Laman

Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 November 2017

Penyakit Meningitis Vs Kanker Otak

Meningitis vs kanker otak, Otak sebagai pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350 cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otaklah yang mampu mengatur dan mengkordinir sebagian besar gerakan, prilaku dan fungsi tubuh homeotasis seperti detak jantung, keseimbangan cairan tubuh, suhu tubuh dan tekanan darah. Otak yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh sebab itu, masih ada kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf di dalamnya dipercayai mampu mempengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan yang mengenai otak  mampu mempengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Sebagai penyetir segalanya yang berperan penting sepenuhnya untuk bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran yang lain-lainnya adalah otak.

Penyakit Meningitis Vs Kanker Otak

Otak memiliki 5 bagian utama yakni otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebellum), medulla oblongata dan pons. Sesuai dengan fungsinya masing-masing dan apabila satu sel saraf otak mengalami gangguan makan akan mempegaruhi seluruh fungsi khususnya dengan adanya gangguan yang terjadi seperti meningitis vs kanker otak. Sejatinya meningitis dan kanker otak memiliki ciri-cirinya, tanda dan gejala yang hampir serupa dan sulit sekali untuk dibedakan dengan perkiraan dari adanya keluhan.

Masih mengenai meningitis vs kanker otak. Otak memiliki 3 lapisan selaput meninges dari luar kedalam yaitu Durameter, yang terdiri dari dua lapisan yang keluar bersatu dengan tengkorak sebagai endostium dan diantara tulang kepala dengan durameter terdapat rongga yang disebut dengan epidural.

Arachnoidea, disebut dengan sebutan seperti itu karena bentuknya seperti sarang laba-laba yang didalamnya terdapat cairan yang disebut dengan liquor cerebrospinallis, dimana fungsi arachnoidea adalah sebagai bantalan untuk dapat melindungi otak dari bahaya kerusakan mekani. Dan yang terakhir adalah Piameter, merupakan lapisan yang paling dalam yang memiliki bentuk disesuaikan dengan lipatan-lipatan permukaan otak.

Ketiga lapisan diatas dapat terjadi peradangan dengan adanya kanker otak yang bisa memicu radangnya selaput otak, selain itu dapat juga disebabkan oleh adanya virus Neiseseria Meningitidis yang menyerang selaput otak, dengan kita mengkonsumsi obat-obatan tertentu seperti dopin, narkoba dan aktifitas sehari-hari yang terlalu melelahkan, dan lain sebagainya juga dapat mempengaruhi timbulnya radang selaput otak.

Tanda dan gejala radang selaput otak adalah kepala terasa amat pusing terutama dipagi hari, merasakan mual-mual/muntah, penglihatan tidak jelas meski dibantu dengan kacamata dan merasakan demam tinggi. Hanya ada satu perbedaan antara meningitis dengan kanker otak yakni kalau kanker otak memiliki massa dan dapat dilihat pada pemeriksaan Rotgen (foto), CT scan dan MRI. Sedangkan, kalau meningitis (radang selaput otak) tidak terlihat pada pemeriksaan penunjang tersebut tapi dapat dikenali dengan keluhan yang dirasakan oleh seseorang.

Jumat, 06 Oktober 2017

Penanganan Radang Selaput Otak Meningitis

Penanganan meningitis, Meningitis ialah suatu reaksi keradangan yang mengenai satu atau seluruh lapisan selaput yang menyelimuti jaringan otak dan sumsum tulang belakang, sehingga menimbulkan eksudasi berupa pus atau serosa, yang disebabkan oleh bakteri spesifik/non spesifik atau virus. Meningitis merupakan radang selaput pelindung sistem saraf pusat. Adanya penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker atau obat-obatan tertentu. Penyakit ini juga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Penanganan Radang Selaput Otak Meningitis

Dalam penanganan meningitis ini, kebanyakan kasus yang terjadi disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, jamur atau pasilan yang terus menyebar dalam darah ke cairan otak. Daerah sabuk penyakit meningitis itu ada di Afrika yang terbentang dari Senegal di barat ke Ethiopia di timur. Pada daerah ini ditinggali oleh kurang lebih 300 juta manusia. Pada tahun 1996 telah terjadi wabah penyakit meningitis di mana 250.000 orang menderita penyakit bahaya ini dengan 25.0000 korban jiwa yang tidak terselamatkan dalam penanganan meningitis.

 Dr Iris Rengganis, SpPd menjelaskan, bahwa penyakit ini termasuk dalam kategori sebagai penyakit serius yang harus segera mendapatkan penanganan meningitis dengan tepat, karena mengingat letak penyakit ini berada dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat merusak gerak yang berujung pada kematian. Oleh sebab itu, bagi pasien yang telah didiagnosa menderita meningitis dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Patofisiologi Meningitis:

1.Otak secara alami telah terlindungi dari sistem kekebalan tubuh dengan penghalang diantara meninges sehingga membuat aliran darah dan otak. Biasanya, dalam prlindungan ini merpakan keuntungan karena penghalang mencegah tubuh dari penyerangan sendiri. Namun, pada meningitis ini, penhalang dapat menjadi masalah, sebab bakteri sekali atau organisme lainnya telah menemukan cara mereka untuk menuju ke otak. Mereka agak terisolasi dari sistem kekebalan tubuh dan dapat menyebar luas.

2.Pada saat tubuh mencoba untuk melawan infeksi yang ada, justru masalah dapat memperburuk. Pembuluh darah menjadi bocor dan dapat memungkinkan cairan, sel darah putih dan berjuang dalam melawan infeksi lain pada partikel untuk bisa masuk meninges dan otak. Saat proses ini pada gilirannya akan menyebabkan pembengkakan otak dan akhirnya dapat menyebabkan penurunan aliran darah ke bagian otak, sehingga memperburuk gejala infeksi.

