Laman

Tampilkan postingan dengan label di. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label di. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Oktober 2017

Kasus Meningitis dan Flu Burung Pertama di Indonesia

Meningitis dan flu burung, ternyata pasien dengan kasus meningitis dan flu burung yang pertama kalinya terjadi di Indonesia bahkan kasud kedua di dunia berada di Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pada tahun 2006 yakni dr Yudhi Prayudha menjelaskan, bahwa MK yang berusia 65 tahun, telah dinyatakan positif terjangkit virus H5N1. Karena diduga kuat bahwa Virus H5N1 ini menjadi penyebab penyakit radang selaput otak atau biasa dikenal dengan meningitis yang diderita MK.

Kasus Meningitis dan Flu Burung Pertama di Indonesia

Menurutnya, kasus MK ini merupakan pertama kali terjadi di Indonesia, meningitis dan flu burung. Kasus yang serupa juga pernah terjadi sebelumnya di Thailand. Dapat dikatakan ini ialah kasus kedua yang ada di Asia atau bahkan di dunia,” imbuhnya. 

Namun, dr Yudhi belum memastikan secara uji klinis, apakah penyakit meningitis yang diderita oleh MK disebabkan oleh virus flu burung (Avian influenza/AI)atau bukan. Akan tetapi, diduga kuat mengarah ke sana juka dilihat dari kondisi MK yang tidak sadarkan diri sebab meningitis dan MK dinyatakan positif telah terjangkit H5N1. kemungkinan meningitis dan flu burung menyerangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) menghimbau kepada masyarakat agar jangan resah. “Kasus yang seperi ini sangat jarang terjadi. Oleh sebab itu, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Yang terpenting adalah masyarakat harus memperhatikan cara-cara menjaga kebersihan dan penanganan unggas dengan baik dan benar. Agat tidak terjadi kasus meningitis dan flu burung.

Pada saat itu di Jawa Barat telah tercatat 24 orang dan 19 orang diantaranya itu langsung meninggal dunia. dengan jumlah itu tersebar di 10 Kabupaten.Kota. sedangkan untuk di Kabupaten Bandung sendiri, MK merupakan kasus positif keempat.

Berdasarkan dari laporan “PR’ pada saat itu, kasus pasien positif yang terjangkit flu burung di Jawa Barat tersebut yaitu di Kabupaten Bekasi tiga orang dan ketigannya meninggal dunia. ada sebanyak lima orang di Kota Bekasi, empat diantaranya itu meninggal dunia. satu orang meninggal di Kabupaten Bogor. Dua pasien di Kota Depok Meninggal Dunia. tiga dari empat pasien yang terjangkit virus H5N1 di kota Bandung meninggal dunia. Di Kabupaten Sumedang satu pasien, di Kabupaten Indramayu dua dari tiga meninggal dunia. Di Kabupaten Garut dua dari tiga pasien meninggal dan di Kabupaten Tasikmalaya satu pasien meninggal dunia.

Faktor Kesamaan Penderita
Menurut dari Kadinkes terdapat tiga faktor kesamaan di antara penderita flu burung di Jawa Barat. Untuk yang pertama secara sosial ekonomi para penderita dari kalangan menengah dan menengah ke bawah. Sedangkan yang kedua, tidak terjadi di dekat peternakan ayam berskala besar dan yang ketiga, unggas yang positif selalu jenis ayam buka ras (buras).

Berbeda dengan pernyataan dari Dinas Kesehatan Jawa Barat, hasil penelitian dari Dinas Peternakan terhadap unggas Kampung Babakan Cinta Pasirhalang, justru hasilnya negatif. Dalam pengambilan sampel telah dilakukan secara langsung dari lingkungan rumah tinggal MK.pemeriksaan tersebut dilakukan di Laboratorium, bukan berupa rapid test yang dilakukan di lapangan, sehingga hasilnya itu lebih akurat lagi.

Teratasi
Dalam melihat perkembangannya itu, pegamatan “PR” di beberapa media yang ada, bahwa virus V5N1 saat ini sudah teratasi. Meski sudah banyak memakan korban, namuan dari satuan penanggulangan flu burung akhirnya dapat mengatasi wabah virus ini.

