Laman

Tampilkan postingan dengan label Kepala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepala. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 November 2017

Perbedaan Sakit Kepala Akibat Stroke dan Meningitis

Stroke dan meningitis, Seperti halnya dengan penyakit stroke, penyakit meningitis atau radang yang telah mengenai lapisan selaput pelindung pada jaringan otak dan sumsum tulang belakang juga memiliki gejala yang sangat khas yakni sakit kepala hebat. Namun, meski memiliki kesamaan gejala, sakit kepala akibat stroke dan meningitis sebenarnya memiliki perbedaan yang mudah untuk dikenali. Salah seorang dokter spesialis saraf dari Bethasida Hospitals yakni Puspasari memaparkan, karena merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri, merasakan sakit kepala akibat meningitis umumnya itu diawali dengan keluhan fisik seperti demam tinggi dan kaku kuduk atau kaku yang dirasakan pada tengkukan leher.

Perbedaan Sakit Kepala Akibat Stroke dan Meningitis

“Disebabkan karena telah terjadinya peradangan, sakit kepala meningitis yang disarakan biasanya itu diawali dengan gejala yang umum tidak enak badan, seperti flu dan batuk, kemudian mulai demam tinggi. Demam tinggi ini biasanya itu disertai dengan sakit kepala hebat. Ada perbedaan antara sakit kepala akibat stoke dan meningitis,” terangnya.

Sementara itu pada stroke, lanjut dia, sakit kepala hebat biasanya akan muncul secara tiba-tiba saja. namun kebalikannya, sakit kepala yang disebabkan oleh stroke justru tidak disertai dengan demam. Melainkan, setelah serangan biasanya akan disertai oleh gejala yang lainnya, seperti mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki, kesulitan dalam berbicara dan memahami pembicaraan, memiliki masalah penglihatan pada satu atau kedua mata, kesulitan untuk berjalan, gangguan saat menelan, hingga pada kehilangan keseimbangan atau koordinasi secara tiba-tiba, itulah perbedaan sakit kepala stroke dan meningitis,” imbuhnya.

Namun, sakit kepala yang merupakan gejala kedua penyakit ini juga ternyata memiliki kesamaan, yakni sama-sama berskala tinggi. “Rasa sakitnya itu mulai dari skala 0 hingga 10. Di skala 1 hingga 6, meski merasa terganggu, tapi penderitanya itu masih tetap bisa untuk melakukan segala aktivitas kesehariannya. Biasanya ini disebabkan oleh migran, vertigo dan kelelahan,” katanya.

Sementara itu, sakit kepala yang merupakan dari gejala stroke dan meningitis, skala rasa sakitnya itu mulai dari 7-10. Bagi penderita yang mengalami dalam kondisi yang seperti ini tidak akan bisa bergerak dan melakukan aktivitas apapun.

Bila mengalami gejala yang seperti itu, Puspa mengingatkan untuk segera meminta pertolongan kepada dokter saraf. Jika gejala meningitis yang tidak segera ditangani dengan tepat dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang cukup serius, seperti kerusakan pada otak, gangguan memori, gangguan pada pendengaran, hingga kematian. Sementara pada stroke, penyakit ini juga akan dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Dikira Sakit Kepala Biasa Ternyata Meningitis

Ternyata meningitis, Ada seorang suster bernama Dianne Woodford saat di identifikasi penyakit, dia mengira penyakit yang dideritannya akan lebih baik dibanding orang lain. Namun, memang tidak ada seorang pun yang sempurna, dikira hanya sakit kepala biasa. Dianne ternyata terkena penyakit meningitis dan sampai kedua matanya tidak dapat melihat (buta). Perkiraan Sembilan tahun yang lalu di tanggal 22 Agustus, Dianne telah terserang oleh bakteri meningitis, bentuk infeksi yang dirasakan parah dan dapat merusak saraf dan otak

Dikira Sakit Kepala Biasa Ternyata Meningitis

Dia mengira selama ini hanya sakit kepala biasa saja, ternyata meningitis. ketidaksukaannya pada cahaya juga dianggap hal yang biasa-biasa saja. namun kenyataannya penyakit itu turut menyerang pada penglihatan ibu dari tiga anak ini.

“Awalnya saya ingat kembali ke rumah usai jam makan siang, tiba-tiba kepala nyeri sekali. Saat itu saya hanya mengira butuh tidur sebentar saja untuk dapat menghilangkan sakit kepala tersebut, tidak pernah berpikir yang macam-macam, hingga pada akhirnya ternyata meningitis yang menyerang saya,” ungkap Dianne.


Selain itu, lanjut dia, saya merasa dari hari ke hari kondisi semakin tidak membaik dan mengira saya terserang flu. Ketiga anak saya bernama Ella, Joe dan Jamie. Jamie yang pada saat itu masih balita, jadi saya harus menidurkannya dan meminum beberapa jumlah obat sebagai penghilang rasa sakit. Lalu, saya berbaring di sofa dan meminta Ella untuk membangunkannya jika Jamie sudah terbangun. Dianne dengan suaminya sudah lama bercerai.

Namun, suatu ketika saat Ella hendak membangunkan ibunya beberapa jam kemudian Dianne malah pingsan. Itu merupakan hal yang mengerikan bagi Ella. setelah itu Ella keluar memanggil tetangganya dan menelpon ambulans. Para medis dengan segera memberikan antibiotik, kemudian membawanya ke Hull Royal Infirmary. 