3.Dalam proses inflamasi dapat tetap terbatas pada ruang subarachnoid namun tergantung pada beratnya meningitis bakteri. Dalam bentuk yang terbilang tidak parah, penghalang pial tiadak dapat ditembus dan parenkim yang mendasari akan tetap utuh. Namun, jika dalam bentuk yang lebih parah lagi meningitis bakteri, penghalang pial rusak dan parenkim mendasari diserang oleh proses inflamasi. Dengan begitu, meningitis bakteri dapat mengakibatkan kerusakan kortikal luas, terutama bila tidak diobati dengan serius.

4.Bakteri mereplikasi peningkatan jumlah sel-sel inflamasi, sitokin yang diinduksi oleh gangguan dalam transportasi membrane dan peningkatan pembuluh darah dan permeabilitas membrane mengabadikan saat proses infeksi pada meningitis bakteri dan account untuk perubahan karakteristik dalam jumlah sel CSF, pH, laktat, protein dan glukosa dalam pasien dengan penyakit ini.

5.Eksudat dapat memperpanjang seluruh CSF, khususnya ke waduk basal yang dapat merusak saraf kranial, misalnya saraf kranial VIII dengan gangguan pendengaran yang dihasilkan menyelapkan jalur CSF (yang menyebabkan hidrosepalus obstruktif) dan mendorong vaskulitis dan tromboflebitis (yang menyebabkan iskemia otak lokal).

Viskositas meningkat CSF akibat dari masuknya komponen plasma ke dalam ruang subarachoid dan vena utama keluar berkurang untuk endema interstisial dan produk degradasi bakteri, neutrophil dan lain sebagainya yang memimpin aktivasi selular untuk endema sitotoksik. Endema serebral yang berikutnya yaitu vasogenic, sitotoksik dan interstisial secara signifikan dapat memeberikan konstribusi untuk hipertensi intracranial dan penurunan konsekuen dalam aliran darah otak. 

Metabolisme anaerobik terjadi kemudian yang berkontribusi terhadap konsentrasi laktat meningkat dan hypoglycorrhachia. Selain itu juga, hasil dari hypoglycorrhachia dari penurunan transpor glukosa ke dalam kompartemen cairan tulang belakang. Pada akhirnya, jika pada proses ini tidak dapat terkontrol dan tidak juga di modulasi oleh pengobatan yang efektif, disfungsi saraf sementara atau permanen hasil cidera saraf.

Kemajuan penting dalam memahami patofisiologi meningitis termasuk wawasan tentang peran penting sitikon, misalnya tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha), interleukin (IL)-1), kemokin (IL-8) ialah temuan karakteristik pada pasien dengan meningitis bakteri.

Konsentrasi CSF pada peningkatan TNF-alfa, IL-6 dan IL-8 ialah karakteristik pada pasien dengan meningitis bakteri. Sitikon tingkatan, termasuk dari IL-6, TNF-alpha dan interferon-gamma telah ditemukan meningkat pada pasien dengan meningitis aseptik. Sedangkan peristiwa yang diusulkan itu melibatkan mediator inflamasi ini pada meningitis bakteri yang di mulai dengan paparan sel, misalnya sel endotel, leukosit, mikroglia, astrosit dan makrofag meningeal untuk produk bakteri dilepaskan selama replikasi dan kematian ririko ini dapat menghasut sintesis sitokin proinflamasi dan mediator. Menurut dari data menunjukkan bahwa pada proses ini kemungkinan dimulai oleh ligase komponen bakteri (misalnya pepridoglikan, lipopolisakarida) untuk pengenalan pola reseptor.

TNF-alpha dan IL-1 adalah yang sangat menonjol di antara sitikon yang memediasi hal ini kaskade inflamasi. TNF-alpha adalah glikoprotein yang berasal dari monosit-makrofag teraktivasi, limfosit, astrosit dan sel microglial. Sedangkan, IL-1 pada sebelumnya itu dikenal sbagai pirogen endogen, yang juga diproduksi oleh fagosit mononuclear diaktifkan dan bertanggung jawab untuk induksi demam selama infeksi bakteri. Kedua molekul tersebut telah terdeteksi dalam waktu 30 hingga 45 menit inokulasi endotoksin intracisternal.

Untuk mediator sekunder itu seperti IL-6, IL-8, oksida nitrat, prostaglandin (PGE2) dan faktor aktivasi platelet (PAF), yang dianggap dapat memperkuat peristiwa inflamasi, baik secara sinergis atau secara mandiri. IL-6 menginduksi reaktan fase akut untuk dijadikan sebagai respon terhadap infeksi bakteri. IL-8 kemokin menengahi tanggapan chemoattractant neutrophil yang diinduksi oleh TNF-alfa dan IL-1.

Nitrat oksida itu adalah molekul radikal bebas yang dapat menyebabkan sitotoksisitas saat diproduksi dalam jumlah tinggi. PGE2, merupakan produk dari siklooksigenase (COX), muncul untuk melakukan partisipasi dalam induksi meningkat darah-otak permeabilitas penghalang. PAF, dengan segudang kegiatan biologis, dipercaya bahwa dapat memediasi pembentukan trombus dan aktivasi faktor pembekuan dalam pembuluh darah tersebut. Namun, peran yang lebih tepat dari semua mediator sekunder pada peradangan meningeal tetap saja tidak jelas.