Masyarakat diedukasi agar dapat melakukan berbagai pencegahan termasuk hidup sehat dan cara memasak unggas dengan benar dan lain sebagainya. Hingga kini virus masih dapat terkendalikan dan tidak luas peyebarannya.

Senin, 09 Oktober 2017

Kasus Meningitis Dari Gigitan Kutu di Swiss

Meningitis dari gigitan kutu, Meningitis adalah sebuah penyakit berbahaya, terjadinya radang pada membrane yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Secara kesatuannya itu disebut meningen. Meningitis disebabkan oleh infeksi karena virus, bakteri atau mikroorganisme lainnya, dan walapun jarang dapat disebabkan oleh obat-obatan tertentu. Pada umumnya penyakit ini dapat ditularkan dengan melalui batuk dan bersin, selain itu menggunakan barang yang sama oleh penderita meningitis. penyakit ini juga rentan sekali bagi anak-anak, sebab mereka belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Jika menemukan gejala meningitis pada seseorang, seperti panas, mual/muntah, sakit kepala, perubahan kesadaran, kepekaan terhadap cahaya maupun suara dan masih banyak gejala lainnya, segeralah ke Rumah Sakit agar mendapatkan penanganan yang tepat dari dokter.

Kasus Meningitis Dari Gigitan Kutu di Swiss

Ada banyak kutu di sekitar musim ini di Swiss dari biasanya. Sekarang ada banyaknya jumlah kutu di sepanjang musim semi. Dr Norbert Schutz dari Liga Swiss mengatakan, bahwa sebagai tanah dibekukan pada bulan Desember dan Januari, kutu dapat menghemat banyak energi saat mereka telah terbangun dalam cuaca yang lebih hangat setelah berhibernasi.  Antara bulan Maret dan November, pada puncaknya musim kutu, gigitannya dapat menjadi sebuah pengalaman yang tidak menyenangkan. Kasus meningitis dari gigitan kutu di Swiss.

Ketika seseorang melihat ada tanda centang yang menempel pada kulit mereka, reaksi yang pertama dirasakan adalah menariknya.  Masih banyak orang tidak mengetahui bahwa sebenarnya kutu yang menempel di kulit sebenarnya dapat dihapus dengan menggunakan pinset, tidak hanya ditarik dengan tangan. Jika bagian dari kutu tetap berada di bawah kulit dalam waktu yang lama sekitar 36-48 jam ada risiko tertular penyakit. Diantaranya penyakit Lyme melalui bakteri yang menyebar. Ada juga risiko tertular penyait meningitis atau penyakit lainnya. Meningitis dari gigitan kutu tersebut.

Jika Anda mengalami gejala ini dalam tiga minggu terkena gigitan kutu, seperti gejala mirip dengan flu, pusing, sakit sendi atau sakit kepala dan mual. Segeralah mencari bantuin medis agar mendapatkan penanganan yang tepat. Kutu yang dapat menyebabkan berbagai penyakit ini dapat ditemukan di seluruh Swiss, mulai dari Danau Contanse di Timur laut samai ke Jenewa di Barat.

Di Swiss banyak orang yang telah tertular dengan penyakit meningitis ini, dalam proses penularan tersebut dikarenakan oleh gigitan kutu. Sejauh pada tahun ini pada titik manapun dalam dekade terakhir, menurut dari pejabat kesehatan federal. Mereka menekankan bahwa perlu sekali melakukan suntik vaksin untuk mencoba mencegah penyakit meningitis dari gigitan kutu yang menyerang.

Dari Kantor Kesehatan Federal menyebutkan, bahwa adanya peningkatan pada kasus meningitis dari gigitan kutu ini sangat meresahkan sekali. Pada tahun ini sudah ada dua orang yang terjangkit penyakit meningitis sampai meninggal dan lebih dari separuhnya masih dalam masa perawatan di rumah sakit.

Meningitis yang merupakan penyakit virus, tidak dapat diobati dengan menggunakan antibiotik.  Kantor Kesehatan Federal mendorong mereka yang lebih tua dari enam di daerah berisiko tinggi itu untuk melakukan vaksin meningitis untuk dapat mengurangi risiko dari gigitan kutu. Terutama pada panyakit sejenis ini sering  sekali muncul dengan baik setelah digigit.

