Laman

Tampilkan postingan dengan label Sampai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sampai. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 November 2017

Gigitan Anjing Bisa Sampai Ke Meningitis

Gigitan ke meningitis, Anjing merupakan hewan yang umum dipelihara oleh orang banyak. Tapi tidak untuk orang yang beragama Islam, karena Anjing adalah hewan yang dilarang oleh Allah SWT untuk dipelihara apalagi dipegang. Namun, hewan ini memliki kepandaian dan kesetiaannya membuat orang menyukai hewan ini. apalagi banyak sekali jenis dan ukurannya. Selain itu, hewan ini juga memiliki naluri pemangsa. Mereka merupakan keturunan predator yang dilengkapi dengan kemampuannya untuk menyerang. Maka dengan begitu, hewan tersebut bisa saja menyerang tiba-tiba dan menggigit.

Gigitan Anjing Bisa Sampai Ke Meningitis

Digigit anjing ialah kejadian yang sering kali terjadi, dan anak-anak yang biasanya menjadi korban gigitannya itu. Seperti kebanyakan jenis gigitan hewan, gigitan anjing ini biasanya masih dapat diobati dengan cara sederhana pengobatan dirumah untuk mencegah agar virus dan bakteri dari anjing tidak dapat menular. Karena pada dasarnya air liur hewan mengandung jutaan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi, salah satunya infeksi meningitis. Jadi dari gigitan ke meningitis.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk mengetahui pola gigitan anjing. Karena bisa saja terjadi dari gigitan ke meningitis. Gigi anjing pada bagian depan biasanya digunakan untuk menangkap korban, sedangkan pada gigi yang lainnya untuk menarik kulit disekitarnya saat mereka sudah mulai menggigit. Dari hasil gigitannya itu dapat menjadi lubang pada kulit seperti luka tusukan, yang dibuat oleh gigi depan anjing dan adanya luka pada bagian kulit yang tergores. Selain itu, bila korbannya itu terjadi pada anak-anak, anjing menyerang pada area leher dan wajah, terutama bibir, pipi dan hidung. 

Sedangkan pada orang dewasa umumnya lebih menggigit pada bagian tubuh seperti bagian tangan, kaki dan lengan. Jika tidak segera diobati dikhawatirkan infeksi. Jangan sampai menjadi timbul penyakit meningitis atau jenis penyait lainnya yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Jika Anda atau orang lain yang Anda kenal terkena gigitan anjing, maka harus lakukan langkah-langkah berikut untuk dapat mengatasinya:

1.Segera melakukan pembersihan pada luka yang sehabis digigit. Dengan cara, bilas dengan air hangat selama beberapa menit saja dengan kain bersih atau bola kapas.

2.Bila gigitan belum sampai berdarah, pegang luka akibat gigitan dengan lembut agar dapat mengeluarkan darah, yang nantinya akan berfungsi untuk mencegah bakteri yang masuk kedalam luka.

3.Berikan obat yang dapat meredakan rasa sakit seperti parecetamol atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan pemebengkakkan pada bagian yang didigigit.

4.Setelah itu, oleskan salep antibiotik pada luka gigitan . lalu keringkan sebentar, kemudian bungkus dengan meggunakan perban dan kain kasa bersih.

5.Karena gigitan anjing dapat berisiko tinggi yakni infeksi. National Health Service juga memberikan rekomendasi untuk meminta bantuan medis, setelah Anda tergigit oleh anjing tersebut.

Jika Anda berpikir bahwa seekor anjing akan menggigit Anda, sebaiknya jangan lari, tapi harus tetap tenang. Kalau bisa, cobalah untuk mendapatkan sesuatu yang biasanya itu batu antara Anda dan anjing. Posisi tubuh berdiri tegak dengan kedua kaki dan dilindungi muka dengan tangan sambil membuat tinju yang mengarah pada anjing. 

Jangan sampai melihat langsung mata anjing, karena ini adakn ditafsirkan sebagai tanda bahwa Anda itu akan menyerangnya, maka dari itu tataplah ke bawah atau ke sisi lain anjing. Dengan posisi tubuh kita tetap berdiri diam, anjing dengan sendirinya akan kehilangan minta untuk menggigit dan Anda dapat mundur secara perlahan.

