Laman

Tampilkan postingan dengan label Radang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Oktober 2017

Pengaruh Radang Tenggorokan terhadap Meningitis

Pengaruh radang tenggorokan, Radang tenggorokan merupakan penyakit yang kedengarannya sangat sepele di telinga kita. Penyakit yang sering menyerang anak-anak maupun dewasa ini pada umumnya sering dianggap remeh. Dimana sebuah kondisi yang bisa saja menyebabkan penderitannya itu merasakan sakit terutama pada saat menelan dan menyebabkan rasa ketidaknyamanan. namun, bukan hanya saja rasa nyeri dan ketidaknyamanan saja yang dapat ditimbulkan akibat dari terkenanya radang tenggorokan. Perlu Anda ketahui, saat anda mengalami sakit saat menelan dan terkena radang tenggorokan maka akan mendapatkan risiko besar hingga mematikan yakni terkena meningitis.

Pengaruh Radang Tenggorokan terhadap Meningitis

Pengaruh radang tenggorokan adalah salah satu infeksi yag umum yang dapat diobati dengan menggunakan beberapa cara pengobatan rumah. Namun, jika hal tersebut tidak diperhatikan dengan baik, tenggorokan yang tidak diobati pastinya akan menyebabkan terjadiya risiko kesehatan lainnya. Radang tenggorokan disebabkan karena infeksi oleh bakteri yang disebut dengan streptokokus. Dari bakteri inilah yang menyebabkan infeksi faring dan amandel. 

Jika sakit radang tenggorokan tidak segera diobati untuk sementara waktu, maka akan banyak komplikasi kesehatan yang dapat terjadi. Seseorang mungkin akan menderita gejala yang lebih parah lagi jika radang tenggorokan tidak segera diobati, pengaruh radang tenggorokan akibat meningitis yang mematikan.

Meningitis ialah salah satu jenis penyakit yang tergolong membahyakan hingga dapat menyebabkan kematian. Dimana kondisi yang seperti ini terjadi akibat peradangan yang terjadi pada selaput saraf otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit meningitis dapat dikenali dengan melalui beberapa gejala umum seperti sakit kepala, pilek, demam, kaku leher, batuk, dan radang tenggorokan.

Menurut pendapat dari beberapa medis ternama dalam kurun waktu 24 jam, tingkat keparahan meningitis dapat langsung meningkat. Sehingga, banyak kasus yang ditemui mengalami kematian akibat dari penyakit meningitis yang tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat. Sehingga, jika mengalami radang tenggorokan, maka segeralah periksa ke dokter agar menadapatkan penanganan yang tepat.

Sebab, radang tenggorokan adalah salah satu gejala dan penyebab meningitis. Dimana, bakteri yang menginfeksi tenggorokan jika terus dibiarkan begitu saja maka akan terus menjalar ke organ tubu lainnya. Sehingga, bakteri ini bisa sampai ke selaput otak yang dapat menyebabkan meningitis yang sangat mematikan. Dan bahkan menurut data WHO kasus kematian yang diakibatkan oleh penyakit ini telah mencapai 80 persen.

Bagi Anda yang mungki ada yang sedang mengalami radang tenggorokan yang disertai dengan adanya gejala seperti sakit saat akan menelan sesuatu, demam, sakit kepala, suara serak dan batuk. Sebaiknya, harus segera lakukan pengobatan. Jangan sampai aggap remeh penyakit ringan itu, kerena jika tidak seperti itu justru akan meninbulkan ancaman kematian bagi Anda.

Tetapi tidak perlu merasa khawatir, karena saat ini Anda masih bisa sembuh dari radang tenggorokan secara tuntas tanpa terkena serangan penyakit meningitis. Yaitu dengan melakukan pengobatan kesehatan ke dokter, menjalani perawatan sesuai anjuran dokter, konsunsi makanan yang bergizi, minum air putih yang banyak, olah raga istirahat yang cukup, minum obat sesuai dengan ajuran dokter dan masih banyak lainnya.

Jumat, 06 Oktober 2017

Penanganan Radang Selaput Otak Meningitis

Penanganan meningitis, Meningitis ialah suatu reaksi keradangan yang mengenai satu atau seluruh lapisan selaput yang menyelimuti jaringan otak dan sumsum tulang belakang, sehingga menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa, yang disebabkan oleh bakteri spesifik/non spesifik atau virus. Meningitis merupakan radang selaput pelindung sistem saraf pusat. Adanya penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker atau obat-obatan tertentu. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Penanganan Radang Selaput Otak Meningitis

Dalam penanganan meningitis ini, kebanyakan kasus yang terjadi disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur atau pasilan yang terus menyebar dalam darah ke cairan otak. Daerah sabuk penyakit meningitis itu ada di Afrika yang terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur. Pada daerah ini ditinggali oleh kurang lebih 300 juta manusia. Pada tahun 1996 telah terjadi wabah penyakit meningitis di mana 250.000 orang menderita penyakit bahaya ini dengan 25.0000 korban jiwa yang tidak terselamatkan dalam penanganan meningitis.

