat  Berujung Fatal

"ISPA dapat terjadi penularan dengan melalui udara yang sudah tercemar oleh virus atau bakteri, sehingga bibit penyakit pun masuk kedalam tubuh manusia melalui pernapasan, hal itu yang pada akhirnya pilek pada anak. oleh sebab itu maka penyakit ISPA ini termasuk dalam golongan Air Borne Disease," terang Spesialis Paru yakni dr. Ni Nyoman Priantini SpP.

Penyakit ISPA juga dapat ditularkan dengan melalui air ludah, bersin, darah, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang yang dalam keadaan sehat masuk ke saluran pernapasannya. Virus dan bakteri penyebar ISPA itu sendiri, sebenarnya mudah saja ditemui. Contonya pilek pada anak. Karena, beberapa penyakit yang ditimbulkan dapat memicu ISPA bila tidak ditangani dengan tepat.

"Misal Adenovirus salah satunya. Adenovirus merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit infeksi pada saluran pernapasan, pencernaan, mata dan lain sebagainya. Ada lebih dari 40 jenis adenovirus yang hingga saat ini diketahui dapat menyebabkan beberapa kondisi kesehatan pada manusia, lebih umumnya berupa pilek. Virus ini dapat memicu gangguan pernapasan. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat berujung pada bronkitis, dan pneumonia," jelasnya.

Selain itu, ada jenis viru lainnya yakni Rhinovirus seringnya menyebabkan pilek. Tapi pada anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan yang masih lemah, pilek yang dianggap biasa-biasa saja dapat berubah menjadi ISPA pada tahap yang cukup serius. Hal ini yang seringkali dianggap sepele oleh para orangtua. cek juga >> biaya umroh  /   biaya umroh 2018  /  biaya umroh 2019

"Ada juga Pneumokokus dapat menyebabkan penyakit meningitis. Bakteri ini juga dapat memicu gangguan pernapasan yang lainnya jika tidak ditangani cepat hingga dapat pengobatan yang tepat, seperti halnya pneumonia. Komplikasi ISPA yang tidak ditangani dengan tepat, pastinya dapat berakibat fatal pada fungsi pernapasan anak," lanjut Priantini.

Sabtu, 01 Juli 2017

Bahaya Sinusitis Pada Anak Bisa Sampai Meningitis

Bahaya sinusitis pada anak, dimana sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ sinus. Sinus sendiri yaitu roanga udara yang terdapat di daerah wajah yang langsung terhubung dengan alat pernapasan (hidung). Peradangan yang terjadi pada sinus ini dapat menyebabkan penimbunan lender pada rongga sinus dan menjadi media bagi pertumbuhan bakteri. hal itu terjadi karena pada umumnya merupakan akibat dari meluasnya infeksi pada hidung secara paksa dapat mendorong kuman masuk pada sinus-sinus tersebut.

Bahaya Sinusitis Pada Anak Bisa Sampai Meningitis

Jangan salah kira bahwa tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Anak-anak pun dapat mengalaminya. Bahaya sinusitis pada anak yang mulai dari usia 5 tahun juga dapat terkena penyakit yang diakibatkan oleh terdapatnya virus, bakteri dan jamur dari influenza yang tak kunjung sembuh. Awalnya mungkin hanya merasakan flu biasa saja. Penyebabnya bisa beraneka macam, bisa karena infeksi virus flu, polusi udara, alergi makanan, debu dan cuaca juga komplikasi dari obat-obatan kimia atau karena kelainan septum hidung.

Sebelum bahaya sinusitis pada anak atau orang-orang di sekitar terjadi, sudah mulai terlihat tanda-tanda mengalami sinusitis tersebut, sebelumnya, untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal itu, terlebih dahulu kenali dua jenis sinusitis yang dijelaskan oleh salah seorang dokter spesialis paru pada anak yakni, Dr. Irene Melinda Louis, SpA.

“Perlu diketahui bahwa Ada dua jenis sinusitis pada anak, yaitu rinosinusitis ringan dan rinosinusitis berat. Pertama, mengenai rinosinusitis ringan, jenis ini tidak berbahaya. Akan tetapi, dapat mengganggu kualitas hidup anak,” terangnya.

Adapun yang akan dialami anak jika dirinya terkena sinusitis ringan ini adalah pernafasan pada anak pasti akan menjadi sulit, pola tidur menjadi terganggu dan tingkat nasfu makan akan menurun.