Dannie mengingat, bahwa pada saat itu dirinya koma selama 24 jam. Setelah melakukan scan otak dan tes fungsi lumbal, dimana cairan tulang belakang diuji untuk mengkonfirmasi dugaan meningitis. Dokter berusaha melakukan semuanya untuk bisa melawan infeksi dalam tubuh Dianne dan berusaha menurunkan radang otaknya.

“Pada keesokan harinya, saat itu saya benar-benar mengerikan, namun masalah yang sebenarnya adalah ketika pada saat membuka kedua mata semuanya terlihat kabur,” terang Dianne.

Dokter menjelaskan kepada Dianne, bahwa bakteri telah bersarang di pembuluh darah halus yang terkait di retina. Pada sistem kekebalan tubuhnya itu telah mencoba untuk membersihkan infeksi, namun telah terjadi peradangan di otaknya dan pendarahan yang merusak secara permanen pada sel-sel di retinanya tersebut. Dan dapat mengoperasi Dianne untuk mencoba menghentikan pendarahan lanjutan. Namun, harapan besar untuk penglihatannya kembali normal sangat minim sekali. 

Meskipun Dianne telah menjalankan 12 operasi, doketr tidak mampu untuk menyelamatkan penglihatan Dianne. Dianne pun mengalami kebutaan. Kesempatan untuk melihat orang-orang terdekat, menikmati berbagai kegiatan, dan hal lainnya sudah tidak bisa lagi dilakukan olehnya.

Setahun setelah penyakitnya itu, Dianne akhirnya memutuskan untuk mendirikan badan amal karena ia merasa bahwa ia ingin memberikan tunanetra lainnya kesempatan untuk tidak hanya bisa bertemu dengan orang lain yang sebayanya saja, melainkan keluar dan ikut menikmati berbagai kegiatan bersama orang-orang. Artinya mereka para tunanetra juga bisa melakukan banyak hal yang bermanfaat seperti berlayar, olah raga memanah dan menembak, mengikuti kelas seni atau hal lainnya.

Lalu, empat tahun kemudian, badan amal yang didirikan oleh Dianne semakin mapan. “Hidup ini banyak macamnya, terkadang sangat menantang, terkadang juga tidak, tapi setidaknya saya kini merasa memiliki kehidupan baru,” tutur Dianne.

Rabu, 05 Juli 2017

5 Jenis Sakit Kepala Termasuk Meningitis

Sakit kepala termasuk meningitis, Sakit kepala  kepala adalah rasa sakit yag muncul tidak terlalu serius dan masih biasa diatasi dengan mudah, seperti hanya dengan minum obat pereda sakit, minum air putih yang cukup dan lebih banyak istirahat. Tapi ada beberapa jenis sakit kepala yang memerlukan penanganan yang lebih karena berkelanjutanatau bahkan ada yang bisa membahayakan dan dapat mengancam jiwa.

5 Jenis Sakit Kepala Termasuk Meningitis

Setiap orang yang ada di dunia ini pasti pernah merasakan sakit kepala, namun yang membedakan adalah jenis sakit kepala dan tingkat rasa sakit yang dirasakan. Sakit kepala termasuk meningitis, itu bisa saja terjadi sakit kepala tidak memiliki jangka waktu yang tertentu, bisa berlangsung kurang dari satu jam atau bahkan selama beberapa hari, serta dapat muncul secara tiba-tiba atau perlahan-lahan.

Meskipun terkadang sakit kepala dapat hilang dengan sendirinya, namun ada juga sakit kepala yang berbeda atau terkadang datang secara konstan, dalam kondisi inilah yang wajib diwaspadai, karena bisa jadi sakit kepala termasuk meningitis, papar Mark Morocco, M.D. dari Los Angeles Medical Centerm University of California, AS. Berikut dibawah ini beberapa jenis kepala yang menandakan ada sesuatu yang cukup serius terjadi di kepala Anda:

1. Thunderclap headache

Jika merasakan sakit kepala hebat terjadi begitu saja secara tiba-tiba, kepala seperti dihajar dengan martil/palu, ini merupakan kondisi yang harus di secepatnya di tanggapi serius kata Dr. Morocco. Hal ini  bisa disebabkan Karena adanya pendarahan pada otak.

2.Sakit kepala Anda semakin meningkat lebih hebat

Jika merasakan sakit kepala yang jauh lebih hebat dari yang biasanya, segeralah periksa ke dokter mengenai kondisi Anda. Hal ini dapat disebabkan oleh aneurisma (pelebaran pembuluh darah abnormal) atau kondisi serius yang lainnya.

3.Sakit kepala yang disertai dengan demam

Sakit kepala yang disertai dengan demam merupakan hal yang tidak boleh dianggap sepele begitu saja. Karena bisa jadi menandakan bahwa terjadinya infeksi pada otak yang biasa dikenal dengan ‘meningitis’ contohnya. Selain itu, infeksi radang otak juga kerap bertanggungjawab atas kondisi ini.

4.Sakit kepala yang disertai rasa sakit pada mata

Jika Anda mengalami sakit pada bagian kepala dan mata, juga diikuti dengan perubahan pada kualitas pengelihatan Anda, ini merupakan kondisi yang harus segera ditangani, menurut Dr. Morocco. Ini adalah ciri dari glaukoma akut dan dapat menyebabkan kebutaan.

5.Rasa sakit pada pelipis

Jika Anda mengalami rasa sakit pada pelipis dengan usia lebih dari 50 tahun dan mengalami rasa sakit ini, maka segeralah kunjungi dokter, terlebih ketika pandangan Anda buram atau diikuti dengan demam. Ini adalah ciri radang pelipis, juga dapat menyebabkan kebutaan.

baca juga : paket haji  <<  paket haji 2018  <<  paket haji 2019