Laman

Senin, 16 Oktober 2017

Virus Meningitis Buat Wajahnya Menakutkan

Virus meningitis, Meningitis atau radang selaput otak yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Penyakit meningitis juga merupakan penyakit yang sangat membahayakan. Selain itu, dapat mengakibatkan kecacatan dan kematian bagi penderita. Infeksi ini juga dapat menyebabkan penderitanya itu mengalami kecacatan. Contohnya saja seperti yang dialami oleh wanita ini asal Inggris. Tammy Saunders yang saat itu masuk usia ke 34 tahun, harus kehilangan hampir dari separuh wajahnya akibat meningitis septicaemia, keracunan darah pada saat bakteri meningitis berkembang biak tanpa dapat dikontrol dalam darah.

Virus Meningitis Buat Wajahnya Menakutkan

Semua itu terjadi berawal pada saat perayaan hari raya beberapa tahun lalu. Di masa seharusnya ia berkumpul bersama-sama dengan keluarga dan temannya, ia sudah mulai merasa tidak enak badan. Tammy semula menduga ia hanya terkena kuman. Namun, pada saat itu ia tidak sadar virus meningitis telah menyerangnya. Setelah dua hari kemudian, dia benar-benar merasa sakit sampai tidak bisa untuk makan dan kaki serta bibirnya pun mati rasa. Wanita yang sebelumnya itu bekerja di salah satu perusahaan  garmen wanita itu, harus dilarikan ke rumah sakit yang ada di Colchester.

Dokter menyatakan bahwa penyakit yang dialaminya itu cukup serius, karena didapati ada virus meningitis. Akan tetapi, septikemia meningkokus sangat jarang sekali terjadi pada orang dewasa, sebab biasanya banyak terjadi pada anak-anak dan butuh 10 hari untuk melakukan diagnosa.

Pada saat itu juga, kerusakan akibat dari infeksi tersebut telah menghancurkannya. Sekitar 10 hari kemudian Tammy sudah sadar dan ia pun harus menjalankan cuci darah akibat gagal ginjal yang dialaminya, sementara itu anggota tubuhnya pun telah lumpuh dan membengkak 2 kali lebih besar dari ukuran normalnya.

Sedangkan, di daerah sekitar mulut dan hidungnya pun telah menghitam, seolah-olah dia terkena radang beku. Pada akhirnya dokter pun harus membuang bagian tersebut,

“Tentunya hal tersebut membuatnya kecewa ketika pertama kali harus melihat wajah saya di cermin, saya tidak sangka itu adalah saya, kenangnya. Tapi saya bertekad untuk selalu berpikir positif karena saya bersyukur masih tetap diberikan kehidupan,” ungkapnya.

Butuh waktu lebih dari dua bulan sebelum ia menyadari bahwa nekrosis atau kematian jaringan telah terjadi dan jaringan yang sudah mati tidak akan bisa untuk bergenerasi lagi. Kemudian, selama Tammy dirawat di rumah sakit dia berada dalam pengawasan Peter Dziewulski, seorang konsultan plastik dan ahli bedah rekontruksi di Rumah Sakit Broomfield, Chemsford, Inggris.

Pada akhirnya, dokter yang ahli pada bidangnya itu pun melakukan operasi “penutup lokal” pada bagian pipinya Tammy yang direposisi untuk menutupi rahang atas yang terbuka. Selain itu, demi kesembuhan pada diri Tammy, ia juga melakukan cangkok kulit pada kaki dan lengannya. Untuk operasi lebih lanjut, termasuk satu yang dilakukan untuk membentuk kembali hidungnya akan dilanjutkan.

Luasnya kerusakan pada jaringannya yang telah rusak seperti itu hingga ke tulang di beberapa tempat, mengartikan bahwa Tammy harus belajar berjalan kembali dan hanya memiliki mobilitas yang terbatas.

“Hal itu yang lebih mengganggu saya lebih dari apa yang terjadi pada wajah saya ini, wajah saya merupakan hal estetika. Saya masih bisa bernapas dan makan. saya sering lupa bagaimana penampilan saya, tetapi ketika orang lain menatap wajah saya, itulah yang membuat saya mengingat apa yang sudah terjadi pada diri saya,” tuturnya. Pada sebelum penyakit meningitis ini menyerang, wanita ini memiliki hobi menari dan tergolong wanita yang kreatif.