“hal ini pada akhirnya akan berdampak pada aktifitas keseharian mereka (anak-anak yang menderita sinusitis) keseharian, sinusitis juga dapat membuat anak merasakan mual dan muntah-muntah hingga dapat mengakibatkan mereka tidak nafsu makan,” papar Dr Irene. baca juga >> biaya haji > biaya haji 2018 > biaya haji 2019

Sedangkan untuk yang parah yakni rinosinusitis berat, bagi penderita bisa sampai mengalami meningitis atau radang otak. “tapi hal tersebut jarang sekali terjadi. Sebab, begitu merasakan tanda-tanda flu yang tak kunjung sembuh segera bawa anak untuk secepatnya diperiksakan, jangan berlarut-larut tanpa tindakan yang tepat karena koplikasi sinusitis ini dapat mengancam penderita seperti kerusakan indera penciuman, infeksi sinus parah, hingga gejala meningitis,” pungkasnya.

Selasa, 30 Mei 2017

Vaksin Untuk Bayi dan Anak Dijamin Oleh Kemenkes

Vaksin untuk bayi dan anak, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr Mohamad Subuh, MPPM, mengatakan bahwa Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjamin vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman dilakukan karena merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya cukup diawasi dengan ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Vaksin Untuk Bayi dan Anak Dijamin Oleh Kemenkes

Sementara, BPOM untuk setiap dua tahun akan dilakukan pengkajian oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ia menerangkan, imunisasi merupakan upaya aktif untuk menimbulkan antibodi atau kekebalan spesifik yang efektif dalam mencegah penularan penyakit tertentu dengan cara memberikan vaksin, khususnya vaksin untuk bayi dan anak. Setelah imunisasi Antibodi yang terbentuk akan bermanfaat untuk melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus tersebut di masa yang akan datang.

Kemenkes menegaskan bahwa, pemerintah itu wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009. Bagi siapa saja yang melanggar peraturan tersebut harus dikenakan sanksi. Jadi wajib berikan vaksin untuk bayi dan anak.

“Kemenkes memberikan jaminan vaksin untuk bayi dan anak Indonesia aman, karena vaksin yang diperoleh merupakan produksi dalam negeri yang keamanannya sudah diawasi ketat oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), sedangkan BPOM itu sendiri sendiri setiap 2 tahun akan di-review oleh WHO,” jelasnya.

Ini merupakan salah satu kegiatan prioritas pemerintah dan merupakan aset yang sangat penting untuk dapat mencapai salah satu target dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu dengan mengakhiri kematian bayi dan balita yang dapat dicegah, dengan upaya yang dilakukan oleh seluruh negara untuk berusaha menurunkan angka Kematian Neonatal setidaknya hingga 12 per 1.000 KH dan angka Kematian Balita 25 per 1.000 KH. Dimana untuk target capaian yang sudah ditetapkan pada Tahun 2019 mendatang adalah 93% anak yang berusia 0-11 bulan di Indonesia sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Imunisasi yang juga merupakan salah satu intervensi kesehatan yang paling sukses dan hemat biaya. Imunisasi dapat mencegah antara 2 sampai 3 juta kematian untuk setiap tahun dan apabila cakupan imunisasi telah berhasil ditingkatkan maka jumlah kematian yang dapat dicegah akan bertambah lagi sekitar 1,5 juta kematian,” tutur dr. Subuh.

Dari berbagai macam penyakit yang ada, Penyakit-penyakit yang Dapat Dicegah Dengan pemberian Imunisasi (PD3I), yakni tuberkulosis, difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, polio, campak, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) semuanya itu merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Haemophilus influenzae tipe b, diare yang disebabkan infeksi rotavirus, serta PD3I lainnya seperti influenza dan meningitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri meningokokus.

“Kami akan mengajak kepada seluruh masyarakat seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat RT/RW, ibu-ibu PKK, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dunia usaha, termasuk seluruh kaum cendikiawan untuk dapat ikut serta dalam meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak bangsa dengan melalui pemberian imunisasi,” ujar dr Subuh.


baca selengkapnya :
umroh plus turki  | umroh plus turki 2018  | umroh plus turki 2019

Jumat, 05 Mei 2017

Meningitis dan Polio Membayangi Jutaan Anak

Meningitis dan polio membayangi jutaan anak, Sebanyak 8,7 persen anak yang berusia 12–24 bulan yang belum juga mendapat imunisasi dasar yang nantinya akan berpotensi terkena berbagai macam penyakit, mulai dari polio hingga meningitis. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan yakni, Mohammad Subuh, mengatakan bahwa angka sebanyak 8,7 persen tersebut tidak dapat dianggap remeh begitu saja. “Kondisi seperti ini sangat riskan sekali, anak-anak dapat terancam tidak terlindungi dari PD3I (penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi),” jelas dia. Seperti yang sudah diketahui, penyakit yang masuk dalam PD3I, yaitu polio, hepatitis B, campak, tetanus, difteri, pertusis (batuk rejan), rubella, pneumonia, dan meningitis.