Kamis, 26 Oktober 2017

Infeksi Strep A Bisa Sampai ke Meningitis

Infeksi Strep A, Bakteri sangalah berbahaya, streptococcus (strep) masuk dalam kategori jenis bakteri gram positif. Jenis bakteri ini terdapat di berbagai permukaan lingkungan sehingga sangat mudah sekali menyerang siapa saja. selain itu juga, bakteri Stretococcus ini memiliki berbagai macam jenis dan cara untuk dapat menginfeksikan manusia. Infeksi ini dapat terjadi dimulai dari sentuhan, luka terbuka, udara dan cairan tubuh, bahkan sampai saat proses melahirkan penularan pun dapat terjadi.

Infeksi Strap A Bisa Sampai ke Meningitis

Dari berbagai sumber yang telah terangkum salah satunya adalah ulasan dokter Tania Savitri menagatakan, bahwa infeksi bakteri Streptococcus juga dapat terjadi di berbagai organ tubuh, baik itu terdapat dari sistem saluran pernapasan dan pencernaan hingga pada sistem pembuluh darah juga jantung. Infeksi strep A dapat kearah penyakit yang lebih membahayakan lagi. “Pada infeksi Streptococcus itu sendiri dapat dibagi menjadi grup A, B, C dan G. masing-masing grup memiliki ciri-ciri tersendiri yang berkaitan dengan kemampuan menyebabkan infeksi,” ucapnya.

Untuk infeksi bakteri Streptococcus grup A (Strep A) atau infeksi strep A banyak sekali ditemukan pada bagaian permukaaan kulit, di dalam tenggorokan dan berbagai rongga tubuh. Termasuk dengan rongga kelamin dan telinga. Infeksi strep A dapat terjadi kapan dan siapa saja, terutama infeksi ini menyerang pada orang dewasa dan anak-anak.

Strep A dapat menyebar dengan melalui partikel air pada saat orang yang terkena infeksi strep batuk atau bersin. Bakteri ini juga dapat bertahan hidup di permukaan benda-benda tertentu sehingga dapat menular melalui sentuhan saja. Infeksi strep A sifatnya itu masih ringan ataupun invasif. Sifat infeksi yang masih ringan diantaranya adalah:

Radang amandel atau tenggorokan yang ditandai dengan rasa sakit ketika menelan dan pembengkakan pada kelenjar. Infeksi kulit impetigo ditandai dengan adanya rasa perih dan benjolan yang berisi cairan (blister) pada bagian yang luar kulit.

Selulitis, adalah infeksi yang terjadi pada kulit bagian dalam yang ditandai dengan adanya pembengkakan kulit yang berwarna merah disertai dengan rasa sakit dan sensasi panas. Infeksi selulitis dapat berpindah dan menyebar ke kulit bagian atas.

Sinusitis merupakan sebuah infeksi yang terjadi pada rongga kecil di sekitar dahi dan tulang pipi sehingga dapat menyebabkan hidung tersumbat serta rasa nyeri pada bagian wajah. Infeksi telinga terutama terjadi pada rongga udara hingga telinga bagian dalam. Scarlet Fever yakni infeksi bakteri yang dapat menimbulkan ruam dan rasa kasar pada permukaan kulit.

Pada intinya, bahwa Strap A itu mudah terjadi kapan saja ketika seseorang sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Infeksi minor dari strep A juga dapat dengan mudah untuk disembuhkan tanpa adanya komplikasi dan efek jangka panjang. Meski begitu, pada seseorang yang memiliki daya tahan tubuh yang lemah seperti pada bayi, lansia, orang dengan diabetes maupun pasien kanker dan HIV, maka akan lebih memungkinkan terjadi infeksi strep A invasif yang jauh lebih serius. Misalnya saja seperti penyakit-penyakit berikut ini.

