Laman

Kamis, 27 April 2017

Cara Kunci Menghadapi dan Mencegah Meningitis

Cara kunci menghadapi dan mencegah meningitis, Kita sebagai orangtua, menginginkan anaknya selalu dalam keadaan yang sehat tanpa mengidap penyakit, apalagi penyakit yang terbilang serius. seperti yang sudah kita banyak ketahui kini banyak berbagai macam jenis penyakit. Salah satunya, apakah kita sudah mengetahui beberapa jumlah hal pokok tentang meningitis dan apa yang dapat dilakukan untuk bisa melindungi anak kita?

Cara Kunci Menghadapi dan Mencegah Meningitis

Sally Schoessler, R.N. memaparkan sejumlah hal yang terkait mengenai meningitis, kesulitan untuk diagnosis dan cepatnya perkembangan penyakit itu. Wanita tersebut pernah ikut serta dalam kampanye kesadaran "Voice of Meningitis" di Amerika Serikat. Namun, dikatakan ada cara kunci menghadapi dan mencegah meningitis.

Direktur pendidikan untuk National Association of School Nurses di kota Silver Spring yakni, Maryland juga mengatakan, “Belum juga diketahui jelas cara kunci menghadapi dan mencegah meningitis. Penyakit Meningitis merupakan infeksi bakteri yang sangat jarang tapi cukup serius, infeksi itu juga bisa merenggut nyawa seorang remaja kapan saja yang tadinya masih dalam keadaan yang sehat-sehat saja dalam waktu kurang dari 24 jam,” terangnya.

Meningitis adalah suatu keadaan pada saat “meninges, yaitu jaringan yang terdapat di antara otak dan syaraf tulang belakang mengalami pembengkakan dan terkena infeksi. Muncul juga bakteremia, yang juga merupakan infeksi parah yang terdapat dalam darah dan juga pneumonia.”

Infeksi ini akan menjadi semakin parah dengan cepat dan “sukar mendapat diagnosis karena hanya terlihat seperti flu biasa.” Gejala yang dirasakan pada penderita antara lain demam, kepala pusing, ngilu pada persendian, dan leher yang kaku.

Bukan hanya itu saja, ujarnya, “Bagi para penderita penyakit meningitis yang dapat bertahan hidup akan menderita dampak dalam jangka panjang.”

Dampak yang ditimbulkan antara lain:

1.Amputasi pada lengan, kaki, jari, ataupun jempol.
2.Kerusakan pada neurologis.
3.Ketulian (tidak dapat mendengar).
4.Kerusakan yang dialami oleh ginjal

Infeksi bakteri ini juga dapat menular dengan mudah melalui tetesan pernafasan di dalam ruang yang tertutup, seperti didalam asrama kampus atau kamp musim panas, ketika orang “sedang berbagi alat makan, berbagi botol minum dan saling berciuman.”

Pada pihak pengendali penyakit menular AS (Centers for Disease Control and Prevention, CDC) menganjurkan kepada para remaja agar mendapatkan vaksinasi untuk melawan meningococcal meningitis masuk pada usia 11 atau 12 tahun. Penguat (booster) agar diberikan kepada remaja yang berada pada usia 16 tahun.

Namun, di AS, hanya ada 30 persen dari 78 persen anak yang mendapatkan vaksin telah menerima vaksin kedua untuk sebagai penguat tersebut, demikian telah disebutkan oleh CDC. Tutur Schoessler, “Ada juga yang tidak menyambung di sana, karena daya guna vaksin sudah mulai menurun.”

Untuk dapat mengatasi meningitis, “Perlu adanya pemberian antibiotik yang tepat, tapi perlu juga dengan menggunakan cukup kebijaksanaan untuk mengatakan, ‘Sepertinya ini penyakit meningitis’, karena seringkali hasil uji yang di dapat seringkali terlambat untuk bisa meresepkan antibiotik yang benar dan tepat. Pencegahan adalah kunci dalam menghadapi meningitis.”