Laman

Selasa, 19 September 2017

Vaksin Meningitis Memberi Perlindungan Gonore

Vaksin meningitis memberi perlindungan, Para ilmuwan belum dapat mengembangkan vaksin untuk melawan penyakit gonore atau kencing nanah yang dapat menular dengan melalui hubungan seksual, meski sudah melakukan penelitian dari 100 tahun. Namun mereka mungkin secara kebetulan telah menemukan sesuatu yang dapat memberikan petunjuk untuk memajukan pengembangan vaksin yang semacam itu. Ada beberapa dekade yang lalu, di akhir tahun 1990-an.

Vaksin Meningitis Memberi Perlindungan Gonore

Dimana di tahun tersebut telah terjadi epidemik salah satu jenis penyakit meningitis B di Selandia Baru. Sebuah vaksin, MeNZB, kemudian dikembangkan untuk dapat melindungi masyarakat muda yang sangat memiliki risiko tertinggi untuk mendapatkan meningitis tipe ini. Namun, vaksin ini tidak dapat memberikan perlindungan untuk tipe meningitis B lainnya. vaksin meningitis memberi perlindungan sebagian untuk penyait gonore.

Pada tahun antara 2004 dan 2006, MeNZB diberikan kepada siapa saja yang telah berusia di bawah 20 tahun. Bayi dan anak-anak prasekolah di imunisasi secara rutin sampai tahun 2008. Pada seseorang beserta dengan risiko medis tinggi yang dimilikinya akan terus mendapatkan vaksin hingga tahun 2011. Setelah epidemik telah usai, program vaksinasi pun dihentikan. Vaksin meningitis memberi perlindungan gonore.

Namun, dari para ilmuwan meneliti dan melihat bahwa vaksin meningitis juga tampaknya dapat menawarkan beberapa perlindungan terhadap gonore. Sebuah studi yang telah diterbitkan di Lancet pada beberapa bulan yang lalu menunjukan bahwa sepertiga orang yang menerima MeNZB tidak terkena gonore, dibandingkan dengan kelompok control yang tidak melakukan vaksinasi. Penulis juga telah mencatat bahwa bakteri yang menyebabkan kedua penyakit tersebut berbagi antara 80-90 persen urutan genetik primer mereka.

Ada seorang ahli penyakit menular di Rumah Sakit Anak Cincinnati yakni Dr. Steven Black mencatat, “Ini ialah pertama kalinya terbukti bahwa Anda dapat memperoleh vaksin yang dapat melindungi diri dari gonore. Dan bila hasil ini di konfirmasi di tempat lain, itu artinya sangat masuk akal. Untuk maju dengan terus mengembangkan vaksin yang lebih tepat sasarannya,” komentarnya.

Dari Organisasi Kesehatan Dunia yakni WHO melaporkan bahwa gonore menjadi lebih sulit dan terkadang tidak mungkin lagi untuk dapat diobati. Badan ini juga memperingati bahwa gonore bisa jadi tidak dapat untuk disembuhkan dalam waktu yang lama. Hingga saat ini, tidak ada antibiotik baru yang dikembangkan untuk dapat mengobati penyait ini.

“Bakteri yang terdapat pada gonore sangat cerdas sekali. Setiap kali kita menggunakan antibiotik golongan baru untuk dapat mengobati infeksi, bakteri berkembang untuk dapat melawannya,” menurut dari Dr. Teodoro Wi, yang merupakan salah seorang media yang terlibat dalam reproduksi manusia di WHO.

The U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa gonore merupakan penyakit kedua yang paling banyak dilaporkan di Amerika Serikat. Semua kasus yang ada dan diketahui harus dilaporkan ke CDC, namun pejabat yang berada disana memperkirakan bahwa mereka diberitahu kurang dari setengah 800.000 kasus baru untuk setiap tahunnya. lanjut baca >> umroh desember ..  umroh desember 2018

Untuk wanita mungkin tidak memiliki gejala apapun, tapi gonore yang tidak diobati akan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Karena hal itu dapat menyebabkan radang panggul, kehamilan ektopik yang dapat mengancam jiwa dan wanita hamil dapat menyebarkan penyakit ini kepada bayi mereka sendiri. Selain itu, gonore juga dapat menyababkan ketidaksuburan bagi pria dan wanita dan penderita dapat memiliki kemungkinan besar terkena HIV.

Studi tentang epidemik Selandia Baru bisa mengubah pendekatan untuk dapat mengembangkan vaksin dalam melawan gonore