Laman

Selasa, 22 Agustus 2017

Memahami Penyakit Meningitis Lebih Jauh Lagi

Memahami penyakit meningitis, Banyak sederet masyarakat yang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit meningitis. Membuat hal itu menjadi sebuah pelajaran bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan. Meskipun terdengar menyeramkan hingga menakutkan, pada hakikatnya meningitis juga dapat disembuhkan apabila mendapatkan penanganan yang tepat. Meningitis merupakan peradangan pada bagian selaput otak (meningen).

Memahami Penyakit Meningitis Lebih Jauh Lagi

Menurut dari Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) yakni, bernama Mursyid Bustami, kita wajib untuk memahami penyakit meningitis lebih jauh lagi. Ada sebanyak tiga macam peradangan yang dapat terjadi pada bagian otak. Untuk yang pertama, meningitis atau radang yang hanya terjadi pada selaput otak (meningen).

Pada umumnya hingga terjadinya peradangan tersebut juga dapat menjalar tidak hanya ke selaput saja, tetapi juga dapat menjalar ke otak, baik pada bagian fokal maupun keseluruhannya. Kondisi kedua ini disebut dengan encephalitis. Kondisi yang ketiga, jika peradangan terjadi pada keduannya, baik selaput Baik pada selaput maupun otak, maka kondisi yang seperti itu dapat disebut dengan meningo-encephalitis. Memahami penyakit meningitis lebih jauh lagi itu sangat penting sekali.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama RSPON ini memaparkan gejala radang pada otak itu bermacam-macam, seperti pernapasan cepat, bingung, mengantuk, pobia (takut) cahaya, leher kaku, ruam merah, kejang dan mual atau muntah. Namun, gejala yang paling jelas yakni sakit kepala. Namun, ada beragam gejala lainnya dari meningitis.

Sakit kepala yang parah. Bisa juga demam karena radang. Kalau radang mengenai otak, pada fungsi otaknya dapat terganggu, bahkan bisa jadi pasien tidak sadarkan diri, gangguan dalam berbicara, orientasi. Kelemahan yang mirip sekali dengan stroke juga bisa terjadi hingga mengenai pada bagian yang mengurusi gerak tubuh,” terangnya.

Terjadinya peradangan tersebut juga biasanya terjadi ketika daya tahan tahun seseorang sedang menurun. Penyebabnya dapat beraneka ragam. Antara lain disebabkan oleh virus, bakteri, jamur dan parasit. Bahkan, dapat pula merupakan komplikasi dari penyakit lain seperti tuberkolosis (TBC). Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber utama infeksi.

Meningitis dapat dikategorikan kedalam dua macam, yakni akut dan kronis. Pengkategorian ini telah ditentukan berdasarkan penyebabnya. Meningitis akut dapat terjadi karena infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Sementara itu, penyakit meningitis kronis itu terjadi diakibatkan karena komplikasi penyakit lainnya, seperti TBC, parasit seperti toksoplasma dan jamur. Sedangkan untuk memperoleh hasil diagnosa yang tepat. Pasien yang diduga menderita meningitis tersebut wajib menjalani proses uji laboratorium cairan otak.

Diman cairan otak ini diambil dengan melalui sumsum tulang belakang. Hanya dengan cara yang seperti itulah, dokter akan mampu melakukan diagnosa yang lebih akurat sehingga dapat memberikan penanganan yang tepat.

Dalam penanganan pasien dapat disesuaikan dengan hasil diagnosa yang berdasarkan kategori dan gejala yang muncul. Biasanya akan memberikan obat antibiotik yang sesuai. Perbedaanya itu hanya saja, kalau pasien penyakit meningitis akut itu disebabkan oleh virus dan bakteri sehingga harus segera mungkin untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. Hal itu yang disebabkan oleh virus dan bakteri yang terus menjalar dengan cepat. Maksimal dalam waktu dua pekan.

Sedangkan, untuk pasien penderita meningitis kronis akan menjalani waktu pengobatan yang lebih lama. Dia mencontohkan pada salah satu pasien yang menderita meningitis akibat komplikasi TBC akan menjalani pengobatan selama 9 hingga 12 bulan.

Dia juga menambahkan bahwa, ada beberapa kondisi pasien meningitis yang memerlukan tindakan operasi. Sebagai contoh, jika penderita meningitis mengalami penyumbatan cairan pada otak, dokter akan segera melakukan operasi pengaliran cairan tersebut. Tindakan dalam operasi juga akan dilakukan dalam kondisi kuman penyebab penyakit tersebut telah membentuk kapsul di dalam otak.

Meningitis meruapakan penyakit yang cukup serius dan dapat menular ke siapa saja. Dalam proses penularan dapat terjadi melalui berbagai cara dan media seperti melalui darah, kontak langsung dengan si penderita infeksi, telinga, gigi, di sekitar wajah, tenggorokan maupun udara.

Meski hal demikian, tidak perlu merasa khawatir yang berlebihan. Otak yang sebenarnya itu dilindungi oleh pertahanan yang cukup kuat sehingga peluang bagian otak yang terinfeksi tidak semudah pada bagian tubuh yang lainnya. “Kalau penanganannya dini dan pengobatannya juga tepat, meningitis dapat disembuhkan dan kondisi tubuh dapat kembali baik,” paparnya meyakinkan.