Swiss Timur, termasuk sebagai Negara yang rentan meningitis dengan risiko tertinggi dan di wilayah yang dekat dengan danau Neuchatel dan Biel menurutnya, bahwa pihaknya tetap saja masih memiliki wewenang. Pada saat ini, kurang dari 60 persen orang di daerah yang terkena vaksinasi terhadap meningitis. Menurut Federal Health Office menunjukkan, bahwa pada musim gugur adalah waktu yang ideal untuk melakukan vaksinasi agar terhindar dari penyakit di musim semi.

Ada sebuah aplikasi mobile yang disebut dengan link eksternal “Zeck” yang dikembangkan oleh Zurich University of Applied Sciences (ZHAW) telah mengumpulkan data selama dua tahun terakhir ini, di mana orang digigit kutu di seluruh negeri.

Sementara itu, Swiss sendiri telah melihat peningkatan kasus meningitis yag disebabkan oleh gigitan kutu, Negara yang merupakan tetangga Austria telah membawa kasusnya turun menjadi 80 dari 700 karena 83 persen populasinya divaksinasi terhadap penyakit ini.

Kamis, 07 September 2017

Menghadang Ancaman Meningitis di Sekitar Anda

Menghadang ancaman meningitis, Penyakit meningitis ini sangatlah berbahaya bagi keselamatan seseorang. Ada sebanyak 50% pasien yang terserang penyakit ini hingga meninggal. Bahkan, ada yang lumpuh, tuli, buta atau mengalami kemunduran mental. Dengan melakukan vaksinasi terbukti efektif. Karena hanya dengan cara itulah meningitis dapat dihindarkan. Apalagi jika dilakukan sejak dini. Belum lama kita membahas penderita meningitis sampai mengalami kebutaan. Awalnya ia sudah putus asa menghadapi hidupnya dengan kebutaan. Sampai pada akhirnya ia menemukan titik terang, dimana ia tetap harus melanjutkan hidupnya dan membangun kembali cita-citanya dengan semangat.

Menghadang Ancaman Meningitis di Sekitar Anda

Meningitis ialah penyakit peradangan pada otak, yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang menyerang di selaput otak hingga menyelimuti permukaan otak. Menurut WHO, sudah ada 2 juta lebih anak yang meninggal pada tiap tahunnya akibat dari penyakit ini. Lalu bagaiman untuk dapat menghadang ancaman meningitis?

Masih saja mengalami kesulitan dalam mengahadang penyakit meningitis. Satu dari lima itu kematian pada balita, yang disebabkan oleh penyakit mematikan tersebut. Survey Kesehatan Nasional 2001 telah mencatat, kematian balita yang disebabkan meningitis ini ada di peringkat pertama sekitar 23%, disusul dengan penyakit diare 13%, pada saraf 12%, dan masih banyak lainnya. Sedangkan, dalam penyebaran meningitis terbilang sangat mudah sekali, yakni dengan melalui udara (air bone).

Dimana penyakit meningitis ini dibawa oleh virus H. Influenzae. Sedangkan, sisanya itu oleh bakteri seperti Streptococcus Pneumoniae (pneumococcus) yang paling umumnya itu pada balita dan menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas, kemudian masuk ke dalam peredaran darah dan terus mengalir. Adapun bakteri lainnya seperti Listeria Monocytogenes (listeria), bakteri ini ditemukan pada debu dan makanan (keju, hot dog atau sandwich).

Dr. Handiono Pusponegoro, SpA(K) dari Divisi Saraf Anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM memaparkan, “Penyakit meningitis memang sangat berbahaya. Bila penyebabnya itu karena bakteri Pnemococcus, 50% meninggal. Kalau pun tidak, pasien tersebut dapat mengalami kelumpuhan, tuli, epilepsy atau mengalami kemunduran mental.”

Proses penyebaran bakteri atau virus dimulai sejak bayi. Gejalanya itu, 62% bayi akan mengalami demam yang disusul dengan hiportemia, sulit untuk minum, diare, sulit pernapasan (sesak), kejang dan ubun-ubun membenjol karena tekanan tinggi dalam kepala. Sedangkan gejala yang dialami pada anak-anak yaitu demam, nyeri kepala dan kesadaran menurun. Sering juga disertai dengan kaku leher. “Untuk fase lanjut, akan berakibatkan kelumpuhan saraf otak, koma, gangguan pernapasan dan denyut jantung,” jelas dr. Hardiono.