Jadi hasil bersih dari berbagai proses diatas adalah cedera endotel pembuluh darah dan peningkatan darah-otak permeabilitas penghalang yang menyebabkan masuknya komponen darah banyak ke dalam ruang subarachnoid. Pada banyaknya jumlah pasien, ini dapat memberikan kontribusi untuk endema vasogenic dan tingkat CSF tinggi protein. Sedangkan, untuk menanggapi sitokin dan molekul chemotactic, neutrophil berimigrasi dari aliran darah dan menembus penghalang darah-otak yang rusak menghasilkan karakteristik pleositosis mendalam neutrophilic mengisi bakteri.

Selasa, 26 September 2017

Radang Otak Sebabkan Gibran Koma

Radang otak, Apa jadinya jika buah hati kita sendiri yang usianya belum genap dua tahun dan sedang lucu-lucunya, tiba-tiba harus mengalami koma yang disebabkan oleh sebuah penyakit yang bahkan seumur hidup belum pernah sekalipun mendengar namanya? Hal yang menyedihkan ini menimpah pada seorang ibu muda yang bernama Widia Nuranisa. Ia menceritakan kisah pilunya itu yang harus menyaksikan buah hatinya yang bernama Muhammad Gibran Mahrez usia 15 bulan yang hingga kini terbujur koma karena menderita enchepalitis. Hingga kini belum juga sadar dari koma.

Radang Otak Sebabkan Gibran Koma

Sejak pengalaman hidupnya itu beredar di berbagai media sosial, banyak orangtua yang lantas waspada dengan penyakit radang otak tersebut dan puluhan ibu-ibu kreatif dari komunitas Upload DIY Jabodetabek berkumpul di Kebun Raya Bogor, mereka menggalang dana bagi Gibran yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Penyakit yang lebih sering menyerang pada otak ini hingga menyebabkan radang otak ternyata dapat menyebar luas dengan melalui banyak hal. Penyakit encephalitis ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis kuman yang menyebabkan infeksi sehingga dapat menyebar dengan berbagai cara yang berbeda.

Salah satu penyebab dari penyakit encephalitis paling berbahaya dan umum adalah herpes simplex virus (HSV). HSV itu sendiri adalah virus yang sama yang menyebabkan luka dingin di sekitar mulut, tapi pada saat virus ini menyerang otak, terkadang dapat mengakibatkan fatal. Dengan demikian, HSV encephalitis ini termasuk kasus yang langka.

Perlu diketahui bahwa nyamuk juga bisa ikut menyebarkan virus ini untuk beberapa jenis encephalitis, termasuk encephalitis West Nile, encephalitis St. Louis dan encephalitis Western Equin. Beberapa tahun terakhir di Amerika Serikat, muncul sebuah keprihatinan akan penyebaran virus west Nile yang tertransmisi ke manusia melalui nyamuk. Nyamuk memperoleh virus itu karena menggigit burung yang terinfeksi virus.

Bentuk ringan encephalitis dapat diikuti atau dibarengi penyakit yang umum pada anak-anak, seperti campak, gondok, cacar, rubella dan mononucleosis. Sedangkan virus-virus seperti cacar tersebar dengan melalui cairan hidung dan tenggorokan, biasanya pada saat batuk dan bersin.

Yang sangat jarang terjadi, encephalitis dapat mengakibatkan infeksi bakteri seperti meningitis atau bisa dengan merupakan komplikasi penyakit infeksi lainnya sperti sifilis. Parasit tertentu seperti toxoplasmasis yang terdapat di kotoran kucing, juga dapat menyebabkan encephalitis pada manusia yang memiliki sistem imun lemah, terutama pada anak-anak.

Encephalitis merupakan penyakit yang tidak dapat dicegah, tapi Anda dapat menghindari penyakit yang mungkin menyebabkannya. Banyak sekali penyakit umum pada anak-anak yang sangat bisa untuk dicegah yakni dengan melalui imunisasi. Jadi ikutilah jadwal imunisasi yang teah direkomendasikan oleh dokter. Selain itu, anak-anak juga wajib menghindari kontak langsung dengan siapapun yang sudah terkena encephalitis.

Pada area di mana encephalitis ini bisa ditularkan lewat gigitan serangga, terutama nyamuk, anak-anak harus menghindari aktifitas di luar rumah saat fajar dan senja karena nyamuk paling aktif. Kemudian, gunakan pakaian yang dapat melindungi hampir seluruh bagian tubuh seperti lengan panjang dan celana panjang, serta gunakan obar anti nyamuk di rumah. 

Selain itu juga, jaga kebersihan lingkungan. Dengan membersihkan semua benda yang dapat menampung air, termasuk ember, tempat mandi burung, pot, ayunan ban, karena itu semua dapat menjadi temapat berkembang biak nyamuk. segera dapatkan info>> paket haji  <<  paket haji 2018  <<  paket haji 2019

Sedangkan untuk dapat menghindari anak dari gigitan kutu, batasi kontak mereka dengan tanah, daun dan vegetasi. Kenakan anak pakaian berlengan panjang, warna yang mencolok dan celana ukuran panjang ketika berada di luar rumah. Dan, periksakan kesehatan anak dan jika memelihara hewan dirumah, jangan lupa juga untuk memeriksakan kesehatannya serta mengecek kutu hewan tersebut.

Kamis, 14 September 2017

Segala Jenis Penyakit Berawal Dari Otak Seperti Meningitis

Penyakit berawal dari otak, Percaya atau tidak bahwa otak merupakan titik awal dari munculnya berbagai macam penyakit. Gambarannya seperti ini, mungkin Anda pernah menemukan orang atau bahkan keluarga sendiri yang sedang didera kesedihan yang mendalam atau kerumitan batiniah yang sedang dirasakan. Banyak hal yang kemungkinan dapat menjadi penyebabnya seperti ditinggal meninggal oleh orang sangat dicintainya, usahanya mengalami kebangkrutan, dikhianati pasangan, hartanya tertipu dan masih banyak masalah lainnya yang sehingga berimplikasi pada terganggunya kehidupan.

