Laman

Kamis, 30 November 2017

Pemeriksaan Penunjang Meningitis Pada Penderita

Pemeriksaan Penunjang Meningitis - Untuk penyakit meningitis merupakan penyakit yang menyebabkan radang pada membaran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuannya itu biasa dikenal dengan sebutan meningen. Peradangan yang terjadi itu disebabkan oleh infeksi bersal dari virus, bakteri, jamur dan mikroorganisme lainnya, selain itu juga disebabkan oleh obat-obatan tertentu meski jarang sekali didapat. Meningitis dapat membahayakan nyawa seseorang hingga dapat menyebabkan kematian akibat radang yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang, sehingga dalam kondisi yang seperti ini di klasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Pemeriksaan Penunjang Meningitis Pada Penderita

Pada penyakit meningitis itu biasanya akan diketahui dengan gejala umum yang dimunculkan yakni seperti demam, sakit kepala, kaku leher, kebingungan atau perubahan kesadaran, mual, muntah dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia dan peka terhadap suara keras (fonofobia). Sedangkan gejala meningitis yang ditimbulkan pada anak-anak itu biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik seperti mengantuk,lekas marah, ruam merah pada kulit yang disebabkan oleh bakteri meningkokus. Bila ada seseorang yang dicurigai meningitis, pemeriksaan penunjang meningitis pun dilakukan.

Adanya tindakan punksi lumbal dilakukan agar dapat mendiagnosa ada atau tidaknya meningitis. Dengan menggunakan jarum yang kemudian dimasukkan ke dalam kanalis spinalis agar dapat mengambil sampel likuor serebrospinalis (LCS), yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Dimana LCS ini akan diperiksa di Laboratorium medis. Pada penanganan yang pertama meningitis akut terdiri dengan pemberian secara tepat berbagai antibiotik dan terkadang obat antivirus. Kortikosteroid juga sama, untuk dapat mencegah akan terjadinya komplikasi akibat dari radang yang berlebihan. Meningitis juga dapat mengakibatkan konsekuensi dalam jangka panjang seperti epilepsi, ketulian, hidrosefalus dan defisit kognitif. Segera lakukan pemeriksaan penunjang meningitis.

Pemeriksaan penunjang Meningitis, meliputi:
1.Pemeriksaan Lumbal Pungsi, lumbal pungsi itu biasanya dapat dilakukan untuk menganalisa jumlah sel dan protein cairan serebrospinal, dengan syarat tidak ditemukan bahwa adanya peningkatan tekanan intracranial.

a.Jika pada Meningitis Serosa itu terdapat tekanan yang memiliki variasi cairan jernih, sel darah putih meningkat, glukosa dan protein normal, kultur (-).
b.Jika pada Meningitis Purulenta juga terdapat tekanan yang terus meningkat, cairan yang keruh, jumlah sel darah putih dan protein meningkat, glukosa yang menurun, kultur (+) terdiri dari beberapa jenis bakteri.

2.Pemeriksaan Laboratorium Darah Rutin, dengan melakukan pemeriksaan kadar urum, elektrolit dan kultur.

a.Pada Meningitis Serosa itu didapatkan bahwa terjadi peningkatan leukosit saja. selain itu, pada Meningitis Tuberkulosa didapatkan terjadinya peningkatan leukosit.
b.Pada Meningitis Purulenta didapatkan terjadinya leukosit.

3.Pemeriksaan Radiologis

a.Pada Meningitis Serosa itu pasti dilakukan foto dada, foto kepala dan bila memungkinkan juga akan dilakukan CT Scan.
b.Pada Meningitis Purulenta pemeriksaan yang dilakukan foto dada, foto kepala (periksa mastoid, sinus paranasal dan gigi geligi.