Meningitis dan Polio Membayangi Jutaan Anak

PD3I itu sendiri sangat memengaruhi atas proses terhadap tumbuh kembang anak dan dapat berdampak pada kualitas kesehatan di hari tua nanti, Meningitis dan Polio Membayangi Jutaan Anak.“Oleh karena itu, pentingnya peran orang tua untuk memberikan imunisasi dasar kepada anak-anaknya sejak dilahirkan hingga usia 2 tahun,” tegasnya. Ia menjelaskan, masih ada sejumlah anak yang tidak terimunisasi karena belum tuntasnya perdebatan antara haram dan halal atas penggunaan vaksin di tengah masyarakat ini. Kondisi seperti itu yang membuat sebagian orang tua lebih memilih untuk tidak memberi vaksinasi pada anaknya.

Kepala Sub-Direktorat Imunisasi Direktorat Surveilans, Imunisasi dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan yakni, Prima Yosephine, turut menambahkan selain dari masalah perdebatan haram dan halal, Meningitis dan Polio Membayangi Jutaan Anak adapun alasan lain yang menyebabkan orang tua tidak melakukan imunisasi pada anaknya yaitu orang tua tidak menginginkan efeknya setelah itu, seperti demam atau sakit pascaimunisasi, faktor budaya dan agama, serta ketidaktahuan para orang tua terhadap kewajiban vaksin. Kementerian Kesehatan sendiri akan menargetkan pada tahun 2017 ini akan ada kenaikan 5 persen pada kabupaten/kota yang mencapai 80 persen melakukan imunisasi dasar lengkap, dari yang sebelumnya hanya 80,4 persen menjadi 85 persen.

“Sedangkan, untuk target pada anak usia 0–11 bulan yang dapat imunisasi dasar lengkap naik menjadi 92 persen dari 91,6 persen pada 2016 lalu,” tandasnya.

Pendekatan Agama

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yakni, Asrorun Ni’am Sholeh, menilai dengan kondisi tersebut yang sudah diketahui harus segera ditangani secara serius, terutama kepada pemerintah agar lebih gencar lagi untuk mengambil tindakan cepat dalam melakukan terobosan dengan sosialisasi, termasuk dengan memberikan penjelasan yang menggunakan pendekatan agama.

“Sebab pada sebagian masyarakat ini, perkataan ulama tentang medis justru lebih didengar oleh masyarakat dibanding dokter. Karena imunisasi itu merupakan hak anak yang wajib mereka dapati atas perlindungan kesehatan dirinya,” tutur Asrorun. Selama ini, upaya pendekatan tersebut sebenarnya sudah dilakukan. Salah satunya dengan mengajak sejumlah ulama agar datang langsung ke pabrik vaksin guna meyakinkan masyarakat bahwa vaksin tidak lagi berasal dari kultur babi. Diakui olehnya, untuk dapat meyakinkan hal tersebut bukan perkara yang mudah. “Namun, biarkan para ulama yang melihat sendiri proses pembuatannya agar selanjutnya dapat menjelaskan ke masyarakat untuk tidak lagi ragu untuk memberikan vaksin pada anak-anaknya,” terang Asrorun.

info lain:
biaya umroh  /   biaya umroh 2018  /  biaya umroh 2019

Kejang Panas Biasa dan Kejang Meningitis Pada Anak itu Beda

Kejang panas biasa dan kejang meningitis pada anak itu beda, Meningitis penyakit yang sangat membahayakan dan mematikan. Siapa saja bisa mengalami hal tersebut. Karena meningitis yang disebabkan oleh infeksi, maka bisa menular dengan melalui batuk, bersin, gigitan nyamuk dan berciuman. Terutama bila anak-anak yang terserang penyakit flu atau pilek, dapat mengalami demam tinggi yang memicu terjadinya kejang-kejang. Biasanya munculnya gejala tersebut akan mereda dengan sendirinya namun terkadang bisa juga berlangsung lama menetap dan para orang tua disarankan agar ekstra hati-hati terhadap kejang yang seperti itu, jika di alami oleh anak-anaknya.

