Laman

Tampilkan postingan dengan label Sebelum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebelum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Agustus 2017

Sebelum Pergi Haji Wajib Vaksin Meningitis

Wajib vaksin meningitis, Para jemaah calon haji sebelum berangkat ke tanah suci wajib melakukan vaksinasi meningitis guna mencegah terpaparnya virus yang dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada selaput otak dan sumsum tulang belakang. Namun, petugas kesehatan yang dari Bojonegoro luput untuk memvaksinasi sejumlah calon haji yang ada. Sehingga hal tersebut mengakibatkan penundaan keberangkatan sejumlah calon haji yang seharusnya masuk pada Kloter 15 di Embarkasi Sukolilo. Ada salah seorang jemaah calon haji yang bernama Chosia'ah yang merupakan jemaah asal Desa Jumput Sukosewu, Bojonegoro, Jawa Timur.

Sebelum Pergi Haji Wajib Vaksin Meningitis

"Setelah melakukan kroscek kesehatan di sini, ibu saya langsung dirujuk ke poliklinik embarkasi. Jelasnya, tidak munculnya data mengenai vaksinasi meningitis sejenisnya karena  calon haji wajib vaksin meningitis," kata Ahmad Saiful, yang merupakan putra Chosia'ah yang ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada Selasa, 1 Agustus 2017.

Saiful menyebut bahwa ibunya baru bisa berangkat ke Tanah Suci karena wajib vaksin meningitis pada dua pekan lagi. Hal itu justru menimbulkan persoalan baru. "Saya sudah datang jauh-jauh dari Jawa Tengah, terus dengan kejadian seperti ini siapa yang akan bertanggung jawab?" tuturnya.

Sedangkan sementara itu, Dari Wakil Ketua Bidang Kesehatan PPIH Embarkasi Surabaya yakni Zainul Mukorobin yang ditemui pada saat berada di Klinik Asrama Haji Surabaya menegaskan bahwa vaksin meningitis wajib bagi seluruh calon haji yang akan ke tanah suci. Selain untuk mencegah jemaah akan tertular penyakit yang berbahaya, vaksin juga dapat mencegah jemaah membawa pulang penyakit menular.

"Di negara yang terkenal dengan padang pasirnya itu pernah menjadi Negara yang terserang wabah meningitis pada tahun 1987 dan 2000. Oleh sebab itu, untuk dapat mencegahnya dari penyakit tersebut, negara bagian manapun yang akan mengirimkan warga negaranya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima itu agar terlebih dulu melakukan vaksinasi, yang paling utama meningitis," jelas Zainul.

Jadi, bagi calon haji sebelum berangkat ke tanah suci dan terdeteksi belum melakukan vaksin meningitis, dari pihaknya akan mengeluarkan surat tidak layak untuk terbang. Sudah tercatat lima calon haji yang hendak berangkat ternyata belum melakukan vaksinasi. Untuk itu, keberangkatan mereka akan ditunda hingga dua pekan ke depan.
baca juga : travel haji  >>  travel haji 2018  >>  travel haji 2019
"Dipastikan bagi calon haji agar segera untuk langsung dirujuk ke RSU Haji untuk melakukan vaksinasi dan harus menunggu selama 14 hari hingga sistem antibodi kebal. Setelah itu, kami berikan surat keterangan layak terbang," tutup Zainul.

Rabu, 12 Juli 2017

Calhaj Mataram Divaksin Meningitis sebelum Berangkat

Calhaj Mataram, Dinas Kesehatan (dinkes) asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), meminta kepada seluruh calon jamaah haji asal daerah ini untuk memastikan diri sudah mendapat imunisasi mengingitis guna mengantisipasi adanya serangan virus middle east respiratory syndrome (MERS). "Melakukan imunisasi meningitis bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar tubuh tidak mudah terkena virus berbahaya ini seperti MERS, yang merupakan penyakit virus pernapasan yang pertama kali dilaporkan terjadi di Negara Arab Saudi," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram yakni dr H Usman Hadi di Mataram.


Calhaj Mataram Divaksin Meningitis sebelum Berangkat


Adanya pernyataan itu disampaikan hanya untuk menyikapi adanya pasien yang diduga terjangkit virus MERS setelah pulang dari menunaikan ibadah umrah. Untuk saat ini, pasien yang merupakan pasien dari rujukan dari Pulau Sumbawa itu sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Calhaj Matram sedang divaksin meningitis.

Menurut keterangannya, selain dibutuhkan untuk jamaah haji, jamaah umrah pun wajib melakukan imunisasi meningitis sebelum keberangkatan seperti yang sedang dilakukan oleh calhaj Mataram saat ini dan kewajiban itu harus disampaikan langsung oleh setiap biro perjalanan umrah yang menjadi pilihan yang dipercayai.

Apalagi, pada saat pemantauan kesehatan jamaah umrah yang sudah kembali ke tanah air seusai melaksanakan ibadah umrah memang tidak ada yang dilakukan, seperti halnya dalam pemantauan kesehatan jamaah haji sebelum dan setelah pulang tetap harus dilakukan.