Siapa saja yang menunjukkan gejala-gejala diatas, perlu segera melakukan pemeriksaan dengan cek darah, CT scan/MRI. Ynag lebih pentingnya lagi adalah pemeriksaan cairan selaput otak (lumbar puncture), dengan cara pengambilan cairan dari punggung. Pemberian antibiotik dalam waktu maksimal itu selama 6-8 jam, perlu segera untuk dilakukan guna mencegah kerusakan pada otak yang parah.

Waspadalah terhadap lingkungan yang berisiko tinggi terkontaminasi seperti pada tempat penitipan anak dan hunian padat. Berprilaku hidup sehat dengan cara menutup mulut pada saat batuk maupun bersin, hindari mencium bayi dengan mulut, sebelum dan setelah memegang sesuatu biasakan cuci tangan terlebih dahulu, hindari polusi udara dari asap rokok dan asap dapur.  dapatkan info >> haji plus non kuota  |  haji plus non kuota 2018

Pemberian vaksin meningitis untuk usia dibawah ini:

1.Usia 2 sampai 6 bulan; dapat diberikan 4 dosis, jarak dosis pertama dan kedua adalah 4-8 minggu dan demikian dilakukan seterusnya sampai bulan ke-6
2.Usia 7 sampai 11 bulan; dapat diberikan 3 dosis, 2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, sedangkan dosis ketiga setelah usia 12 bulan
3.Usia 12 sampai 23 bulan; cukup dengan diberikan 2 dosis saja, dengan interval 2 bulan
4.Usia 2 sampai 9 tahun; cukup diberikan satu dosis saja

Sabtu, 15 Juli 2017

WHO Peringatkan Wabah Kolera Melanda di Musim Haji 2017

WHO peringatkan wabah kolera, Pelaksanaan musim haji pada tahun 2017 ini akan segera dilaksanakan. World Health Organization (WHO) memberikan peringatan bahwa saat ini wabah kolera saat musim haji di Saudi Arabia, hingga September 2017 mendatang.Karena untuk saat ini sudah mewabah, yakni di Yaman sudah menjadi wilayah epidemik dengan jumlah infeksi lebih dari 332 ribu orang. Demi mencegah terjadinya penularan, Arab Saudi telah mewajibkan kepada seluruh jamaah asal Yaman untuk menjalani vaksinasi kolera. Tahun ini sudah ada sekitar 2-4 juta orang yang berkumpul di Arab Saudi. Termasuk diantaranya ialah 1,5-2 juta jamaah asing.


WHO Peringatkan Wabah Kolera Melanda di Musim Haji 2017

WHO menilai bahwa itu semua, dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah, zika, demam kuning, meningitis, juga kolera. Sedangkan untuk wabah kolera tidak hanya sedang menyebar di Yaman akan tetapi juga menyebar ke sejumlah negara Afrika. WHO peringatkan wabah kolera pada saat musim haji. "Hal tersebut dapat mengakibatkan risiko serius bagi seluruh jamaah haji meskipun mereka sudah kembali ke negaranya masing-masing," papar WHO. Adapun salah satu Pakar kolera WHO yakni Dominique Legros yang menjelaskan bahwa Saudi tidak pernah mengalami wabah kolera.

Karena hal itu berkat tingginya pengawasan dan respons cepat untuk pemeriksaan pada laporan kasus awal jadi dapat dicegah sedini mungkin. WHO peringatkan wabah kolera bisa jadi akan melanda. Namun, pada musim haji tahun ini  Saudi akan menerima jumlah jamaah yang begitu banyak termasuk dari negara endemik. Sehingga dalam pengawasan perlu ditingkatkan lagi, agar dapat terhindar dari wabah tersebut.

"Seperti melihat pada kondisi lingkungan disekitar, mengenai akses pada air, dan kehigienisan lingkungan," tutur Legros. Ia juga menilai, Saudi pastinya sudah bersiap-siap dengan baik mengenai lingkungan. Karena pasalnya kolera sering diasosiasikan dengan kondisi lingkungan yang kotor.