 Dr Iris Rengganis, SpPd menjelaskan, bahwa penyakit ini termasuk dalam kategori sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penanganan meningitis dengan tepat, karena mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat merusak gerak yang berujung pada kematian. Oleh sebab itu, bagi pasien yang telah didiagnosa menderita meningitis dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Patofisiologi Meningitis:

1.Otak secara alami telah terlindungi dari sistem kekebalan tubuh dengan penghalang diantara meninges sehingga membuat aliran darah dan otak. Biasanya, dalam prlindungan ini merpakan keuntungan karena penghalang mencegah tubuh dari penyerangan sendiri. Namun, pada meningitis ini, penhalang dapat menjadi masalah, sebab bakteri sekali atau organisme lainnya telah menemukan cara mereka untuk menuju ke otak. Mereka agak terisolasi dari sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebar luas.

2.Pada saat tubuh mencoba untuk melawan infeksi yang ada, justru masalah dapat memperburuk. Pembuluh darah menjadi bocor dan dapat memungkinkan cairan, sel darah putih dan berjuang dalam melawan infeksi lain pada partikel untuk bisa masuk meninges dan otak. Saat proses ini pada gilirannya akan menyebabkan pembengkakan otak dan akhirnya dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke bagian otak, sehingga memperburuk gejala infeksi.

3.Dalam proses inflamasi dapat tetap terbatas pada ruang subarachnoid namun tergantung pada beratnya meningitis bakteri. Dalam bentuk yang terbilang tidak parah, penghalang pial tiadak dapat ditembus dan parenkim yang mendasari akan tetap utuh. Namun, jika dalam bentuk yang lebih parah lagi meningitis bakteri, penghalang pial rusak dan parenkim mendasari diserang oleh proses inflamasi. Dengan begitu, meningitis bakteri dapat mengakibatkan kerusakan kortikal luas, terutama bila tidak diobati dengan serius.

4.Bakteri mereplikasi peningkatan jumlah sel-sel inflamasi, sitokin yang diinduksi oleh gangguan dalam transportasi membrane dan peningkatan pembuluh darah dan permeabilitas membrane mengabadikan saat proses infeksi pada meningitis bakteri dan account untuk perubahan karakteristik dalam jumlah sel CSF, pH, laktat, protein dan glukosa dalam pasien dengan penyakit ini.

5.Eksudat dapat memperpanjang seluruh CSF, khususnya ke waduk basal yang dapat merusak saraf kranial, misalnya saraf kranial VIII dengan gangguan pendengaran yang dihasilkan menyelapkan jalur CSF (yang menyebabkan hidrosepalus obstruktif) dan mendorong vaskulitis dan tromboflebitis (yang menyebabkan iskemia otak lokal).

Viskositas meningkat CSF akibat dari masuknya komponen plasma ke dalam ruang subarachoid dan vena utama keluar berkurang untuk endema interstisial dan produk degradasi bakteri, neutrophil dan lain sebagainya yang memimpin aktivasi selular untuk endema sitotoksik. Endema serebral yang berikutnya yaitu vasogenic, sitotoksik dan interstisial secara signifikan dapat memeberikan konstribusi untuk hipertensi intracranial dan penurunan konsekuen dalam aliran darah otak. 

Metabolisme anaerobik terjadi kemudian yang berkontribusi terhadap konsentrasi laktat meningkat dan hypoglycorrhachia. Selain itu juga, hasil dari hypoglycorrhachia dari penurunan transpor glukosa ke dalam kompartemen cairan tulang belakang. Pada akhirnya, jika pada proses ini tidak dapat terkontrol dan tidak juga di modulasi oleh pengobatan yang efektif, disfungsi saraf sementara atau permanen hasil cidera saraf.

Kemajuan penting dalam memahami patofisiologi meningitis termasuk wawasan tentang peran penting sitikon, misalnya tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha), interleukin (IL)-1), kemokin (IL-8) ialah temuan karakteristik pada pasien dengan meningitis bakteri.