Segala Jenis Penyakit Berawal Dari Otak Seperti Meningitis

Kebahagiaan, keceriaan, semangat hidup maupun kinerjanya menjadi hilang dengan seketika disebabkan oleh kondisi yang sedang dialaminya. Beberapa kasus yang ada, mereka hilang semangat hidup berawal dari otak seperti meningitis. Dengan kondisi yang demikian, jika terus menerus didiamkan akan mengurangi mutu dari kualitas kehidupannya. Karena penyakit berawal dari otak.

jika kadaan seperti itu, menurut dari ahli kesehatan jiwa Dr. Yul Iskandar DAJ, MBAP, Ph. D disebabkan oleh otak yang merupakan menjadi sumber segala pikiran yang berasal dari otak. Jika siksaan pikiran terus mereda, maka gangguan kesehatan pun akan hilang. Pikiran adalah pusat kejiwaan pada seseorang. Kalau otak sudah terganggu akan banyak pengaruhnya terhadap kondisi tubuh karena penyakit berawal dari otak. Otaklah yang berfungsi untuk mengatur segala fungsi tubuh. segala penyakit bersumber dari otak seperti meningitis.

seorang psikiater Jerman, Dokter Alois Alzheimer memaparkan, bahwa adapun jenis-jenis penyakit yang menyerang otak seperti penyakit Hidrosefalus, Meningitis, Parkinson, Stroke, Epilepsi, Migren, Lumpuh Otak, dan masih banyak penyakit lainnya yang bersumber pada otak.

Diantara penyakit itu, misalnya Meningitis yang merupakan penyakit yang sangat membahayakan. Penyakit ini adalah radang yang terjadi pada membran pelindung sistem saraf pusat. Dimana meningitis ini dapat ditimbulkan oleh virus, bakteri ataupun jamur yang terus menyebar dan masuk ke dalam darah kemudian berpindah ke cairan otak. Jika ini dibiarkan begitu saja akan menimbulkan kerusakan otak, kehilangan pendengaran, berkurangnya kemampuan dalam belajar, dan menyebabkan kematian.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit meningitis ini adalah demam, sakit kepala hebat, otot leher terasa kaku, hingga berjam-jam mengalami mual disertai dengan muntah-muntah. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala itu segeralah hubungi rumah sakit terdekat atau segera menuju ke rumah sakit secepatnya. Perlu diingat bahwa tanda dan gejala yang di alami oleh penderita meningitis itu berbeda-beda. Namun, sebagian besar mengalami gejala itu semua.

Oleh sebab itu, jagalah kesehatan dengan baik. Untuk dapat menghindarkan diri kita dari segala sumber penyakit yang berawal dari otak. Karena banyak jenis penyakit yang beraneka ragam, maka Anda harus selalu berusaha menyehatkan kondisi mental yang merupakan manifestasi jiwa secara optimal. Jangan sampai menyiksa diri sendiri dan lepaskan segala emosi hingga tidak membabi buta. baca juga >> umroh november ; umroh november 2018

Dengan menerapkan pola hidup yang selaras maka fungsi-fungsi pada otak akan berjalan dengan normal. Keadaan yang seperti itulah akan berdampak pada kondisi tubuh yang sehat karena tidak akan ada perintah-perintah yang menyelewang dari otak. Inti dari semua itu, baik dari yang mudah sakit atau tidaknya terhadap seseorang sangat dipengaruhi oleh kemampuan diri dalam menciptakan keselarasan dalam hidup.

Selasa, 29 Agustus 2017

Radang Selaput Otak Bisa Menyerang Tanpa Disadari

Radang selaput otak, Peradangan yang terjadi pada penderita meningitis dapat dimulai secara tiba-tiba atau dapat berkembang secara bertahap. Inilah mungkin yang membuat penderita itu tidak menyadari bahwa penyakit ini telah menyerang tubuhnya. Artinya meningitis dapat melanda siapa saja tanpa memandang kelompok usia. Petugas medis bagian Mycotic Diseases Branch yakni Benjamin Park, MD di Centers for Disease Control (CDC) memaparkan, terjadi perkembangan infeksi pada setiap orang itu sangat berbeda.

Radang Selaput Otak Bisa Menyerang Tanpa Disadari

Jika hal itu disebabkan oleh virus dan bakteri, meningitis yang merupakan radang selaput otak yang juga dapat berkembang biak dalam hitungan jam saja. Sedangkan jika disebabkan oleh jamur, “Itu merayap pada tubuh Anda,” jelas Park. Tergantung pada jenis bakteri, virus dan jamur yang menyerang, serta kondisi kekebalan tubuh pada seseorang tersebut.

Meningitis atau radang selaput otak yang terjadi pada orang dewasa ditandai dengan demam tinggi, leher kaku, sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, dan berbagai gejala lainnya yang juga dapat terjadi. Pengobatan dengan menggunakan antibiotik biasanya efektif dalam melawan infeksi.

Mungkin gejala lainnya adalah perasaan sedih, tidak nyaman berada ditempat yang terang, mudah mengantuk, merasa bingung dan terjadinya perubahan mental lainnya. Atau jika Anda menemkan ruam kemerahan atau keunguan pada kulit yang tidak berubah warna saat ditekan, bisa jadi itu merupakan tanda dari keracunan darah.