Kejang Panas Biasa dan Kejang Meningitis Pada Anak itu Beda

Dipaparkan oleh dr Tinuk Agung, SpA, dari Rumah Sakit Anak dan Ibu (RSAB) Harapan Kita bahwa Kejang panas biasa dan kejang meningitis pada anak itu beda, jika terjadinya kejang terhadap anak yang berlangsung lama diperkirakan bisa jadi anak tersebut terkena meningitis. Penyebabnya dikarenakan adanya infeksi kuman pada selaput otak, dimana kalau tidak segera ditangani dengan tepat bisa menyebabkan kematian. "Adanya kuman yang menyebabkan infeksi tersebut memang cukup ganas. Yang lebih sering seperti Haemophilus influenza golongan b atau streptococcus," jelas dr Tinuk.

"Gejala yang dimunculkan itu kejang dan penurunan kesadaran yang cukup lama bukan seperti step biasa. Kalau lagi panas yang kebanyakan masyarakat bilang step itu kejang sebentar terus nangis biasa, nah kalau pada meningitis itu panas kejang terus tidak bangun, Kejang panas biasa dan kejang meningitis pada anak itu beda " papar dr Tinuk.

Bila ada kecurigaan orang tua sangat perlu untuk segera membawa anak untuk mendapatkan pertolongan medis oleh dokter. Dokter akan memberikan obat antibiotik injeksi sambil mendapat perawatan ketat dengan harapan kuman yang menyerang dapat dibunuh dengan cepat sebelum membuat kerusakan yang lebih parah lagi.

Pada kasus infeksi meningitis yang cukup parah, bila anak dapat diselamatkan ada kemungkinan terdapat gejala sisa. Hal ini disebabkan oleh kerusakan yang cukup para dan sudah terlanjur terjadi pada otak anak.

"Kalau misalnya anak tersebut dapat dikatakan sembuh tapi sudah sempat parah tidak sadarkan diri lama itu bisa ada gejala sisa. Contohnya anak jadi kaku-kaku dan pasti akan menimbulkan gangguan terhadap tumbuh kembang serta kecerdasan terhadap anak tersebut," tutup dr Tinuk.


baca artikel selanjutnya :
paket umroh  [  paket umroh 2018  ]  paket umroh 2019

Jumat, 06 Januari 2017

Syarat Suntik Vaksin dan Cara Daftar Online

Buku Kuning atau Buku Suntik Vaksin Maningitis
Buku Suntik meningitis adalah salah satu dari beberapa syarat dokumen yang harus dipenuhi oleh calon jamaah untuk dapat pergi Haji maupun Umroh. Penyebabnya dikarenakan negara yang akan dikunjungi yaitu Arab Saudi merupakan salah satu tempat endemik bagi penyebaran virus penyebab penyakit meningitis. Sehingga dikhawatirkan akan terjadi penularan, sebab jika ada seorang jamaah yang tertular sebelumnya berada dan ikut serta dalam satu aktivitas bersama jamaah lainnya.


Syarat Suntik Vaksin dan Cara Daftar Online



Buku kuning atau suntik vaksin maningitis
Sejak tahun 2002 pemerintah negara Arab Saudi melalui Kedutaan Besarnya mewajibkan negara-negara yang akan memberangkatkan jamaah haji dan umrah untuk memberikan vaksin meningitis.   Hal ini menjadikannya syarat pokok Kementrian Kerajaan Arab Saudi Kedubes Saudi dalam pemberian visa haji dan umrah. Tujuan pemerintah dari suntik meningitis tak lain adalah upaya agar tiap jamaah dapat terhindar dari radang otak/meningitis, dan sertifikat saktinya buku kuning ini bisa digunakan selama 2 tahun.

Persyaratan pada saat Suntik Vaksin Meningitis
Mengisi Formulir sesuai Nama Pasport dan No. Pasport
Fotocopy Pasport
Fotocopy KTP
Pasfoto uk 4x6 2 lembar
Biaya suntik vaksin Meningitis sekitar  Rp 305.000 (harga tidak tiap-tiap daerah mungkin berbeda)

Daftar Online Suntik Vaksin Maningitis
Syukur Alhamdulillah saat ini untuk pendaftaran suntik vaksin maningitis sudah bisa dilakukan via online khususnya untuk jamaah yang berada di Jakarta, di Pangkal Pinang serta di Sampit, Fasilitas ini lumayan membantu supaya jamaah tidak harus datang lebih awal kira-kira 3 jam sebelum jadwal pelayanan dibuka. by paket umroh 2018



Tata cara dan prosedur pendaftaran vaksinasi online bisa klik link berikut ini 
http://www.kespel.depkes.go.id/vaksinasi_int/vaksinasi_int_public/add



Mengapa Suntik Vaksin Meningitis Penting Bagi Calon Jamaah

Manfaat suntik Vaksin meningitis, manfaat suntik meningitis untuk umroh dan haji akan di jelaskan secara rinci disini. Sebelum keberangkatan umroh dan haji tiap-tiap calon jamaah di wajibkan untuk mendapatkan suntik vaksin meningitis, mengapa hal ini perlu dilakukan? Banyak pertanyaan serupa terlontar mengenai hal ini, seberapa wajib dan pentingnya kah suntik meningitis ini? Tapi biasanya petugas ahli kesehatan yang menangani akan memberi penjelasan kepada calon jamaah haji maupun umroh kenapa wajib menerima vaksin meningitis ini sebelum berangkat.