Pneumonia adalah infeksi paru yang memiliki tanda batuk tak kunjung sembuh, sesak napas dan nyeri pada dada. Sepsis adalah infeksi yang terjadi pada peredaran darah yang dapat menyebabkan gangguan kerja jantung, napas yang memburu dan demam.

Meningitis yaitu infeksi yang terjadi akibat bakteri streptococcus yang telah mencapai ke selaput otak dan sumsum tulang belakang. Dimana penyakit ini ditimbulkan dengan muntah-muntah, sakit kepala, ruma dan leher kaku. Toxic shock syndrome (TSS), yakni dengan munculnya gejala syok seperti pusing, diare, pingsan dan mual akibat kuman strep A yang mengeluarkan racun pada aliran darah.

Necrotizing fasciitis ialah infeksi yang terjadi pada kulit bagian dan area yang berdekatan dengan otot (fascia) yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri, bengkak dan kemerahan. Infeksi ini juga dapat menyebar dengan cepat. 

Infeksi strep invasif merupakan penyakit yang cukup serius sehingga perlu ada penanganan yang tepat. Pada saat keadaan yang cukup serius ini, satu dari empat orang yang mengalami strep A invasif dapat mengalami kematian.

Jumat, 08 September 2017

Bahaya penyakit Pneumonia Bisa Sampai Meningitis

Bahaya penyakit pneumonia, Pneumonia sudah cukup lama menjadi mimpi buruk bagia dunia kesehatan. Merujuk pada paparan Organanisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit pneumonia ini merupakan pemuncak daftar penyakit yang rentang sekali menyerang anak usia 0 sampai 5 tahun. Sedangkan, setiap detiknya itu, 20 anak yang ada di dunia meninggal karena infeksi yang mengakibatkan terjadinya radang paru-paru tersebut.

Bahaya penyakit Pneumonia Bisa Sampai Meningitis

Menurut pemaparan dari dokter Laksmi Suci Handini SpA, bahaya penyakit pneumonia dipicu dari banyak penyebab. Bisa disebabkan karena jamur, benda asing seperti debu dan air, alergi, virus atau bakteri. Dari spesialis anak tersebut juga berpendapat, proses penyebaran virus ini terbilang cepat lantaran dengan melalui udara. Apagi dengan masa inkubasi yang relatif cepat, rata-rata hanya 12 hari.

Sementara dari itu, dr Leny Kartini SpA menuturkan, bahwa bahaya penyakit pneumonia dapat sebabkan penderitanya itu mengalami sesak karena terdapat bakteri. bakteri tersebut bukanlah sebuah benda asing bagi tubuh. Bakteri itu juga merupakan flora alami di seluruh napas, sinus dan rongga hidung. “Bagi seseorang yang hanya memiliki imun tubuhnya lemah, ia bersifat potogen saja. Khususnya pada anak usia kurang dari 24 bulan dari lanjut usia (lansia),” papar Leny.

Laksmi mengungkan, bahwa pneumonia memiliki gejala yang cukup khas. Yakni, dengan munculnya ronchi basah pada saat menarik nafas, dimana pergerakan naik turun dada dengan cepat, hingga gerakan cuping hidung yang sangat jelas terlihat. Yang dimaksud dengan Ronchi ialah suara tambahan yang ditimbulkan dari pernapasan yang dihasilkan aliran udara dengan melalui saluran napas yang berisi secret atau akibat saluran napas   yang kian menyempit.

Ronchi basah yang bermakna adanya bunyi gelombang udara yang melewati cairan terutama pada fase inspirasi. “Bagi penderita pada umumnya akan merasa merasa sesak napas. Karena, paru-paru mereka telah mengalami radang dan sudah terisi dengan lender. Organ pernapasan pun juga harus bekerja keras untuk menambah volume udara yang akan masuk, papar alumnus Universitas Airlangga tersebut.

Oleh sebab itu, semua orang tidak semuanya tahu dengan gejala penyakit tersebut. Apalagi bila pneumonia masih berada dalam tahap awal. “Sering sekali disangka hanya batuk pilek atau demam biasa saja sehingga hanya diobati secara biasa juga,” tutur Laksmi.