Lalu untuk masa inkubasi penyakit itu berlangsung hanya selama beberapa jam saja. Pada saat gejala sudah mulai muncul, kolera dapat membunuh dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu, jika tidak segera mendapat pertolongan. Kolera merupakan penyakit yang juga dapat mengkhawatirkan karena sejumlah orang jarang sekali menunjukkan gejala tertular.

Sehingga saat melakukan screening di bandara atau di tempat-tempat umum lainnya dinilai sia-sia. Perlu diketahui bahwa Wabah di Yaman sudah berlangsung sekitar 11 pekan. PBB menuduh penyebab itu adalah konflik. Penduduk disana tidak dapat mengakses lingkungan yang bersih dan bantuan yang memadai. lanjut baca : paket umroh  [  paket umroh 2018  ]  paket umroh 2019

Tercatat sudah jumlah kasus baru di Yaman terus bertambah sekitar 6.000 kasus dalam per hari. Namun, menurut data yang diperoleh WHO yang Reuters, untuk jumlah kematian telah perlahan menurun. Tingkat kematian terus menurun dari rata-rata 20-40 per hari jadi rata-rata sembilan kematian per hari dalam enam hari terakhir ini.

Senin, 29 Mei 2017

Kenali Vaksin Terbaru di 2017 ini

Kenali vaksin terbaru di 2017 ini, Para ibu si buah hati, sudahkah buah hati Anda yang tercinta diimunisasi? Kalau belum, maka sudah waktunya untuk melakukan imunisasi dan menambah pengetahuan tentangnya. Perlu diketahui oleh para ibu, ada tiga vaksin baru di tahun 2017 ini. Ketiga vaksin itu masuk dalam Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Dengan demikian, totalnya itu ada delapan vaksin yang dapat dan perlu diberikan pada anak.

Kenali Vaksin Terbaru di 2017 ini

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI yakni H.M Subuh menerangkan, bahwa tiga vaksin terbaru ini adalah demonstrated project yang akan dilakukan sebanyak empat provinsi di 2017. Keempatnya diantaranya berada di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Oleh sebab itu, kenali vaksin terbaru di 2017 ini. Adapun tiga vaksin terbaru yang hadir antara lain, sebagai berikut:


1. Rubella

Vaksin Rubella itu dapat berwujud vaksin tunggal atau pun dapat dikombinasikan dengan vaksin virus lainnya. Kombinasi yang biasa ditemukan itu adalah Rubella dengan vaksin pencegah campak (MR); Rubella, vaksin pencegah campak, dan gondok (MMR); dan Rubella, vaksin pencegah campak, gondok, dan varicella (MMRV).  Untuk RCV ini biasa diberikan pada anak dengan usia 12 sampai 15 bulan. Sedangkan MR atau MMR biasanya mengikuti jadwal setelah imunisasi campak. dengan kita wajib kenali vaksin terbaru di 2017 ini sehingga dapat mencegah sejak dini.

Rencananya, vaksin ini akan menggantikan imunisasi campak di tahun 2017. "Anak yang terkena Rubella akan memiliki kelainan kesehatan mulai dari buta, tuli, hingga kelainan jantung. Dibandingkan harus membiayai anak dengan kondisi seperti ini dalam seumur hidup, lebih baik melakukan pencegahan dengan melakukan imunisasi. Vaksin ini bisa membantu," kata Nila F. Moeloek yang merupakan Menteri Kesehatan (menkes).

2. Pneumococcus

Streptococcus pneumoniae atau pneumococcus adalah bakteri penyebab dari pneumonia (radang paru), infeksi pada telinga, sinus, meningitis, dan juga infeksi pada saluran darah. Melihat bahayanya yang di timbulkan dari dampak bakteri ini, rasanya sangat wajar jika kemudian WHO merekomendasikan untuk pemberian vaksin pencegahnya. Pada tahun ini ada vaksin baru yang perlu diberikan oleh anak-anak untuk dapat mencegah risiko terjangkitnya virus pneumococcus.

3. Human Papillomavirus (HPV)

Inilah merupakan vaksin yang sempat menjadi kontroversi pada bulan November 2016 lalu karena dipercayai dapat menyebabkan menopause sejak dini. Namun, pernyataan tersebut dibantah keras oleh Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Depkes RI yakni dr.Elizabeth Jane Soepardi. Menurutnya, hingga 14 tahun keberadaan vaksin HPV di dunia, tidak memiliki bukti ilmiah yang memberikan pernyataan bahwa vaksin ini dapat menyebabkan mati haidh di usia muda (menopause).