Sedangkan hal lainnya, tanda-tanda yang terjadi pada bayi adalah selalu menangis merintih, terdapat titik yang menonjol dan tegang di beberapa pada bagian tubuhnya, bayi membuat gerakan yang cukup kaku atau menghentak-hentak, iritabilitas, pernapasannya cepat, lesu, ngantuk, kulit berjerawat, pucat serta menggigil atau dingin pada kaki dan tangannya.

Pada beberapa kasus yang terjadi, seringkali dokter dalah melakukan diagnosa pada gangguan ini sebagai gangguan stroke. Dikarenankan dari beberapa pasien yang datang dalam kondisi kesulitan saat bicara dan kesulitan dalam menyeimbangkan tubuh atau berjalan.

Diagnosa yang dilakukan biasanya itu dengan melakukan pemeriksaan dan tes laboratorium yang dinamakan Lumbal Pungsi atau Spinal Tap. Selama menjalankan prosedur, pada daerah belakang disuntikkan dengan menggunakan obat bius dan jarum menyelinap diantara dua tulang di tulang belakang untuk mendapatkan sampel kecil dari cairan tulang belakang. artikel lain >> umroh akhir tahun |  umroh akhir tahun 2018

Dari analisis Lab akan membatu dalam menentukan jenis tertentu meningitis yang Anda miliki, apakah virus, bakteri atau jamur. Selain itu juga, dapat diambil dari sampel, urine darah dan cairan dari hidung atau telinga.

Cairan yang biasanya itu jernih, sehingga jika muncul berawan dan mengandung sel darah putih, kemungkinan besar Anda itu terkena meningitis. karena pada penyakit ini dapat berkembang biak dengan cepat, dengan kondisi yang sudah seperti itu, lakukan pengobatan dengan segera, bahkan sebelum hasil tes diketahui atau dikeluarkan.

Selasa, 15 Agustus 2017

Bahaya Cabuti Bulu Hidung Bisa Sampai ke Otak

Bahaya cabuti bulu hidung, Bulu hidung yang terkadang memanjang atau bahkan sampai keluar dari lubang hidung memang sering kali membuat risih siapa saja yang mengalami hal itu. Terlebih lagi jika dialami oleh perempuan, punya bulu hidung yang panjang hingga keluar melewati lubang hidung jika dibiarkan begitu saja tentunya akan mengganggu dan merusak penampilan.

Bahaya Cabuti Bulu Hidung Bisa Sampai ke Otak

Nah, dengan kondisi yang seperti itu tidak jarang banyak orang yang justru dengan sengaja mencabut bulu hidungnya agar tidak merasa terganggu lagi. Padahal, melakukan hal tersebut akan nada efek yang diterima, tahukah Anda jika ada bahaya cabuti bulu hidung? Lantas, apa sebenarnya fungsi dari bulu hidung bagi tubuh. Simak ulasan yang yang ada dibawah ini.

  • Fungsi bulu hidung bagi tubuh


Setiap anggota tubuh pasti masing-masing memiliki fungsi yang sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia, salah satunya termasuk bulu hidung. Sebelum kita mengetahui bahaya cabuti bulu hidung, terlebih dahulu ada baiknya kita mengenal apa fungsi dari bulu hidung bagi tubuh.

Silia atau biasa dikenal dengan sebutan bulu hidung merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh untuk memberikan perlindungan ke paru-paru Anda. Saat Anda bernapas sepanjang hidup Anda, bulu hidung/silia mempunyai fungsi sebagai tempat untuk penyaringan partikel-partikel kecil yang masuk ke dalam lubang hidung.

Partikel-partikel tersebut dapat berupa bakteri, jamur, debu atau hal lainnya yang dapat membahayakan bagi kesehatan tubuh. Selain itu juga, bulu hidung juga yang prosesnya dibantu oleh lendir untuk memerangkap partikel jahat dan kuman tersebut.

Bila partikel jahat tersebut berhasil masuk ke dalam saluran pernapasan, Pastinya, anda akan bersin untuk mengeluarkan mereka. Jadi, bisa dibayangkan sendiri kalau seandainya Anda tidak memiliki bulu hidung? Selain akan lebih rentan mengalami infeksi yang terkait saluran pernapasan, pada sistem kekebalan tubuh Anda pun nantinya akan terganggu. Sehingga membuat Anda jadi lebih gampang sakit.

  • Bahaya mencabut bulu hidung


Sangat beresiko tinggi dan mendatangkan bahaya jika mencabut bulu hidung. Bulu hidung Terdiri dari vibrissae dan mikroskopik silia yang memiliki fungsi sendiri, yaitu untuk menyaring lendir yang masuk, serta berbagai kotoran yang bahaya agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan yang dapat menagakibatkan infeksi paru-paru. Menurut penelitian yang telah dilakukan, ukuran bulu hidung yang tebal kurang berhubungan dengan adanya peningkatan kejadian asma pada penderita rhinitis musiman.

Perlu kita ketahui bahwa area sekitar hidung dan mulut termasuk dalam kelompok area rawan atau disebut dengan “danger triangle”. Sebab area tersebut berhubungan langsung dengan otak. 

Di dalam area yang rawan tersebut, pembuluh darah balik atau vena akan bercampur dengan darah dari hidung serta darah yang berasal dari otak. Hingga pada akhirnya bakteri dapat masuk  dengan mudah menuju otak dengan melalui pembuluh darah balik. Jadi, bagi siapa saja yang memiliki kebiasaan mencabut bulu hidung, maka dapat meningkatkan risiko terbesar yakni masuknya bakteri ke dalam otak yang dapat menyebabkan infeksi yang dapat mematikan seperti meningitis dan abses otak atau penyakit lain yang berhubungan dengan otak. Meskipun infeksi yang akan terjadi kapan saja sehingga berakibatkan masuk ke dalam otak jarang sekali terjadi, namun hal itu akan lebih mungkin terjadi terutama bagi orang yang sudah memiliki sistem imun yang rendah.