Dalam kasus yang terjadi mengenai atypical pneumonia, penderita justru akan terlihat sehat-sehat saja. “Namun, begitu di rontgen, pada bagian paru-parunya putih, itu tandanya, ia telah menyimpan banyak lendir,” jelasnya.

Hal yang seperti inilah yang dapat memicu tingginya kejadian pneumonia adalah pemberian antibiotik yang tidak tepat sasaran. Masih banyak orang tua yang berpikiran bahwa masalah batuk pilek dapat diatasi dengan menggunakan antibiotik. Padahal, cara itu belum tentu dipicu oleh bakteri. “ Jika tubuh sering terpapar dengan antibiotik, bakteri di tubuh juga akan kebal. Pada saat dibutuhkan, antibiotik tidak dapat membunuh bakteri tersebut,” papar Leny.

Dia juga menyebutkan, bahwa dalam penyebaran pneumonia sangat pesat. Sebab, bakteri itu melakukan penyebarannya dengan melalui udara dan rentan memicu radang paru-paru pada anak yang usia 0 sampai 24 bulan. “Pada saat kontak langsung dengan orang dewasa yang sedang pilek atau ada gangguan pernapasan, bukan hal yang tidak mungkin   anak dapat tertular. Virus dan bakterinya itu dapat menyerang pada paru sehingga muncul pneumonia,” tutur Leny.  kunjungi juga >> travel umroh  /   travel umroh 2018  /  travel umroh 2019

Bakteri tersebut tidak hanya tinggal di paru-paru saja. Melainkan, ada juga beberapa kasus yang ada, bakteri Streptococcus pneumonia juga dapat mengakibatkan radang telinga hingga radang otak yang biasa kita kenal dengan meningitis. bahakan, juka infeksi ini terus berlanjut hingga parah, akan muncul sepsis. “Menyerang pada peredaran darah, kerja organ pun tidak akan maksimal. Sebab, tekanan darah berubah secara drastis,” papar Laksmi.

Selasa, 15 Agustus 2017

Bahaya Cabuti Bulu Hidung Bisa Sampai ke Otak

Bahaya cabuti bulu hidung, Bulu hidung yang terkadang memanjang atau bahkan sampai keluar dari lubang hidung memang sering kali membuat risih siapa saja yang mengalami hal itu. Terlebih lagi jika dialami oleh perempuan, punya bulu hidung yang panjang hingga keluar melewati lubang hidung jika dibiarkan begitu saja tentunya akan mengganggu dan merusak penampilan.

Bahaya Cabuti Bulu Hidung Bisa Sampai ke Otak

Nah, dengan kondisi yang seperti itu tidak jarang banyak orang yang justru dengan sengaja mencabut bulu hidungnya agar tidak merasa terganggu lagi. Padahal, melakukan hal tersebut akan nada efek yang diterima, tahukah Anda jika ada bahaya cabuti bulu hidung? Lantas, apa sebenarnya fungsi dari bulu hidung bagi tubuh. Simak ulasan yang yang ada dibawah ini.

  • Fungsi bulu hidung bagi tubuh


Setiap anggota tubuh pasti masing-masing memiliki fungsi yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia, salah satunya termasuk bulu hidung. Sebelum kita mengetahui bahaya cabuti bulu hidung, terlebih dahulu ada baiknya kita mengenal apa fungsi dari bulu hidung bagi tubuh.

Silia atau biasa dikenal dengan sebutan bulu hidung merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk memberikan perlindungan ke paru-paru Anda. Saat Anda bernapas sepanjang hidup Anda, bulu hidung/silia mempunyai fungsi sebagai tempat untuk penyaringan partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam lubang hidung.

Partikel-partikel tersebut dapat berupa bakteri, jamur, debu atau hal lainnya yang dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Selain itu juga, bulu hidung juga yang prosesnya dibantu oleh lendir untuk memerangkap partikel jahat dan kuman tersebut.