Mengapa Suntik Vaksin Meningitis Penting Bagi Calon Jamaah



Yang Perlu diketahui oleh calon jamaah adalah keteika anda berada di Mekkah, maka disana telah berkumpul jutaan orang yang datang dari seluruh dunia dengan beraneka ragam kebiasaan di tempat daerah endemic penyakit meningitis, terutama orang yang berasal dari afrika. Maka dari itu  jika anda sebelum berangkat tidak melakukan/ menerima vaksin, maka kemungkinan besar peluang untuk tertular meningitis sangatlah tinggi. Diharapkan setiap jemaah haji dan umroh tidak ingin tertular penyakit radang selaput otak tersebut.

Apa itu Meningitis?
Meningitis yaitu suatu penyakit radang yang terjadi pada selaput di membran otak dan sumsum tulang belakang penyebabnya adalah infeksi virus, bakteri dan mikroorganisme. Dalam kasus tertentu bisa juga disebabkan oleh kesalahan pada saat penggunaan obat obatan tertentu. Seringkali penyakit mengakibatkan terjadinya kematian mendadak, jika hal ini terjadi harus segera ditangani secara serius sehingga kondisi meningitis biasa disebut Darurat Medis.


manfaat suntik vaksin meningitis



Mengapa Meningitis Berbahaya ?
Otak dan sumsum tulang belakang adalah kesatuan yang berfungsi begitu penting dalam menunjang kehidupan seseorang. Ketika keduanya terserang virus atau bakteri, maka efek yang akan terjadi sangatlah fatal sampai akan mengancam keselamatan jiwa. Gejala yang ditimbulkan seperti sakit kepala hebat disertai kekakuan leher, gejala lainnya penderita juga akan merasakan demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah dan sangat peka terhadap cahaya serta suara.

Sementara itu pada anak anak hanya menunjukan gejala non spesifik seperti mudah marah dan penyebab sering mengantuk serta terdapat ruam merah jika meningitis-nya disebabkan oleh bakteri meningokokus. Perlu dilakukannya tindakan Punksi Lumbai dengan memasukkan jarum kedalam kanalis spinalis untuk diambil cairan likuor serebrospinalis untuk diperiksa dilaboratorium.

Manfaat Suntik Vaksin Meningitis
Dalam hal antisipasi atau mencegah terjadinya penyakit radang selaput otak, sebaiknya diberikan vaksin meningitis bagi setiap orang yang akan berpergian ke suatu tempat yang terdapat banyak orang, seperti saat menjalankan ibadah haji atau umroh. Pemberian vaksin ini sudah menjadi peraturan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Dan ketika calon jamaah tidak memiliki bukti sudah pernah menerima vaksin meningitis maka, tidak mendapatkan VISA haji ataupun visa umroh.



Visa adalah sebuah dokumen izin masuk seseorang ke suatu negara yang bisa diperoleh di kedutaan dimana negara tersebut mempunyai Konsulat Jenderal atau kedutaan asing.

Apa Manfaat vaksin meningitis ?

  • Mencegah terjadinya meningitis terutama yang disebabkan oleh bakteri. Karena cara penularannya sangat mudah yaitu melalui kontak langsung pada penderita, oleh sebab itu dengan menerima vaksin diharapkan dapat terhindar dari resiko tertularnya meningitis.
  • Melakukan pemberian vaksin meningitis bisa menekan jumlah korban jiwa akibat keganasan penyakit infeksi selaput otak. Telah banyak korban yang meninggal disebabkan oleh virus meningitis, terlebih saat dahulu dimana vaksin meningitis belum ditemukan seperti sekarang. Diharapkan dengan adanya vaksin setidaknya angka kematian akibat virus ini dapat ditekan serendah mungkin sehingga penyebarannya dapat dibatasi.
  • Wajib diperlukan ketika hendak melakukan ibadah umroh dan haji. Vaksin meningitis juga sangat berguna ketika seseorang akan pergi menunaikan ibadah umroh haji ke Mekkah. 
  • Dan pemberian vaksin meningitis sudah menjadi salah satu syarat utama untuk mendapatkan VISA haji serta umroh. by haji berangkat tahun ini


Info lainnya KLIK di sini