Selain itu tidak hanya dapat menyebabkan infeksi pada otak, mencabut bulu hidung juga akan membuat Anda rentan mengalami mimisan karena pada saat Anda mencabut bulu hidung dengan cara paksa akan memicu perdarahan di dalam hidung.

Tips menghilangkan bulu hidung dengan cara aman
Apabila Anda ingin menghilangkan bulu hidung yang sudah panjang, Anda dapat lakukan ada dua cara yang dianggap paling aman, yaitu:

1. Trimming

Trimming merupakan salah satu teknik dalam mencukur bulu hidung dengan menggunakan alat khusus. Dengan mengikuti cara ini dapat menghilangkan bulu hidung yang memanjang beberapa senti sehingga tak tampak keluar. Jadi dapat dipastikan bahwa saat ini Anda sudah menggunakan alat cukur yang aman dan bersih dari kuman sebelum digunakan. Cara trimming ini termasuk cara yang paling cepat dan efektif mengatasi masalah bulu hidung yang sudah terlalu panjang.

2.Gunting cukur

Dengan menggunakan cara yang satu ini mungkin sudah tidak  lagi. Dengan cara menggunting sudah sejak lama digunakan untuk mengatasi berbagai bulu yang tumbuh di badan. Hingga saat ini gunting menjadi cara yang paling banyak digunakan untuk menghilangkan bulu hidung. Adapun alasan mengapa gunakan gunting cukur ini sebab alatnya yang mudah, murah, simple dan cenderung praktis. Disarankan bagi Anda yang ingin menggunting bulu hidung agar dengan menggunakan gunting yang ujungnya tumpul agar tidak dapat melukai permukaan bagian dalam hidung.  baca juga : umroh plus turki desember  | umroh plus turki desember 2018

Kamis, 29 Juni 2017

Ada Amuba Mematikan Pemakan Otak

Ada amuba mematikan, Yang dimaksud dengan Amoebic Meningoencephalitis (PAM) yaitu salah satu jenis penyakit meningitis yang mematikan. Penyebabnya itu berasal dari amuba yang bernama Naegleria fowleri. Amuba tersebut dapat menyerang dan memakan otak korban. Organisme yang memiliki sel tunggal tersebut hidup dalam air temperatur hangat. Terjadinya Infeksi Naegleria fowleri atau biasa dikenal sebagai amuba pemakan otak memang jarang sekali terjadi. Namun, untuk tingkat kematian akibat PAM tersebut, menurut keterangan dr Grace EPM Sianturi SpBS, cukup besar. Sebelumnya kasus ini, sudah pernah ditemukan di sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS), Samarinda.

Ada Amuba Mematikan Pemakan Otak

“Dimana Kasus ini masih terbilang langka, tetapi tidak ada salahnya jika masyarakat perlu mengetahui lebih jelas penyebabnya bahwa ada amuba mematikan. Amuba pemakan otak, bisa saja menginfeksi siapa saja yang sedang berenang. Pada saat itu pula, air yang sudah terkontaminasi masuk ke dalam tubuh seseorang, masuknya dengan melalui hidung,” terang dokter spesialis bedah saraf di RSUD AWS tersebut.

Ternyata ada amuba mematikan, dengan cara amuba masuk  melalui hidung, lalu menuju ke otak. Sedikit demi sedikit secara perlahan tetapi pasti dan cepat, amuba dapat menggerogoti sistem saraf pusat di otak. Namun, lanjut Grace, belum dapat dipastikan semua orang yang melakukan renang dapat terserang PAM. Ada berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi.

”Misalnya, pada saat berenang daya tahan tubuh yang dimiliki seseorang seseorang memang sedang tidak baik (sakit). Sedang stres atau kadar klorin pada saat di dalam kolam renang berada di bawah normal,” ucapnya. Sedangkan, untuk masa inkubasi Naegleria fowleri, menurut seorang perempuan yang kelahiran Samarinda, pada 1 September 1980 ini ada sekitar 7-12 hari. Dalam masa rentan waktu, setelah amuba sudah masuk ke dalam tubuh, akan timbul beberapa gejala yang dirasakan pada seseorang. Seperti nyeri kepala (sakit kepala), leher terasa kaku dan berat, batuk juga flu.

“Gejala yang ditimbulkan seperti demam biasa, oleh karena itu banyak yang terlambat mengetahui kalau itu sebenarnya merupakan gejala dari PAM. Sehingga keadaan pasien akan semakin memburuk. Dimbah mengalami halusinasi, koma, hingga pada akhirnya meninggal,” terang alumnus spesialis bedah saraf Universitas Padjadjaran, Bandung tersebut.  lanjut baca>> umroh plus turki desember  | umroh plus turki desember 2018

Grace memaparkan, bahwa meningitis pada hakikatnya bisa saja disembuhkan. Asalkan penanganan yang dilakukan tidak terlambat. Untuk diagnosis awal harus tepat, memberikan penentuan apakah terjangkit meningitis tersebut disebabkan bakteri, virus, atau lainnya. Begitu juga dengan meningitis yang disebabkan oleh Naegleria fowleri. “Jika dengan menggunakan serangkaian tes laboratorium yang ada, LCS, lumbal fungsi, dan lainnya dipastikan itu PAM, pasien bisa diberikan Amfoterisin B. Namun, apabila seorang pasien sudah tidak sadarkan diri, mengalami kejang-kejang, diperlukan terapi dan monitoring ketat terhadap pasien,” papar perempuan berkacamata tersebut.