Bila partikel jahat tersebut berhasil masuk ke dalam saluran pernapasan, Pastinya, anda akan bersin untuk mengeluarkan mereka. Jadi, bisa dibayangkan sendiri kalau seandainya Anda tidak memiliki bulu hidung? Selain akan lebih rentan mengalami infeksi yang terkait saluran pernapasan, pada sistem kekebalan tubuh Anda pun nantinya akan terganggu. Sehingga membuat Anda jadi lebih gampang sakit.

  • Bahaya mencabut bulu hidung


Sangat beresiko tinggi dan mendatangkan bahaya jika mencabut bulu hidung. Bulu hidung Terdiri dari vibrissae dan mikroskopik silia yang memiliki fungsi sendiri, yaitu untuk menyaring lendir yang masuk, serta berbagai kotoran yang bahaya agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan yang dapat menagakibatkan infeksi paru-paru. Menurut penelitian yang telah dilakukan, ukuran bulu hidung yang tebal kurang berhubungan dengan adanya peningkatan kejadian asma pada penderita rhinitis musiman.

Perlu kita ketahui bahwa area sekitar hidung dan mulut termasuk dalam kelompok area rawan atau disebut dengan “danger triangle”. Sebab area tersebut berhubungan langsung dengan otak. 

Di dalam area yang rawan tersebut, pembuluh darah balik atau vena akan bercampur dengan darah dari hidung serta darah yang berasal dari otak. Hingga pada akhirnya bakteri dapat masuk  dengan mudah menuju otak dengan melalui pembuluh darah balik. Jadi, bagi siapa saja yang memiliki kebiasaan mencabut bulu hidung, maka dapat meningkatkan risiko terbesar yakni masuknya bakteri ke dalam otak yang dapat menyebabkan infeksi yang dapat mematikan seperti meningitis dan abses otak atau penyakit lain yang berhubungan dengan otak. Meskipun infeksi yang akan terjadi kapan saja sehingga berakibatkan masuk ke dalam otak jarang sekali terjadi, namun hal itu akan lebih mungkin terjadi terutama bagi orang yang sudah memiliki sistem imun yang rendah.

Selain itu tidak hanya dapat menyebabkan infeksi pada otak, mencabut bulu hidung juga akan membuat Anda rentan mengalami mimisan karena pada saat Anda mencabut bulu hidung dengan cara paksa akan memicu perdarahan di dalam hidung.

Tips menghilangkan bulu hidung dengan cara aman
Apabila Anda ingin menghilangkan bulu hidung yang sudah panjang, Anda dapat lakukan ada dua cara yang dianggap paling aman, yaitu:

1. Trimming

Trimming merupakan salah satu teknik dalam mencukur bulu hidung dengan menggunakan alat khusus. Dengan mengikuti cara ini dapat menghilangkan bulu hidung yang memanjang beberapa senti sehingga tak tampak keluar. Jadi dapat dipastikan bahwa saat ini Anda sudah menggunakan alat cukur yang aman dan bersih dari kuman sebelum digunakan. Cara trimming ini termasuk cara yang paling cepat dan efektif mengatasi masalah bulu hidung yang sudah terlalu panjang.

2.Gunting cukur

Dengan menggunakan cara yang satu ini mungkin sudah tidak  lagi. Dengan cara menggunting sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi berbagai bulu yang tumbuh di badan. Hingga saat ini gunting menjadi cara yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan bulu hidung. Adapun alasan mengapa gunakan gunting cukur ini sebab alatnya yang mudah, murah, simple dan cenderung praktis. Disarankan bagi Anda yang ingin menggunting bulu hidung agar dengan menggunakan gunting yang ujungnya tumpul agar tidak dapat melukai permukaan bagian dalam hidung.  baca juga : umroh plus turki desember  | umroh plus turki desember 2018

Sabtu, 01 Juli 2017

Bahaya Sinusitis Pada Anak Bisa Sampai Meningitis

Bahaya sinusitis pada anak, dimana sinusitis merupakan peradangan yang terjadi pada organ sinus. Sinus sendiri yaitu roanga udara yang terdapat di daerah wajah yang langsung terhubung dengan alat pernapasan (hidung). Peradangan yang terjadi pada sinus ini dapat menyebabkan penimbunan lender pada rongga sinus dan menjadi media bagi pertumbuhan bakteri. hal itu terjadi karena pada umumnya merupakan akibat dari meluasnya infeksi pada hidung secara paksa dapat mendorong kuman masuk pada sinus-sinus tersebut.