Konsentrasi CSF pada peningkatan TNF-alfa, IL-6 dan IL-8 ialah karakteristik pada pasien dengan meningitis bakteri. Sitikon tingkatan, termasuk dari IL-6, TNF-alpha dan interferon-gamma telah ditemukan meningkat pada pasien dengan meningitis aseptik. Sedangkan peristiwa yang diusulkan itu melibatkan mediator inflamasi ini pada meningitis bakteri yang di mulai dengan paparan sel, misalnya sel endotel, leukosit, mikroglia, astrosit dan makrofag meningeal untuk produk bakteri dilepaskan selama replikasi dan kematian ririko ini dapat menghasut sintesis sitokin proinflamasi dan mediator. Menurut dari data menunjukkan bahwa pada proses ini kemungkinan dimulai oleh ligase komponen bakteri (misalnya pepridoglikan, lipopolisakarida) untuk pengenalan pola reseptor.

TNF-alpha dan IL-1 adalah yang sangat menonjol di antara sitikon yang memediasi hal ini kaskade inflamasi. TNF-alpha adalah glikoprotein yang berasal dari monosit-makrofag teraktivasi, limfosit, astrosit dan sel microglial. Sedangkan, IL-1 pada sebelumnya itu dikenal sbagai pirogen endogen, yang juga diproduksi oleh fagosit mononuclear diaktifkan dan bertanggung jawab untuk induksi demam selama infeksi bakteri. Kedua molekul tersebut telah terdeteksi dalam waktu 30 hingga 45 menit inokulasi endotoksin intracisternal.

Untuk mediator sekunder itu seperti IL-6, IL-8, oksida nitrat, prostaglandin (PGE2) dan faktor aktivasi platelet (PAF), yang dianggap dapat memperkuat peristiwa inflamasi, baik secara sinergis atau secara mandiri. IL-6 menginduksi reaktan fase akut untuk dijadikan sebagai respon terhadap infeksi bakteri. IL-8 kemokin menengahi tanggapan chemoattractant neutrophil yang diinduksi oleh TNF-alfa dan IL-1.

Nitrat oksida itu adalah molekul radikal bebas yang dapat menyebabkan sitotoksisitas saat diproduksi dalam jumlah tinggi. PGE2, merupakan produk dari siklooksigenase (COX), muncul untuk melakukan partisipasi dalam induksi meningkat darah-otak permeabilitas penghalang. PAF, dengan segudang kegiatan biologis, dipercaya bahwa dapat memediasi pembentukan trombus dan aktivasi faktor pembekuan dalam pembuluh darah tersebut. Namun, peran yang lebih tepat dari semua mediator sekunder pada peradangan meningeal tetap saja tidak jelas.

Jadi hasil bersih dari berbagai proses diatas adalah cedera endotel pembuluh darah dan peningkatan darah-otak permeabilitas penghalang yang menyebabkan masuknya komponen darah banyak ke dalam ruang subarachnoid. Pada banyaknya jumlah pasien, ini dapat memberikan kontribusi untuk endema vasogenic dan tingkat CSF tinggi protein. Sedangkan, untuk menanggapi sitokin dan molekul chemotactic, neutrophil berimigrasi dari aliran darah dan menembus penghalang darah-otak yang rusak menghasilkan karakteristik pleositosis mendalam neutrophilic mengisi bakteri.

Selasa, 26 September 2017

Radang Otak Sebabkan Gibran Koma

Radang otak, Apa jadinya jika buah hati kita sendiri yang usianya belum genap dua tahun dan sedang lucu-lucunya, tiba-tiba harus mengalami koma yang disebabkan oleh sebuah penyakit yang bahkan seumur hidup belum pernah sekalipun mendengar namanya? Hal yang menyedihkan ini menimpah pada seorang ibu muda yang bernama Widia Nuranisa. Ia menceritakan kisah pilunya itu yang harus menyaksikan buah hatinya yang bernama Muhammad Gibran Mahrez usia 15 bulan yang hingga kini terbujur koma karena menderita enchepalitis. Hingga kini belum juga sadar dari koma.

Radang Otak Sebabkan Gibran Koma

Sejak pengalaman hidupnya itu beredar di berbagai media sosial, banyak orangtua yang lantas waspada dengan penyakit radang otak tersebut dan puluhan ibu-ibu kreatif dari komunitas Upload DIY Jabodetabek berkumpul di Kebun Raya Bogor, mereka menggalang dana bagi Gibran yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Penyakit yang lebih sering menyerang pada otak ini hingga menyebabkan radang otak ternyata dapat menyebar luas dengan melalui banyak hal. Penyakit encephalitis ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman yang menyebabkan infeksi sehingga dapat menyebar dengan berbagai cara yang berbeda.

