Laman

Sabtu, 08 Juli 2017

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Meningitis dan tuberkulosis, Radang selaput otak atau yang banyak disebut dengan meningitis dan tuberkulosis keduanya itu sama-sama dapat ditularkan dengan melalui udara sehingga sulit untuk membedakan dua penyakit tersebut.  Contohnya seperti pada saat seseorang saling berbicara. Penyakit yang terbilang membahayakan juga mematikan bagi si penderita, namun selain itu juga, dapat menular kepada siapa saja yang berkomunikasi langsung. Lalu apa yang membedakan antara meningitis dan tuberkulosis?

Meningitis dan Tuberkulosis Serupa Tapi Tak Sama

Adapun dari ahli vaksin dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-RSCM, dia ialah Dr.dr. Iris Rengganis, Sp.PD., KAI, FINASIM, menjelaskan bahwa gejala meningitis dan tuberkulosis mungkin ada kesamaan seperti demam tinggi dan batuk. Tapi yang membedakan antara kedua penyakit itu adalah sifat bawaan pada penderita meningitis.

"Antara meningitis dan tuberkulosis, Kalau ada penderita meningitis, memiliki sifat bawaan yang membawa penyakit. Penderita terlihat tidak sakit tapi dapat menularkan virus ke orang lain atau lawan bicara yang ada dihadapannya. Selain itu, bakteri yang terdapat pada penderita meningitis cenderung bercokol di area tenggorokan sebelum menyebar ke udara," terang Iris.

Di samping itu juga, Iris kembali menjelaskan bahwa, perbedaan diantara keduanya itu terletak pada sifat penyakit meningitis yang mematikan dalam 24 jam. Sedangkan penyakit tuberkulosis resisten pun masih ada harapan untuk dapat disembuhkan.

"Meningitis dapat menyebabkan komplikasi lainnya meliputi kerusakan otak permanen, gagal ginjal, amputasi tangan dan kaki, kehilangan pendengaran hingga kematian. Sementara tuberkulosis tidak kecuali resisten dan memiliki komplikasi penyakit lainnya akibat terlalu banyak minum obat," jelasnya.

Dr. dr. Iris Rengganis memaparkan bahwa, penyakit meningitis mampu menyebabkan terjadinya komplikasi penyakit lainnya seperti adanya kerusakan otak secara permanen, sehingga tidak berhasil ginjal, amputasi tangan dan kaki, juga akan kehilangan pendengaran hingga kematian. Semetara itu, penyakit tuberculosis tidak kecuali resisten dan mempunyai kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang berlangsung disebabkan oleh terlampaui tidak sedikit mengkonsumsi obat.

Kalau dilihat dari jenisnya terdapat dua tipe penting penyakit meningitis yakni Meningitis Viral. Tipe seperti ini kebanyakan tidak menyebabkan timbulnya penyakit yang lebih serius. Dalam kondisi yang sedang kritis, penyakit meningitis viral ini mampu menyebabkan panas demam yang berkepanjangan yang disertai dengan kejang-kejang.

Tipe kedua yaitu Meningitis Bakteri. Penyakit meningitis bakteri ini dianggap penyakit yang tidak dapat dianggap hal yang yang sepele disebabkan karena adanya bakteri yang amat serius dan harus menjalankan perawatan yang benar-benar intensif dan pengobatan yang serius agar dapat mencegah terjadinya kerusakan pada otak dan keluhan tubuh yang berkelanjutan akan beresiko terhadap terjadinya kematian terhadap penderitanya.