Oleh sebab itu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya disarankan kepada setiap biro perjalanan umrah dapat menetapkan aturan dengan mewajibkan calon jamaah umrah untuk melakukan imunisasi meningitis sebelum keberangkatan dan memeriksakan kesehatan pada pusat pelayanan kesehatan yang terdekat setelah pulang.

"Apabila dari sekian banyak jumlah jamaah yang ada, diantaranya ada yang jamaah yang menderita panas, batuk dan flu berat setelah kembali ke tanah air, wajib untuk memeriksa kesehatannya, agar secepatnya ditangani dengan tepat," imbaunya. Upaya tersebut menjadi langkah antisipasi agar para jamaah umrah dapat terhindar dari virus berbahaya, selama disan melakukan interaksi secara langsung dengan jamaah dari berbagai negara. baca juga>> travel umroh  /   travel umroh 2018  /  travel umroh 2019

Dikatakan, bahwa dalam pengawasan pemberian imunisasi meningitis bagi calon jamaah umrah dinilai sangat sulit karena tidak sedikit jamaah umrah yang berangkat dengan melalui biro perjalanan umrah di luar daerah. "Memang betul bahwa calon jamaah umrah telah mendaftar di Mataram, tapi pada saat sudah waktunya berangkat ada yang dari Surabaya, Jakarta atau daerah lainnya sehingga kita merasa kesulitan untuk melakukan kontrol, tidak seperti dengan calon haji," ungkapnya.

Kamis, 20 April 2017

Vaksin Meningitis Minimal 2 Minggu Sebelum Berangkat Haji

Vaksin Meningitis, Salah satu vaksinasi yang wajib dilakukan calon jemaah haji maupun umroh, guna mencegah meningitis. Vaksinasi ini sebaiknya dapat dilakukan minimal 2 minggu sebelum akan berangkat haji agar antibodinya itu sudah terbentuk dengan baik.jangan sepelehkan vaksin meningitis ini karena penyakit ini juga terbilang mematikan.

Vaksin Meningitis Minimal 2 Minggu Sebelum Berangkat Haji

"Vaksin meningitis minimal 2 minggu sebelum berangkat haji karena antibodi telah terbentuk setelah 2 minggu sehabis disuntik. Jadi jangan sampai saat sudah berada disana tapi antibodi belum juga terbentuk," jelas Dr dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM.

Dr Iris juga menuturkan waktu pada pemberian vaksinasi meningitis ini dapat disuntikkan di area deltoid SK (lengan kanan atas) dengan dosis tunggal sebesar 0,5 ml. Hal ini dilakukan karena penyakit tersebut dapat menular kepada siapa saja akibat kontak langsung atau melalui 'carrier'. Oleh karena itu dihimbau agar bagi CJH yang akan melaksanakan ibadah haji tau umroh lakukan Vaksin meningitis minimal 2 minggu sbelum berangkat haji.

 ini dapat diberikan berbarengan saat akan pemberian vaksin influenza, biasanya vaksin meningitis di lengan kanan atas dan vaksin influenza di lengan kiri. Vaksin meningitis ini bisa memberikan kekebalan tubuh hingga 3 tahun sedangkan vaksin influenza hanya jangka waktu 1 tahun," tuturnya.

Vaksin meningitis ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci, hal tersebut juga termasuk dalam persyaratan pergi haji atau umroh. Bagi calon jemaah haji untuk dapat mencegah bakteri meningitis yang masih menjadi endemis di beberapa negara yang ada di dunia. Umumnya dikenal dengan dengan sebutan African Meningitis Belt yang berasal dari daerah sub-sahara Afrika.

Meningitis meningokokus ialah merupakan penyakit yang disebabkan oleh peradangan selaput otak dan selaput sumsum tulang belakang yang sudah akut, kondisi in terjadi disebabkan oleh bakteri gram negatif yang sudah berkembang pada suhu panas atau dingin dengan kelembaban rendah.

Gejala atau tanda yang biasa muncul adalah demam tinggi dan dadakan, mual, muntah, adanya ruam pada kulit, nyeri dikepala (pusing), fisik semakin lemah bahkan hingga kesadaran diri yang semakin menurun atau koma.

Pemberian vaksin meningitis ini pada setiap tahunnya merupakan hal yang menjadi syarat wajib dari pemerintah Arab Saudi bagi seluruh calon jamaah haji. Untuk Negara Indonesia dalam pemberian vaksin meningitis merupakan suatu kewajiban dalam masuk tahap terakhir dari proses pemeriksaan kesehatan bagi calon jamaah haji yang akan berangkat ibadah haji pada tahun 2017 ini.

"Calon jemaah yang sudah melakukan vaksin meningitis ini akan diberikan kartu kuning dan kekebalannya juga dapat hingga 3 tahun lamanya, jadi jika tahun depan ingin melaksanakan ibadah umroh tidak perlu lagi melakukan vaksin meningitis lagi," tutur Dr Iris yang juga pengurus besar Peralmuni (Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia).


baca artikel lain :
umroh november ; umroh november 2018