"Vaksin ini terbilang mahal oleh karena itu vaksin massalnya harus dapat memiliki persetujuan DPR lebih dulu. Lalu, dari mana kami dapat persetujuan itu? Dengan sudah adanya bukti ilmiah bahwa vaksin ini sangat efektif untuk menangkal kanker serviks," jelas Jane. Vaksin itu sendiri diberikan pada anak yang usia kelas lima dan enam SD. Tujuannya untuk mencegah kanker leher rahim (serviks) sebelum anak-anak ini aktif secara seksual.

Dengan demikian, dari ketiga vaksin di atas tersebut akan melengkapi lima vaksin sebelumnya dalam Imunisasi Dasar Lengkap (IDL). Sedangkan, untuk lima vaksin yang sebelumnya antara lain yaitu:

1. BCG Polio 1

BCG Polio 1 ini berguna untuk mencegah penularan Tuberculosis (TBC) dan polio, biasanya vaksin ini diberikan ketika bayi berusia sebulan.

2. Bulan DPT-HB-Hib 1 Polio 2

Pemberian vaksin itu berguna untuk mencegah polio, difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis dan juga pneumonia. Vaksin ini diiberikan saat bayi berusia dua bulan.

3. DPT-HB-Hib 2 Polio 3

Serupa dengan pencegahan di nomor yang sebelumnya yakni vaksin ini diberikan untuk mencegah polio, batuk rejan, difteri, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia. Hanya saja vaksin ini diberikan oleh bayi yang berusia tiga bulan.

4. DPT-HB-Hib 3 Polio 4

Masih serupa dengan pencegahan di nomor sebelumnya yakni diberikan untuk dapat mencegah polio, difteri, batuk rejan, tetanus, hepatitis B, meningitis, dan pneumonia. Hanya diberikan pada bayi yang berusia empat bulan.

5. Campak

Untuk dapat mencegah terkenanya campak. Diberikan ketika buah hati sudah berusia sembilan bulan.

Para ibu, kini sudah semakin tahu seputar tentang vaksin yang perlu diberikan oleh si buah hati bukan? Semoga informasi yang diberikan dapat bermanfaat. Pastikan juga agar selalu memberikan perawatan dan melakukan imunisasi terhadap buah hati agar ia senantiasa dalam keadaan sehat dan jauh dari berbagai risiko penyakit yang berbahaya hingga yang menyebabkan kematian


baca juga:
umroh akhir tahunumroh akhir tahun 2018

Senin, 22 Mei 2017

Hati-Hati Virus Meningitis di Ponsel

Hati-hati virus meningitis, Ponsel merupakan alat komunikasi untuk jarak jauh, yang sepertinya sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari, khususnya masuk di zaman modern seperti sekarang ini. Kebutuhan akan komunikasi untuk memperoleh informasi menjadikan ponsel sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi seseorang. Di samping itu juga memiliki fungsi yang tidak terbatas. Saat ini ponsel sudah semakin canggih dengan berbagai macam tipe, model, kapasitas,fitur dan lainnya.

Hati-Hati Virus Meningitis di Ponsel

Ponsel yang selalu dibawa kemanapun bersama dengan aktifitas sehari-hari. Tanpa disadari ternyata ponsel canggih yang selalu digunakan merupakan salah satu benda yang terbilang sangat kotor dan menjdai sumber penyakit. Pasalnya, ponsel  setiap hari tanpa mengenal waktu terdapat berbagai kuman yang dapat merugikan kesehatan yang bersemayam di ponsel Anda. Harus ekstra hati-hati virus meningitis bisa saja menyerang melalui Ponsel.

Tidak pernah melakukan cuci tangan sebelum menyentuh ponsel, meletakkan ponsel begitu saja di sembarang tempat dan tidak pernah membersihkan ponsel dengan menggunakan kapas dan alkohol, sehingga menjadi penyebab jutaan kuman bersemayam di setiap sisi ponsel Anda. Alhasil, menjadi salah satu sumber penyakit dan sebuah benda yang terbilang sangat kotor. Hati-hati virus meningitis di ponsel. Akibat kotor sehingga dapat menjadi sumber penularan berbagai penyakit yang mungkin dapat membahayakan keselamatan diri.