Salah satu penyebab dari penyakit encephalitis paling berbahaya dan umum adalah herpes simplex virus (HSV). HSV itu sendiri adalah virus yang sama yang menyebabkan luka dingin di sekitar mulut, tapi pada saat virus ini menyerang otak, terkadang dapat mengakibatkan fatal. Dengan demikian, HSV encephalitis ini termasuk kasus yang langka.

Perlu diketahui bahwa nyamuk juga bisa ikut menyebarkan virus ini untuk beberapa jenis encephalitis, termasuk encephalitis West Nile, encephalitis St. Louis dan encephalitis Western Equin. Beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, muncul sebuah keprihatinan akan penyebaran virus west Nile yang tertransmisi ke manusia melalui nyamuk. Nyamuk memperoleh virus itu karena menggigit burung yang terinfeksi virus.

Bentuk ringan encephalitis dapat diikuti atau dibarengi penyakit yang umum pada anak-anak, seperti campak, gondok, cacar, rubella dan mononucleosis. Sedangkan virus-virus seperti cacar tersebar dengan melalui cairan hidung dan tenggorokan, biasanya pada saat batuk dan bersin.

Yang sangat jarang terjadi, encephalitis dapat mengakibatkan infeksi bakteri seperti meningitis atau bisa dengan merupakan komplikasi penyakit infeksi lainnya sperti sifilis. Parasit tertentu seperti toxoplasmasis yang terdapat di kotoran kucing, juga dapat menyebabkan encephalitis pada manusia yang memiliki sistem imun lemah, terutama pada anak-anak.

Encephalitis merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah, tapi Anda dapat menghindari penyakit yang mungkin menyebabkannya. Banyak sekali penyakit umum pada anak-anak yang sangat bisa untuk dicegah yakni dengan melalui imunisasi. Jadi ikutilah jadwal imunisasi yang teah direkomendasikan oleh dokter. Selain itu, anak-anak juga wajib menghindari kontak langsung dengan siapapun yang sudah terkena encephalitis.

Pada area di mana encephalitis ini bisa ditularkan lewat gigitan serangga, terutama nyamuk, anak-anak harus menghindari aktifitas di luar rumah saat fajar dan senja karena nyamuk paling aktif. Kemudian, gunakan pakaian yang dapat melindungi hampir seluruh bagian tubuh seperti lengan panjang dan celana panjang, serta gunakan obar anti nyamuk di rumah. 

Selain itu juga, jaga kebersihan lingkungan. Dengan membersihkan semua benda yang dapat menampung air, termasuk ember, tempat mandi burung, pot, ayunan ban, karena itu semua dapat menjadi temapat berkembang biak nyamuk. segera dapatkan info>> paket haji  <<  paket haji 2018  <<  paket haji 2019

Sedangkan untuk dapat menghindari anak dari gigitan kutu, batasi kontak mereka dengan tanah, daun dan vegetasi. Kenakan anak pakaian berlengan panjang, warna yang mencolok dan celana ukuran panjang ketika berada di luar rumah. Dan, periksakan kesehatan anak dan jika memelihara hewan dirumah, jangan lupa juga untuk memeriksakan kesehatannya serta mengecek kutu hewan tersebut.

Selasa, 29 Agustus 2017

Radang Selaput Otak Bisa Menyerang Tanpa Disadari

Radang selaput otak, Peradangan yang terjadi pada penderita meningitis dapat dimulai secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara bertahap. Inilah mungkin yang membuat penderita itu tidak menyadari bahwa penyakit ini telah menyerang tubuhnya. Artinya meningitis dapat melanda siapa saja tanpa memandang kelompok usia. Petugas medis bagian Mycotic Diseases Branch yakni Benjamin Park, MD di Centers for Disease Control (CDC) memaparkan, terjadi perkembangan infeksi pada setiap orang itu sangat berbeda.

Radang Selaput Otak Bisa Menyerang Tanpa Disadari

Jika hal itu disebabkan oleh virus dan bakteri, meningitis yang merupakan radang selaput otak yang juga dapat berkembang biak dalam hitungan jam saja. Sedangkan jika disebabkan oleh jamur, “Itu merayap pada tubuh Anda,” jelas Park. Tergantung pada jenis bakteri, virus dan jamur yang menyerang, serta kondisi kekebalan tubuh pada seseorang tersebut.

