Laman

Rabu, 13 September 2017

Antisipasi Dengan Vaksin Tak Tentu Hindarkan Meningitis

Antisipasi dengan vaksin, Meningitis ialah penyakit yang cukup membahayakan karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada selaput otak. Kasus yang terjadi pada anak-anak, menurut peneliti telah mencapai 50 persen dengan sebagian yang selamat alami kecacatan. Meskipun telah melakukan antisipasi dengan melakukan vaksin, namun pada kenyataannya masih ada saja anak yang terjangkit meningitis alias radang selaput otak.

Antisipasi Dengan Vaksin Tak Tentu Hindarkan Meningitis

Spesialis anak yakni dr Paulus Al Hamzah SpA menerangkan, bahwa kebanyakan anak dengan diagnosis meningitis masih saja berdatangan dalam kondisi yang parah. Meski sudah antisipasi dengan vaksin. Seperti gejala yang dialaminya panas tinggi dan kejang-kejang. Namun, kemungkinan besar infeksi ini sudah menyebar pada bagian otak dan mengakibatkan kematian.

Menurutnya, penyebab dari meningitis yaitu dari sebuah virus. Namun, biasanya virus tersebut bermula menyerang pada organ tubuh lain seperti telinga dan gigi. “Letaknya itu juga kan berdekatan, ditambah dengan daya tahan tubuh anak-anak yang belum sempurna. Jadi kalau terjadi infeksi telinga dan gigi pada anak harus segera ditangani dokter, dikhawatirkan infeksi naik menjadi meningitis, meski telah lakukan antisipasi dengan vaksin untuk hindarkan meningitis,” lanjutnya.

Bahkan, dari 10 anak yang terkena meningitis, biasanya itu separuh darinya meninggal. Separuhnya lagi bertahan dan sembuh. “Meski kondisinya sembuh, namun ada gejala sisanya,” jelasnya. Maksud dari gejala sisa tersebut, dapat berupa kelumpuhan, otak pada anak yang akhirnya tidak dapat berfungsi dan bekerja secara maksimal.

Seringkali, Infeksi yang terjadi pada radang selaput otak itu menyebar dengan cepat ke seluruh otak hingga menyelimutinya. Meski anak selamat dari penyakit mematikan itu, biasanya pasien anak akan terus menjalani rawat inap yang cukup lama. Karena obat-obatan yang diberikan pada pasien juga harus intensif. Pemberiannya juga dengan cara injeksi.  dapatkan info tentang biaya umroh  /   biaya umroh 2018  /  biaya umroh 2019

Biasanya, orang tua terkadang berasumsi hanya panas biasa saja. Namun, bila panasnya itu sudah melebihi tiga hari. Paulus juga menegaskan kepada para orang tua ketika sang anak mengalami hal itu harus dibawa segera ke dokter anak. “Untuk mengantisipasi kalau itu meningitis,” paparnya. Selain itu juga, anak biasanya dalam kondisi kejang.