Laman

Tampilkan postingan dengan label Calon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Calon. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Juni 2017

PT Bio Farma Siapkan Vaksin Meningitis Untuk Calon Jamaah Haji 2017

PT Bio Farma siapkan vaksin, Tidak terasa keberangkatan haji tahun 2017 ini akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, Untuk dapat memenuhi kebutuhan haji dan umrah pada tahun ini, dari PT Bio Farma (Persero) telah menyiapkan sebanyak 1,2 juta dosis vaksin meningitis.  Direktur Produksi PT Bio Farma (Persero) yakni, Juliaman, upaya yang dilakukan itu merupakan kebutuhan yang wajib dipenuhi melalui skema kerja sama dengan mitra Bio Farma di luar negeri. Sehingga, kedatangan vaksin meningitis tersebut akan dilakukan secara bertahap.

PT Bio Farma Siapkan Vaksin Meningitis Untuk Calon Jamaah Haji 2017

"Pada Mei lalu sudah datang secara bertahap vaksinnya untuk dapat memenuhi kebutuhan calon jamaah haji di tahun ini, PT Bio Farma siapkan vaksin meningitis untuk calon haji 2017 ini," ungkap Juliaman.

Menurut keterangan Juliaman, bahwa PT Bio Farma siapkan vaksin meningitis dan untuk penyerapan vaksin tersebut khusus untuk calon jamaah haji, saat sudah mulai berjalan. Karena, untuk dapat melakukan imunisasi meningitis bagi calon jamaah haji harus sudah dilakukan minimal satu bulan sebelum tanggal keberangkatan ke tanah suci.

"Dengan sudah adanya persediaan vaksin sebanyak 1,2 juta dosis vaksin meningitis ini sangat mencukupi, karena sudah benar-benar dianggarkan sesuai dengan kebutuhan pemerintah," terangnya.

Dikatakan oleh Juliaman, bahwa kuota vaksin meningitis Bio Farma untuk tahun ini jumlahnya lebih besar dibandingkan pada tahun lalu. Hal itu, dikarenakan seiring dengan adanya peningkatan kebutuhan bagi jamaah haji dan umrah yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, apalagi dengan kuota haji yang sudah kembali normal da nada juga penambahan.

Vaksin meningitis, menurutnya, merupakan salah satu vaksin wajib bagi para calon jamaah haji dan umrah untuk dilakukan. Vaksin tersebut diberikan kepada calon jamaah haji guna mencegah penyakit radang selaput otak atau lebih dikenal dengan sebutan penyakit meningitis. Juliman menjamin bahwa, vaksin meningitis yang diperoleh dari Bio Farma sudah terjamin kehalalannya. "Untuk saat ini produksinya masih dikerjasamakan dengan mitra," katanya.

Namun,tuturnya, rencana untuk ke depannya nanti, Bio Farma akan memproduksi vaksin meningitis sendiri. Tentunya, setelah sudah adanya transfer teknologi dari mitra tersebut. "Kalau kedepannya nanti terwujud untuk bisa memproduksi vaksin meningitis sendiri, tentu saja harganya pasti akan lebih murah dari harga yang diperoleh sebelumnya," jelas Juliman.



baca selengkapnya:
biaya haji > biaya haji 2018 > biaya haji 2019

Jumat, 21 April 2017

Calon Penerima Vaksin tidak memiliki Kontraindiksi

Calon penerima vaksin, Vaksinasi atau imunisasi dilakukan guna melindungi diri dari penyakit tertentu yang dapat membahayakan keselamatan. Vaksin akan membentuk suatu kekebalan untuk melawan sebuah penyakit atau beberapa penyakit dalam sekaligus (vaksin kombinasi). Hampir semua masyarakat dapat menerima seluruh jenis vaksin yang tersedia dengan secara aman. Namun, ada juga diantara kita  yang tidak dapat menerima vaksin. Kontraindikasi dalam pemberian vaksin diantaranya adalah:

Calon Penerima Vaksin tidak memiliki Kontraindiksi

1. Seseorang yang mempunyai reaksi anafilaksis (reaksi alergi berat) terhadap vaksin yang sama pada sebelumnya
2. Seseorang yang mempunyai reaksi anafilaksis terhadap komponen yang terdapat pada vaksin, misalnya streptomycin, neomycin, atau polymyxin B (yang mungkin ditemukan di beberapa vaksin). Selain itu juga, 2live attenuated influenza vaccine (LAIV) tidak boleh diberikan pada mereka yang memang mempunyai alergi terhadap telur atau sedang mendapatkan terapi antivirus.
3. Vaksin hidup juga tidak boleh diberikan pada pasien imunodefisiensi (daya tahan tubuh yang rendah) dan pada wanita hamil.

Benarkah Jika Flu dan Batuk Tidak Boleh Vaksin Dulu?
Apakah calon penerima vaksin yang sedang terkena demam dan terkena infeksi saluran pernafasan atas boleh menerima vaksinasi?

Pertanyaan tersebut diatas sering kali muncul dan menjadi perhatian orang banyak khususnya bagi calon penerima vaksin yang akan menjalani vaksinasi. Secara umum, seseorang dengan mengidap penyakit ringan seperti infeksi saluran nafas akut atau infeksi pada telinga tetap dapat menerima vaksin. Tidak ada peningkatan risiko tinggi atau efek samping yang terjadi setelah imunisasi dan tidak akan mempengaruhi efektivitas vaksin yang diberikan.