Meningitis atau radang selaput otak yang terjadi pada orang dewasa ditandai dengan demam tinggi, leher kaku, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan berbagai gejala lainnya yang juga dapat terjadi. Pengobatan dengan menggunakan antibiotik biasanya efektif dalam melawan infeksi.

Mungkin gejala lainnya adalah perasaan sedih, tidak nyaman berada ditempat yang terang, mudah mengantuk, merasa bingung dan terjadinya perubahan mental lainnya. Atau jika Anda menemkan ruam kemerahan atau keunguan pada kulit yang tidak berubah warna saat ditekan, bisa jadi itu merupakan tanda dari keracunan darah.

Sedangkan hal lainnya, tanda-tanda yang terjadi pada bayi adalah selalu menangis merintih, terdapat titik yang menonjol dan tegang di beberapa pada bagian tubuhnya, bayi membuat gerakan yang cukup kaku atau menghentak-hentak, iritabilitas, pernapasannya cepat, lesu, ngantuk, kulit berjerawat, pucat serta menggigil atau dingin pada kaki dan tangannya.

Pada beberapa kasus yang terjadi, seringkali dokter dalah melakukan diagnosa pada gangguan ini sebagai gangguan stroke. Dikarenankan dari beberapa pasien yang datang dalam kondisi kesulitan saat bicara dan kesulitan dalam menyeimbangkan tubuh atau berjalan.

Diagnosa yang dilakukan biasanya itu dengan melakukan pemeriksaan dan tes laboratorium yang dinamakan Lumbal Pungsi atau Spinal Tap. Selama menjalankan prosedur, pada daerah belakang disuntikkan dengan menggunakan obat bius dan jarum menyelinap diantara dua tulang di tulang belakang untuk mendapatkan sampel kecil dari cairan tulang belakang. artikel lain >> umroh akhir tahun |  umroh akhir tahun 2018

Dari analisis Lab akan membatu dalam menentukan jenis tertentu meningitis yang Anda miliki, apakah virus, bakteri atau jamur. Selain itu juga, dapat diambil dari sampel, urine darah dan cairan dari hidung atau telinga.

Cairan yang biasanya itu jernih, sehingga jika muncul berawan dan mengandung sel darah putih, kemungkinan besar Anda itu terkena meningitis. karena pada penyakit ini dapat berkembang biak dengan cepat, dengan kondisi yang sudah seperti itu, lakukan pengobatan dengan segera, bahkan sebelum hasil tes diketahui atau dikeluarkan.

Sabtu, 03 Juni 2017

Radang Tenggorokan Bisa Sampai Menigitis

Radang tenggorokan, Aktivitas yang begitu banyak dan tugas kerja yang selalu menumpuk membuat seseorang semakin kelelahan untuk menjaga kestabilan tubuhnya sehingga mereka melampiaskannya dengan makan yang berlebihan dan tidak terkontrol. Pada akhirnya semua makanan langsung dilahap tanpa dipikirkan terlebih dahulu baik atau tidak untuk dapat dikonsumsi.

Radang Tenggorokan Bisa Sampai Menigitis

Makanan yang panas, pedas, dan minuman yang dingin pun bercampur aduk saat makan sehingga sering kali seseorang mengalami sakit pada tenggorokannya yang sulit menelan, terasa gatal dan kering. Hal itu merupakan suatu gejala penyakit radang tenggorokan. 

Jenis penyakit seperti radang tenggorokan ini memang sering dialami oleh anak-anak dan remaja, tetapi tidak menutup kemungkinan dewasa pun dapat mengalami. Tentunya, sangat mengganggu sekali dalam menjalankan aktifitas ketika mengalami penyakit radang tenggorokan. Namun, sebelum membahas lebih dalam seputar radang tenggorokan, perlu diketahui terlebih dahulu bahwa anatomi tenggorokan itu sendiri. Tenggorokan menurut medis itu terbagi menjadi dua saluran, yaitu saluran menurun.

Ia juga menjelaskan bahwa ada beberapa gejala yang akan dirasakan ketika radang tenggorokan menyerang. Untuk gejala yang akan di timbulkan dan disarakan pada seseorang tersebut, seperti sakit tenggorokan (nyeri saat menelan), tenggorokan terasa gatal dan kering, napas bau tidak sedap, badan terasa pegal-pegal, nyeri pada otot, dan terkadang disertai dengan  flu dan batuk.

Selain itu, adapun gejala yang lainnya dari sisi gejala objektif (pemeriksaan fisik), seperti terdapat kemerahan pada tenggorokan, adanya bercak-bercak putih atau abu-abu di sekitar tonsil (amandel), kelenjar getah bening di area leher mengalami pembengkakkan.