Berikut dibawah ini merupakan beberapa kuman penyakit yang terdapat di ponsel Anda:

•Escherichia coli

Esacherichia coli dalah bakteri yang normalnya berada pada usus. Namun, tidak jarang ada beberapa strain bakteri ini yang menimbulkan penyakit, misalnya berakibatkan diare dan keracunan makanan. Selain itu juga, bakteri ini dapat menempel pada ponsel Anda karena kondisi tangan yang selalu dalam keadaan kurang bersih ketika Anda memegang ponsel, misalnya kondisi tangan setelah melakukan buang air besar tetapi tidak mencuci tangan dengan sabun setelahnya, ataupun karena ponsel yang diletakkan sembarang di tempat-tempat yang kurang bersih.

•Staphilococus aureus

Staphilococus aureus merupakan bakteri jahat yang berasal dari saluran pernafasan. Yang dapat menyebabkan timbulnya radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), jerawat, bisul, dan nyeri pada persendian. Gejala yang ditimbulkan olehnya mulai dari tingkatan yang ringan hingga yang paling tinggi dapat menyebabkan kematian. Bakteri tersebut dapat menempel pada ponsel Anda dengan melalui sentuhan tangan penderita yang telah terkontaminasi pada ponsel Anda, ataupun dengan melalui air liur yang terpercik ke ponsel pada saat berkomunakasi.

•Haemophilus influenza

Bakteri ini berasal dari mukosa saluran pernafasan. Yang dapat ditularkan dengan melalui percikan air liur (droplet) yang dapat menempel di ponsel melalui percikan si penderita yang terjadi pada saat ponsel digunakan. Selain itu, dapat menyebabkan terjadinya radang telinga (otitis), infeksi saluran pernafasan, radang persendian, hingga ke radang selaput otak (meningitis). Pada anak-anak yang mengalami infeksi bakteri ini dapat menyebabkan gejala yang cukup berat. Bahkan, meningitis yang terjadi juga dapat menyebabkan kematian pada anak tersebut.

•Virus Influenza

Virus influenza yang merupakan virus dari keluarga Orthomyxoviridae dan virus ini juga merupakan virus yang menyebabkan terjadinya penyakit influenza. Penyakit akibat virus ini sangat mudah menular oleh siapapun karena proses penularannya ini dengan melalui udara. Pada dasarnya, kita ketahui terkadang penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, jika daya tahan tubuh orang yang terpapar virus tersebut sudah kembali membaik. Gejala penyakit yang ditimbulkan oleh virus ini mulai dari tahap yang ringan hingga berat, bahkan tidak jarang pada saat wabah terjadi, penyakit ini juga banyak yang mengakibatkan korban jiwa.

Virus yang mengakibatkan penyakit influenza ini juga dapat menempel pada ponsel Anda dengan melalui tangan yang sudah terkontaminasi dan melalui partikel-partikel yang keluar pada saat bersin atau batuk.

Demikian penjelasan mengenai beberapa bakteri dan virus yang dapat menempel pada ponsel dan juga yang menyebabkan berbagai jenis penyakit, mulai dari penyakit tingkat ringan hingga penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Pasalnya, jenis mikroorganisme jahat ini yang menempel pada ponsel Anda jauh lebih banyak jumlahnya dari yang telah dijelaskan dan jumlah mereka mungkin tidak terhitung. Hal inilah yang menjadikan ponsel sebagai salah satu benda yang paling kotor, bahkan melebihi toilet.

artikel lainnya >> biaya umroh  /   biaya umroh 2018  /  biaya umroh 2019
Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu menjaga dalam kebersihan ponsel dengan rutin dengan menggunakan kapas dan alkohol. Selain itu, Anda juga perlu untuk cuci tangan sebelum dan sesudah dalam menggunakan ponsel Anda. Di sampingi itu, jauhkanlah juga ponsel Anda dari jangkauan anak-anak Anda karena reflek si kecil yang seringkali memasukkan segala benda yang ia pegang ke dalam mulutnya itu.