Bahaya Sinusitis Pada Anak Bisa Sampai Meningitis

Jangan salah kira bahwa tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Anak-anak pun dapat mengalaminya. Bahaya sinusitis pada anak yang mulai dari usia 5 tahun juga dapat terkena penyakit yang diakibatkan oleh terdapatnya virus, bakteri dan jamur dari influenza yang tak kunjung sembuh. Awalnya mungkin hanya merasakan flu biasa saja. Penyebabnya bisa beraneka macam, bisa karena infeksi virus flu, polusi udara, alergi makanan, debu dan cuaca juga komplikasi dari obat-obatan kimia atau karena kelainan septum hidung.

Sebelum bahaya sinusitis pada anak atau orang-orang di sekitar terjadi, sudah mulai terlihat tanda-tanda mengalami sinusitis tersebut, sebelumnya, untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal itu, terlebih dahulu kenali dua jenis sinusitis yang dijelaskan oleh salah seorang dokter spesialis paru pada anak yakni, Dr. Irene Melinda Louis, SpA.

“Perlu diketahui bahwa Ada dua jenis sinusitis pada anak, yaitu rinosinusitis ringan dan rinosinusitis berat. Pertama, mengenai rinosinusitis ringan, jenis ini tidak berbahaya. Akan tetapi, dapat mengganggu kualitas hidup anak,” terangnya.

Adapun yang akan dialami anak jika dirinya terkena sinusitis ringan ini adalah pernafasan pada anak pasti akan menjadi sulit, pola tidur menjadi terganggu dan tingkat nasfu makan akan menurun.

“hal ini pada akhirnya akan berdampak pada aktifitas keseharian mereka (anak-anak yang menderita sinusitis) keseharian, sinusitis juga dapat membuat anak merasakan mual dan muntah-muntah hingga dapat mengakibatkan mereka tidak nafsu makan,” papar Dr Irene. baca juga >> biaya haji > biaya haji 2018 > biaya haji 2019

Sedangkan untuk yang parah yakni rinosinusitis berat, bagi penderita bisa sampai mengalami meningitis atau radang otak. “tapi hal tersebut jarang sekali terjadi. Sebab, begitu merasakan tanda-tanda flu yang tak kunjung sembuh segera bawa anak untuk secepatnya diperiksakan, jangan berlarut-larut tanpa tindakan yang tepat karena koplikasi sinusitis ini dapat mengancam penderita seperti kerusakan indera penciuman, infeksi sinus parah, hingga gejala meningitis,” pungkasnya.

Sabtu, 03 Juni 2017

Radang Tenggorokan Bisa Sampai Menigitis

Radang tenggorokan, Aktivitas yang begitu banyak dan tugas kerja yang selalu menumpuk membuat seseorang semakin kelelahan untuk menjaga kestabilan tubuhnya sehingga mereka melampiaskannya dengan makan yang berlebihan dan tidak terkontrol. Pada akhirnya semua makanan langsung dilahap tanpa dipikirkan terlebih dahulu baik atau tidak untuk dapat dikonsumsi.

Radang Tenggorokan Bisa Sampai Menigitis

Makanan yang panas, pedas, dan minuman yang dingin pun bercampur aduk saat makan sehingga sering kali seseorang mengalami sakit pada tenggorokannya yang sulit menelan, terasa gatal dan kering. Hal itu merupakan suatu gejala penyakit radang tenggorokan. 

Jenis penyakit seperti radang tenggorokan ini memang sering dialami oleh anak-anak dan remaja, tetapi tidak menutup kemungkinan dewasa pun dapat mengalami. Tentunya, sangat mengganggu sekali dalam menjalankan aktifitas ketika mengalami penyakit radang tenggorokan. Namun, sebelum membahas lebih dalam seputar radang tenggorokan, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa anatomi tenggorokan itu sendiri. Tenggorokan menurut medis itu terbagi menjadi dua saluran, yaitu saluran menurun.

Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa gejala yang akan dirasakan ketika radang tenggorokan menyerang. Untuk gejala yang akan di timbulkan dan disarakan pada seseorang tersebut, seperti sakit tenggorokan (nyeri saat menelan), tenggorokan terasa gatal dan kering, napas bau tidak sedap, badan terasa pegal-pegal, nyeri pada otot, dan terkadang disertai dengan  flu dan batuk.

Selain itu, adapun gejala yang lainnya dari sisi gejala objektif (pemeriksaan fisik), seperti terdapat kemerahan pada tenggorokan, adanya bercak-bercak putih atau abu-abu di sekitar tonsil (amandel), kelenjar getah bening di area leher mengalami pembengkakkan.

Berikut dibawah ini adalah cara yang diberikan oleh dr.Mutia sebagai langkah pertama untuk mengobati radang tenggorokan agar virusnya yang ada tidak semakin menyebar, yaitu dengan melakukan terapi faringitis (perawatan di rumah) jika penyebabnya karena virus, hal ini sangat membantu dalam mempercepat penyembuhan:

1.Minum air putih yang banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
2.Berkumur-kumur dengan air garam hangat.
3.Caranya, sediakan 1 sdt garam. Kemudian, campurkan dengan segelas air hangat matang.
4.Istirahat yang cukup.

Semuanya akan sia-sia apabila sudah berupaya minum air putih yang banyak dan berkumur-kumur dengan air garam hangat/dengan obat antiseptik pun, namun tidak istirahat yang cukup. Hal itu justru akan berangsur sakit bahkan akan semakin parah bukan menjadikan tubuh kembali sehat/sembuh.

Istirahat yang cukup merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mengembalikan dan meningkatkan stamina tubuh sehingga dapat terhindar dari serangan virus yang ada. Selain dengan melakukan terapi faringitis atau perawatan di rumah, beberapa obat herbal, seperti madu dan jahe juga dapat membantu melegakan tenggorokan yang sakit.

"Penyakit radang tenggorokan itu termasuk dalam golongan infeksi pada saluran napas atas dengan frekuensi ulangan (serangan berulang/kambuh) yang cukup tinggi sehingga hal itu yang membuat penyakit ini tidak boleh disepelekan, apabila tenggorokan tidak diobati dengan adekuat, mengobati dengan benar, sesuai dengan syarat dan aturan yang sudah ada, akan menimbulkan gejala sisa yang berat, seperti Meningitis, demam rheumatik dan glomerulonefritis akut," jelas dr. Mutia

Meskipun sudah melakukan pengobatan di rumah (terapi faringitis) sekalipun, tetap saja harus melakukan terapi medis atau berobat dan minta obat yang sesuai dengan anjuran dokter, seperti obat antipiretik (penurun demam), analgetik (pereda nyeri), serta antibiotik yang berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab radang tenggorokan. Jika dengan menjalani terapi medis sudah sesuai dengan anjuran dokter tapi masih meninggalkan gejala maka disamping itu perlu untuk melakukan tindakan operatif (melakukan operasi).

Untuk dapat mencegah terjadinya radang tenggorokan sebaiknya menghindari berbagi makanan yang tidak sehat dan bergizi, minuman yang dingin dan berwarna, penggunaan peralatan makan yang kurang bersih, menghindari individu yang sedang sakit, mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum atau sesudah melakukan aktifitas, menerapkan pola hidup yang sehat, seperti tidak merokok dan menghindari asap rokok agar daya tahan tubuh tetap selalu optima dan fit.

Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi multivitamin atau makan buah-buahan yang kaya akan vitamin secara rutin juga dapat mencegah radang tenggorokan sekaligus dapat menjaga tubuh tetap sehat, segar dan terhindar dari segala penyakit yang membahayakan dan mematikan.



baca juga artikel ini:
daftar haji > daftar haji 2018 > daftar haji 2019