Berikut dibawah ini adalah cara yang diberikan oleh dr.Mutia sebagai langkah pertama untuk mengobati radang tenggorokan agar virusnya yang ada tidak semakin menyebar, yaitu dengan melakukan terapi faringitis (perawatan di rumah) jika penyebabnya karena virus, hal ini sangat membantu dalam mempercepat penyembuhan:

1.Minum air putih yang banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
2.Berkumur-kumur dengan air garam hangat.
3.Caranya, sediakan 1 sdt garam. Kemudian, campurkan dengan segelas air hangat matang.
4.Istirahat yang cukup.

Semuanya akan sia-sia apabila sudah berupaya minum air putih yang banyak dan berkumur-kumur dengan air garam hangat/dengan obat antiseptik pun, namun tidak istirahat yang cukup. Hal itu justru akan berangsur sakit bahkan akan semakin parah bukan menjadikan tubuh kembali sehat/sembuh.

Istirahat yang cukup merupakan hal yang sangat penting untuk dapat mengembalikan dan meningkatkan stamina tubuh sehingga dapat terhindar dari serangan virus yang ada. Selain dengan melakukan terapi faringitis atau perawatan di rumah, beberapa obat herbal, seperti madu dan jahe juga dapat membantu melegakan tenggorokan yang sakit.

"Penyakit radang tenggorokan itu termasuk dalam golongan infeksi pada saluran napas atas dengan frekuensi ulangan (serangan berulang/kambuh) yang cukup tinggi sehingga hal itu yang membuat penyakit ini tidak boleh disepelekan, apabila tenggorokan tidak diobati dengan adekuat, mengobati dengan benar, sesuai dengan syarat dan aturan yang sudah ada, akan menimbulkan gejala sisa yang berat, seperti Meningitis, demam rheumatik dan glomerulonefritis akut," jelas dr. Mutia

Meskipun sudah melakukan pengobatan di rumah (terapi faringitis) sekalipun, tetap saja harus melakukan terapi medis atau berobat dan minta obat yang sesuai dengan anjuran dokter, seperti obat antipiretik (penurun demam), analgetik (pereda nyeri), serta antibiotik yang berfungsi untuk membunuh bakteri penyebab radang tenggorokan. Jika dengan menjalani terapi medis sudah sesuai dengan anjuran dokter tapi masih meninggalkan gejala maka disamping itu perlu untuk melakukan tindakan operatif (melakukan operasi).

Untuk dapat mencegah terjadinya radang tenggorokan sebaiknya menghindari berbagi makanan yang tidak sehat dan bergizi, minuman yang dingin dan berwarna, penggunaan peralatan makan yang kurang bersih, menghindari individu yang sedang sakit, mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum atau sesudah melakukan aktifitas, menerapkan pola hidup yang sehat, seperti tidak merokok dan menghindari asap rokok agar daya tahan tubuh tetap selalu optima dan fit.

Selain itu, jangan lupa untuk mengonsumsi multivitamin atau makan buah-buahan yang kaya akan vitamin secara rutin juga dapat mencegah radang tenggorokan sekaligus dapat menjaga tubuh tetap sehat, segar dan terhindar dari segala penyakit yang membahayakan dan mematikan.



baca juga artikel ini:
daftar haji > daftar haji 2018 > daftar haji 2019

Selasa, 11 April 2017

Kenali 11 Gejala Meningitis atau Radang Selaput Otak

Kenali 11 gejala meningitis atau radang selaput otak. Meningitis merupakan peradangan pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meninges. Radang yang dimaksud dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme yang lain dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis juga dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini masuk dalam klasifikasi sebagai kedaruratan medis.


Kenali 11 Gejala Meningitis atau Radang Selaput Otak



Gejala yang umumnya yang biasa di temukan dari kasus-kasus yang sudah terjadi dari penyakit meningitis yang dirasakan pada anggota tubuh adalah sakit kepala hebat dan leher terasa kaku disertai dengan demam tinggi, merasa kebingungan atau adanya perubahan kesadaran (hilang), muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Kenali 11 gejala meningitis atau radang selaput otak. Derita meningitis yang dia alami oleh anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti cepat marah dan mengantuk. Terdapat ruam merah yang timbul pada tubuh juga dapat memberikan salah satu petunjuk kuat sebagai penyebab dari meningitis; misalnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus itu dapat ditunjukkan karena adanya ruam merah pada tubuh.