Selasa, 11 April 2017

Kenali 11 Gejala Meningitis atau Radang Selaput Otak

Kenali 11 gejala meningitis atau radang selaput otak. Meningitis merupakan peradangan pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meninges. Radang yang dimaksud dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus, bakteri, atau juga mikroorganisme yang lain dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis juga dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini masuk dalam klasifikasi sebagai kedaruratan medis.


Kenali 11 Gejala Meningitis atau Radang Selaput Otak



Gejala yang umumnya yang biasa di temukan dari kasus-kasus yang sudah terjadi dari penyakit meningitis yang dirasakan pada anggota tubuh adalah sakit kepala hebat dan leher terasa kaku disertai dengan demam tinggi, merasa kebingungan atau adanya perubahan kesadaran (hilang), muntah-muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Kenali 11 gejala meningitis atau radang selaput otak. Derita meningitis yang dia alami oleh anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti cepat marah dan mengantuk. Terdapat ruam merah yang timbul pada tubuh juga dapat memberikan salah satu petunjuk kuat sebagai penyebab dari meningitis; misalnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus itu dapat ditunjukkan karena adanya ruam merah pada tubuh.

Dengan melakukan tindakan punksi lumbal dilakukan untuk dapat mendiagnosa ada atau tidak adanya meningitis. Dengan langkah seperti jarum dimasukkan ke dalam kanalis spinalis itu dilakukan guna mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang sudah menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. lalu LCS diperiksa di laboratorium medis. Penanganan pertama yang dapat dilakukan pada meningitis akut terdiri dari pemberian secara tepat dan cepat dengan berbagai antibiotik dan kadang-kadang pemberian obat antivirus. Kortikosteroid juga dapat digunakan untuk mencegah akan terjadinya komplikasi karena radang yang sangat berlebihan. Meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dalam jangka panjang seperti mengalami ketulian, epilepsi, hidrosefalus dan defisit kognitif, terutama bila tidak dirawat dengan secepatnya. Kenali 11 gejala meningitis atau radang selaput otak.

Adapun beberapa jenis meningitis, misalnya yang memiliki hubungan dengan meningokokus, Haemophilus influenzae type B,pneumokokus atau infeksi virus mumps yang dapat dicegah dengan melakukan imunisasi.

Berikut ini merupakan 11 gejala Infeksi Radang Selaput Otak:

1. Bagi orang dewasa yang mengalami meningitis bisa diketahui dengan gejala-gejala yang timbul karena terkena meningitis yang paling sering dirasakan adalah sakit kepala yang hebat, yang sudah terjadi pada hampir 90% kasus meningitis bakterial, disertai oleh kaku kuduk yaitu ketidakmampuan untuk dapat menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tonus otot leher dan kekakuan.

2. Triad klasik dari tanda-tanda meningitis yang terjadi adalah kaku kuduk, demam tinggi secara tiba-tiba dan adanya perubahan status mental; namun, ketiga ciri-ciri tersebut hanya timbul pada 44–46% kasus meningitis bakteri.

3. Jika tidak juga terdapat satu pun dari gejala tersebut, dapat dikatakan bukan penyakit meningitis.

4. Adapun Ciri-ciri yang lainnya yang dapat dihubungkan dengan penyakit meningitis diantaranya yaitu termasuk fotofobia (intoleransi terhadap cahaya terang) dan fonofobia(intoleransi terhadap suara keras). Pada anak kecil yang mengalami, gejala yang telah disebutkan di atas seringkali tidak tampak dengan langsung, dan hanya didapati berupa rewel, kelihatan tidak sehat, lemas, muntah, dan enggan untuk menyusu.

5. Ubun-ubun, pada bagian lembut yang terdapat pada bagian atas kepala bayi yang juga terasa lunak, dapat menonjol pada bayi yang sudah berusia hingga 6 bulan. Adapun ciri yang lainnya yang dapat membedakan antara penyakit meningitis dengan penyakit biasa pada anak yaitu nyeri pada kaki, kaki dan tangan terasa dingin dan warna kulit abnormal.

6. Kaku kuduk sudah banyak terjadi dan mengalami pada 70% pasien meningitis bakteri pada dewasa yang sudah mengalami gejala tersebut.

7. Tanda-tanda yang lain dari meningismus adalah “Kernig’s sign” atau “Brudzinski sign” yang positif tidak negatif. Pada pemeriksaan “Kernig’s sign” pasien harus dibaringkan telentang, dengan panggul dan lutut difleksikan dengan membuat sudut 90 derajat. Sedangkan, pada pasien dengan pemerikasaan “Kernig’s sign” yang positif, rasa nyeri yang dirasakan akan membatasi ekstensi lutut secara pasif. Tanda “Brudzinski” positif apabila terjadinya fleksi pada leher akan menyebabkan fleksi pada lutut dan panggul secara involunter. Meskipun “Kernig’s sign” dan “Brudzinski’s sign” sangat sering digunakan untuk melakukan penegakkan diagnosis meningitis, sensitivitas kedua pemeriksaan ini sangat terbatas. Walaupun demikian, kedua pemeriksaan ini hanya mempunyai spesifisitas yang baik untuk meningitis: tanda yang terjadi seperti ini jarang ada pada penyakit lain.

8. Adapun pemeriksaan lain, yang dikenal sebagai “jolt accentuation maneuver” yang dapat membantu dalam menentukan apakah terdapat meningitis pada pasien yang mengeluh demam dan sakit kepala. Orang tersebut akan diminta untuk memutar kepalanya ke arah horizontal dengan cara cepat; jika sakit kepala yang dirasakan tidak bertambah buruk, artinya bukan mengalami meningitis.

9. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis yang juga dikenal sebagai “meningitis meningokokus” ini juga dapat dibedakan dengan jenis meningitis yang lain, apabila ruam ruam petechial akan terjadi penyebaran dengan cepat, yang sehingga dapat timbul sebelum timbul gejala yang lain.

10. Ruam tersebut berupa bintik kecil dan jumlah banyak, warnanya pun tidak beraturan yakni berwarna merah atau ungu (“petechiae”) di badan , sedangkan anggota badan pada bagian bawah, membran mukosa, konjungtiva, dan terkadang telapak tangan dan telapak kaki. Ruam biasanya tidak memucat; warna merahnya juga tidak memudar saat ditekan dengan menggunakan jari atau batang gelas. Walaupun ruam yang ada tidak selalu timbul pada meningitis meningokokus, ruam ini juga cukup spesifik untuk meningitis meningokokus; namun ruam terkadang juga dapat timbul pada meningitis yang disebabkan oleh bakteri yang lain.

11. Untuk ciri yang lainnya juga dapat kita ketahui dalam membantu menentukan penyebab penyakit meningitis seperti dengan memiliki tanda yang terdapat pada kulit yang disebabkan oleh penyakit kaki, tangan dan mulut dan herpes genitalis, yang keduanya memang memilki hubungan dengan beberapa bentuk meningitis virus.

Komplikasi dini

1. Charlotte Cleverley-Bisman, seseorang yang merupakan penderita meningitis meningokokus yang sangat parah ketika masih usia anak-anak, pada kasusnya tersebut, ruam petechial sangat memburuk menjadi gangren sehingga seluruh anggota tubuhnya harus diamputasi. Akhirnya Dia berhasil sembuh dan gambarnya pun dipasang pada kampanye vaksinasi meningitis di Selandia Baru.

2. Masalah lain dapat timbul pada tahap awal perjalanan penyakit meningitis. Hal ini memerlukan tata laksana yang khusus dan terkadang merupakan petunjuk penyakit yang amat berat atau prognosis yang lebih jelek. Infeksi terjadi akan dapat memicu sepsis, suatu sindrom respons radang sistemik dimana terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung cepat, suhu tubuh abnormal yang sangat tinggi atau rendah dan adanya peningkatan laju nafas. Tekanan darah yang sangat rendah juga dapat muncul pada tahap awal, khususnya namun tidak secara eksklusif pada meningitis meningokokus; yang akan mengakibatkan kurangnya suplai darah bagi organ-organ yang lain.

3. Koagulasi intravaskular diseminata, ini yang juga merupakan aktivasi berlebihan dari pembekuan darah yang terjadi, dapat juga mengobstruksi pada aliran darah ke organ dan secara paradoks akan meningkatkan risiko terjadinya pendarahan.

4. Gangren pada anggota tubuh yang terjadi pada pasien penderita penyakit meningokokus: Infeksi meningokokus dan pneumokokus dapat terjadinya penyebab perdarahan kelenjar adrenal, sehingga menyebabkan sindrom Waterhouse-Friderichsen, yang seringkali mematikan nyawa seseorang.

5. Dengan jaringan otak yang mengalami pembengkakkan, tekanan yang terjadi di dalam tengkorak akan meningkat dan otak pun akan membengkak dan dapat mengalami herniasi melalui dasar tengkorak. Hal ini terlihat dari menurunnya kesadaran seseorang, hilangnya refleks pupil terhadap cahaya yang yang masuk dan postur tubuh abnormal. Terjadinya ini karena pada jaringan otak juga dapat mengakibatkan penyumbatan aliran normal LCS di otak (hidrosefalus).

6. Kejang-kejang dapat terjadi karena adanya berbagai penyebab; pada anak-anak, kejang biasanya terjadi masih pada tahap awal meningitis (30% kasus) dan tidak selalu dapat menunjukkan adanya penyakit yang mendasari. Kejang yang terjadi disebabkan oleh peningkatan tekanan dan luasan daerah radang pada otak. Kejang parsial yaitu kejang yang melibatkan salah satu anggota tubuh atau sebagian tubuh, kejang yang terus menerus, kejang yang dialami pada orang dewasa dan yang sulit terkontrol dengan pemberian obat menunjukkan luaran dalam jangka panjang yang lebih buruk.

7. Radang meningen ini juga sudah masuk dalam kategori yang dapat menyebabkan adanya abnormallitas yang terjadi pada saraf kranial, yang masuk dalam kelompok saraf yang berasal dari batang otak yang juga mensuplai beberapa anggota tubuh yakni kepala dan leher dan mengontrol, dari berbagai fungsi diantaranya adalah, gerakan mata, otot wajah, dan fungsi pendengaran pada telinga.

8. Gangguan pada penglihatan dan tuli dapat menetap setelah episode meningitis. Radang pada pembuluh darahnya (vaskulitis serebral) dan juga adanya pembentukan pembekuan darah pada vena (penyumbatan vena serebral), dapat juga menyebabkan kelemahan, hilangnya sensasi atau gerakan pada tubuh dan fungsi berbagai bagian tubuh yang abnormal, yang sudah disuplai oleh bagian otak yang terkena. 

by paket umroh ramadhan

Kamis, 02 Maret 2017

Tempat Suntik Vaksin Meningitis di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Timur

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk suntik vaksin meningitis di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Timur



Tempat Suntik Vaksin Meningitis di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional


Alamat: Jl. MT Haryono Kav. 11, RT 01 / RW 06, Cawang, Kramat Jati, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13630
Telepon: (021) 29373377