Pemberian secara rutin vaksin tidak perlu ditunda-tunda, kecuali untuk vaksin berikut dibawah ini:

•Live attenuated influenza vaccine (LAIV)

LAIV adalah vaksin flu dalam bentuk nasal spray. Efektivitas vaksin ini akan berkurang jika diberikan pada mereka yang mengalami pilek dan hidung tersumbat, karena mengurangi penyerapan vaksin pada lapisan mukosa hidung.

•Vaksin rotavirus dan vaksin kolera

Pemberian vaksin rotavirus sebaiknya ditunda dulu pada mereka yang sedang terkena gastroenteritis (diare). Berikan vaksin setelah diare sudah sembuh.

Secara umum, Pada hakikatnya vaksin itu sangat aman dan tidak berbahaya, jauh diprediksi oleh orang banyak selama ini, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa, dengan catatan asalkan calon penerima vaksin tidak memiliki kontraindikasi, seperti keterangan diatas.

Banyak penyakit infeksi yang dapat mengundang banyak penyebab sehingga muncul pula masalah yang serius hingga berujung kematian dan karena vaksinlah penyakit-penyakit tersebut sudah jarang sekali ditemukan. Contohnya itu seperti tetanus, difteri, meningitis dan polio. Maka dari itu, bagi calon penerima vaksin jangan pernah takut untuk melakukan dan mencoba menerima vaksinasi!



info lain :
umroh desember ..  umroh desember 2018

Sabtu, 08 April 2017

Pentingnya Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Pentingnya vaksin meningitis untuk calon jamaah haji. Vaksin harus dilakukan oleh calon jamaah haji tidak hanya untuk melindungi mereka yang akan berkunjung tapi juga negara asal. Melainkan Vaksin meningitis juga merupakan pedoman resmi yang memang sudah dianjurkan bahkan diwajibkan oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi jika ingin mengajukan visa ibadah haji. Soalnya, untuk penularan infeksi meningitis sangat berisiko bagi pengunjung, apalagi ketika dalam kondisi yang penuh sesak pada pelaksanaan puncak haji, dalam pengurusan akomodasi, dan ketika dalam transportasi umum.


Pentingnya Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji

Seluruh umat Islam Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tentu akan mempersiapkan segala sesuatunya seperti perlengkapan haji yang diperlukan seperti pakaian, peralatan untuk ibadah, peralatan mandi dan lain sebagainya. Selain itu juga, Pentingnya vaksin meningitis untuk calon jamaah haji. setiap calon jamaah haji wajib untuk memperoleh vaksinasi meningitis sebelum berangkat haji. Apa itu meningitis dan bagaimana manfaat dari vaksinasi meningitis?

Meningitis yaitu radang selaput pelindung pada sistem saraf pusat. Penyakit ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan yang tertentu. Ini merupakan penyakit serius karena letaknya dekat dengan otak dan tulang belakang, sehingga dapat menyebabkan adanya kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan bisa menuju kematian. Kebanyakan kasus meningitis yang sudah terjadi dikarenakan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, yang mengalir dan menyebar dalam darah ke cairan otak. Oleh karena itu, Pentingnya vaksin meningitis untuk calon jamaah haji.

Penularan penyakit akibat bakteri yang dimaksud bisa melalui dari udara. Sedangkan bagi jamaah haji yang sudah pasti akan terpusat di kota Makkah sudah pasti akan berhadapan langsung atau tidak langsung dengan berbagai jamaah dari berbagai negara yang ada. Ini dikhawatirkan akan menjadi penularan yang sangat bahaya, karena jika ada seseorang jamaah yang tertular penyakit itu sebelumnya berada dan ikut serta dalam satu aktivitas bersama jamaah lainnya.

Selain dapat berguna untuk mencegah seseorang menjadi pembawa (carrier) vaksinasi, yang dimaksudkan juga dapat menghilangkan bakteri yang terdapat di dalam tubuh, asalkan imunitas dalam kondisi yang baik. Beberapa negara seperti di Afrika, Amerika Utara, Amerika Latin dan Selandia Baru adalah endemis meningitis meningokokus. Selama melaksanakan ibadah haji, kemungkinan terjadi adanya kontak atau perpindahan bakteri lewat air liur atau udara dengan carrier meningitis.

Pemberian imunisasi pada umumnya dilakukan minimal 10 hari hingga dua minggu agar tubuh dapat membentuk antibodi. Sebelum melakukan perjalanan ke negara endemik, vaksinasi meningitis juga harus dilakukan. Walaupun Arab Saudi bukanlah Negara pusat wabah meningitis, namun pemerintah Arab Saudi sangat berhati-hati sekali dalam hal ini, karenanya, vaksin meningitis menjadi salah satu syarat ketika seseorang mengajukan visa ibadah haji.

Dengan melakukan vaksin bagi calon jamaah haji bukan saja hanya melindungi mereka yang akan berkunjung saja tapi juga melindungi negara asal tujuan kembalinya jamaah setelah berhaji. Bila tidak divaksin, mereka yang terjangkit bakteri bisa menjadi carrier dan membawa bakteri itu ke populasi yang lebih besar lagi. Umumnya gejala meningitis adalah merasakan nyeri di kepala, leher kaku, kulit kemerahan, penurunan kesadaran dan kejang-kejang. Umumnya beberapa orang yang tidak menyadarinya, mengira hanya terserang flu biasa saja. by promo paket umroh 2018