Dengan melakukan tindakan punksi lumbal dilakukan untuk dapat mendiagnosa ada atau tidak adanya meningitis. Dengan langkah seperti jarum dimasukkan ke dalam kanalis spinalis itu dilakukan guna mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang sudah menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. lalu LCS diperiksa di laboratorium medis. Penanganan pertama yang dapat dilakukan pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat dan cepat dengan berbagai antibiotik dan kadang-kadang pemberian obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan untuk mencegah akan terjadinya komplikasi karena radang yang sangat berlebihan. Meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dalam jangka panjang seperti mengalami ketulian, epilepsi, hidrosefalus dan defisit kognitif, terutama bila tidak dirawat dengan secepatnya. Kenali 11 gejala meningitis atau radang selaput otak.

Adapun beberapa jenis meningitis, misalnya yang memiliki hubungan dengan meningokokus, Haemophilus influenzae type B,pneumokokus atau infeksi virus mumps yang dapat dicegah dengan melakukan imunisasi.

Berikut ini merupakan 11 gejala Infeksi Radang Selaput Otak:

1. Bagi orang dewasa yang mengalami meningitis bisa diketahui dengan gejala-gejala yang timbul karena terkena meningitis yang paling sering dirasakan adalah sakit kepala yang hebat, yang sudah terjadi pada hampir 90% kasus meningitis bakterial, disertai oleh kaku kuduk yaitu ketidakmampuan untuk dapat menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tonus otot leher dan kekakuan.

2. Triad klasik dari tanda-tanda meningitis yang terjadi adalah kaku kuduk, demam tinggi secara tiba-tiba dan adanya perubahan status mental; namun, ketiga ciri-ciri tersebut hanya timbul pada 44–46% kasus meningitis bakteri.

3. Jika tidak juga terdapat satu pun dari gejala tersebut, dapat dikatakan bukan penyakit meningitis.

4. Adapun Ciri-ciri yang lainnya yang dapat dihubungkan dengan penyakit meningitis diantaranya yaitu termasuk fotofobia (intoleransi terhadap cahaya terang) dan fonofobia(intoleransi terhadap suara keras). Pada anak kecil yang mengalami, gejala yang telah disebutkan di atas seringkali tidak tampak dengan langsung, dan hanya didapati berupa rewel, kelihatan tidak sehat, lemas, muntah, dan enggan untuk menyusu.

5. Ubun-ubun, pada bagian lembut yang terdapat pada bagian atas kepala bayi yang juga terasa lunak, dapat menonjol pada bayi yang sudah berusia hingga 6 bulan. Adapun ciri yang lainnya yang dapat membedakan antara penyakit meningitis dengan penyakit biasa pada anak yaitu nyeri pada kaki, kaki dan tangan terasa dingin dan warna kulit abnormal.

6. Kaku kuduk sudah banyak terjadi dan mengalami pada 70% pasien meningitis bakteri pada dewasa yang sudah mengalami gejala tersebut.

7. Tanda-tanda yang lain dari meningismus adalah “Kernig’s sign” atau “Brudzinski sign” yang positif tidak negatif. Pada pemeriksaan “Kernig’s sign” pasien harus dibaringkan telentang, dengan panggul dan lutut difleksikan dengan membuat sudut 90 derajat. Sedangkan, pada pasien dengan pemerikasaan “Kernig’s sign” yang positif, rasa nyeri yang dirasakan akan membatasi ekstensi lutut secara pasif. Tanda “Brudzinski” positif apabila terjadinya fleksi pada leher akan menyebabkan fleksi pada lutut dan panggul secara involunter. Meskipun “Kernig’s sign” dan “Brudzinski’s sign” sangat sering digunakan untuk melakukan penegakkan diagnosis meningitis, sensitivitas kedua pemeriksaan ini sangat terbatas. Walaupun demikian, kedua pemeriksaan ini hanya mempunyai spesifisitas yang baik untuk meningitis: tanda yang terjadi seperti ini jarang ada pada penyakit lain.

8. Adapun pemeriksaan lain, yang dikenal sebagai “jolt accentuation maneuver” yang dapat membantu dalam menentukan apakah terdapat meningitis pada pasien yang mengeluh demam dan sakit kepala. Orang tersebut akan diminta untuk memutar kepalanya ke arah horizontal dengan cara cepat; jika sakit kepala yang dirasakan tidak bertambah buruk, artinya bukan mengalami meningitis.

9. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis yang juga dikenal sebagai “meningitis meningokokus” ini juga dapat dibedakan dengan jenis meningitis yang lain, apabila ruam ruam petechial akan terjadi penyebaran dengan cepat, yang sehingga dapat timbul sebelum timbul gejala yang lain.

10. Ruam tersebut berupa bintik kecil dan jumlah banyak, warnanya pun tidak beraturan yakni berwarna merah atau ungu (“petechiae”) di badan , sedangkan anggota badan pada bagian bawah, membran mukosa, konjungtiva, dan terkadang telapak tangan dan telapak kaki. Ruam biasanya tidak memucat; warna merahnya juga tidak memudar saat ditekan dengan menggunakan jari atau batang gelas. Walaupun ruam yang ada tidak selalu timbul pada meningitis meningokokus, ruam ini juga cukup spesifik untuk meningitis meningokokus; namun ruam terkadang juga dapat timbul pada meningitis yang disebabkan oleh bakteri yang lain.

11. Untuk ciri yang lainnya juga dapat kita ketahui dalam membantu menentukan penyebab penyakit meningitis seperti dengan memiliki tanda yang terdapat pada kulit yang disebabkan oleh penyakit kaki, tangan dan mulut dan herpes genitalis, yang keduanya memang memilki hubungan dengan beberapa bentuk meningitis virus.

Komplikasi dini

1. Charlotte Cleverley-Bisman, seseorang yang merupakan penderita meningitis meningokokus yang sangat parah ketika masih usia anak-anak, pada kasusnya tersebut, ruam petechial sangat memburuk menjadi gangren sehingga seluruh anggota tubuhnya harus diamputasi. Akhirnya Dia berhasil sembuh dan gambarnya pun dipasang pada kampanye vaksinasi meningitis di Selandia Baru.

2. Masalah lain dapat timbul pada tahap awal perjalanan penyakit meningitis. Hal ini memerlukan tata laksana yang khusus dan terkadang merupakan petunjuk penyakit yang amat berat atau prognosis yang lebih jelek. Infeksi terjadi akan dapat memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik dimana terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung cepat, suhu tubuh abnormal yang sangat tinggi atau rendah dan adanya peningkatan laju nafas. Tekanan darah yang sangat rendah juga dapat muncul pada tahap awal, khususnya namun tidak secara eksklusif pada meningitis meningokokus; yang akan mengakibatkan kurangnya suplai darah bagi organ-organ yang lain.

3. Koagulasi intravaskular diseminata, ini yang juga merupakan aktivasi berlebihan dari pembekuan darah yang terjadi, dapat juga mengobstruksi pada aliran darah ke organ dan secara paradoks akan meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.

4. Gangren pada anggota tubuh yang terjadi pada pasien penderita penyakit meningokokus: Infeksi meningokokus dan pneumokokus dapat terjadinya penyebab perdarahan kelenjar adrenal, sehingga menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali mematikan nyawa seseorang.

5. Dengan jaringan otak yang mengalami pembengkakkan, tekanan yang terjadi di dalam tengkorak akan meningkat dan otak pun akan membengkak dan dapat mengalami herniasi melalui dasar tengkorak. Hal ini terlihat dari menurunnya kesadaran seseorang, hilangnya refleks pupil terhadap cahaya yang yang masuk dan postur tubuh abnormal. Terjadinya ini karena pada jaringan otak juga dapat mengakibatkan penyumbatan aliran normal LCS di otak (hidrosefalus).

6. Kejang-kejang dapat terjadi karena adanya berbagai penyebab; pada anak-anak, kejang biasanya terjadi masih pada tahap awal meningitis (30% kasus) dan tidak selalu dapat menunjukkan adanya penyakit yang mendasari. Kejang yang terjadi disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang pada otak. Kejang parsial yaitu kejang yang melibatkan salah satu anggota tubuh atau sebagian tubuh, kejang yang terus menerus, kejang yang dialami pada orang dewasa dan yang sulit terkontrol dengan pemberian obat menunjukkan luaran dalam jangka panjang yang lebih buruk.

7. Radang meningen ini juga sudah masuk dalam kategori yang dapat menyebabkan adanya abnormallitas yang terjadi pada saraf kranial, yang masuk dalam kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang juga mensuplai beberapa anggota tubuh yakni kepala dan leher dan mengontrol, dari berbagai fungsi diantaranya adalah, gerakan mata, otot wajah, dan fungsi pendengaran pada telinga.

8. Gangguan pada penglihatan dan tuli dapat menetap setelah episode meningitis. Radang pada pembuluh darahnya (vaskulitis serebral) dan juga adanya pembentukan pembekuan darah pada vena (penyumbatan vena serebral), dapat juga menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi atau gerakan pada tubuh dan fungsi berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang sudah disuplai oleh bagian otak yang terkena. 

by paket umroh ramadhan